Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 8


__ADS_3

Hari dimana mereka akan masuk sekolah pun tiba. Jisung sekarang sudah kelas 2 SMP sedangkan Rahmi kelas 1 SMA. Awalnya mereka searah menuju sekolah mereka, sampai di dekat persimpangan mereka berpisah. Sekolah Jisung tidak terlalu jauh jadi saat lewat dari persimpangan atap sekolah Jisung sudah terlihat dari situ.Sedangkan sekolahnya Rahmi cukup jauh. Dia masih harus melewati 2 persimpangan lagi dan satu pasar. Baru bisa sampai di sekolahnya. Setelah berpisah di persimpangan Rahmi akan naik angkot dari sana.


***


Setelah 15 menit di dalam angkot akhirnya Rahmi sampai di sekolah barunya. Dia berdiri tepat di depan pagar sekolah. Dia pandangi sekolah itu lekat-lekat.


"Sekolah baru, Suasana baru,Hidup baru,haaah" Rahmi menghembuskan nafasnya. Dia benar-benar takut untuk bertemu orang asing.


Dulu waktu masih di kota tempat dia di besarkan, dia SD di tempat yang dekat dengan rumahnya. Teman-teman SDnya sedikit yang orang asing sedangkan sebagian lagi adalah teman bermainnya sehari-hari. Sedangkan di SMP juga sama. Ada beberapa orang yang dari SDnya, Rahmi masih punya teman. Tapi sekarang.... tidak ada yang dia kenal. Dia benar-benar sangat takut. Kakinya bergemetar karena takut.


"Apa aku bisa?" gumam Rahmi, mencoba melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah itu.


Sedangkan di lain tempat. Jisung sangat khawatir dengan kakaknya. Andai saja dia bisa satu sekolah dengan kakaknya pasti dia bisa menemani kakaknya. Dia membayangkan Rahmi yang bakalan pucat bertemu hal baru, Pasti badannya bergemetaran.


"Hah... semoga kakak baik-baik saja" Rahmi masih memenuhi pikiran Jisung bahkan setelah dia masuk ke ruang guru.


Rahmi punya gangguan kecemasan sosial. Dia selalu merasa takut jika di tempat asing dan orang asing.


***


Saat Rahmi sudah semputna masuk ke sekolah itu sekarang dia kebingungan, dia tidak tau dimana kelasnya, X IPA 1.


"Aduh... mau nanya sama siapa ya?" Rahmi terdiam di tengah koridor yang disana para murid berlalu lalang.


Tanpa Rahmi sadari dari arah belakang ada seorang anak laki-laki yang berlari dan....


"BRAAK... " Rahmi dan orang itu bertabrakan.


"Eh maaf" Kata orang itu tanpa menoleh ka arah Rahmi, lalu kembali berlari. Rahmi yang melihat ketidak sopanan itu mendecak jengkel.

__ADS_1


"Rio... Aish... Kamu ini..." Ada seseorang yang berteriak dari belakangnya Rahmi. Awalnya Rahmi tidak peduli dan ingin melanjutkan jalannya. Tapi orang itu langsung memegang bahu Rahmi, hingga membuat Rahmi kaget.


"Kamu gak apa-apa dek? ah... maafin teman abang tadi ya, Ada yang sakit?" orang itu Bertanya.


"Ah... tidak kak saya baik-baik aja kok" Jawab Rahmi ke pria itu.


"Hmm... kamu anak kelas satukan? Mau kekelas?" Tanya orang itu lagi.


"Iya kak, Tapi saya gak tau kelasnya dimana?" kata Rahmi masih menunduk.


"Kamu kelas berapa? ayok biar saya antarkan" orang itu menawarkan dirinya.


"X IPA 1 kak"


"Oh ya sudah ayo... oh ya, nama saya yoga, kalau boleh tau siapa nama mu dek?" kata Yoga mengenalkan dirinya.


"Saya Rahmi kak"



(Ini visual Yoganya Ya😊)


Rahmi hanya membalas dengan anggukan. Dan berjalan mengikuti Yoga.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di kelas Rahmi.


"Nah ini kelas mu dek" Yoga berhenti tepat di depan pintu kelas.


"Makasih kak" Rahmi membungkuk sedikit ke Yoga.

__ADS_1


"Iya... Lain kali hati-hati ya kalau jalan, Jangan melamun di tengah koridor kayak tadi" Kata Yoga sambil mengacak Rambut Rahmi geram.


Dari tadi Yoga merasa gemas dengan Rahmi, yang di ajak bicara cuman nunduk. Selama perjalanan juga diam terus gak ada senyum lagi.


"Iya kak" Raut wajah Rahmi berubah kesal karena kepalanya di sentuh Yoga. Menyadari Rahmi yang merasa terganggu, Yoga lalu menyingkirkan tangannya dari kepala Rahmi.


"Ya sudah saya pergi dulu" Kata Yoga dan berlalu dari kelas itu sambil di iringi mata-mata para siswi penuh cinta.


Yoga adalah salah satu anak kelas XII IPA di sekolah itu. Salah satu senior dan kapten basket. Dia bukan hanya sekedar senior dan kapten tim basket, tapi juga cowok terpopuler di sekolah itu.


Yoga yang pergi dengan tatapan cinta dari para siswi sedangkan Rahmi masuk ke kelas dengan tatapan benci dari para siswi. Rahmi sadar akan atmosfer yang berubah tapi dia memilih bodoh amat. Karena sekarang dia fokus dengan kakinya yang kembali bergetar hebat.


"Eh... lo kok bisa deket sih sama kak Yoga, lo apain dia" Rahmi yang di tanyai oleh salah satu teman cewek sekelasnga itu hanya diam.


di dalam batinnya Rahmi merasa muak.


"apa sifat manusia semenjijikkan ini? Hanya karena aku jalan sama kak Yoga mereka berubah menjadi kasar dan sok hebat. Padahal aku yakin dia bukan siapa-siapanya kak yoga. Dan dia bahkan belum kenal dengan aku, tapi langsung membentakku, benar kata mama, Manusia yang besar tanpa sopan santun itu benar-benar menjijikkan" Gumam Rahmi di dalam hatinya.


"Eh... lo kok diam aja sih, gue ngomong sama lo" Nada perempuan itu semakin tinggi.


"maaf kita bahkan belum kenal. Dan aku gak terbiasa ngomong sama orang yang belum aku kenal. Jadi berhenti bentak-bentak aku, aku gak ada buat kesalahan sama kamu" Kini Rahmi sudah jengah dengan tingkah orang di depannya ini. Dia mulai melawan. Rahmi menatap orang itu dengan tatapan tajamnya. Benar-benar dingin.



"lo berani natangin gue?" perempuan itu langsung mengangkat tangannya bersiap menampar Rahmi. Tapi tangan orang itu langsung di tahan seseorang.


"Ini baru hari pertama jangan bikin keributan" Kata perempuan yang menahan tangan orang yang ingin memukul Rahmi itu. Orang itu langsung mencengkramnya dengan kuat.


"Au..." orang itu meringis kesakitan, dia lalu berusaha melepaskan tangannya dan kembali ke tempat duduknya dengan kesal.

__ADS_1


"kamu gak apa-apakan?, kenalin aku Tia, kamu duduk sama aku aja" Tia lalu menuntun Rahmi ketempat duduknya yang paling depan.


"Aku Rahmi, makasih Tia"


__ADS_2