
Setelah mereka masuk ke dalam ruko, Rahmi langsung menuju ke kamar. Karena hari sudah mulai magrib, semua perempuan berkumpul di dalam kamar. Sedangkan yang laki-laki entah kenapa sibuk sendiri di atas mesin jahitnya, ada yang main handphone, ada yang minum kopi dan ada yang can sekedar numpang tidur. Jisung pun ikut serta duduk bersama yang lainnya di di dekat mesinnya. Entah kenapa dia bengong cukup lama.
"Kenapa Sung, kok menung?" Kata Ridho salah satu karyawan yang tempat duduknya di belakang Jisung, Dia sedang asik mengaduk kopinya yang masih panas.
"Enggak kenapa-kenapa kok bang" Kata Jisung sambil menoleh ke belakang, yang di jawab anggukan oleh Ridho.
Jisung melihat ke arah Kantong mesinnya yang ada foto Jaemin dan Jeno.
"Kakak gue yang di taksir dua orang,kok gue yang bingung ya?? Hah... punya kakak kok gak pekaan", Jisung bergumam kecil.
"Kamu ngomong apa Sung?" Ternyata Ridhi mendengar Jisung ngomong sendiri walau kurang jelas apa yang Jisung omongin.
"Aa.. gak ada bang", Jisung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Oh... ya udah, kamu aneh Sung", Kata Ridho yang sekarang beralih ke Handphonenya.
"Bro... Mabar yok" Katanya ke orang yang ada di belakangnya. " Yoklah", Kata orang itu menyetujui.
Sedangkan Jisung masih sibuk dengan dunianya sendiri. "Kalau di lihat caranya bang Jaemin nolongin kakak bahkan aku saja gak ke pikiran buat lari kayak bang Jaemin. Dia gak mikirin ke selamatan dirinya sendiri, bahkan gak sadar kalau dia terluka. Kalau melihat itu aku merasa bisa mempercayai kakak ke bang Jaemin. Apakah kalau bang Jeno di posisi bang Jaemin akan melakukan hal yang sama?, Entahlah, aku tidak tau", Jisung bertanya sendiri menjawab sendiri.
***
ke esokan paginya di sekolah, Rahmi untuj yang ke sekian kalinya terdiam dan menatap pagar sekolahnya. Dia masih merasa jantungnya berpacu dengan cepat jika mengingat kejadian kemarin. Bagaimana jika nanti bertemu dengan Jaemin? Dia berharap mukanya tidak memerah.
"Hmm... apa yang di takutin Mi, ayo... masuk ke sekolah", Lata Rahmi memberi semangat ke dirinya sendiri. Baru juga ingin melangkah masuk ke gerbang, tiba-tiba saja Rahmi mendengar ke gaduhan di belakangnya. Suara cewek yang berteriak-teriak alay. Rahmi pun menoleh ke belakang melihat apa yang membuat mereka berteriak. Eh ternyata....
"Hmm.. pantesan aja teriak kayak gitu, yang datang bintangnya sekolah", Gumam Rahmi. Rahmi pun berniat untuk tak menghiraukan mereka dan kembali berjalan karena jantungnya mulai berdetak kencang lagi saat melihat Jaemin.
"Kayaknya aku bisa kena penyakit jantug kalau terus ketemu Jaemin", Kata Rahmi sambil memegang dadanya.
"Rahmi..." Rahmi yang tadinya mau mulai jalan, lagi-lagi terhenti, kali ini karena ada yang memanggil namanya. Dia menoleh ke belakang, Dan itu Jaemin, dia melambaikan tangan kepada Rahmi.
"Oh tidak senyumannya", Kata Rahmi di dalam hati. Rahmi mencoba melambaikan tangan kananya dengan posisi tangan kiri masih nyaman menahan degupan jantung di dadanya.
__ADS_1
Jaemin mempercepat langkahnya dan berhenti ketika sampai tepat di depan Rahmi. "Bareng yuk...", Kata Jaemin yang di balas anggukan canggung dari Rahmi.
Ketika kedua orang itu melangkah masuk ke kelas ada banyak pasang mata yang menatap tidak suka mau itu dari cewek yang penggemarnya Jaemin dan juga dari cowok pengagum rahasianya Rahmi. Tentu saja Rahmi punya penggemar, walau dia terlihat pendiam pemalu plus dingin. Itu semua tak bisa menutup pesona manis dari Rahmi. Dia adalah perempuan tercantik di kelas 1 menurut para kaum Adam.
Siapa coba yang tidak tertarik dengan wajah tanpa senyuman saja sudah cantik apalagi kalau tersenyum?
*****
"Hey... berdua dia..." Kata Tia menggoda kedua sejoli itu.
'Ayolah Tia... jangan membuat muka ku memerah' Batin Rahmi sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Mi... Aku ke kelas duluan ya..", Kata Jaemin yang di balas anggukan oleh Rahmi. Melihat itu Jaemin tersenyum.
"Hah... Kok pas sama kamu dia rajin banget senyum sama banyak bicara ya??" Tia menggandeng tangan ku menuju kelas.
"Emangnya sama orang lain dia gak pernah senyum sama bicara apa?" Kataku yang memang gak tau apa-apa.
"Sebanyak ini Foto Jaemin semua?" Kata Rahmi tak percaya, melihat isi chat grup yang hanya berisi foto Jaemin.
"Iya... Lihat deh... tu mukanya datar amat, gak ada senyumnya... Tapi tetap ganteng kan?" Kata Tia sambil mengangkat kedua alisnya Menatap Rahmi.
"Wah.. aku memang bukan apa-apa kalau di bandingin dia" Kata Rahmi takjub melihat begitu banyak orang yang menyukai Jaemin.
"Hahah... Mi... Kamu sama aja tau sama Jaemin. cuman bedanya Jaemin bisa senyum pas Sama kamu. Tapi kamu bahkan Gak pernah senyum sama dia". Jelas Tia lalu mengambil handphonenya dan mengotak atik seperti mencari sesuatu
"Maksud kamu Ya?" Rahmi tak mengerti. Tia suka sekali ngomong gantung gak jelas kayak gitu. Pertama kali Rahmi mengenalnya cukhp kesal sih sama cara bicaranya Tia... Tapi lama kelamaan dia jadi terbiasa. Kata Rahmi sih melatih kesabaran
"Nih liat", Tia menyodorkan handphonenya lagi ke Rahmi. Lagi-lagi Rahmi di buat kaget.
__ADS_1
" Kok ada banya foto aku di handphone mu Ya?" Kening Rahmi berkerut tak suka.
"Itu dari penggemar kamu Mi", Jawab Tia enteng.
"What? Aku gak suka di foto diam-diam gini" Muka Rahmi marah seperti tidak terima.
"Hmm.. yah.. Kalau gak suka bilang ke mereka aja Mi" Tia mengambil kembali handphonenya yang masih ada di tangan Rahmi. Lalu menekan tombol power dan meletakkanya di dalam saku roknya.
"Siapa orangnya?" Rahmi menatap Tia penuh selidik. Tia yang melihat muka jengkel Rahmi tersenyum gemas.
"Banyak" Kata Tia, tersenyum mengejek.
"AISH... M E N Y E B A L K A N !!!!" Kata Rahmi berteriak sontak mengundang semua teman sekelas menatap Rahmi.
"Ups... aku berlebihan banget ya?" Kata Rahmi saat melihat pandangan tak suka dari teman-temannya. Tia ketawa dan mengangguk mendengar pertanyaan Rahmi.
"Kring.... Kring...." Bel tanda masuk berbunyi. Semuanya kembali ke tempat duduk mereka masing masing. Dan duduk manis saat guru masuk.
*****
B E R S A M B U N G.......
Hallo teman-teman yang setia membaca CINTA SI PEMALU....
Mohon dukungannya ya dengan cara like komen and Vote...
Serta kritik dan saran kalian Jika ada cara penulisan ku yang salah. Mohon di maklumi bila banyak ke salahan karena aku juga baru belajar.
Kalau kalian penasaran sama kelanjutannya.... komen ya....
salam cinta dari Ku.... 😊😊
__ADS_1