Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 33


__ADS_3

Hari ini hari libur, seperti biasanya. Setiap hari libur Jaemin akan ikut dengan mamanya pergi kepanti asuhan. Bertemu dengan anak-anak manis yang ada di sana.


"Jaem? Kamu udah siap?" Mama berteriak di depan mobil, sudah hampir seperempat jam dia tegak di sana. Tapi si Jaemin tak kunjung datang.


"Bentar ma," seseorang berlari dari balik pintu rumah, dengan setelan kemeja biru langit, Jaemin terlihat santai namun paras rupawannya tak pernah santai. Selalu bikin hati para gadis yang melihatnga berdebat.


Namun bukan mama Jaemin kalau tak bisa melihat ada yang beda dari anaknya ini. Jaemin terlihat berbeda. Ada yang tertinggal, Jaemin lupa membawanya.



"Senyumanmu ketinggalan dimana nak?" Mama menepuk pelan pundak anaknya itu.


Mendengar ucapan mamanya, Jaemin tersenyum canggung. Benar, belakangan ini Jaemin lupa untuk tersenyum. Biasanya walau pun suasana hatinya tidak baik, Jaemin akan tetap tersenyum. Bagi dia dengan tersenyum, rasa sedih dan sakit tadi akan ringan untuk sesaat.


Tapi sayang, sepertinya senyuman itu tak berguna sekarang, Semakin Jaemin tersenyum dengan lebar, semakin perih hatinya. Jaemin tak menduga, bahwa cinta bisa melukainya sejauh ini.


M E N Y E B A L K A N !!!!

__ADS_1


Bukankah cinta itu menyebalkan? Jaemin yang selalu terlihat baik-baik saja, sekarang malah terlihat tak bergairah hidup. Jaemin yang biasanya selalu ceria kini lupa bagaimana caranya tertawa.


"Hey, mama nanya kok gak di jawab? Ada masalah?" Mama menatap wajah anaknya itu lekat-lekat.


"Enggak ada kok ma," Jaemin tersenyum ke arah mamanya, dan mamanya tau itu senyum palsu!


"Hmmm... kamu udah kenal sama cinta ya?" Sontak pertanyaan mamanya itu membuat mata Jaemin membulat.


Wajah terkejutnya Jaemin sudah menjadi jawaban buat mamanya.


"Ayolah, siapa yang berani menolak seorang Jaemin? Kamu itu tampan. Anak mama yang satu ini gak mungkin dong di tolak," mama terus menggoda Jaemin.


Mama terkejut mendengar penuturan Jaemin. Yang di katakan Jaemin benar! Tampan tidak selalu jadi standar seseorang mencintai kita!


"Jaemin, cewek gak cuman satu! Ada kok orang yang benar-benar tulus cinta sama kamu, tapi kamu belum tau aja." Mama tersenyum, senyum yang mencurigakan.


"Siapa orang yang tulus cinta sama aku ma?" Mama mengangkat bahu, dia tak berniat menjawab pertanyaan putranya itu. Biarlah waktu yang menjawab pertanyaan Jaemin.

__ADS_1


🌱🌱🌱🌱🌱


Riani mamanya Jaemin serta Jaemin telah sampai di panti asuhan yang biasa mereka kunjungi. Seperti sudah kebiasaan anak-anak itu. Setiap mendengar suara mobil yang mendekat ke halaman mereka, pastilah bocah bocah kecil iti berlari keluar dari rumah mendekat ke arah mobil.


"KAK JAEMIN!!!" Yah, mereka sudah menduga siapa yang datang berkunjung, siapa lagi kalau bukan abang favorit mereka. NA JAEMIN, pria yang terkenal lembut dan penyayang itu langsung merangkul salah satu bocah kecil yang ada di dekat kakinya. Dia mengangkat tubuh mungil bocah itu dan menggendongnya.


"Wah kamu udah gede ya Rio? Udah berapa nih umur kamu sekarang?" Tanya Jaemin sambil mencubit pipi Rio dengan gemas.


"Dia udah 4 tahun Jaem," yang menyaut adalah seorang gadis yang tak asing buat Jaemin.


"Vin? Apa kabar?" Tanya Jaemin sambil berjalan ke arah Vivin. Anak panti asuhan yang tertua di sana.


"Aku baik Jaem, kamu jugakan?" Jaemin hanya mengangguk pelan, walau jujur dia ingin sekali bilang sama Vivin kalau dia sekarang tidak baik-baik saja.


Vivin dan Jaemin sudah lama kenal, di panti asuhan inilah mereka saling kenal. Ibu Jaemin selalu membawa Jaemin dan Jeno kemari setiap libur sekolah. Itu membuat Vivin, Jaemin dan Jeno menjadi sahabat dekat dari kecil.


Vivin hanya membalas senyum Jaemin. Entah kenapa Vivin merasa ada yang di sembunyikan oleh pria yang sebenarnya telah lama dia cintai. Dia yakin Jaemin tidak baik-baik saja! Tapi Vivin tak mau bertanya lebih jauh lagi. Dia akan menunggi Jaemin untuk menjelaskannya sendiri. Iya, Vivin akan terus menunggu Jaemin, dan entah sampai kapan dia akan terus menunggu tanpa berniat untuk jujur kepada Jaemin akan perasaannya sendiri.

__ADS_1



(Ini visual Vivinnya ya😊)


__ADS_2