Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
Episode 23


__ADS_3

"Tia!" Seseorang memanggil Tia dari balik pintu kelas, sekarang sudah jam istirahat, dan orang itu sudah sampai saja di depan kelas Rahmi. Padahal jarak kelasnya dengan kelas Rahmi cukup jauh.


"Apaan kak?" Kata Tia ke orang itu.


"Ke kantin yok bareng kakak," Itu Dika, dia melenggang masuk ke kelas dan berhenti di hadapan Tia dan Rahmi.


"Hmm, Rahmi ikut juga yuk," Tia memegang tangan Rahmi yang sedari tadi cuman bengong.


"Enggak deh Ya, kalian aja," Rahmi menolak tawaran Tia.


"Gak apa-apa kok Mi, emang kamu gak lapar apa? Yuk ke kantin bareng kita," kali ini Dika yang mengajak Rahmi.


"Terimakasih kak, tapi Rahmi lagi gak mood ke kantin, Rahmi mau ke taman aja, hmm titip roti sama susu coklat aja deh Ya," kata Rahmi menatap Tia.


"Oke deh, terserah kamu aja, aku ke kantin duluan ya," Rahmi mengangguk di susul Tia yang pergi dari kelas bersama kak Dika.


sesampai di kantin, Tia langsunh duduk di kursi, Dika yang menyadari itu berhenti berjalan.


"Kamu gak mesan dulu Ya?" tanya Dika kepada sahabatnya itu.


"Kakak yang pesan ya, Tia malas ngantri, sekalian sama roti dan susu coklat pesana Rahmi, oke kak?" Tia mengangkat kedua alisnya.


"Hah? ya deh," Dika berjalan sendiri memesan makanan. Sambil menunggu Dika, Tia sibuk dengan handphonenya, mengecek media sosialnya dan sekali-kali melihat obrolan grup.


"Ya ampun, gitu amat ngefans sama si Jaemin, gak pagi gak malam ini aja isi grup," Tia mematikan hpnya, karena merasa gak ada yang penting untuk di baca.


"Nih makan," Dika datang sambil membawa dua mangkuk bakso dan dua teh es, tak ke tinggalan pesanan Rahmi.


"Ini kapan di kasih ke Rahminya? Apa dia gak lapar nungguin kita selesai makan?" Tanya Dika kepada Tia yang sedang menuangkan saus ke mangkuknya.


"Hmm, iya juga ya? ya sudah kita habisin aja baksonya dengan cepat, terus nyusul Rahmi ke taman," kata Tia yang kini sudah melahap satu bakso bulat ke dalam mulutnya.


"Emang kenapa kok Rahmi gak mau ke kantin?" Dika yang penasaran bertanya kepada Tia.


"Gara-gara bang Yoga sama Jaemin," satu bakso lagi sudah mendarat di mulut Tia.


"Lagi ngomonngin aku ya?" Tiba-tiba Jaemin datang dari belakang Dika, dia menepuk pundak Dika pelan yang otomatis membuat Dika kaget dan ke sedak kuah bakso.


"Uhuk...uhuk..." Dika terbatuk-batuk dan berusaha meraih teh es yang ada di samping kanannya.

__ADS_1


"Eh maaf bang," Jaemin yang merasa bersalah langsung menepuk-nepuk tengkuk Dika.


"Siapa sih?" Dika menoleh ke belakangnya dan ternyata itu Jaemin.


"Lo Jaem? Aduh untuk gak kecekik aku gara-gara lo," Dika melempar pandangan kesalnya yang di balas senyuman kikuk Jaemin.


"Nah kebetulan ada lo Jaem, lo udah pesab makanan belum?" Tanya Tia kepada Jaemin.


"Belum, emang kenapa Ya?" Jaemin balik bertanya.


"Tolong kasih ini ke Rahmi dong, dia di taman gak mau ke kantin. Kalau nungguin aku siap makan takutnya kelamaan, bisa sakit dia nanti," Jelas Tia sambil menyodorkan Roti dan Susu coklat kepada Jaemin.


"Oh ya udah, kalau gitu biar aku aja," Jaemin mengambil Bungkus Roti tersebut.


"Terus lo gak makan dulu Jaem?" Dika menahan tangan Jaemin yang hendak menyusul Rahmi.


"Aku beli roti aja bang, nanti makan bareng Rahmi aja di taman," jelas Jaemin lalu pergi membeli roti.


Dika hanya mengangguk lalu kembali menatap Tia yang sedang asik menikmati baksonya.


"Ya, mereka dekat ya?" Tanya Dika menunjuk ke arah Jaemin yang sudah selesai membeli roti.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱


Jaemin berjalan menyusuri taman sekolah sambil menenteng kanton plastik di tangannya. Jaemin berhenti berjalan saat sudah melihat Rahmi yang duduk sambil memakai earphone di atas kursi yang di teduhi pohon rindang, cuman dia sendiri di sana.


Jaemin berjalan menghampiri Rahmi, setelah sampai di dekat Rahmi, Jaemin menepuk pundak Rahmi yang membuat Rahmi menoleh ke arahnya.


"Jaemin?" Kata Rahmi sambil membuka earphone yang menutupi telinganya.


"Nih, Tia nitipin Roti buat kamu Mi," Rahmi mengalihkan pandangannya ke arah kantong plastik yang di sodorkan Jaemin ke arahnya.


"Makasih Jaem," Rahmi meraih kantong plastik itu. Bersamaan dengan Jaemin duduk di sebelahnya.


"Kok kamu suka sih sendirian kayak gini?" Tanya Jaemin sambil membuka bungkus rotinya.


"hmm, gak ada sih, cuman nyaman aja, sunyi dan tenang," Kata Rahmi sekenanya.


"Kamu gak punya teman selain Tia, Mi?" Jaemin menatap gadis mungil di sampingnya, tapi Rahmi tak membalas tatapannya.

__ADS_1


"Punya," hanya satu kata itu yang meluncur dari mulut Rahmi.


"Siapa?" Jaemin penasaran dengan gadis ini, siapa temannya selain Tia? Karena setau Jaemin dia tidak pernah ngumpul bareng anak perempuan lainnya.


"Jaemin," Sontak jawaban Rahmi membuat Jaemin tersenyum manis. Tanpa Rahmi sadari satu kata yang keluar dari mulutnya itu mampu membuat orang di sampingnya salah tingkah.


"Selain aku sama Tia, siapa lagi?" Dia berharap dapat informasi lebih jauh tentang Rahmi, dia penasaran dengan gadis ini.


"Hmm, teman-teman ku di tempat kerja, ada kak Salsa dan perempuan yang lainnya," kata Rahmi menjelaskan.


"Cuma aku temanmu yang cowok Mi?"


"Ada yang lain kok, namanya Kak Jeno," Sontak jawaban Rahmi membuat Wajah berseri Jaemin memudar.


Dia memang ingin tau Rahmi lebih jauh, tapi dia tak menyadari bahwa gadis pemalu ini juga menganggap abangnya sebagai seorang teman. Itu pertanda bahwa Rahmi juga nyaman dengan abangnya. Karena kalau di lihat dari sifatnya Rahmi, dia tidak akan mau mengakui seseorang menjadi temannya kalau tidak merasa nyaman.


"Seperti apa Jeno itu Mi?" Jaemin ingin tau lebih jauh pendapat Rahmi tentang Jeno.


"Kak Jeno itu orangnya..." Rahmi terhenti berbicara saat melihat ke arah Jaemin, dia kaget melihat wajah yang tadi penuh senyuman berubah sendu seperti tadi pagi.



"Orangnya?" Jaemin bertanya saat mendengar jawaban menggantung Rahmi. Tapi Rahmi tak kunjung melanjuti jawabannya, sontak membuat Jaemin menatap Rahmi. Dan ternyata Rahmi sedang memperhatikannya.


"Eh, kok ngeliatin aku kayak gitu Mi?" Tanya Jaemin saat melihat ke arahnya penuh selidik.


"Kamu punya masalah Jaem? Kok mukanya di tekuk gitu?" Rahmi langsung to the point.


"Eh, enggak ada masalah kok, kenapa nanya kayak gitu?" Jaemin berusaha tersenyum ke arah Rahmi.


Rahmi membuang nafasnya, "Hah... kalau belum mau cerita gak apa-apa kok Jaem," Rahmi memalingkan pandangannya dari Rahmi.


'Mungkin ada masalah yang gak bisa Jaemin ceritain ke aku, aku harus ngerti itu,' batin Rahmi.


"Ya udah yuk, balik ke kelas, bentar lagi bel," Rahmi menatap ke arah Jaemin yang masih bengong.


"Jaemin? Ayo ke kelas, kok malah bengong sih?" Rahmi menepuk lengan Jaemin pelan. Karena kalu nepuk pundaknya nanti kena luka Jaemin.


"Eh iya, ayo Mi." Jaemin mengemasi bungkus rotinya tadi dan memasukkannya ke dalam tong sampah.

__ADS_1


__ADS_2