
Kali ini Rahmi dan Tia berjalan ke kantin untuk sarapan siang. Tia yang melihat bangku kosong di kantin segera menghentakkan pinggulnya disana.
"Kok udah duduk Ya? Tia gak pesen?" Tanya Rahmi.
"Mi, kamu yang pesenin ya, aku bakso sama teh es, Soalnya kalau aku ikut mesen nanti tempatnya di ambil orang", Jelas Tia.
Rahmi pun mengedarkan pandangannya ke sekitar kantin. Meja yang kosong tinggal enam, sedangkan para siswa masih berbondong-bondong datang. Rahmi menganggukkan kepalanya setuju dan segera memesan makanannya.
"Buk, bakso dua sama teh es dua ya" Kata Rahmi kepada ibuk kantin.
Sambil menunggu Rahmi melihat-lihat sekitar, ada banyak sekali siswa disini, mereka semha terlihat asing. Tapi syukurlah kali ini Rahmi tidak gugup, dia bisa mengontrol dirinya. Sedang asik mengedarkan pandangan tiba-tiba ibuk kantin memanggilnya.
"Dek ini pesanannya", Rahmi dengan sigap mengambil dua mangkok bakso itu lalu membayarnya.
Tia yang melihat Rahmi sudah membawa pesanan segera menggeser duduknya ke pojok dinding. Bangku di satu meja ada empat dua di bagian kiri dua dibagian kanan. Rahmi memilih duduk di depan Tia,di samping dinding juga. Jadi satu bangku di samping Tia dan Rahmi masih kosong.
"eh... hy Rahmi" Rahmi berhenti menyendok makanannya, dan melirik ke sumber suara.
"Eh.. Kak Yoga" balas Rahmi.
Mendengar nama Yoga Tia langsung memandang ke arah Yoga lalu memandang kesekelilingnya, dan ya... sesuai dugaan Tia semua cewek kecentilan yang ada di kantin menatap persis ke meja mereka.
"Hah.. kayaknya Rahmi bisa dapat masalah lagi" Batin Tia.
"aku boleh duduk di sini?" Tanya Yoga kepada mereka berdua.
Rahmi diam, perasaannya juga sama dengan Tia, membiarkan kak Yoga duduk di sampingnya sama saja membangkitkan amarah harimau betina yang ada disini.
Saat lagi asiknya berfikir tiba-tiba Rahmi melihat seseorang dan orang itu adalah....
"oomnya Lili" teriak Rahmi saat melihat Jaemin.
__ADS_1
Jaemin yang tadi celingak celinguk mencari tempat duduk segera menoleh saat mendengar seseorang memanggil 'oomnya Lili'. Saat dia menemukan asal suara itu dia tersenyum lebar.
"Rahmi!" dia lalu berjalan ke mejanya Rahmi.
"ee.. kok lama banget ini aku udah bokingin tempat" Kata Rahmi pada Jaemin.
Jaemin yang mendengar itu langsung mengernyitkan dahi, apa maksud Rahmi?
"Ayo duduk sini" Rahmi menunjuk ke kursi di sampingnya.
"Kak yogi duduk di situ" Rahmi menunjuk ke kursi di samping Tia.
Lalu Tia tersenyum kepada Rahmi.
"Dia cepat mengerti kondisi sekarang" batin Tia lagi.
"kamu kelas satu juga?" Akhirnya Yoga bertanya kepada Jaemin.
"Eh.... Iya kak, Kenalin aku Jaemin" Jaemin lalu mengulurkan tangannya dan tersenyum.
'Dia orang yang ramah' Batin Rahmi.
"Aku yoga anak kelas XII" Yoga menjabat tangan Jaemin.
"Aku tau kok siapa kakak, baru masuk sekolah aja semua orang udah ngomongin kakak, kakak populer banget di kalangan cewek", jaemin mengobrol ramah.
"hahaha... bisa aja kamu dek, tapi kayaknya kamu juga populer di kalangan cewek. Lihat deh" Kata Yoga mengkode mereka bertiga untuk melihat ke sekitar. Dan....
"Ah sial... kayaknya aku salah milih orang untuk ngamanin aku deh. Aku lupa kalau jaemin juga ganteng, yang ada aku membuat diriku sendiri makin jauh jadi bahan gosipan." Batin Rahmi langsung menepuk jidatnga dan Tia hanya mendengus kesal.
__ADS_1
Rahmi benar-benar terganggu saat makan, dia terus mendengarkan bisikan para cewek-cewek pemuja Yoga dan Jaemin.
"Lihat deh tu si murid baru,dia udah deket aja sama Yoga dan di tambah lagi juga deket sama Jaemin" kata salah satu kakak kelas yang duduk di belakang Rahmi.
"Rahmi kok bisa kenal sama Jaemin sih? Okelah kalau dia deketin kak yoga, Tapi masa iya Jaemin di gaet juga" Ini mulut salah satu teman sekelas Rahmi. Dan masih banyak cibiran dan komentar yang lain yang pastinya tertuju buat Rahmi.
BRAAAK... tiba-tiba saja Tia menepuk meja menggunakan tangannya dengan kuat. Sontak seluruh orang yang di kantin memandang Tia, termasuk tiga orang yang satu meja dengannya.
"Aah..... telingaku panas nih dengerin bisikan-bisikan setan dikantin, ya gak sih?" Tanya Tia ke tiga orang yang berada di mejanga itu.
Rahmi segera menundukkan kepalanya malu untuk terus jadi bahan perhatian, dan Yoga menganggukkan kepalanya mendengar omongan Tia sedangkan Jaemin membalas kata-kata Tia.
"Iya... bener Tia" Kata Jaemin.
"Eh apa maksud lo Tia? Lo nyindir kami hah? Kami itu gak salah yang salah itu si Rahmi. Ganjen banget sama Cowok" Kata salah satu cewek yang merasa.
"Yang ganjen itu bukan Rahmi tapi kalian! Kaliannya aja yang iri gak jelas" Tia mulai memanas.
"Eh, mendingan lo tu ceramahin temen lo tu, yang ganjen sama Jaemin dan Yoga" Kata salah satu kakak kelas.
Jaemin yang mendengar Rahmi terus di hina merasa jengkel.
"Berhenti menghina Rahmi, Aku sama Rahmi itu udah lama kenal, dan kalian gak berhak untuk ngurusin urusan aku harus dekat dengan siapa, kalau kalian masih berani menjelek-jelekkan Rahmi kalian tau nanti akibatnya. Kalian pastinya taukan aku ini siapa? Oh bagi yang belum tau mungkin perlh aku kasih tau, aku adalah JAEMIN DWIADITYA " mendengar namanya sontak seluruh orang terdiam dan cewek-cewek yang menghina Rahmi langsung terduduk di tempat. Mereka tidak mau membuat marah keluarga ADITYA keluarga terkaya nomor dua di Asia.
Yoga yang mendengar pengakuan Jaemin juga kaget bukan main, ternyata orang yang ada di depannya ini bukan orang sembarangan. Dia adalah penerus keluarga ADITYA.
Sedangkan Rahmi tersenyum senang dia di selamatkan oleh Jaemin, setidaknya dengan begini tidakkan ada lagi yang berani mengganggunya.
'Sehebat itukah kekuasaan yang di miliki oleh 3 keluarga besar asia?' Tanya Rahmi di dalam hatinnya. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana jika suatu saat orang-orang juga mengetahui identitas aslinya akankah mereka bereaksi seperti ini juga atau mungkin lebih parah.
Rahmi menggeleng-gelengkan kepalanya prihatin. Manusia benar-benar makhluk yang aneh. Kalian bisa memerintah dan di segani hanya karena memiliki uang dan akan di injak jika tidak memiliki uang.
__ADS_1
Lalu dimana letak adilnya? Lalu apa bedanya hukum manusia dengan hukum rimba?