Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 3


__ADS_3

"Mi..." Rangga berlari menuju Rahmi yang sedang berada di depan gerbang sekolah


"Eh.. ada apa Ga?" tanya Rahmi setelah Rangga sampai di depannya.


"apa Rudi sama sheyla jadian?, aku dengar keamrin Rudi nembak sheyla"


"kok nanyanya ke aku sih ga... kan kamu dekat sama Rudi... tanya aja kedia" Jawab Rahmi ketus.


Rahmi tipikal cewek pendiam tapi kalau sekali ngomong nyakitin hati. Dia tau itu,itulah mengapa dia lebih banyak diam. Dia takut kalau sering ngomong akan ada banyak orang yang terluka karenanya.


"hmm... aku gak bisa nanyain itu ke rudi mi,kamu ngerti lah?"


"aku gak ngerti ga, kamukan yang mutusin sheyla? terus dengar dia di tembak orang lain kok kamu panik?"


"aku gak bisa terus dekat sheyla mi, jika aku terus sama dia, dia akan dapat masalah. Aku gak bisa jelasin masalahnya apa, tapi aku lagi berusaha buat selesaikan semua masalahku, biar aku bisa balik sama dia" sekarang rangga menundukkan kepalanya,jelas dimata pria itu terpancar kesedihan.


Rahmi tak tega melihat rangga. Dia tau jelas Rangga sangat mencintai Sheyla begitu juga sebaliknya. Dia sudah menduga pasti ada yang gak beres makanya rangga mutusin sheyla. Rahmi sangat yakin pasti ini karena status sosial Rangga. yang berasal dari keluarga kelas elit. berbeda dengan Sheyla.


"mereka gak pacaran kok ga... kamu tenang aja, mendingan sekarang kamu jelasin sama sheyla masalah mu, dengan begitu kamu gak perlu takut jika nanti ada orang yang mau dekatin sheyla lagi. aku tau kamu nutupin masalah dari sheyla takut nanti sheyla khawatir. Tapi kamu harus tau satu hal ga.... kalau kalian saling mencintai maka kalian harus saling percaya, dan saling berusaha untuk menjaga cinta suci kalian itu. Hadapin masalah ini bersama sama lebih baik. dari pada kamu hadapin sendiri dan sheyla salah paham mengira kamu udah gak cinta sama dia lagi. pikirin kata-kata aku ga" jawab rahmi.


Rangga terdiam sejenak. Lalu tersenyum "Lo benar Mi,makasih ya", Rangga berlalu dari Rahmi.



(ini Rangga pas senyum)


"Gila.... manis banget senyuman si Rangga..." jawab yeri yang tiba-tiba muncul dari belakang Rahmi.


"Hussh... itu punya sheyla, Yeri..."


"hehehe... lupa" kata Yeri sambil menggaruk kepalanya.


"hmm... Yeri... bukan kah kamu punya sesuatu yang harus di jelaskan?" Rahmi memandang Yeri dengan pandangan menusuknya.


"oh... tidak.. " kata yeri menutup mulutnya


"begini Mi..." Yeri menjelaskan awalnya dia datang ke kelasnya Rudi dan sampai dia memberikan nomor hpnya Rahmi.


"Au... sakit Mi" Rahmi memukul kepala Yeri,yang begonya itu udah sampai ke sel-sel darahnya.


"Maaf ya... habisnya aku gerem lihat kamu yang cemberut terus"


"Tapi gak gitu juga kali Ri"


***


Di rumah Yeri, baru Rahmi yang sudah datang sambil menunggu Sheyla yang belum juga datang.

__ADS_1


"Maaf telat" datang seseorang dari balik pintu, itu Sheyla dan ada orang lain yang dia bawa... Itu seperti laki-laki.


"Rudi?" Teriak Yeri histeris.


Rahmi yang mendengar teriakan lebay Yeri langsung mendongak dari hpnya ke arah pintu rumah Yeri. Dan benar saja itu Rudi!


'Sial! apa yang di fikitin Sheyla' batin Rahmi. Dia berusaha biasa saja seolah-olah tidak ada masalah.


"iya Ri ini gue... biasa aja kali, gak usah teriak" jawab Rudi sambil berlalu dari Yeri dan duduk tepat di depan Rahmi.Rudi tersenyum dan Rahmi membalasnya dengan senyuman tipis.


"kok bawa dia sih shey..." Yeri kesal. Karena dia tau Rahmi pasti gak nyaman.


"Lo gak tau Ri, gue ni salah satu murid ter-pin-tar yang ada di sekolah... jadi kalau ada gue pasti cepat ngertinya" jawab robi.


"Is.. nyebelin..." Yeri pasrah dan langsung duduk di samping Rudi.


"Kok lo duduk di samping gue?"


"Terus lo maunya siapa? Sheyla atau Rahmi?


spontan Sheyla dan Rahmi menatap tajam Yeri


"lebih aman kalau gue di samping lo,biar semuanya konsen, oke?" kata yeri ke Rudi.


"Terserah lo..."


"Bagus... nurut...." Yeri manggut... manggut.


"duh.... gak ngerti guys... pusing gue" Yeri menyerah, Rudi dan sheyla menjelaskan sangat cepat hingga membuat yeri kesal dan gak mau dengerin lagi.


"Ya udah sini aku jelasin Ri" Rahmi menarik buku yang ada di depan Yeri ke arahnya.


Lalu Rahmi menjelaskan dengan pelan dan hati-hati. Yeri tersenyum selama proses belajar dengan rahmi. dia ngerti sekarang. Selama Rahmi mengajar Yeri ada sepasang mata yang melihatnya tak lain adalah Rudi.



(ini Rudinya ya😊)


"oh.. kalau gini aku ngerti mi" kata Yeri lalu menarik bukunya dan melirik ke arah Rudi.


"serius amat nengokin Rahminya Rud" kata Yeri setengah teriak.


Spontan Rudi gelagapan dan muka Rahmi bersemu merah. Sedangkan Sheyla dan Yeri tertawa melihat tingkah kedua orang itu.


"kalian lucu banget sih" kata sheyla.


Merasa gak nyaman Rahmi bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Aku pulang" katanya yang masih menahan malu.


"jangan ngambek dong Mi" Yeri menahan tangan Rahmi.


"Iya cepat banget pulangnya" sheyla menimpali.


"udah jam 8 malam, nanti mama marah, aku gak boleh di luar rumah lebih dari jam 8 malam. Kalian berdua tau itu kan?"


"oh iya.... lupa" kata Yeri dan Sheyla hampir berbarengan.


"Aku antar ya?" Rudi menawarkan diri.


"Enggak usah Rud,aku bawa motor kok" tanpa menunggu jawaban Rudi, Rahmi segera pulang meninggalkan Yeri dan Sheyla yang cekikikan melihat Rudi yang di tolak.


"Apa yang kalian ketawain!" Tanya Rudi kesal.


"santai Rud" Yeri menahan tawanya.


"Ya udah gue pulang juga deh" kata sheyla


"Gue juga" Rudi mengambil kunci motornya. Mereka berdua berpamitan.


***


Sudah hampir seminggu Rudi berusaha mendekati Rahmi. Dan Rahmi juga sudah mulai bisa akrab dengan Rudi. Tapi tetap seperti dulu dia masih Rahmi yang irit bicara.


Dekatnya Rahmi dengan Rudi juga membuat Rahmi dekat dengan Rangga. kadang mereka berlima bersama Sheyla dan Yeri ngumpul di rumah Yeri hanya untuk ngobrol-ngobrol dan bahas masalah pelajaran di sekolah. Mereka berlima semakin akrab, apalagi semenjak Rangga sudah balikan dengan Sheyla. Rangga mengambil saran Rahmi dulu, dia menjelaskan semuanya dan mereka memilih untuk berusaha membuat keluarga Rangga agar mau menerima Sheyla.


Tepat jam 8 Rahmi akan meminta izin untuk pulang, mereka semuapun membiarkan Rahmi pulang lebih dulu. Tapi lain halnya pada hari ini. Rudi menahannya.


"Rahmi tunggu dulu, ada yang mau aku omongin sama kamu" kata Rudi saat melihat Rahmi sudah menyandang tasnya ingin pulang.


"Iya, mau ngomong apa Rud?"


"Gini mi... itu..." rudi terdiam beberapa saat.


"Apa Rud?, Kalau gak penting besok aja ya, soalnya aku udah hampir telat pulang nih"


Baru saja Rahmi ingin pergi Rudi menembaknya


"Jadi pacar aku ya Mi?" akhirnya kata itu keluar juga dari mulut Rudi.


"what?" Rahmi kaget dan menatap Rudi


"kamu serius Rud?" tanya Rahmi kurang yakin.


"Iya, gimana Mi?"

__ADS_1


muka Rahmi bersemu merah dan dia mengangguk tanda setuju. Melihat Rahmi setuju Rudi tersenyum senang.


***


__ADS_2