Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 14


__ADS_3

Baru juga Rahmi sampai di ruko. Tiba-tiba dia melihat Jeno yang turun membawa tas yang cukup besar dengan salah satu tangannya memegang sebuah buku.


"Abang mau kemana?" Baru juga mau nanya, Rahmi keduluan oleh Jisung yang ikut turun dari atas.


"Abang mau pulang, selama dua bulan abang libur dulu" Kata Jeno yang tetap berjalan tapi dia menoleh ke arah Jisung dan tidak memperhatikan langkahnya. Sehingga tanpa dia sadari salah satu kakinya tidak pas menginjak tangga. Dia tergelincir. Dan untung saja itu tangga yanh terakhir, Jeno dengan sigap memegang pegangan tangga jadi dia tidak jadi terjatuh, hanya saja buku di tangannya terhempas ke bawah.


"Yah.... bang lihat-lihat dong jalannya, sini jisung bantu kumpulin" Kata Jisung sembari mengikuti Jeno yang mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan. Sedangkan Rahmi hanya melihat dari jauh. Dia masih harus membuka sepatunya dulu.


Saat mengumpulkan benda yang dia kira kertas dan ternyata itu adalah foto. Jisung tertegun sejenak melihat foto-foto itu.




__ADS_1


"Kok kayak pernah lihat orang ini ya?" Gumam jisung dalam hati. Dia terus memperhatikan Ke tiga foto itu. Dia yakin pernah melihat orang di foto ini. Yang satu jelas itu bang Jeno, dan yang satunya lagi......? Jisung terus berusaha mengingat.


"Ah.... ya... ini cowok ganteng yang di salamin kakak di minimarket waktu itu" Jisung tersenyum.


"Hmmm... bang ini siapa abang?" Mendengar pertanyaan Jisung, Jeno menoleh ke arah foto yang ada di tangan Jisung.


"Oh itu adek abang. Namanya Jaemin... hmmm... kira-kira seumuran sama Rahmi" Jeno menjelaskan.


'Oh ternyata abang ganteng ini adeknya bang Jeno. Pantesan ganteng, abangnya juga ganteng.' Jisung manggut-manggut.


"Idih... masih gantengan juga Jisung" Kata Jisung sembari memberikan foto yang ada di tangannya ke Jeno.


"Ya udah abang pamit dulu ya" Katanya sembari mengusap kepala Jisung.


"Yoi bang. Jangan lama-lama nanti kak Rahmi kangen" Kata Jisung menggoda Jeno dan Rahmi. Karena sekarang Rahmi tepat berada di depan mereka.

__ADS_1


Sontak Jeno yang mendengar itu terkekeh kecil sedangkan Rahmi, wajahnya bersemu merah, seperti tomat. Jisung menyadari itu tapi Jeno tidak memperhatikan. Jeno hanya melambaikan tangannya kepada Rahmi dan Rahmj membalas lambaian tangan itu plus tersenyum manis.


Setelah Jeno pergi dengan motornya Jisung memulai langkah awal menggoda kakaknya itu.


"Aduh... muka kakak kok merah banget??? Hayoo.... kenapa?" Kata Jisung sambil mengangkat kedua alisnya meniru Jeno.


"Ih apaan sih sung, awas. Kakak mau naik" Rahmi mendorong tubuh adiknya itu, Jisung yang tak tau akan di dorong langsung saja melayang ke arah samping. Dia pun terkikik melihat kakaknya yang salting. Jisung pun berniat untuk segera duduk dan bekerja di mesinnya. Tapi belum sampai tiba-tiba dia melihat ada foto di bawah kursinya. Saat dia ambil.



"Ini punya bang Jeno, tapi dia udah pergi, Ya udah deh simpan di sini aja. Btw... mereka kok pakai baju formal sih?Ah bodoh amat gak urusan ku" Kata Jisung lantas menaruh Foto itu di dalam kantong yang ada di mesinnya.


********


Rahmi yang sudah selesai mengganti bajunya pun bercermin, dia menatap dirinya di pantulan cermin.

__ADS_1


" Hah... muka ku masih merah.... IH... dasar Jisung. Tapi kok aku jadi deg-degan ya setiao papasan sama kak Jeno???, Ah bodoh amat lah".


__ADS_2