Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 12


__ADS_3

"Mi...Mii.... bangun Mi..." Salsa salah satu teman sekamar Rahmi mengguncang tubuh Rahmi yang masih tertidur lelap. Padahal sekarang sudah hampir pukul 07.00 WIB. Jika Rahmi belum mau bangun dia bisa terlambat sekolah.


"Mi... bangun dong dek, kamu bisa terlambat sekolah loh... Mi... udah hampir jam tujuh Mi!!!" Kali ini Salsa mulai geram dan berteriak tepat di telinganya Rahmi. Dan itu berhasil membuat Rahmi keluar dari mimpinya.


"Kak.... Rahmi masih ngantuk, udah tau kemarin Mi tidurnya larut banget karena buruin jahitan. Rahmi tidur sebentar lagi ya??? 5 menit aja???" Rahmi berbicara namun masih dalam keadaan berbaring, sangat malas untuk duduk


"Rahmi sayaaang, ini sudah hampir jam 7 pagi loh dek, nanti kamu terlambat Mi..." Kali ini Salsa mulai gemes sama Rahmi hingga dia mencubit pipi Rahmi dengan kedua tangannya.


Rahmi yang mendengar itu terperanjat kaget "Apa kak? hampir jam tujuh?? Kakak ngapa gak bangunin Mi dari tadi sih,aaah...." Rahmi segera mengambil handuknya yang tergantung di dinding dan segera berlari ke kamar mandi.


"KAKAK UDAH BANGUNIN KAMU DARI TADI MIIIII! CUMAN KAMUNYA AJA YANG KEBO" Salsa berteriak kencang supaya Rahmi mendengar kata-katanya.


"MASA SIH? MI GAK DENGER" Rahmi gak mau mengalah.


"Hah, udah jelas mau telat masih juga ngomel" Batin Salsa,sambil tersenyum geli melihat tingkah adik satu kamarnya itu.


Sedangkan tanpa mereka sadari semua orang terganggu karena teriakan mereka di pagi hari. Teruma yang begadang kemarin. Ada yang menutup kepalanya dengan bantal, ada yang mengambil earphonenya, dan ada yang bodoh amat tak terganggu sama sekali dengan teriakan kedua perempuan itu.


***


" Mi, kamu berangkat sendiri? Jisung mana?" Salsa celingak celinguk mencari keberadaan Jisung.


"Jisung nginap di rumah temannya kak, kemarin dia kerja kelompok di rumah temannya" Jelas Rahmi yang sekarang sudah selesai mengikat tali sepatunya.


"Hmm... jadi kamu sendiri berangkat sekolah kan ya??? Mau kakak antar gak? " Tawar Salsa, yang mengerti bahwa Rahmi belum terbiasa sendirian keluar rumah.


"Gak usah kak, Mi bisa kok sendirian, Mi kan udah gedek,hehe" Salsa yang mendengar itu mengangguk saja. Biarlah mungkin kali ini Rahmi bisa belajar melakukan semuanya sendiri.


"Ya udah Mi berangkat dulu ya kak" Dia berpamitan kepada Salsa seorang, karena dari belasan orang di rumah ini hanya Rahmi dan Salsa yang baru bangun. Karena di rumah itu yang masih hanya Rahmi dan Raihan. Selebihnya sudah ada yang tamat dan ada yang putus sekolah. Jadi untuk apa bangun pagi-pagi.


***

__ADS_1


Di perjalanan Rahmi berlari agar tak tertinggal dengan angkot yang biasa dia tumpangi. Tapi sepertinya keberuntungan tak berpihak padanya, ketika Rahmi tepat sampai di simpang angkot itu sudab tak terlihat di tempat dia biasa menunggu penumpang.


"Aduh... gimana ni??? Sama apa aku berangkat sekolah? Kalau tau gini tadi gak nolak kak Salsa yang mau nganterin. Aaah... tambah lagi ada ulangan nanti.." Rahmi menggerutu kesal di persimpangan. Matanya sudah mulai berkaca-kaca. Kalau tau bakalan bangun kesiangan dia tidak akan begadang tadi malam. Tapi apalah daya semuanya sudah terjadi. Dan akhirnya Rahmi menangis juga. Dia tak mau absen sekolah walau hanya sekali. Tapi sekarang mau minta tolong sama siapa??


Di lain sisi ada seorang perempuan yang menatap Rahmi dari kejauhan. "Adek itu kenapa nangis?" Karena merasa penasaran dan tak tega, perempuan berjalan menghampiri Rahmi yang berdiri tepat di persimpangan yang tak jauh dari tempat dia berdiri.


"Dek, kok nangis? Kenapa??" Perempuan itu memegang bahu Rahmi dan menatap wajah Rahmi yang sudah basah oleh air matanya.


'Cantik' Batin Rahmi saat pertama kali melihat perempuan itu. Bukannya menjawab pertanyaan perempuan itu dia malah memuji keindahan paras dari orang yang mengajak dia bicara.


"Hallo... dek kok bengong?" Perempuan itu melambaikan tangannya di depan muka Rahmi. Dan sontak itu membuat Rahmi kaget.


"ee... iya kak? Tadi kakak ngomong apa?" Tanya Rahmi malu-malu.


perempuan itu tersenyum dan mengulang pertanyaannya tadi "Kamy ngapa nangis dek?" Kali ini Rahmi mendengar pertanyaan itu dengan jelas.


"Eee... Rahmi ke tinggalan angkot yang biasa Mi tumpangin, Jadi Mi gak bisa berangkat ke sekolah, padahal hari ini ada ujian" Muka Rahmi kembali terlihat murung.


"Ya udah kalau gitu gimana kalau kakak anterin? Kakak bawa mobil tu" Tunjuk perempuan itu ke arah toko yang tak jauh dari mereka berdiri.


"Iya... ayo cepat nanti kamu terlambat" Kata perempuan itu sambil menarik tangan Rahmi menuju mobilnya.


Selama perjalanan Rahmi banyak diam, begitu juga Salsa, tiba-tiba saja aura kecanggungan semakin tebal di dalam mobil itu. Rahmi yang tak tau mau ngomong apa hanya menunduk menatap tangannya yang ada di atas pangkuannya. Sedangkan perempuan itu sibuk fokus dengan aktivitas menyetirnya. Tak selang beberapa lama Rahmi memulia pembicaraan. Ya... suatu keajaiban seorang Rahmi memecah kecanggungan.


"hmm... Makasih ya kak udah mau nganterin Rahmi, jadi ngerepotin kakak" Kata Rahmi gugup.


"Enggak merepotkan kok, lagian rumah kakak satu arah sama jalan ke sekolah Rahmi" Kata Salsa sambil sekali-kali melihat ke arah Rahmi yang terlihat bersemu merah.


"oh iya... kalau Rahmi boleh tau, nama kakak siapa?" Rahmi belum tau nama orang yang mengantarnya dari tadi.


"Ah iya... kita belum berkenalan ya dek, Hmm.. nama kakak INTAN PUTRI DIMAS ANYYANI , Kamu bisa panggil aku ANYA" Kata Anya.

__ADS_1


"Aahh... oke kak Anya" Rahmi mengangguk paham.


"oke.... kita sudah sampai Rahmi, Astaga cepat dek... pagarnya mau di tutup" Anya menunjuk ke arah pagar yang didorong oleh satpam.


"Oh tidak... kalau gitu Rahmi duluan kak" Rahmi segera berlari dengan cepat ke arah pagar sekolahnya.


"Pak... jangan tutup pagarnya dulu!!!" Rahmi berlari sambil berteriak, dan syukurlah satpam itu mendengar teriakan Rahmi.


"Cepat nak, udah bel tu" Kata pak satpam tadi" Dan sepersekian detik Rahmi berhasil masuk ke sekolahnya. Dia pun berbalik badan melihat ke arah Anya yang ternyata sudah keluar dari mobilnya dan berdiri tepat di samping pintu mobil sambil tersenyum ke arah Rahmi. Rahmi yang melihat itu melambaikan tangannya dan Anya membalas lambaian tangan Rahmi.


"Dia lucu" Kata Anya sambil tersenyum melihat ke pergian Rahmi.



***


"Mi!!!" Rahmi melihat ke aeah asal suara dan itu adalah Tia, Dia sedang berdiri tepat di depan pintu kelas.


"Cepetan jalannya, bentar lagi ibuknya masuk" Kata Tia kepada Rahmi.


Rahmi yang mendengar itu segera berlari ke arah Tia. Tidak beberapa lama Rahmi sampai di kelas dan baru ingin duduk di kursinya tiba-tiba guru kimia itu masuk ke kelas.


"Huh... hampir saja terlambat" Kata Rahmi mengelus dadanya lega.


"Lain kali jangan telat lagi Mi, sekarang kamu beruntung, masa iya belum cukup seminggu sekolah kamu udah telat" Kata Tia menatap teman sebangkunya itu.


"Hehehe" Rahmi menyunggingkan senyumnya ke arah Tia. Yang di balas tatapan jijik Tia.


"Ehmm.... kalian ingat sekarang ada ulangan?"


Kata bu guru yang berdiri tepat di depan papan tulis itu. Semua murid mengangguk untuk mengiyakan.

__ADS_1


"Ibuknya kejam amat, baru juga masuk kelas kita dua kali, udah ulangan aja" Bisik Tia ke Rahmi.


"Hus... nanti ibuknya dengar" Kata Rahmi sambil menaruk telunjuknya di depab mulutnya mengisyaratkan bahwa Tia lebih baik diam.


__ADS_2