Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 16


__ADS_3

Jaemin langsung menjatuhkan belanjaan yang ada di tangannya. Tanpa pikir panjang dia langsung menarik tangan Rahmi. Sehingga badan Rahmi jatuh ke pelukan Jaemin dan mereka jatuh tepat di pinggir jalan. Jisung langsung berlari ke arah mereka. Dia ngos-ngosan seakan sudah berlari berpuluh-puluh kili meter.


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Jisung tapi tak mendapat jawaban. Malahan Rahmi menutup matanya ke takutan. Jaemin yang melihat itu tersenyum.


"Kamu sudah selamat Mi" Kata Jaemin. Mendengar itu Rahmi membuka matanya dia kaget ternyata dia jatuh di sebelah Jaemin. Tangan kanan Jaemin ada di bawah kepala Rahmi dan tangan kirinya memeluk bahu Rahmi. Mereka saling pandang sampai Jisung berdeham.


"Ehmm...uhuk...uhuk" Jisung pura-pyra terbatuk. Sontak membuat Rahmi dan Jaemin salah tingkah. Mereka langsung berdiri. Saat Rahmi sudah berdiri Jisung langsung memeluknya.


"Terimakasih Tuhan kakak es batuku selamat" Kata Jisung memeluk Rahmi erat.


"Plak" Rahmi langsung memukul punggung Jisung keras.


"Apa Jisung? Kakak es batu? Dari mana tu istilah" Rahmi meletakkan kedua tangannya di pinggang. Dua terlihat imut saat marah.


"Bang makasih banyak udah nolongin Kakak ku ya, Aku gak tau kayak mana bisa berterimakasih sama abang, pokoknya aku berhutang budi sama abang" Jisung mengacangi Rahmi. Dia malah beralih berbicara pada Jaemin dan memwgang tangan Jaemin penuh kebahagiaan.


Jaemin hanya tersenyum melihat tingkah Jisung,dia tidak kalah imut dengan kakaknya. "Ehmm... makasih ya Jaemin" Kata Rahmi, kata-kata yang di tunggu oleh Jaemin dari tadi.


"Iya Mi, ada yang luka gak?" Kata Jaemin beralih menatap Rahmi. Rahmi yang di tatap jadi gugup.

__ADS_1


"Enggak. Aku oke kok" Kata Rahmi, Jisung memperhatikan kakaknya dari atas sampau bawah.


"Beneran kak?" Kata Jisung.


"Iya dek!" Jisung langsung manyun kesal. Pas sama Jaemin nadanya lembut amat. Eh pas sama Jisung nadanya tinggi. Jaemin yang melihat wajah kesal Jisung hanya bisa tertawa.


'Mereka manis' Batin Jaemin.


"Kamu sendiri ada yang terluma gak Jaem" Tanya Rahmi selidik


"Enggak kok aku baik-baik aja" Kata Jaemin. Lalu Jaemin berjalan ke arah dia menjatuhkan belanjaan tadi. Baru saja Jaemin ingin mengambil belanjaannya tiba-tiba tangannya di pegang seseorang.


'nasib jadi obat nyamuk di kacangin' batin Jisung, lalu berjalan mendekat ke arah mereka tanpa di minta.


"Sung ambilin air minum yang ada di kantong itu gih" Tunjuk Rahmi ke arah kantong belanjaan mereka. Jisung tanpa banyak tanya hanya menurut saja.


Lalu Rahmi mebuka tutup botol yang di segel itu dan memegang tangan Kanan Jaemin. Di bagian lengan atasnya ada goresan benda tajam, dan itu masih mengeluarkan darah segar. Sepertinya Jaemin ketika jatuh tadi menyentu besi yang ada di tepi jalan itu. Dia tidak sadar bahwa lengan bajunya sudah sobek beserta luka yang cukup panjang di lengannya. Rahmi membasahi luka itu agar pasir dan darah yang ada di tangan Jaemin hilang. Setelah pasti bersih Rahmi mengelap tangan Jaemin dengan Tissue yang di beli Jisung.


"Gua yang beli... orang lain yang pertama kali pakai" Batin Jisung.

__ADS_1


Lalu Rahmi mengambil sapu tangannya yang ada di saku jelananya untuk menutupi luka Jaemin yang masih mengeluarkan darah segar di situ. Lagi seriusnya Rahmi mengobati luka Jaemin, jaemin pun juga serius memperhatikan muka Rahmi. Tanpa dia sadar Rahmi mengangkat kepalanya dan untuk yang kedua kalinya kedua pasang mata itu bertemu lagi.



"Uhuk...uhuk..." Lagi-lagi Jisung membuat kedua pasang mata itu berpisah lagi dan membuat mereka salah tingkah.


"Hmm... kayaknya bang Jeno ada saingan. Saingannya adeknya sendiri lagi" Batin Jisung yang menyadari bahwa Jaemin sepertinya tertarik dengan kakaknya.


Setelah selesai mengobati tangan Jaemin mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Selama di perjalanan Jisung terus memperhatikan muka kakaknya yang memerah.


"Uwuwuwu.... ada yang berbunga-bunga ni" Goda Jisung.


"Enggak kok" Rahmi memalingkan wajahnya, dia benar-benar tidak bisa mengontrol jantungnya yang berdebar kencang dan menahan agar pipinya tidak memerah.


"Hmm... menurut kakak, gantengan siapa? Bang Jeno apa Bang Jaemin?" Tanya Jisung.


"Lah... tiba-tiba dek? Rahmi mengerutkan alisnya. 'Pertanyaan konyol apa itu' Batin Rahmi.


Melihat kakaknya yang kebingungan Jisung menghela napasnya. Sudahlah mungkin dia belum menjatuhkan hati diantara dua orang itu. Jisung sibuk dengan pikirannya sekarang dan Rahmi pun begitu. Hingga sisa perjalanan pulang mereka di hiasi kesunyian.

__ADS_1


__ADS_2