
Seperti biasa Mika dan Denis harus ikut sarapan apa lagi ada Adel yg pulang ke rumah.Mika membenarkan penampilan nya dia memakai baju kaos warna putih Mika emang suka memakai baju kaos,Mika memakai jam di tangannya lalu Mika mendengar suara pintu kamar mandi di buka Mika menoleh mata Mika bertemu dengan Denis
"Saya pikir kamu udah keluar"ujar Denis kaget masih ada Mika karna dia hanya mengguna handuk di pinggang
"Waw tubuh lho oke juga"ujar Mika menilai melihat dada Denis yg kekar dan otot perut nya yg berbentuk roti sobek otot lengan nya juga terlihat kekar Mika takjub melihat nya
"Sana duluan sarapan nya"ujar Denis melangkah
"Ehh gue belum selesai"ujar Mika mendekat
"Wie ini pasti enak banget"celetuk Mika semangat Denis menganga replek menutup dadanya membuat Mika tertawa terbahak-bahak
"Ehh kita kayak kebalik ya biasa nya jika orang baru nikah sih cewek kepergok selesai mandi dan cowok memandang dengan lapar mau ngak mau cewek menutupi tubuhnya lah ini malah ke balik "ujar Mika tertawa
"Sialan kamu selalu membuat saya kesal"ujar Denis menjitak kepala Mika
"Ehh biarin gue nikmatin dong"ujar Mika jadi ingin merasakan tubuh Denis bukan Mika perempuan haus belaian pria hanya saja itu baru pertama Mika melihat tubuh pria yg sempurna jadi Mika penasaran saat menyentuh dan mencium nya
"Apaan sih"ujar Denis malas
"Ayo lah "bujuk Mika mendesak
"Kita akan jadi teman deh tapi gue ngak jamin ngak bertengkar"cengir Mika
"Saya ngak anggap kamu teman"ketus Denis ingin berlalu
"Ehh lupa kesepakatan kita kemarin kita harus jadi teman"ujar Mika menahan tangan Denis
"Baik lah teman"ujar Denis santai ingin pergi
"Belum selesai"ujar Mika cepat
"Sebagai tanda pertemanan kita jadi lho harus izinin gue mencoba nya"ujar Mika semangat
"Dasar cewek mesum"ketus Denis kesal
"Ayo lah kelamaan lho"ujar Mika mulai kesal
"Ck gue lupa jika lho itu cupu"ujar Mika menepuk jidatnya
"Sembarangan saya bukan cupu tapi suhu"ujar Denis kesal Mika kembali tertawa
"Jika begitu ayo biarin gue rasain otot-otot tubuh lho"ujar Mika semangat
"Oke tapi hanya sebentar"ujar Denis memicingkan matanya
"Siap"ujar Mika tersenyum
"Mau nya bagaimana "ucap Denis meletakkan tangannya di pinggang biar Mika bisa melihat otot tubuh nya
"Seksi sih tapi kurang "ujar Mika belum puas
"Baringan"ujar Mika semangat
"Kayaknya kamu itu mengambil kesempatan"ujar Denis menggejek
"Jadi saya di bawah apa saya di atas"ucap Denis melipat tangannya di dada
"Atas kayaknya"ujar Mika semangat
"Sebagai perdamaian ya"ujar Denis menyakinkan
"Sip"ucap Mika mengaitkan jari nya ke jari Denis
"Ayo"ucap Mika semangat mereka mendekat ke kasur Denis berbaring meletakkan tangannya di bawah kepalanya
"Waw gue jadi pemuja tubuh lho serius oke banget"ujar Mika mencolek lengan Denis yg berotot
"Emang kamu baru pertama lihat tubuh kayak gini"ujar Denis sedikit bangga
"Iya serius pacar gue aja ngak sekeren ini tubuh nya"ucap Mika tersenyum
"Rasa kan sesuka mumpung gratis"ujar Denis bangga
"Ketinggian lho"celetuk Mika semangat lalu merangkak ke tubuh Denis
"Ehh kamu mau ngapain"ujar Denis panik
"Cium dada dan perut lho boleh kan ya boleh lah"ujar Mika tersenyum
"Hanya itu ya awas jika lebih"ujar Denis mengizinkan Mika menoel dada bidang Denis dan mengusap nya Mika tersenyum puas bisa merasakan tubuh kekar laki-laki, Denis tersenyum tipis kemauan Mika sangat lah aneh menurut Denis
__ADS_1
"Gimana sih bisa kekar kayak gini"tanya Mika penasaran
"Ya olahraga lah"ujar Denis santai Mika mencium dada Denis
"Waw enak banget kekar"celetuk Mika dan tertawa Denis salah tingkah akan hal itu dia mengaruk kepalanya gugup
"Rahang lho tegas "ujar Mika kini tubuh mereka menempel karna Mika memegangi rahang Denis merasakan tubuh Mika membuat Denis menegang Mika bisa rasa kan itu
"Lho ke pingin ya"ujar Mika tertawa menggejek
"Kamu juga yg mulai"ujar Denis jadi kesal kaki nya bergerak gerak
"Lho percaya ngak jika udah rasain ciuman gue lho akan ketagihan"ujar Mika
"Saya jijik dengan bibir itu"ucap Denis sinis
"Ye belum pernah rasain ciuman gue mau coba"tawar Mika
"Oke saya buktiin jika saya ngak cupu"ujar Denis semangat memeluk pinggang Mika
"Semangat banget bro"ejek Mika
"Jangan banyak bicara mari kita coba"ujar Denis tidak ingin kalah
"Siapa takut"ujar Mika tersenyum menyeringai Denis tidak tau perasaan apa yg akan dia rasakan jika sudah merasakan bibir Mika.Bibir Mika mendekat ke bibir Denis yang biasa saja memang ngak minat lalu Mika mencium bibir Denis awal nya hanya biasa saja Mika mengeluarkan keahliannya dalam mencium seseorang Mika terus mencium bibir Denis sampai Denis membalas nya Mika bisa rasakan pelukan hangat dari tangan kekar Denis
"Gimana"ujar Mika melepaskan ciumannya Denis menatap Mika dengan dada berdebar
"Coba lagi"ujar Mika santai lalu mencium lagi bibir Denis akhirnya ciuman mereka jadi panas Denis memeluk pinggang Mika membalas ciuman itu dengan semangat
Cklek
Arumi menutup mulutnya tidak percaya yg di lakukan Demsi dan Nika dia melihat keduanya seakan ingin memakan bibir masing masing Arumi menutup pintu lalu mendekat
"Denis"pekik Arumi membuat kedua nya kaget melepas ciuman mereka bibir mereka sama sama memerah akibat kuat nya ciuman mereka
"Denis kamu apaan kalian itu hanya nikah kontrak"ucap Arumi pelan
"M...mi t... tidak t..tadi tadi itu dia dia memaksa ku"ujar Denis gugup apa lagi debaran dada yg tidak bisa terkontrol
"Mami Denis yg memaksa gue mi hiks hiks hiks"ujar Mika menangis turun dari tubuh Denis
"Denis kamu keterlaluan"ucap Arumi memukul Denis
"Udah mi udah"ucap Mika menarik Arumi melihat Denis
"Kita keluar aja"ujar Mika menarik Arumi lalu menoleh menyeringai jahat Mika mengusap bibirnya penuh binar
"Sialan cewek itu ciumannya memabukkan aku sampai hilang kendali"ucap Denis mengusap bibirnya yg masih basah dia tidak menyangka Mika sehebat itu memberi nya ciuman
"Sungguh ciuman Denis penuh tantangan dan rasa menyenangkan"gumam Mika tersenyum tipis duduk di meja makan
"Mike udah kenal kan sama Adel ini baru pertama Kalian bertemu"ujar Arumi duduk
"Ngak kemarin udah ketemu di kantor"ujar Mika santai tidak lama Denis duduk mengambil piring
"Gimana ketagihan apa masih jijik"bisik Mika penuh makna
"Jijik"ketus Denis menatap Mika sinis Mika hanya tersenyum tipis akan hal itu
"Mi kenapa kak Denis harus nikah sama dia sih"ujar Adel tidak suka
"Aku ngak suka sama dia"ujar Adel
"Adel mereka menikah saling mencintai kamu harus hargai perasaan kakak kamu"ujar Arumi
"Kenapa ngak suka"ujar Mika santai menyuap kan nasi nya
"Iya lah ngak suka sama kamu karna kamu hanya orang yg hanya ingin masuk ke keluarga ini mending kak Denis nikah sama Chika anak nya pak Josep itu"ujar Adel ketus
"Dia juga cantik"ujar Adel lagi
"Udah lah Adel "ujar Arumi mererai
"Kita makan aja dulu"ujar Denis menikmati makan nya
"Kakak mau kan nikah sama Chika dia juga cantik kak"ujar Adel setelah mereka sarapan
"Kita lihat aja nanti"ujar Denis beranjak Mika merasa kan sesuatu dia mengikuti Denis
"Denis tunggu"ucap Mika serius
__ADS_1
"Lho kenal juga sama Chika"tanya Mika serius
"Iya dia sering datang bersama Adel ya emang Adel temanan sama Chika sering kali dia mau deketin saya sama Chika"ujar Denis santai
"Ehh gue ingatin ya jangan pernah dekat keluarga ular gue ingatin karna lho udah jadi teman gue lho jangan pernah mau sama dia"ujar Mika serius
"Siapa juga yg mau tapi dia cantik"ujar Denis santai
"Nih orang udah di bilang juga dia itu orang ngak baik nanti tau sendiri deh ada saat nya lho tau"ujar Mika kesal Denis tidak mau mendengar kan nya Denis hanya cuek saja dia pergi untuk bekerja
###
"Lihat lah di tidak tau malu"ujar Adel duduk di ruang tamu melihat Mika yg lagi menonton tv ada juga Chika yg datang
"Ngak apa Adel aku yakin nanti Denis akan sadar jika hanya aku yg sangat mencintai nya dan dia akan menceraikan wanita ini"ujar Chika sinis menatap Mika sedangkan Mika bukan tidak mau melawan hanya saja bagi Mika Chika hanya lah hal yg kecil untuk di singkirkan tapi Mika malas aja harus berdebat apa lagi ada Adel Mika harus menjaga sikap nya jangan sampai pernikahan nya dengan Denis menjadi kenyataan
"Heh kamu denger ngak sih hanya Chika yg pantas untuk kak Denis"ujar Adel kesal
"Ohh Chika suka ya sama Denis"ujar Mika menoleh
"Ya udah jika gitu tinggalin Denis nya kan Denis suami gue"ujar Mika santai
"Nih cewek ngak tau malu banget sih"kesal Adel menjambak rambut Mika
"Kita hajar aja dia"ujar Chika ikut menyeret Mika
"Hei lepasin gue"teriak Mika menahan sakit di kepalanya Adel menenggelamkan kepala Mika dan saat di angkat Chika menampar Mika dia lakukan itu bentuk penyiksaan Chika mereka berdua terus menyiksa Mika itu lah tujuan Adel pulang membantu Chika merebut Denis dan menyiksa Mika
####
"Sialan mereka niat banget nyiksa gue awas aja kalian nanti"ujar Mika menyeka air yg masuk ke mulut nya rasanya badan Mika sakit karna di pukul dua orang itu Mika berusaha menahan amarahnya dia harus bersabar akan hal itu
🌙🌙🌙
Denis sudah pulang melirik Mika yg berbaring tumben sekali pikir Denis Mika sudah tertidur tidak mau pusing Denis segera membersihkan tubuhnya setelah selesai Denis menyisir rambutnya teringat perkataan papi nya jika papi nya akan segera menikahi Dini meski Arumi tidak mengizinkan nya atau pun tidak Denis berjalan naik ke ranjang mengambil laptop dan membuka nya Denis sedikit mencari informasi mengenai Dini
"Ehh Chika itu menyukai lho"ujar Mika berbalik menatap Denis
"Lalu"ucap Denis santai
"Lihat dia dan adik lho nyiksa gue"kesal Mika menarik tangan Denis untuk melihat nya
"Aduh kasihan sekali"ejek Denis melihat wajah Mika sedikit memar
"Sialan lho"kesal Mika memukul lengan Denis
"Udah kamu jangan ngurusin mereka sekarang kita harus cari rencana untuk papi dan Dini"ujar Denis cuek dengan perkataan Mika karna Denis tau jika Chika menyukai nya tapi Denis belum siap untuk mencintai
"Aduh badan gue sakit semua"ujar Mika bersender di kepala ranjang mengikuti Denis mencari informasi mengenai Dini
"Duh empuk nya"ujar Mika terkekeh bersender di bahu Denis
"Ini yg paling enak lagi"ujar Denis membuka pelukannya mengarah kan kepala Mika di dadanya Mika tertawa menoel dada Denis
"Kayak roti rasanya mau gue gigit"ucap Mika terkikik
"Dasar cewek gila"ujar Denis sinis mengelus bahu Mika mereka pokus ke berita mengenai Dini dari pertama Dini menata karir nya
"Ehh ayah mu sebelumnya menikah dengan mama Tara itu perna menikah dengan Dini"tanya Denis menoleh ke arah Mika melihat berita jika Dini menikah dengan Josep
"Tapi mama Tara itu ibu tiri gue dan ayah ngak pernah bilang siapa ibu kandung gue dia hanya bilang dia meninggal pada saat melahirkan gue nama nya aja ayah ngak bilang"ujar Mika serius
"Apa jangan jangan"ucap Denis menatap Mika
"Mana mungkin wanita menjijikan itu ibu gue ya kan "ujar Mika menghibur dirinya
"Bagaimana kita selidiki"ujar Denis karna dia sangat penasaran
"Tunggu dulu saat ayah mau jodohin kita dia bilang gue harus bantuin mami lho dan sampai sekarang gue ngak tau bantuin apa "ujar Mika
"Apa maksud ayah itu bantuin buat papi jauh sama Dini karna gue anak nya"ujar Mika menduga
"Tidak"teriak Mika frutasi
"Ehh telinga nih"kesal Denis menggoyang kan telinga nya
"Tidak gue ngak mau punya ibu kayak gitu perempuan hina dan tidak ada harga diri simpanan suami orang gue ngak mau"ujar Mika tidak terima
"Ini hanya dugaan saja"ujar Denis
"Mari kita selidiki bagaimana"ucap Denis lagi
__ADS_1
"Oke gue setuju besok kita temui ayah tapi kita cari bukti yg kuat untuk menyudutkan ayah jika kita nanya gue yakin dia ngak akan ngaku"ujar Mika serius
"Siap nanti saya akan cari bukti"ujar Denis serius Mika berbaring lagi dia tidak bisa menerima jika benar Dini ibu nya berarti Dini meninggalkan nya Mika tidak terima mempunyai ibu wanita hina seperti Dini