
"P..p...papi"ucap Denis tidak percaya melihat sosok papi nya yg tengah memegang pinggang wanita itu memasukinya begitu pun wanita itu bergelayut di leher Gino dengan mengigit bibir menerima sensasi yg Gino berikan pakaian mereka setengah telanjang mereka menyatu dengan sempurna
"Denis"ucap Gino kaget dia memisahkan tubuh mereka karna terciduk menimbulkan suara dengan cepat memakai celana nya begitu pun wanita itu menurunkan dres nya dia juga kaget dengan kehadiran Denis dan Mika
"Ini yg papi kata kan kerja"ujar Denis datar
"Kamu ngapain ke sini masuk rumah sembarangan kamu ngikutin papi atas permintaan mami mu"tegas Gino marah
"Ahh tidak pi tadi itu kan kami berdua ingin senang senang ngak sabar dan ngak ada tempat jadi lihat rumah ini kayak kosong siapa tau mau kami pakai tapi ngak tau nya papi udah pakai"ujar Mika sinis dia merasa jijik dengan keduanya
"Alasan aja kamu Mike kamu kira Denis ini papi ngak kenal sama dia"ujar nya karna dia tau Denis tidak ingin terkena penyakit orang nya sedikit bersih apa lagi mengenai berhubungan
"Ngak kok yg kan Denis"ucap Mika menoleh pada Denis yg lagi menahan amarahnya Mika memeluk Denis
"Ayo kata kan sesuatu sebelum mami yg di salah kan atas apa yg kita lakukan"bisik Mika merapat kan gigi biar tidak di dengar papi nya
"Pi aku sama Mike itu saling mencintai tadi itu aku mau kerja tapi dia ngotot ikut pada akhirnya aku tergoda dan berakhir di sini"ujar Denis merangkul bahu Mika
"Tapi aku tidak menyangka apa yg papi lakukan aku kira papi berselingkuh itu hanya karna untuk senang senang tapi nyata nya lebih dari itu papi ngak mikirin perasaan mami "ucap Denis tidak bisa menahan emosi nya lagi
"Kamu ngak ngerti Denis mami mu itu penghalang kebahagiaan papi dia ini Dini cinta pertama papi tapi karna papi di jodohkan sama mami mu semuanya berantakan papi ngak bisa bahagia bersama Dini"ujar Gino marah
"Mami mu hanya sekedar memberi papi keturunan dan pemu*** nafsu selebih itu apa yg papi miliki papi beri kan pada Dini cinta dan kasih sayang"ucap Gino merangkul bahu Dini
"Papi/bereksek"teriak Denis dan Mika emosi
"Papi jangan menghina wanita yg melahirkan aku karna aku tidak pernah terima akan hal itu"ujar Denis marah
"Ehh pria sialan lho akan lihat apa jadi nya kehidupan lho kedepan nya"tegas Mika karna Mika paling benci perselingkuhan dan pria bejad
"Jaga ucapan mu"tegas Gino tidak terima
"Cih gue kira di sini gue yg paling menjijikan tapi masih ada orang seperti kalian menjijikan mana melakukan di meja makan "ujar Mika jijik menatap keduanya
"Papi boleh melakukan semua yg papi mau tapi ingat pi aku paling tidak suka jika melihat mami bersedih jadi aku nanti akan melakukan hal nekat"tegas Denis dia benar marah
"Diam kamu Denis emang nya siapa kamu hah"ujar Gino marah
"Kamu itu hanya anak yg lemah dan kamu berdiri sekarang ini karna papi "kesal Gino tidak tahan
"Heh wanita hina jauhi papi saya kamu ini mempunyai karir yg bagus jangan sampai jadi wanita murahan"ketus Denis menatap Dini
"Denis"teriak Gino marah
Bugh bugh
"Apa pi"teriak Denis emosi pada saat papi nya menonjok nya karna marah Gino menghantam Denis lagi dengan beberapa pukulan meski mampu tapi Denis tidak bisa mengangkat tangan nya untuk memukul papi nya
"Berhenti sialan gue akan membunuh lho berani memukul nya lagi"teriak Mika marah menarik baju Gino lalu mendekati Denis yg jatuh
"Lawan sialan ini bukan mengigat darah tapi ini pengkhianatan"kesal Mika memukul wajah Denis dia tau Denis tidak melawan
"Heh kamu ini mau membantu saya apa nyakitin saya ngak lihat ini luka di pukul pula"kesal Denis berdiri
"Dengar ya pi aku tidak tinggal diam"ujar Denis penuh amara
"Denis apa yg bisa kamu lakukan hanya sekedar melindungi tunangan mu saja kamu tidak mampu kamu itu pria lemah"ujar Gino meremehkan Denis mengepal kan tangan
Prang
"Papi jangan pernah meragukan cinta ku pada Kanaya aku berusaha melindungi nya saat itu tapi semua terjadi papi ngak tau rasanya kehilangan orang terpenting dalam hidup itu sangat menyakitiku hanya mami yg peduli papi kemana hah papi hanya bersama wanita tidak tau diri ini"teriak Denis emosi memukul meja itu sampai hancur
"Aghh papi selalu ingin melihat aku terpuruk"triak Denis menendang meja itu
"Nih orang malah ngamuk "ujar Mika lalu menyeret Denis pergi Denis pergi dengan rasa amara sampai pintu depan yg terkunci dia tendang hingga rusak
__ADS_1
"Heh lho marah banget siapa Kanaya"ujar Mika penasaran
"Cukup jangan mengukit nya itu sangat menyakiti saya"ujar Denis dingin lalu melaju kan mobilnya dia butuh ketenangan pikiran
"Dini"ucap Gino menepuk bahu Dini yg hanya terdiam
"Aku sangat syok mas itu Mika padahal aku mau memberi kesan saat bertemu dengan nya padahal aku harus mengambil hati nya tapi karna kejadian ini aku yakin dia sangat membenci ku sekarang ini"ucap Dini tidak percaya yg telah terjadi
"Hei tenang aku akan segera menikahi mu agar semua bisa melihat betapa aku sangat mencintai mu"ujar Gino mengusap pipi Dini yg sangat syok
"Sini gue bantu gue baik kan"ujar Mika duduk di depan Denis yg duduk di kasur mereka sudah sampai di rumah tapi tidak ada kehadiran Arumi
"Saya kira papi hanya berselingkuh hanya senang senang tapi lebih dari itu masalah ini sangat serius jika Dini hamil bagaimana"kesal Denis memikir kan itu membuat kepala nya berdenyut
"Ya lho lupa ya yg di bilang mami jadi menurut gue wajar mereka melakukan itu tapi gue benar tidak suka yg di lakukan papi dan wanita itu sungguh rasanya tangan gue gatal mau menghajar mereka"kesal Mika penuh amara
"Saya ngak mau mikirin keduanya yg saya penting kan adalah mami"ujar Denis memikirkan perasaan mami nya
"Di obatin dulu luka nya"ujar Mika mulai mengobati luka Denis yg di pukul papi nya tapi menatap mata Mika membuat jantung Denis kembali berirama hebat alhasil Denis menatap ke arah lain
"Kenapa jantung nya goyang ya"ujar Mika tersenyum mengejek
"Siapa bilang bau nafas kamu itu bau"ujar Denis tidak mau menatap Mika
"Sialan lho udah di baikin juga obatin sendiri"kesal Mika melempar kapas nya
"Itu lebih baik"ujar Denis beranjak menuju meja rias untuk mengobati luka nya sedang kan Mika berfikir sesuatu
"Denis lho ngak mau ke kantor"ujar Mika bertanya dengan serius
"Kayak nya ke kantor tapi nanti mau istirahat sebentar"ujar Denis pokos dengan lukanya
"Ohh gitu"ujar Mika dan dia menyeringai dia mempunyai ide melirik Denis
"Denis kenapa tadi lho ngak balas pukul papi"tanya Mika penasaran
"Saya mau ke kantor "ujar Denis berlalu sebelum berangkat kerja Denis menganti baju nya karna baju nya tadi sangat berantakan
###
Setelah merasa Denis sudah ke kantor dan tidak ada Arumi yg mengawasinya Mika bersiap ke luar dia memakai baju kaos berwarna hitam serta celana jeans berwarna hitam mengambil topi dan masker biar tidak ada yg mengenali nya Mika memakai taksi online untuk ke tujuan nya.Setelah 20 menit Mika turun berjalan kaki menuju sebuah markas geng motor Mika masuk lalu membuka masker nya
"Mika"seru mereka semua langsung menyerbu Mika memeluk dengan kegirangan
"Woi lho pada mau bunuh gue"kesal Mika mendorong mereka semua
"Kenapa ngak bilang bos jika balik ke sini"ujar wanita tomboi itu
"Iya kami siap menemani lho"ujar nya
"Gue ada kerja"ucap Mika serius
"Tentu saja Mika geng ini selalu butuh lho iya ngak kami udah lama ngak bereaksi"ujar ketua mereka
"Beda jika dulu kita main di jalan tapi ini hal beda gue butuh kalian buat bantu gue"ujar Mika menghadap teman geng motor nya
"Mika kami siap membantu apa pun itu"ujar nya
"Oke nanti gue beri perincian rencananya tapi ingat ini hanya rahasia di antara kita"ujar Mika mengigat kan
"Siap itu gampang"ucap mereka semangat Mika tersenyum tipis misi nya di mulai sebenarnya semenjak pergi dari rumah Mika sangat menyukai di jalan bahkan dia adalah pemimpin geng motor di kota itu tapi saat 5 tahun lalu dia pernah mengalami tragedi jadi Mika pergi memindah kan geng nya di kota Z tapi saat 3 tahun lalu Mika mengalami kecelakaan membuat Mika takut menaiki motor itu kenapa udah lama Mika tidak bermotor tapi kini Mika akan berbuat sesuatu untuk memberi pelajaran Gino dan Dini karna Mika paling tidak suka orang bejad
####
Denis sudah pulang dari kantor membersihkan badannya tapi dia tidak melihat kehadiran Mika dari dia sampai tadi Denis melihat di belakang rumah ternyata Mika ada di sana berbicara dengan kekasihnya Denis mendengar nya
__ADS_1
"Nanti Gue telpon lagi"ujar Mika di telpon melihat Denis lalu menyudahi obrolannya
"Cowok kamu"tanya Denis serius
"Iya"ujar Mika santai lalu menghadap Denis
"Emm apa perusahaan itu udah sepenuhnya atas nama lho"tanya Mika serius
"Emm ngak juga sih jadi perusahaan itu milik mami dan papi jadi saya menjalankan nya ya lumayan maju tapi saya kan hanya menjalankan saja papi juga sering ikut menyelesaikan beberapa proyek"jelas Denis
"Emang kenapa"tanya Denis
"Nanya doang"ujar Mika santai
"Lho ngak ada niatan membalas papi"tanya Mika
"Mau balas apa dia itu papi saya masak iya saya harus membalas nya"ujar Denis
"Ohh ya kamu jangan sering bicara pada kekasih mu takut nya nanti ada yg dengar dan membocorkan ini semua mending pokus aja pada tujuan semula"ujar Denis berdiri Mika ikut berdiri
"Kenapa lho nemuin gue"ujar Mika menyeringai
"Lho mau gue cium"ucap Mika maju Denis mulai waspada
"Bisa ngak jauh jauh sama saya"ujar Denis minder
"Ya gue mau coba cium lho apa lho itu hot apa tidak"ucap Mika santai
"Gila kamu ya"ujar Denis meninggalkan Mika
"Hhmm gue bisa mencari informasi penting dari Denis soal rencana gua akan menjebak papi nanti"ujar Mika sudah mendapatkan rencananya
####
Tiba-tiba media di hebo kan soal Dini mesra bersama Gino di sebuah rumah video 5 menit itu memang singkat tapi itu menunjukkan jika mereka punya hubungan karna di sana terlihat Dini duduk di pangkuan Gino mereka sambil berpelukan mesra itu juga sudah membuat semua menebak jika mereka punya hubungan
"kamu sudah di peringat kan Dini sudah di bilang mengambil hati Mika tapi kamu malah membuat dia benci sama kamu"ujar Josep bicara pada Dini yg menjelaskan kejadian kemarin apa lagi sekarang dia di kejar media
"Mana ku tau jika Mika bisa datang begitu saja"ujar Dini
"Josep bantuin aku"mohon Dini
"Selamat kan karir ku saat ini"ujar Dini memelas
"Kamu tenang ikutin apa yg aku katakan nanti"ujar Josep karna dia tau ini semua ulah Mika
Plak
Denis di tampar Gino dengan keras sampai mengema di meja makan itu Gino tiba-tiba pulang dan menampar Denis begitu saja Denis yg tidak tau apa apa hanya mampu menatap papi nya seakan bertanya apa salah nya begitu pun Arumi
"Mas kamu apaan menampar Denis"ujar Arumi marah
"Diam"bentak Gini marah
"Kamu ajarkan anak kamu ini beraninya dia mengirim video pada media saat aku lagi bersama Dini"bentak nya marah
"Maksud papi"ujar Denis masih bingung
"Udah Denis kamu jangan sok bodoh kamu ingin papi dan Dini itu pisah kan makan nya kamu lakukan tapi kamu ngak pikir akibat dari semua itu"ujar Gino tidak bisa menahan amarahnya
"Jika aku ingin aku tidak akan melakukan itu pi"ujar Denis dia tau jika masalah papi nya tersebar akan berdampak pada perusahaan
"Udah Denis papi tidak percaya itu kamu perlu tau Denis hubungan papi dan mami mu hanya sekedar pelengkap bagi anak anak kami dan kamu jangan melampaui batas mu jika karir Dini hancur papi benar akan melakukan sesuatu pada mu ingat itu"ujar Gino lalu berlalu Denis mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya
"Denis coba lihat apa yg tengah terjadi"ujar Arimu belum begitu jelas permasalahan nya
__ADS_1
"Iya mi"ujar Denis lalu mengeluarkan ponselnya melihat ada kejadian apa sampai dia mendapat kan tamparan keras dari papi nya