
Widya menatap Wilkan yg mengenakan baju nya sedang kan dia hanya polos karna baru saja Widya memenuhi tugasnya sebagai istri.Widya cinta sama Wilkan bukan berarti dia melakukan segala cara mendapat kan Wilkan dan membenci Mika sesungguhnya Widya juga sangat menyayangi Mika tapi dia tidak sengaja tidur bersama Wilkan
"Hari ini aku ingin kamu menyelesaikan urusan mu"ujar Wilkan tanpa menoleh ke arah Widya
"Wilkan kenapa kita ngak kembali aja biarkan Mika bahagia bersama Denis"ujar Widya lalu berdiri memungut baju nya dan memakai nya
"Apa kamu bilang"ujar Wilkan marah
"Kamu dengar ya Mika lebih baik dari pada kamu jadi aku ingin mendapatkan keuntungan dari nya dan kamu jangan hanya cuman diam di rumah menghabiskan uang ku hanya jadi pengangguran"triak Wilkan memukul kepala Widya sampai terduduk
"Hah kamu mencampakkan aku"ucap Widya berdiri menatap Wilkan
"Setelah apa yg aku berikan kamu tidak juga menghargai aku"ucap Widya kecewa
"Kamu minta di hargai"ucap Wilkan sinis
"Kamu itu tidak ada harga diri nya"ucap Wilkan lagi
"Cukup ya mas"ucap Widya
"Batas kesabaran itu ada batas nya kamu bahkan tidak menghargai aku sudah cukup mas dulu saat kamu memilih ku mama dan kamu memuji ku tapi sekarang setelah tau Mika banyak uang kamu tidak menghargai aku sama seperti mama mu yg malah membenci ku membandingkan aku sama Mika kalian benar munafik"ujar Widya meratapi kehidupan nya selama ini dia pikir akan bahagia nyata nya tidak sama sekali
"Terus kamu mau pisah dengar ya Widya kamu tidak akan bisa hidup tanpa uang ku "ujar Wilkan meremehkan
"Aku mau pisah sama kamu"ucap Widya penuh keyakinan
"Kamu kira aku akan mengemis gitu kamu akan menyesal minta pisah sama aku ,aku pasti kan kamu tidak akan bisa hidup seenak yg aku berikan"ujar Wilkan lalu berlalu pergi Widya hanya menangis dengan kehidupan nya dia sangat menyesal telah berbuat jahat pada Mika bahkan mau memisahkan kedua nya hanya sekedar atas perintah suami nya sekarang Widya akan menata kehidupan nya
####
Untuk lebih jelas soal kehamilan Mika jadi mereka check up ke dokter kandungan di temani Denis yg setia menemani istrinya.Dokter memoleskan sesuatu di perut Mika dan mengerak kan alat lain membuat monitor di samping Mika menampakkan sesuatu seperti kacang
"Itu janin nya sekitar usianya 2 minggu"jelas dokter tersenyum Denis menatap nya wajahnya terlihat sangat bahagia
"Apa sangat menakjubkan"ucap Mika tersenyum menatap Denis
"Lebih dari itu"ujar Denis tersenyum mengecup kening istrinya
Setelah itu Denis dan Mika pulang karna keadaan Mika juga sudah membaik mereka pulang sepanjang jalan Denis sesekali megusap perut Mika yg masih datar sebentar lagi dia akan jadi seorang ayah dan Denis harus lebih banyak meluangkan waktunya bersama Mika dan anak nya
"Hati hati"ujar Denis saat sampai di rumah
"Aku ngak papa"ujar Mika lalu mereka berjalan masuk ke rumah itu
"Ayo Mika ke mari"ujar Arumi dengan antusias
"Iya mi"ujar Mika tersenyum duduk dengan pelan
"Aku bakal jadi tante senang nya"ujar Adel tersenyum
"ya dong"ucap Mika tersenyum lalu dia menoleh kearah Denis yg duduk di samping nya
"Kita udah mau punya anak duri di kehidupan kita juga udah menghilang dengan perlahan tapi masih ada satu"ujar Mika serius
"Ya aku tau tapi aku akan segera menyingkirkan nya jangan khawatir"ujar Denis memeluk Mika
"Aku hanya ingin hidup bahagia"ucap Mika tersenyum bersender di dada Denis
"Kamu harus cepat Denis jika dua buat ulah lagi membuat kita pusing"ujar Arumi cemas
"Iya bun aku udah suruh Andre buat membasmi orang itu dia ngak akan berani lagi mendekati kita"ujar Denis tersenyum
"Bagus itu"ujar Arumi tersenyum
__ADS_1
"Denis lihat dulu papi kamu"ujar Arumi cemas mendapat kan kabar yg tidak bagus dari Gino
"Iya mi nanti aku lihat"ucap Denis tersenyum.Andre memperingati Wilkan jika dia jangan macam-macam lagi dengan terpaksa Wilkan pergi dari pada yg dia bangun hilang musnah jadi dia lebih baik kabur kembali kenegara Z
####
beberapa bulan kemudian
Hari hari mereka lewati Denis dengan teliti memenuhi kebutuhan calon anak nya dengan begitu sibuk dia bisa mengatur waktu nya.Dan sekarang Mika telah melahirkan seorang anak laki-laki meliputi rasa bahagia di kedua keluarga Mike juga tengah hamil baru 4 Minggu cukup lambat dia hamil ya begitu la rezeki nya tidak bisa di tebak tuan Gino juga sudah kembali rujak dengan Arumi melihat Dini teguh pada pendiriannya hanya ingin hidup sendiri karna tidak ingin keluarga nya pecah jadi Arumi menerima lagi Gino 3 bulan lalu mereka kembali rujuk tentu makin membuat semua keluarga senang dengan itu semua
"Mama ngak ada niatan nikah"tanya Mika pada Dini yg mengedong anak nya kini mereka perjalanan pulang
"Mika mama udah tua mama hanya ingin hidup bersama anak dan cucu mama"ujar Dini tersenyum
"Jika itu keputusan mama aku dukung aja"ujar Mika tersenyum saat mobil sampai mereka turun dan segera masuk di sambut keluarga besar
"Sini ayah mau gendong"ujar Josep antusias
"Iss buat sendiri aja "ujar Mika menyindir
"Udah tua Mika masak iya istri ayah hamil"ujar Josep tersenyum mengendong anak Mika yg di beri nama Dani Atmajaya
"Benar itu Mika udah kering"ujar Selly terkikik
"Gemes ya"ujar Arumi mencubit pipi Dani yg lelap tertidur
"Josep kamu tunggu Mike lahiran aja sini"ujar Arumi merebut Dani
"Apaan aku juga pingin"ujar Josep menekuk wajahnya sebal
"Lucu ya mereka"bisik Mika tersenyum memeluk lengan Denis
"Kebahagiaan kita udah lengkap"ucap Denis mencium pipi Mika melihat orang tua mereka antusias bahkan tidak ada kecanggungan antara Gino dan Dini mereka benar melupakan masa lalu
####
"Beliin Dani mainan sayang"ujar Denis memeluk pinggang Mika
"Boleh bisa nanti aja jika umurnya udah 2 bulan atau 3 bulan"ujar Mika tersenyum lalu ada wanita mengambil sepatu anak membuat Mika merasa tidak asing dengan sosok itu Mika mendongak melihat wanita itu Mika terdiam melihat Widya memilih barang bayi
"Widya"ucap Mika serius membuat Widya menoleh tersenyum hangat
"Apa kabar"ujar Widya tersenyum ramah
"Tidak baik setelah ketemu sama wanita seperti lho"ketus Mika dengan kesal Widya hanya tersenyum singkat
"Gimana kabar Wilkan apa dia kapok tidak menganggu kami"tanya Denis serius
"Sayang apa udah selesai"ucap laki laki mengedong anak yg umur hampir satu tahun tapi pria itu bukan Wilkan
"Ini lihat bagus ngak buat Bagas"ujar Widya menunjuk kan sepatu itu
"Pilih aja jika suka sayang Bagas rewel mau nya ambil semua barang"keluh nya melihat anak itu sangat aktif
"Ohh ya sayang kenalin sahabat aku Mika dan suaminya Denis"ucap Widya tersenyum pria itu tersenyum mengulur kan tangannya
"Rama"ujar nya tersenyum Denis menjabat tangan pria itu
"Widya apa kamu yakin "ujar Mika serius menatap Widya
"Kamu sendiri yg bilang Mika buat apa bertahan pada orang yg tidak bisa menghargai kita"ujar Widya tersenyum memeluk pinggang suaminya
"Aku cukup bersabar menahan hinaan dan cacian keluarga Wilkan termasuk Wilkan sampai dia menceraikan aku di saat aku hamil Bagas tapi aku tidak menyesal berpisah dengan nya dengan itu aku bisa bertemu Rama dia pria baik yg masih ingin menerima aku"jelas Widya tersenyum
__ADS_1
"Benar sih kita harusa sadar juga batas mana kemampuan kita"ujar Mika mengerti
"Mika maafkan aku atas apa yg aku lakukan selama ini apa lagi saat itu aku pernah ingin merusak nama baik Denis"ujar Widya tidak enak
"Aku sadar Widya jika aku juga jangan egois marah pada mu tapi jujur aku seneng kamu bisa seperti ini Wilkan bukan lah pria baik untuk kita"ujar Mika tersenyum lalu memeluk Widya
"Mika pelan aku lagii hamil"ujar Widya tersenyum melepaskan pelukan Mika
"Serius"ujar Mika tertawa pelan
"Sekalian Widya besok datang ke acara anak kami"ujat Denis serius
"Gimana sayang apa kita bisa"tanya Widya menatap suaminya
"Sayang kamu jarang berbaur dengan orang mumpung ada teman lama mu yg mengundang kita kenapa engak jika kamu mau nanti aku sempatin menemani mu"ujar Rama tersenyum
"Ya udah nanti kami akan datang"ujar Widya tersenyum
"Ya udah kamu duluan ya besok kami akan datang"ujar Widya tersenyum lalu pergi
"Aku senang lihat Widya lepas dari Wilkan dia pria breksek"ujar Mika melanjutkan belanja mereka
"Ya dia juga juah lebih baik dari sebelumnya"ujar Denis dia juga kurang suka pada Wilkan
####
Setelah persiapan matang akhirnya mereka sampai di hari yg di tunggu menyambut Dani Atmajaya semua keluarga senang menghadiri dan menyiap kan nya .Yg datang hanya keluarga dan sahabat tapi Ros yg memegang perusahaan Mika tentu akan mempublikasikan anak Mika dan Denis apa lagi itu penerus Atmajaya tentu akan membuat semua pasti ingin tau tentang Dani
"Ya Dani nya malah tidur"ujar Arumi mengayun Dani yg nyenyak
"Apa kami telat"ucap Niti mengendong anak perempuan yg cantik
"Ngak kok ayo acaranya belum di mulai"ujar Mika tersenyum
"Ya kapan nikah ya Nikita aja udah nikah"ujar Ros tidak semangat karna Nikita beberapa bulan lalu menikah dan menetap di negara Z
"Aku juga aneh deh apa yg membuat dia belum nikah apa di samping nya ada pria yg sangat menakutkan atau pria menakutkan itu jodoh nya"ujar Mika lalu tertawa
"Mika"ujar Ros cemberut
"Lagian kenapa sih ngak mau sama Alex dia tampan ya meski sedikit dingin"ujar Selly tersenyum
"Ma wajah dia itu jika dingin nya kayak pintu toilet gue mana mau nikah sama muka toilet"celetuk Ros dengan kesal
"Jika begitu terima aja kamu sendiri"ujar Denis terkekeh
"Permisi"ujar Widya masuk
"Lho ngapain mau gue bejek"ujar Ros nampak kesal
"Ihh Ros ngak boleh Widya itu udah baik kok"ujar Niti tersenyum
"Kok tau"ujar Mika penasaran
"Iya kan aku pernah ketemu sama Widya tapi dia bilang ngak usah cerita"ujar Niti tersenyum gemes
"Rasa nya mau aku cium"ujar Gilang gemes
"Udah mending kita mulaiu acara nya"ujar Josep menyudahi
"Iya ayah benar"ujar Denis memulai acara nya Ros mulai menyiapkan kameranya mereka berdiri di keluarga masing-masing dengan bahagia tampak jelas di wajah mereka yg sudah merasa sangat bahagia
Maaf ya Novel nya sampai di sini aja karna saya sendiri bingung jalan cerita dan juga mau bawa ke mana jadi saya tamatin aja novel nya mohon maaf atas kekurangan dan kesalahan nya
__ADS_1