
Mika sampai di kantor dia meneguk minuman dingin yg di berikan Ros yg hanya menahan tawa sedang kan Alex hanya menatap Ros dengan wajah datar Mika sangat kesal dengan wartawan yg mengejarnya seperti maling bahkan saat sampai kantor tadi dia harus lari biar tidak di jegat
"Jadi seorang Mika bisa takut dengan wartawan"ujar Ros terkikik
"Sialan lho ledekin gue"kesal Mika ingin menonjok Ros
"Ehh gue rekam biar tau rasa lho"ujar Ros mengancam
"Sialan banget wartawan itu gue di buru kayak gitu harus nya mereka tuh buat berita nona Mika Josep Sky tidak dapat kasih sayang karna di tinggal mama nya yg lebih memilih pria lain atau nona Mika Josep Sky sangat hebat di usia nya yg masih mudah mampu membuat perusahaan sendiri kayak gitu kak jangan buat gue susah kayak gini kemana mana harus mengumpat kayak gini"ujar Mika benar kesal
"Udah lah nih ada undangan dari beberapa televisi untuk wawancara lho sekarang lho akan jadi artis mendadak tidak hanya jadi CEO perfilman"ucap Ros menunjuk kan beberapa undangan
"Lho pikir tujuan gue ke sini mau jadi terkenal jadi artis gitu kesana kesini masuk tv kayak gitu ya engak lah tujuan gue ke sini selain membuktikan diri gue bisa kayak ayah dan akan menghalangi Ethan dan Tara menguasai harta ayah dan di mulai dari kemenangan gue"ucap Mika serius artis bukan lah keinginan Mika
"Lalu bagaimana undangan ini"tanya Ros bingung
"Ya lho tolak lah masak harus gue arah kan juga urusan gue masih banyak mau urus hal pecicilan kayak gitu"ucap Mika sebal dengan Ros
"Berikan saran gimana gue bisa mengagal kan rencana itu dan bagaimana gue tau sejauh apa Ethan dan Tara menguasai harta itu"ujar Mika memejamkan matanya
"Mika gue rasa om Josep ngak sebodoh itu membiarkan Ethan dan Tara menguasai harta nya"ujar Ros serius
"Lho ngak tau sih mereka sangat licik bukti nya Ethan bisa mencapai kedudukan produser jika di biarkan kayak gini yg ada dia bisa jadi CEO nya"ujar Mika pusing
"Nona maaf jika saya menyela bagaimana kita akan mengirimkan penyusup atau mata mata untuk mengetahui semua nya setelah itu baru kita menyusun rencana harus bagaimana jika sudah tau sejauh apa mereka menguasai semua nya"jelas Alex masih dengan wajah datar
"Nah itu gue suka ada saran ngak ngoceh kayak lho"ujar Mika menendang kaki Ros
"Ya ampun Mika lho bedain gue sama wajah pintu toilet ini bagaimana perasaan gue tega benar"ujar Ros bersedih
"Diam lho Sialan"kesal Mika menendang lagi kaki Ros
"Di kira kaki gue ini bola apa di tendang mulu"cibir Ros dengan sebal
"Tutup mulut mu sialan"kesal Mika
"Ehh kalian tekan para perusahaan wartawan itu jangan sampai ngejar gue kayak gitu ribet tau ngak"ujar Mika menatap Alex
"Itu mah urusan Alex"ujar Ros menyengir
"Lho juga bantuin"ujar Mika geram
"Hehe iya iya kan biasa gue makan gaji buta Alex yg kerja gue yg di gaji"ucap Ros cekikikan
"Ngak kasihan sama Alex"ucap Mika santai
"Ngak Alex mah enak mulu lho aja ngak tau"ujar Ros tersenyum menatap Alex tapi di balas dengan wajah datar Alex membuat Ros sebal
"Kalian lakukan yg gue perintah kan"ucap Mika memejamkan matanya Alex undur diri dan berlalu Ros tidak tinggal diam mengejar Alex
"Abang Alex"ucap Ros mengikuti Alex
"Dasar wajah pintu toilet ngak kaku apa wajah di tekuk mulu"sebal Ros melihat Alec meninggalkan nya meski begitu Ros mengejar Alex dengan lari kecil biar membantu Alex dalam menekan para wartawan itu
####
Mike mengemas barang nya yg akan dia bawa ke rumah Dini dia juga sudah izin dengan ayah nya jika akan menginap di rumah Dini dan Josep mengizinkan nya Mike memilih baju nya dan memasukkan ke dalam koper nya setelah itu Mike berjalan keluar berpapasan dengan Chika
"Lihat Mika aku akan membalas mu"ucap Chika menyeringai
"Semua udah aku simpan di mobil aja dulu udah mau habis jam istirahat"gumam Mike melihat jam di tangan nya Mike segera menuju kantornya
###
🌙🌙🌙
Mike keluar dari kantor dengan rasa lelah berjalan gontai tapi di mobil melihat Chika dan Adel yg menunggu nya Mike sedikit ketakutan dia menunduk takut bahkan dengan pelan
"M... minggir a..aku aku mau pulang"ucap Mike pelan Chika mengankat tangan membuat Mike replek menutup wajahnya takut di pukul
"Mika"tanya Adel bingung siapa di depan nya
"Yg cupu takut kayak gini hanya Mike"ujar Chika sinis
"Tapi Chika sasaran kita kan Mika kenapa harus Mike"tanya Adel heran
"Jika kita ingin memancing Mika memberi pelajaran umpan nya adalah Mike"ujar Chika merangkul bahu Mike
"Tolong jangan sakiti aku"mohon Mike takut Chika mengajak nya masuk ke mobil
"Bisa diam atau aku benar memukul mu"ucap Chika kesal Mike diam saja merasa takut Chika mengajak Mike ke tempat balap liar sudah banyak orang di sana mereka turun
__ADS_1
"Oke taruhan kami ini adalah gadis ini jika kalian bisa mengalahkan jagoan kami maka kalian dapat kan dia"seru Chika tersenyum sinis
"Boleh juga dia cantik bro"ujar nya tersenyum nakal pria yg akan jadi lawan jagoan Chika menatap Mike dengan nafsu
"Manis juga nih cewek"ujar nya memegang dagu Mike yg ketakutan
"Chika lepaskan aku"mohon Mike berlinang air mata
"Diem"ucap Chika menjambak rambut Mike
"Nikmati oke"ucap Chika tersenyum puas lalu balap motor liar di mulai jagoan Chika bernama Rey dan kawan nya bernama Joy mereka berlomba untuk mendapatkan Mike banyak yg bertaruh Mike sangat takut dia mengirim pesan pada Mika untuk menolong nya cewek cengeng seperti Mike sangat takut dengan keadaan seperti ini
Mike
"kakak tolongin aku Chika menjadi kan aku barang taruhan aku sangat takut kak di sini banyak orang nakal aku takut"
Wajah Mika berubah suram melihat pesan dari Mike tangan nya terkepal Chika membuat ulah pada nya Mika tanpa berfikir yg tadi mau istirahat mengubah rencana nya dia mengambil jaket tebal nya dan lari untuk menyelamatkan adik nya
"Yes"teriak Joy kegirangan memenangkan balap nya
"Sial"ucap Rey mengumpat dengan kesal
"Kenapa bisa kalah sih"ucap Chika tidak terima dia selalu kalah taruhan dari Joy sang juara balap
"Chika jika malam sebelumnya uang lho terkuras kali ini gue nikmatin gadis cantik"seru nya Joy bersama teman nya semua bersorak
"Silakan dia ngak guna"ujar Chika mendorong Mike
"Hai sayang"ujar Joy merangkul Mike
"L.. lepas kan aku"lirih Mike ketakutan
"Masih lugu bro"teriak Joy tertawa semua ikut senang idola mereka senang Chika nampak puas
"Chika apa tidak keterlaluan"bisik Adel cemas
"Udah diam aja ini pelajaran kecil untuk Mika"ujar Chika tersenyum
"Sstt sayang nurut ya gue janji akan lembut oke"ujar Joy tersenyum memegang wajah Mike
"Lepaskan aku"ujar Mike ketakutan Joy tersenyum kegirangan mencium tangan Mike
"Breksek"teriak Mika datang lalu menendang Joy
"Wih galak amat neng"ucap Joy tersenyum
"Lho mau mengambil adik gue jangan mimpi"ujar Mika datar Mike hanya memeluk lengan kakak nya takut
"Dia itu udah milik gue"ujar Joy angkuh
"Milik lho dia adik gue sialan lho mau apa mau uang gue bisa berikan 10 kali lipat dari taruhan yg di berikan"ucap Mika sinis
"No dia kemenangan gue malam ini jika lho mau dia lho harus kalahkan gue dalam pertarungan"tantang Joy dengan seringai nya
"Bos masak lawan cewek sambil merem aja hahaah"ucap teman Joy mengejek
"Lho pikir gue takut cih"ujar Mika sinis
"Kak jangan lakukan kita bisa minta bantuan ayah"bisik Mike cemas karna dia tau Mika mengalami trauma naik motor karna dulu pernah ada kecelakaan membuat teman meninggal setelah itu Mika tidak pernah naik motor karna rasa trauma nya
"Nyawa pun gue pertaruhkan untuk lho jadi lho diam saja"ujar Mika datar
"Ini saat nya kita melihat Mika mengalami kecelakaan maut nya tiba karna apa karna Mika trauma bermotor di saat dia balapan dia akan pingsan dan doar dia akan mengalami kecelakaan"ujar Chika tersenyum puas
"Chika ini keterlaluan jika kita mendapatkan kasus pembunuhan bagaimana"ujar Adel cemas
"Udah tenang itu tidak akan terjadi"ujar Chika menenangkan
"Jika lho yg kalah maka lho dan adik lho jadi milik gue"ujar Joy angkuh
"Tapi jika gue yang menang lho akan bersimpuh di hadapan adik gue meminta maaf"ujar Mika datar
"Oke"ujar Joy menyanggupinya lalu Joy naik motor bersama Mika memakai helm nya
"Tenang Mika tenang pokus kan pikiran lho ingat adik lho ingat"gumam Mika menenangkan diri nya Mika menghembuskan nafas nya kasar menyalah kan motor yg di sediakan Mika menoleh pada Chika dan Adel dengan tatapan dingin menoleh kearah Joy dan menutup kaca helm nya Mika mulai mengetes suara mesin motor nya
"Mulai"ucap wasit nya Mika menancap gas motor nya begitu pun Joy mereka sama sama pokus dengan jalanan mengeluarkan keahlian mereka Mika mengeleng kan kepalanya sedikit kabur penglihatan nya membuat dia ketinggalan Mike terus berdoa untuk kakak nya Mika tidak bisa kalah dia menancapkan gas motor sampai Joy ketinggalan jauh
Semua bersorak melihat siapa yg menang motor berwarna hitam itu berhenti sebagai pemenang lalu membuka helm nya dan
Bruk
__ADS_1
"Kak"ujar Mike membantu kakak nya berdiri yg memandikan keringat Mika tidak bisa melihat dengan jelas semua nya kabur ada bisikin teman nya yg sudah meninggal menyuruh Mika pergi
"Gue yg menang"ucap Mika berjalan tertatih lalu menarik jaket Joy dan melempar nya ke kaki Mike
"Cepat minta maaf sebelum lho benar gue bunuh"teriak Mika murka Chika sangat kesal kenapa bisa Mika malah benang dan baik baik saja padahal rencananya sudah baik tapi Mika bisa bertahan
"Maaf kan gue"ujar Jot menunduk dia pria sejati tentu menepati omongan nya
"Jika lho semua masih mengincar adik gue habis lho semua"teriak Mika marah
Bruk
"Kak Mika"ucap Mike mendekti Mika yg sudah pingsan
"Kak kakak bangun"ucap Mike panik melihat Mika pingsan wajahnya berkeringat
"Mau apa"ucap Adel melihat Chika ingin berbuat jahat
"Ini kesempatan kita"ujar Chika
"Kita harus adil Mika sudah memenangkan nya"ujar Adel lalu mendekati Mika yg pingsan yg hanya di tonton semua orang
"Biar aku bantu ayo"ujar Adel memampa Mika,Mike segera membantu membawa ke rumah sakit
####
Bersyukur Mika baik baik saja hanya syok saja akibat itu semua dia hanya mengalami penurunan stamina nya saja butuh istirahat.Mike sangat cemas sebelum kakak nya membuka mata belum membuat nya lega Josep juga ikut menunggu Mika yg masih pingsan
Mika membuka matanya dengan pelan menatap Mike yg sudah sangat cemas melihat Mika sadar Mike segera memeluk kakak tercinta menangis takut Mika hanya mengelus punggung adik nya lembut
"Gue ngak papa"ujar Mika pelan
"Udah ayah bilang berapa kali Mika jangan ajak adik kamu seperti kebiasaan kamu lihat apa yg terjadi padamu"omel Josep dia sangat cemas mendengar Mika masuk rumah sakit
"Udah tau trauma motor masih aja ngeyel maksain diri"ujar Josep sebal
"Ehh lho pikir gue ngak sayang sama Mike mempertaruhkan nya asal lho tau anak lho Chika itu membuat dia dalam masalah sampai harus membuat gue kembali balapan ngapain lho nyalahin gue harus nya lho yg omelin anak tiri lho itu"ujar Mika kesal
"Udah cukup cari alasan Mika mau nyalahin orang lain lagi untuk menutupi kesalahan mu Chika di rumah semalam kamu jangan menyalahkan nya terus"ujar Josep sebal
"Jika akan membuat adik mu celaka mending ngak usah dekat dia semoga sehat selalu"ujar Josep lalu berlalu pergi Mika sangat kesal sampai rasanya dia akan melempar Josep dengan gelas
"Maaf Chika ngancam aku biar ngak bilang pada ayah"ucap Mike pelan Mika menghembuskan nafas nya kasar
Cklek
"Selamat pagi"ucap Arumi datang bersama Denis
"Kenapa bisa sakit ya"ujar Denis santai memasukkan tangannya di saku celananya
"Ini karna adik lho sialan buat gue kayak gini"kesal Mika dengan emosi di ubun-ubun
"Kak udah jangan marah mulu"ujar Mike menenangkan
"Kenapa bisa Adel"ucap Denis heran
"Diem lho"kesal Mika
"Denis belain lho nunda meeting nya buat jenguk kamu tau masuk rumah sakit"ucap Arumi tersenyum
"Di paksa jangan lupa garis bawa di paksa"ujar Denis menjelaskan
"Ya ila ngaku aja susah amat"cibir Mika sinis lalu duduk
"Panggil dokter nya gue mau pulang"ucap Mika mengambil ponselnya
"Tapi kak"ujar Mike cemas
"Gue ngak mau ya di rawat di rumah sakit apa lagi harus melayani drama bersama Dini Gue lagi males lihat wajah nya"ujar Mika malas
"Mika jika sakit kenapa harus pergi"ucap Arumi
"Udah la mi yg rasain sakit itu gue"ucap Mika,Mike dengan terpaksa memangil dokter yg memeriksa keadaan Mika
"Banyak istirahat dulu nona dan minum vitamin yg saya kasih biar stamina anda kembali"ujar dokter menulis di laporan Mika
"Ala ngak usah sok ngatur deh gue sehat ngerti sehat lho jangan banyak gatur atau gue laporin dan lho di pecat"kesal Mika menatap dokter pria itu
"Suka lho nyentuh dada gue sok soksan memeriksa"ketus Mika membuat dokter itu tidak percaya
"Mika kenapa ngomong kayak gitu"ujar Arumi mengeleng Denis hanya tersenyum tipis Mika ini emang ada ada saja kelakuan nya
__ADS_1
"Jika di bilang sakit ya sakit"ucap Denis mendekat
"Gue pokoknya ngak mau di rumah sakit apa lagi harus nginap "tegas Mika dengan sebal Denis hanya acuh saja meladeni Mika yg emang keras kepala