Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 06


__ADS_3

Mika mengendarai motor besar nya dengan jaket kulit serta helm nya dia melihat seseorang di pukul dengan kayu di keroyok jiwa anak jalan Mika keluar dia berhenti membuka helm nya lalu menendang orang orang itu


"Hei keroyokan pecundang lho pada"ujar Mika sinis


"Tolong aku"ujar nya terbata Mika menoleh melihat wanita tergeletak dengan darah di wajahnya dan luka di seluruh tubuh nya


"Jangan ikut campur"ucap seseorang


"Gue ini anak ugal -ugalan tapi ngak kayak binatang seperti kalian yg main keroyokan"ujar Mika santai


"Habisi dia"ujar nya memerintah anak buahnya Mika tidak tinggal diam dengan bela diri yg dia miliki dia melawan orang itu dengan gesit sampai mereka semua tergeletak


"Hanya segitu doang gue merem aja kali ya"ujar Mika tertawa lalu berjongkok


"Ayo gue antar ke rumah sakit"ujar Mika memampa wanita itu


"Hei tunggu Mika"teriak segerombolan geng motor Mika menoleh


"Waw kebetulan banget dia hanya sendiri habisi dia"ujar ketua mereka turun dari motor


"Hei hei tunggu kalian ngak boleh kayak gini gue mau nolongin orang hei"ujar Mika saat musuh nya mulai menyerang melihat Mika di keroyok wanita yg terluka parah itu berusaha kabur tapi orang yg ingin membunuh nya mengambil kesempatan kembali memukul wanita itu jalan itu jadi ribut dari dia kelompok yg saling melukai musuh mereka


"Biar tau rasa lho Mika berani berurusan sama kita- kita"ujar nya mendorong Mika yg sudah teluka sama kayak wanita itu sudah tidak berdaya lalu mereka meninggalkan Mika dan wanita itu


"Kak"lirih wanita itu menyeret tubuh nya yg penuh darah


"Aghh sory gue ngak bisa bantu"ujar Mika tidak berdaya untuk menolong dirinya sendiri aja dia tidak bisa


"Aku tau kamu orang baik"ujar nya lalu melepaskan kan kalung nya


"Terima amanah ku jika suatu saat kamu mendengar kematian ku secara tidak adil maka tuntaskan semua nya jaga kalung ini dengan baik"ujar nya menahan sakit


"Hei jangan bicara hal yg aneh "ujar Mika berusaha duduk


"Masih banyak yg harus aku katakan bahwasanya di sekitar hati ku ada duri yg siap menusuk meski terlihat melindungi tapi itu menyakiti"ucapnya


"Bahwasanya tidak ada yg bisa di percaya dari hati ku karna semua nya hanya kepalsuan"ujar nya lalu menghembuskan nafas terakhir nya di pangkuan Mika


"Hei bangun bangun"ucap Mika menepuk wajah wanita itu tapi wanita itu sudah meninggal kepala Mika berdenyut sampai dia ikut tidak sadarkan diri


"Biarkan gue menyelamatkan nya tunggu jangan lakukan"gumam Mika mengalami mimpi nya lagi


"Mike Mike"tepuk Denis menepuk pipi Mika


"Gue bilang jangan bunuh dia lepaskan dia jangan"racau Mika merasakan ada seseorang membawa nya lari


"Mike bangun"teriak Denis dengan keras


"Tidak"teriak Mika terbangun dari mimpinya dia berkeringat Mika segera meneguk air putih di samping nya


"Kenapa sih ganggu aja"ucap Denis menatap Mike


"Berisik lho"ujar Mika berdiri lalu menuju kamar mandi


"Siapa ya wanita yg bersama gue dulu "gumam Mika mengigat masa itu dia selalu mimpi adegan itu


"Ck pakai koma segala jadi ngak tau kejadian itu"ujar Mika kesal karna saat dia sadar itu sudah 1 bulan berlalu dan dia ada bersama tante nya udah di bawa ayah nya ke negri Z tidak menemukan berita orang yg menitip kan amanah nya bahkan kalung yg Mika kenakan itu Mika tidak tau sama sekali asal usul nya


"Sudah lah biar waktu yg menjawab"ujar Mika tidak ingin ambil pusing dia kembali ke kasur melihat Denis sudah tertidur sepertinya capek gampang sekali Denis tertidur


####


Denis bersiap akan bekerja saat bangun tadi dia tidak melihat kehadiran Mika tapi Denis acuh dia juga penasaran Mika semalam bermimpi apa seperti sangat menggangu nya sampai Mika berteriak dan berkeringat tapi Denis juga acuh dia lebih pokos dengan kerja nya karna banyak hal yg harus dia urus hari ini.Saat Denis memakai sepatu dan berjalan tiba-tiba


"Awww aduh aduh"keluh Denis duduk kembali membuka kembali sepatunya dan dia melebarkan matanya melihat paku kecil


"Ini pasti ulah Mike keterlaluan sekali dia"ujar Denis geram mencabut paku yg menempel di kaki nya sampai berdarah


"Sakit sekali"gumam Denis segera mengobati kaki nya


Mika menahan tawanya memicingkan matanya melirik Denis berjalan dengan tertatih sudah Mika pasti kan jika Denis lagi berjalan menahan sakit akibat apa yg dia lakukan


"Maksud kamu apa memasukkan paku di sepatu saya"bisik Denis menahan amarahnya karna ada orang tua nya yg lagi sarapan


"Itu salah lho sendiri tidak melihat nya"bisik Mika lagi dengan senyum puas rasanya Denis sangat kesal atas apa yg Mika lakukan


"Itu juga balasan dari gue karna lho udah mendorong gue kemarin"bisik Mika lagi


"Kamu"kesal Denis membuat orang tua nya menatap nya

__ADS_1


"Ada apa Denis"ujar Gino bertanya


"Tidak ada"ujar Denis mengambil sarapan nya dia sangat kesal Mika berbuat seperti itu sampai menyakiti nya


"Papi ada pekerjaan penting akan menginap di kota lain beberapa hari"ujar Gino bicara


"Ya"ucap Arumi sudah tau karna meski dia melarang suaminya mereka akan bertengkar dan suaminya tetap akan pergi


"Papi pasti mau ketemu sama selingkuhan nya"bisik Mika pada Denis


"Lalu"uaje Denis berbisik juga


"Kita harus ikuti dia"bisik Mika lagi


"Saya banyak pekerjaan di kantor"bisik Denis membuat Mika kesal


"Heh lho mau papi lho kayak gini muli ingat gue mau pernikahan ini cepat selesai"bisik Mika dengan kesal


"Baik lah saya akan ikut kamu mengikuti papi"ujar Denis memutuskan


"Kalian kenapa bisik bisik"ujar Gino serius


"Aduh papi kami ini kan pengantin baru"ujar Mika tersenyum sungguh dia sangat pandai dalam berakting


"Sayang masih mau lagi kah"ujar Mika tersenyum manis


"Lagi apa"tanya Denis dengan polos memang dia tidak tau maksud dari Mika


"Lagi itu sayang"ujar Mika membusung kan dada nya


"Kamu kenapa kayak bebek"ujar Denis bertanya


"Sudah lah buat gue kesal saja"ujar Mika jadi kesal dengan Denis yg tidak mengerti


"Mike ketahuilah jika Denis ini sangat menjaga privasi nya walau itu di depan orang tuanya"ujar Arumi tersenyum kecil dia berfikir seperti nya Denis sudah menemukan lawan yg sepadan


"Ya itu benar"ujar Gino ikut bicara


"Aku udah selesai mau berangkat kerja"ujar Denis berdiri Mika dengan cepat ikut berdiri


"Gue juga mau ikut dengan nya"ujar Mika meneguk air


"Masih kangen sayang"ujar Mika tersenyum manis


"Mike kamu ngak boleh pergi hari ini kamu temanin mami saja"ujar Arumi


"Kita kan mau mengikuti papi lho"bisik Mika pada Demis


"Emm mi Mike hari ini ikut aku sekalian mau ajak dia jalan jalan soal pekerjaan nanti aku serah kan pada Andre"ujar Denis serius


"Ide bagus itu supaya kalian lebih romantis"ujar Gino


"Ya Pi kami berangkat"ujar Mika meraih lengan Denis mereka segera pergi belum sempat Arumi bicara mereka sudah pergi


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan ku"ujar Denis melirik jam nya


"Pilih pekerjaan atau mami"tanya Mika sebal


"Ya kedua nya"ujar Denis berfikir


"Idiot emang pantas untuk lho ya"kesal Mika masuk mobil


"Ayo kita ikutin papi"ujar Mika tidak sabar


"Baik lah"ujar Denis masuk mobil lalu melaju mereka akan memantau dari jarak jauh


"Lho itu punya kisah cinta ngak sih"tanya Mika penasaran karna menurut Mika Denis terlalu kaku dan bodoh mengenai wanita kode seperti tadi aja Denis tidak mengerti


"Punya"ujar Denis datar


"Lho terlalu kaku ngak kayak cowok yg gue temuin harusnya lho itu lebih agresif dan kayak mesra banget di depan papi tapi lho ngak lakukan setidaknya lho itu bersikap manis mencium pipi gue kek atau mengengam tangan gue"ujar Mika menatap Denis


"Saya lupa cara nya seperti itu "ujar Denis dingin


"Udah saya ngak mau bahas soal cinta"ujar Denis malas


"Nah itu mobil papi"ujar Mika melihat mobil Gino mereka segera mengikuti


"Ini kan bukan jalan menuju tempat kerja papi dia kan lagi menangani proyek tapi kenapa ke tempat jalan komplek"gumam Denis pokus dengan mobil papi nya

__ADS_1


"Kok lho tau"ujar Mika heran


"Saya ini juga arsitek kebetulan perumahan di sekitar sini itu saya yg bangun itu kenapa saya tau jalan ini"ujar Denis serius


"Hebat hebat"ujar Mika menepuk bahu Denis


"Terimakasih pujian nya"ujar Denis santai


"Hei siapa yg muji lho maksud gue hebat karna lho salah mengikuti mobil go*lok lihat itu bukan mobil papi"ujar Mika kesal


"Ohh iya"ujar Denis menghentikan mobilnya dia hanya mengikuti mobil yg sama kayak papi nya nyata nya itu bukan mobil papi nya


"Kamu sih ajak saya ngomong kepokusan saya teralihkan"ucap Denis sebal


"Lho malah nyalahin gue yg nyetir itu siapa lho kan"kesal Mika dia bertanya Denis ini type pria seperti apa belum pernah Mika menemukan cowok seperti Denis


"Udah antar gue pulang aja jadi malas gue satu mobil sama orang bodoh dan idiot"kesal Mika moodnya jadi rusak


"Apa kamu lagi menghina saya"ujar Denis dingin


"Ya jika lho ngerasa"ujar Mika santai


"Kamu"ujar Denis mengepal kan tangannya kesal dengan cepat dia meraih botol minuman dan meneguk nya setelah itu melaju kan mobilnya untuk pulang Denis jadi ingin marah lagi karna Mika


####


Karna mereka tidak jadi mengikuti Gino jadi Denis kembali ke kantor dan Mika pulang karna dia akan menemani Arumi bukan mau jalan atau ke tempat kerja Arumi tapi Arumi mengajak Mika ke ruang perpustakaan


"Ck kita ngapain sih di sini"ujar Mika heran melihat Arumi yg sudah duduk


"Pilih lah buku yg ingin kamu baca kita baca dulu"ujar Arumi serius


"Ehh asal lho tau ya selama gue kuliah gue ngak sabar mau menyelesaikan nya karna gue benci membaca dan belajar gue ngak suka jika kayak gini lho buang waktu gue aja"ujar Mika kesal dia benar tidak suka membaca Arumi hanya tersenyum tipis mendapatkan reaksi Mika


"Duduk"ujar Arumi berdiri mengambil rotan


"Gue ngak mau baca udah di bilang juga"kesal Mika dengan sedikit kuat Arumi memukul rotan itu pada kaki Mika


"Hei"teriak Mika kesal sudah ingin menampar Arumi


"Sakit ngerti ngak sih"ujar mika kesal


"Lupa ya apa yg ayah kamu bilang selama mengajarkan kamu tentang kehidupan saya boleh memukul mu di saat kamu membantah"ujar Arumi santai


"Sialan"ujar Mika kesal lalu duduk dengan kasar Arumi mengambil beberapa buku


"Saya tau kamu ngak suka membaca"ujar Arumi meletakkan buku itu di atas kepala Mika


"Sebagai wanita terpelajar dan wanita yg aja menjadi pemimpin kamu harus berwibawa dan tegas dan juga anggun"ujar Arumi meletakkan buku nya di atas kepala Mika


"Kamu itu anak nya tomboi bukan jadi saya akan mengajar kan kamu keanggunan ini akan menjaga tubuh mu terlihat anggun"ujar Arumi tersenyum karna Mika sudah mulai menyimbangkan tubuh nya


"Berdiri"ujar Arumi mengarah kan rotan nya Mika berdiri dengan patuh


"Seimbang ya Mika"ujar Arumi lalu duduk


"Gampang"ujar Mika meremehkan


"Jalan "ujar Arumi dengan patuh juga Mika berjalan tapi buku itu terjatuh semua


"Seimbang kan tubuh mu Mika"ujar Arumi mengambil buku nya


"Gue ngak mau ini ribet"ujar Mika jadi kesal Arumi hanya mengeleng pelan lalu duduk


"Lepaskan alas kaki mu duduk dan bersemedi emosi mu itu harus di kurang sedikit"ujar Arumi santai Mika mulai duduk dan memejamkan matanya menenangkan pikiran


"Mika tidak semua masalah yg kamu alami itu berat karna di luar sana banyak masalah orang yg lebih berat hanya terpenting itu keluarga mau sejahat apa pun keluarga kita dia tetap keluarga kita"ujar Arumi membaca bukunya


"Udah lho ngak udah sok bijak urus aja masalah lho sendiri"ujar Mika santai Arumi hanya tersenyum tipis


"Tapi apa lho ngak kepanasan sih gue merasa gerah"ujar Mika sedikit gelisah karna ruangan nya sedikit panas


"AC nya saya matiin saya mau lihat seberapa lama kamu bertahan menahan gerah ini "ujar Arumi dia ingin mengukur seberapa cepat Mika bisa mengontrol emosi nya


"Gue ngak bisa ini panas latihan macam apa sih"ujar Mika mulai kesal lagi Arumi menatap Mika yg berkeringat


"Kamu pemarah sekali Mika melebihi Denis"ujar Arumi santai


"Tetap pada semedi nya saya akan menunggu mu"ujar Arumi kembali membacan Mika juga pokos pada menenangkan pikiran nya dia udah lama ngak menenangkan pikirannya Mika butuh istirahat

__ADS_1


__ADS_2