
"Kamu cantik"ujar Denis pelan mengusap pipi Mika
"Pertemanan kita di larang memiliki rasa suka"ujar Mika pelan menyadarkan Denis
"Siapa juga yg suka sama kamu aku hanya bilang kamu cantik"ujar Denis berusaha menetralkan detak jantungnya Mika hanya tersenyum tipis Mika tau jika Denis berbohong karna Mika bisa merasakan jika tadi Denis berdebar tapi Mika tidak ingin membahas itu karna bagi Mika mengeluarkan Tara dan keluarga nya dari keluarga Sky itu yg terpenting Mika tidak ingin memiliki hubungan dengan Denis atau dengan siapapun jalan Mika masih panjang
"Apa lho tau sesuatu Denis gue bisa melihat di mata lho hal seperti gue lihat saat gue bersama kekasih gue"ujar Mika tersenyum tipis
"Lho jangan jatuh cinta sama gue"ujar Mika pelan
"Kenapa ahh maksud ku siapa juga jatuh cinta pada mu"ujar Denis cepat Mika hanya tersenyum menangkup wajah Denis
"Lho bisa mencegah hati lho jatuh cinta sama gue cari cewek lain tapi jangan sama Chika lho harus bisa"ujar Mika mengusap pipi Denis
"Pembicaraan mu ngaur"ujar Denis lalu berlalu
"Ahh kak Mika merusak suasana"ujar Mike cemberut
"Bisa lihat ngak sih jika Denis menyukai gue"ujar Mika bertanya
"Huhu lho kepedean siapa tau Denis menyukai gue "ujar Nikita lalu tertawa
"Gue bertanya serius sialan"ujar Mika memukul kepala Nikita
"Emang kenapa Mika jika Denis mencintai lho malah bagus Denis pria baik gue yakin jika kalian bersama maka kalian akan bahagia"ujar Ros meletakkan ayam bakar nya
"Benar tuh aku juga suka sama Denis dia pria yg baik"ujar Niti menimpali
"Alah gue ngak suka sama Denis lagian ya Denis bukan selera gue ogah gue sama dia gue sama dia hanya sebatas teman ngak lebih"ujar Mika memakan ayam nya
"Kita lihat nanti"ujar Ros santai
"Kenapa sih dengan perasaan ku"gumam Denis frutasi dia duduk di dalam mobilnya mengambil foto Kanaya
"Apa aku mulai menyukai Mika kenapa bisa saat bersama nya kenapa bisa senang di dekat nya tidak aku ngak boleh suka sama dia sekarang aku ngak akan mikirin dia harus pokus kerja ya ya harus lupakan"ucap Denis lalu melaju kan mobil nya untuk pergi
####
Niti dan Nikita masih tinggal di hotel mereka semalam nginap di rumah Mika dan setelah sarapan mereka kembali ke hotel karna siap siap mengemas barang mereka akan pergi Nikita menatap Niti dia harus memastikan jika Niti masuk ke dalam kamar nya setelah yakin Nikita masuk tapi Gilang sudah memantau dari semalam melihat itu Gilang menuju kamar Niti menekan bel
"Sstss jangan bersuara"ujar Gilang meletakkan jari nya di bibir Niti saat Niti membuka pintu Gilang masuk ke kamar itu
"Gilang nanti Mika marah"ujar Niti cemas
"Masih sayang sama aku"tanya Gilang tersenyum Niti mengangguk dengan malu-malu
"Persetan dengan Mika aku sangat rindu pada mu"ujar Gilang memeluk Niti dengan erat.
"Tapi Gilang jahat mengkhianati aku"ujar Niti pelan Gilang menangkup wajah Niti
"Sayang aku emang breksek tapi percayalah aku sangat mencintai mu aku janji akan berubah "ucap Gilang serius
"Tapi aku sayang pada Mika dan teman ku yg lain aku ngak mau lihat mereka kecewa"ujar Niti pelan sebenarnya dia juga sangat mencintai Gilang
"Aku nanti akan urus mereka tapi dari mana kamu apa kamu jalan sama pria lain"ujar Gilang serius Niti tersenyum
"Mika mengadakan makan malam jadi aku ke sana sama Nikita aku juga ketemu sama Denis"ujar Niti tersenyum
"Jangan tinggalkan aku ya"ujar Gilang tersenyum
"Gilang lapar"tanya Niti
"Awal nya lapar tapi saat ketemu kamu udah kenyang aku udah lama menunggu kamu"ujar Gilang tersenyum mencium kening Niti dan merangkul bahu Niti
"Gilang aku mau berkemas besok kami harus pulang"ujar Niti berjalan ke arah koper nya
"Emang kamu ke sini ngapain"tanya Gilang duduk di kasur
"Nemani Nikita ada urusan keluarga sekalian aku ikut jenguk Mika"ujar Niti mengambil barang nya dan menyimpannya dia tidak akan membiarkan ada barangnya ketinggalan
Gilang menatap Niti dia terlihat sangat cantik Gilang selalu terpesona oleh Niti setelah mengemas barang Niti berdiri mengikar rambut nya dan otomatis tangannya di atas membuat baju pendek nya kelihatan area perut nya kelihatan Gilang meneguk ludahnya memalingkan wajahnya Niti duduk di samping Gilang
"Tapi kenapa Gilang ngak mau nemuin aku apa Gilang takut di bunuh sama Mika"tanya Niti serius
__ADS_1
"Aku takut kamu kenapa napa"ujar Gilang pelan memegang bahu Niti menatap mata Niti perlahan Gilang menjatuhkan Niti dan kembali mencium bibir itu lama lama ciuman itu menuntun Gilang menatap Niti yg menatap nya
"Jalan yuk"ujar Gilang mengalihkan pikirannya.
"Gilang aku rindu"ujar Niti tersenyum menarik tangan Gilang dan memeluknya
"Ku habisi kamu"ujar Gilang kembali mencium Niti ya emang Niti sangat merindu kan Gilang dia mengizinkan Gilang melakukan apa saja karna Niti juga ingin merasa kan seperti dulu
"Aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi"ujar Gilang mengecup pipi Niti memeluk Niti yg memerah dengan keadaan polos kini mereka sudah melepas rindu
"Aku juga akan selalu nunggu Gilang"ujar Niti tersenyum malu menyembunyikan wajahnya di bahu Gilang
"Sayang kamu ini kenapa sih buat aku selalu frutasi "ujar Gilang mengecup tangan Niti
"Iss ngak tau malu"ujar Niti membelakangi Gilang
"Ini karna teman kamu Mika itu membuat aku jauh pada mu"ujar Gilang sedih
"Gilang ngak boleh ngomong kayak gitu Mika baik kok"ujar Niti memeluk tangan Gilang dan memejamkan matanya karna dia capek
####
Mika duduk di lokasi syuting menatap monitor itu Ros ikut memperhatikan semakin lama perkembangan film mereka semakin bagus tapi bukan itu yg Mika pikir kan Mika memikirkan Denis semalam Denis pulang tanpa memberi tau nya apa Denis marah pada nya Mika tidak tau itu
"Aghh pusing gue"kesal Mika sebal Ros menoleh
"Kenapa sih"ujar Ros heran karna mereka duduk bersebelahan
"Semalam Denis pulang begitu saja apa dia marah ya gue suruh dia jangan jatuh cinta sama gue"ujar Mika mengigit jari nya pusing
"Gila ya lho jika Denis mencintai lho lah kenapa itu malah bagus"ujar Ros heran
"Ya lho tau kan masih banyak hal yg harus gua lakukan lagian setelah Wilkan ninggalin gue ,gue belum mau menjalin cinta"jelas Mika
"Jika Denis jatuh cinta emang bisa di hentikan cinta mana bisa di hentikan Mika Josep Sky nama nya juga urusan hati mana bisa kita kendalikan"ujar Ros rasanya dia akan memukul kepala Mika
"Ya tetap gue ngak mau menjalin hubungan sama Dia"ujar Mika ngotot
"Hah sudah lah jika emang seperti itu sebaiknya gue ngak usah lagi ketemu sama Denis dari pada perasaan nya makin tumbuh ya kan"ujar Mika menghembuskan nafas nya kasar
"Masak iya sih lho ngak punya perasaan sama Denis"tanya Ros menyakinkan
"Iya gue serius gue hanya menganggap nya sebagai teman ngak lebih ya jika dia memiliki perasaan ya harus di amputasi"ujar Mika santai
"Benar gila ya "ujar Ros mengeleng Mika melihat ponselnya ada pesan dari Nikita jika Niti tidak ada di kamar hotel
"Ini pasti ulah Gilang"geram Mika lalu berlalu meninggalkan Ros yg masih kebingungan
Gilang mengajak Niti makan siang di restoran itu kenapa Niti tidak ada di kamar nya ya emang Niti sangat lapar dia tau apa yg akan terjadi Mika akan menghajar nya tapi Gilang tidak peduli yg penting dia bisa bersama Niri tidak akan melepaskan Niti lagi tapi Gilang sudah menghubungi Denis menyuruhnya datang karna apa Denis nanti bisa membantunya
"Ternyata makanan di sini enak enak"ujar Niti makan dengan lahap Gilang tersenyum senang mengusap kepala Niti
"Makan lah sepuas nya"ujar Gilang tersenyum
"Gilang tapi masih mau makan coklat beliin ya"ujar Niti menatap Gilang emang Niti sangat suka coklat orang bilang sering makan coklat akan menambah berat badan Niti bukan nya gemuk tapi sama saja tetap kurus
"Ya nanti aku beliin"ujar Gilang tersenyum mencium pipi Niti
"Enak sampai perut ku ngak muat"ujar Niti cengesan mengelap mulut nya dia sudah selesai Gilang membayar makannya mau ajak Niti beli coklat meraka menuju parkiran ada yg memegang bahu Niti dan menariknya langsung memukul Gilang
"Sialan lho mau culik anak orang"ujar nya siapa lagi jika bukan Mika
"Heh lho ini kenapa sih"kesal Gilang menahan sudut bibirnya
"Gue itu cinta sama Niti "ujar Gilang lagi dengan kesal
"Udah gue peringati ya jangan dekain teman gue"tajam Mika
"Lho pikir gue takut "ujar Gilang memegang tangan Niti tapi Mika memegang nya juga
"Lepaskan"ujar Mika datar
"Tidak akan"ujar Gilang memeluk Niti
__ADS_1
"Seperti nya gue harus pakai kekerasan"ujar Mika lalu memberi kode Alex berjalan dengan santai memegang tangan Gilang dan langsung memukul Gilang sampai terjatuh Gilang tidak menyerah dia bangkit dan meraih tangan Niti yg berusaha Mika tarik Alex memberi Gilang pelajaran pukulan Alex emang sangat keras membuat Gilang tidak di beri kesempatan untuk bangkit
"Mika apa Alex akan membunuh Gilang"ujar Niti cemas
"Biarkan saja biar dia tau rasa"ujar Mika sudah telanjur kesal saat Alek akan memukul Gilang lagi ada sebuah tangan kekar menahan tangan Alex itu Denis yg datang
"Lho lama sekali datang mau nunggu gue mati"kesal Gilang terkapar
"Makan nya jika kuliah di suruh belajar bela diri bukan merayu cewek"ketus Denis membantu Gilang tapi Gilang menepis nya
"Cewek gue woi ambil bukan gue"kesal Gilang
"Mika biarkan Gilang bersama Niti kenapa kamu ngotot kau misahkan mereka"ujar Denis santai
"Lho jangan membela Gilang gue ngak akan serahkan Niti pada pria breksek kayak Gilang"ujar Mika kesal Alex ingin menghajar Denis tapi emang Denis bisa bela diri dia menghidar tidak berniat membalas Alex tapi Denis punya taktik lain dia akan membantu Niti karna terlalu pokus pada Niti akhirnya Denis terkena pukulan dari Alex dua kali
"Sstt aww kuat sekali dia memukul"celetuk Denis menyeka darah dari bibir nya Gilang tertawa geli
"Ada juga lho tandingan nya"kekeh Gilang membuat Denis kesal dia bangkit dan menghidari Alex dengan cepat meraih tangan Niti karna takut jatuh Niti tidak sengaja mendorong Denis pada akhirnya Denis menabrak Mika
Bruk
"Aww"keluh Mika mengaduh lalu dia menatap Denis yg di bawah nya mata mereka kembali bertemu Denis lagi lagi berdebar tidak karuan dia terpesona ke sekian kali nya oleh Mika
"Woi ayo"teriak Gilang sudah mengedong Niti membuat Denis tersadar lalu Denis mendorong Mika dengan pelan dana kabur bersama Gilang
"Denis"teriak Mika geram ikut mengejar mereka
"Kok aku kayak nostalgia ya"ujar Denis cekikikan masuk ke dalam mobil
"Aduh sayang wajah ku sakit"aduh Gilang memeluk Niti
"Maafkan Mika ya Gilang dia emang kayak gitu karna dia sayang pada ku"ujar Niti menyentuh luka di wajah Gilang
"Gilang jika menurut ku ya kamu buktikan saja pada Mika jika kamu benar sayang dan cinta sama Niti biar ngak kayak gini"ujar Denis tersenyum kecil dia membayang kan wajah Mika
"Iya juga sih tapi gue bingung harus bagaimana"ujar Gilang bingung
"Jika tak ingin berjuang jangan mengenal cinta Gilang karna sesungguhnya arti lain cinta itu adalah perjuangan jika kamu cinta maka harus berjuang"ujar Denis tersenyum menatap ke depan karna dia menyetir
"Waw Denis keren ya kata kata nya itu"ujar Niti tersenyum Gilang masih menahan sakit memeluk Niti dia akan mengantar Niti ke hotel setelah itu dia akan bicara pada Mika mengenai ini semua
Denis mengantar kan Gilang dan Niti ke hotel mereka mengantar sampai kamar Niti karna rasa tanggung jawab Gilang ya meski mereka terkena pukulan tapi saat sampai kamar hotel ada Mika yg menunggu
"Lho pulang aja malam ini"ujar Mika datar Niti mengangguk membuka pintu kamarnya lalu mereka semua masuk
Bugh
"Lho ngak usah sok jadi pahlawan deh lho ngak usah ikur campur maslahah ini"ujar Mika menonjok Denis
"Kenapa ngak bisa kamu sahabat Niti makan nya ikut campur sama seperti ku sahabat Gilang jika aku ngak berhak kamu juga ngak berhak atas Niti"ujar Denis datar
"Kamu itu egois Mika "ucap Denis dingin lalu berlalu pergi
"Mika gue benar sayang sama Niti dan gue akui gue breksek sering mainin cewek tapi jujur gue sangat mencintai Niti gue akan berusaha membahagiakan Niti dan meninggalkan sikap gue yg breksek"ucap Gilang serius mengengam tangan Niti
"Gue serius karna gue sudah beneran cinta sama Niti lho jangan khawatir jika gue nyakitin Niti terserah lho mau lakukan apa bunuh gue aja gue rela tapi percaya gue benar cinta sama Niti"ujar Gilang lagi Mika menatap Gilang dengan emosi
"Mika aku sayang sama kamu tapi aku cinta sama Gilang aku yakin akan bahagia bersama nya jangan marah lagi ya"bujuk Niti memeluk Mika
"Lepas"kesal Mika pada Niti
"Baik gue kasih Gilang kesempatan tapi ingat berani dia nyakitin lho habis dia sama gue"ujar Mika tersenyum
"Serius"ujar Niti tersenyum lalu memeluk Mika
"Makasih "ujar Niti senang
"Senang nya"ujar Gilang tersenyum memeluk Niti
"Aku juga bahagia"ucap Niti tersenyum mengalungkan tangannya di leher Gilang
"Aku akan membuat mu bahagia aku janji"ucap Gilang tersenyum mengusap pipi Niti yg mengembangkan senyum nya Gilang mendekat kan wajahnya membuat Niti memejamkan matanya lalu bibir mereka menyatu Mika mencibir Niti bukan lagi wanita lugu lihat saja dia berciuman di depan Mika tidak ingin menganggu mereka akhirnya Mika meninggalkan mereka berdua
__ADS_1