Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 16


__ADS_3

Setelah selesai syuting pukul 08:30 Dini mengendarai mobilnya pulang Dini terus kepikiran soal perkataan Mika yg akan menerima dia Mika tidak tau secinta apa Dini pada Gino selama ini mereka tidak menikah karna Arumi karna Dini tidak mau menjadi istri kedua atau pun istri siri Dini mau menikah setelah Gino menceraikan Arumi tapi selama ini Gino gagal terus mencerai kan Arumi karna Arumi banyak cara untuk menggalkan nya.Bagi Dini keputusan meninggalkan Gino adalah hal tersulit apa lagi harus memilih antara Gino dan Mika tapi Dini hanya punya satu kesempatan membuat Mika bisa bersama nya meski meninggalkan Gino seperti mati bagi nya tapi Dini akan lakukan karna dia sangat menyayangi Mika akan dia lakukan demi bisa Mika menerima nya.setelah sampai rumah Dini melihat Gino menyiapkan makan malam sebelum pulang tadi Dini mengabari untuk ketemuan jadi Gino menyiapkan makan malam mereka


"Sayang mari kita makan"ujar Gino tersenyum merangkul bahu Dini


"Kamu pasti capek kan"ucap Gino lagi menarik kursi membiarkan Dini duduk


"Aku mau bicara hal serius"ucap Dini menuangkan air putih lalu meneguknya


"Katakan saja"ujar Gino tersenyum duduk di samping Dini


"Aku.....aku ...aku ingin kita menyudahi hubungan ini"ujar Dini tidak mampu berkata Gino merubah raut wajahnya lalu tertawa


"Sayang jangan becanda ahh ngak lucu"ujar Gino mengelus kepala Dini


"Aku serius"ucap Dini menurunkan tangan Gino dari kepalanya


"Aku sangat menyayangi anak anak ku Mika mau menerima ku jika aku meninggalkan mu sudah banyak kesalahan yg kita lakukan Gino aku bersalah saat itu meninggalkan anak anak ku 24 tahun Gino aku hidup seperti ini tapi apa tidak ada kemajuan dari hubungan kita aku sangat mencintai mu tapi aku tidak bisa melihat Mika jauh dari ku"jelas Dini menitik kan air mata


"Kamu tinggalkan Mika kamu itu mencintai ku Dini seperti kamu meninggalkan mereka semasa kecil maka tinggal kan mereka"ujar Gino datar


"Aku ngak bisa Gino ngak bisa melihat Mika sangat membenci ku hati ku sakit aku mohon kamu mengerti lah aku mau menyudahi hubungan kita aku ingin hidup bahagia bersama anak anak ku dan kamu hidup bahagia bersama keluarga mu"ucap Dini menyeka air mata nya


"Apa kamu mau kembali pada Josep"tajam Gino menahan amarahnya


"Tidak sama sekali Gino aku tau Josep masih punya istri meski pun dia tidak punya istri tetap aku tidak akan pernah menikah dengan nya"ujar Dini


"27 tahun kita menjalin hubungan ini bahkan tidak sebentar Dini kenapa kamu ingin menyerah gitu aja"ucap Gino datar


"Aku ngak menyerah tapi aku mau bersama anak anak ku Gino aku sayang pada mereka"ucap Dini


"Please hargai keputusan ku"ucap Dini lalu masuk ke kamarnya Gino masih termenung mengepalkan tangannya cinta mereka tidak hanya sebentar tapi sudah sangat lama Dini dengan sabar menunggu tapi ini bukan soal dia menyerah tapi ini demi anak anak nya


####


"Suami gue dah pulang"ujar Mika senang lalu lari langsung memeluk Denis bergelayut di leher Denis yg baru masuk rumah


"Ehh ingat janji kamu"ujar Denis pelan biar keluarga nya tidak dengar karna mereka tengah berkumpul di ruang tamu


"Chika sialan itu membuat rencana"ujar Mika pelan


"Lho mau tau ngak rencana kita berhasil Dini mau meninggalkan papi"ucap Mika tersenyum lebar


"Yg benar"ujar Denis tidak percaya


"Iya bentar lihat ngak ada papi gue yakin dia lagi patah hati ciak hahaha"ujar Mika tertawa Denis sangat senang dia memeluk Mika dengan erat


"Terimakasih"ucap Denis memeluk Mika tentu kesempatan itu tidak di tolak Mika


"Emm empuk nya"ujar Mika menepuk punggung Denis


"Mulai"ujar Denis jengah Mika tersenyum


"Kayak senang gitu bagi dong"ujar Arumi tersenyum yg lagi duduk menyeduh teh


"Iya mi"ujar Denis tersenyum berjalan menuju sofa tempat mereka duduk


"Denis apa kamu capek mau aku bikinin minuman"ujar Chika tersenyum lembut


"Boleh"ujar Denis datar


"Tidak perlu Denis akan gue kasih susu gue biar capek nya hilang"ucap Mika cepat lalu dengan nakal nya Mika duduk di pangkuan Denis


"Sayang ayo kita ke kamar aja nanti mereka panas melihat kemesraan kita"ujar Mika meletakkan tangannya di bahu Denis


"Itu itu ahh iya iya"ujar Denis tergagap Mika tersenyum lalu menarik tangan Denis menuju kamar Chika sangat kesal setiap ada dia Mika selalu membuat dia cemburu


"Kayak nya kita akan segera berpisah"ucap Mika saat mereka sampai kamar


"Emm tapi sebelum saya dengar dari mulut keduanya gue belum bisa percaya apa ada bukti jika Dini akan meninggalkan papi secara hubungan mereka tidak lah sebentar"ujar Denis serius


"Iya juga sih ngak ada jaminan akan hal itu"ujar Mika berfikir

__ADS_1


"Nanti kita pikir lagi aja karna langkah kita sebentar lagi akan tercapai"ujar Mika tersenyum


"Lho harus janji akan satu hal sama gue jika nanti kita pisah"ujar Mika serius lalu mengulur kan tangannya


"Lho harus janji sama gue jangan pernah mencintai Chika lho ngak boleh punya hubungan sama dia dan lho di larang keras menikah sama dia jika itu terjadi gue akan buat lho hamil"ujar Mika dengan tersenyum kecil


"Apa kamu bilang yg ada kamu yg akan hamil jika kamu terlalu agresif sama saya"kesal Denis Mika hanya tersenyum


"Canda doang tapi gue ngak canda soal Chika gue ngak mau lho dekat dekat sama Chika "ujar Mika tersenyum


"Kayak ngak akur banget sih"ujar Denis melepaskan jas nya


"Iya lah dia dan keluarganya itu keluarga ular lho harus hati hati"ujar Mika membara Denis hanya acuh masuk ke kamar mandi


###


☀️☀️☀️


Gino semalam sangat frutasi sampai dia menyakiti Arumi dan bodoh nya Arumi mau menjadi lampiasan kemarahan Gino karna dia patah hati Arumi rela mendapatkan itu semua tapi Arumi tidak tau kenapa Gino sangat murka semalam


"Mami sakit"tanya Mika baru keluar dari kamar nya melihat Arumi berjalan pelan mengimbangi tubuh nya


"Ngak kok Mika kamu belum sarapan"tanya Arumi tersenyum


"Ini mau sarapan tadi lupa bawa ponsel"ujar Mika masih curiga


"Mami duluan"ujar Arumi lalu pergi mendahului Mika dia tidak ingin Mika makin curiga


"Aneh"gumam Mika tidak biasa nya melihat Arumi tidak ingin ikut campur Mika berjalan pelan menuju meja makan tidak sengaja Mika berpapasan dengan Gino tapi Mika hanya biasa saja melewati Gino


"Mika"ujar Gino datar Mika menoleh tapi dia kaget melihat Gino memegang pisau ingin menusuk nya dengan gesit Mika menghidar


"Apa apaan lho"ujar Mika kesal


"Kamu harus mati"ujar Gino lagi ingin menusuk Mika lagi dengan cepat Mika menahan tangan Gino menahan tangan Gino biar tidak pisau itu menusuk nya


"Hentikan sialan"triak Mika berjuang


"Saya akan membunuh kamu Mika"ujar Gino menyudut kan Mika dengan kekuatan Mika bertahan sampai dia terjatuh melihat Mika tergeletak Gino mengambil kesempatan ingin menusuk Mika tapi Mika masih bisa menepis nya


"Denis kemari sialan"triak Mika kesal kenapa Denis belum juga menolong nya


"Papi apa yg papi lakukan"ucap Denis menarik papi nya


"Lepas Denis papi akan membunuh Mika"triak Gino menendang Denis lalu mengarahkan pisau itu lagi


"Hentikan mas"ujar Arumi ikut menarik Gino tapi kekuatannya kalah


"Mati saja kamu Mika"teriak Gino mengayun kan pisau nya Denis berdiri lalu memegang pisau itu


"Papi hentikan jangan sakiti Mika pi hentikan"ujar Denis berjuang saling tarik pisau nya Mika berdiri membantu Denis dengan cara menendang punggung Gino sampai tergeletak


"Lho badoh banget sih udah tau pisau malah di pegang"ucap Mika memegang tangan Denis yg berdarah Gino berdiri lagi lalu menendang Denis dan menusuk Mika tapi lagi lagi Mika menahan nya Mika berjuang


"Papi lepaskan Mika"ucap Denis memegang tangan Gino


"Menyikir Denis"teriak Gino sudah akan mengenai kepala Mika mereka saling merebut pisau Arumi sangat panik melihat itu


"Gino apa yg kamu lakukan"teriak Dini datang lalu berlari kecil Dini menarik Mika membuat Gino menghentikan aksinya


"Kamu mau bunuh Mika"ujar Dini melindungi Mika


"Dia harus aku bunuh karna dia kamu meninggalkan aku dia penghalang kita kamu lupa berapa lama kita menjalin hubungan tapi kamu menyudahi hubungan ini hanya karna anak ini"teriak Gino marah


"Aku yg mengandung nya dan aku yg melahirkan nya kamu jangan pernah menyakiti nya karna aku bisa saja membenci mu jika kamu sedikit saja menyakiti nya"ujar Dini jadi marah


"Kamu mencintai ku kan sekarang kamu pilih dia apa pilih aku "ucap Gino penuh amara


"Dia anak ku Gino aku korban kan masa hidup ku untuk mu selama ini dan sekarang sisa hidup ku akan ku berikan untuk anak anak ku selama ini aku baik pada mu tapi kamu malah ingin merengut anakku dari ku"ujar Dini


"Aku lebih memilih anak ku dari pada kamu"tegas Dini lagi

__ADS_1


"Itu kenapa aku ingin membunuh nya karna dia membuat kamu pergi dari aku teriak Gino murka mengakat lagi pisau nya


Plak


"Berani kamu nyakitin anak ku aku bersumpah akan melakukan hal lebih dari sekedar tamparan ini"ucap Dini marah menampar Gino membuat Gino terdiam


"Mulai sekarang dan mulai detik ini aku akan berhenti mencintai kamu dan aku akan menganggap kamu sebagai orang asing"ucap Dini tegas membuat Gino terdiam


Bruk


"Mika"ujar Dini panik saat Mika tiba-tiba pingsan


###


"Ehh gue hanya akting"ucap Mika menarik dasi Denis untuk mendekat karna dia berbaring di kasur kamar Denis lah yg mengedong Mika ke kamar tadi


"Kamu benar gila"ucap Denis tidak percaya karna Mika hanya berakting


"Sstt pelan pelan suaranya"ucap Mika pelan


"Gue lakukan biar sih Dini itu makin benci sama papi"ujar Mika tersenyum


"Ya kita berhasil sih tapi ngak kayak gini juga kamu membuat mama sangat panik membuat saya pusing"ujar Denis memegang jidatnya


"Ehh tapi tangan lho udah ngak papa kan"ujar Mika melihat tangan Denis


"Iya udah di obatin mami"ujar Denis


"Ehh mau apa cium cium "ujar Denis menarik tangannya yg akan di cium Mika


"Ya kayak film romantis itu lho saat tangan suaminya terluka dia akan cium dan seketika sembuh"ujar Mika cekikikan


"Asyh dasar ratu drama"cibir Denis mengeleng lalu Dini masuk dengan membawa makanan


"Syukur Mika udah sadar"ujar Dini lega lalu duduk di samping Mika


"Iya gue mana bisa betah tinggal di sini jika ayah mertua ingin membunuh gue mending kami pisah aja dari pada nyawa melayang"ucap Mika bersedih


"Jangan ngomong kayak gitu Mika Denis tidak bersalah"ujar Dini mengengam tangan Mika tau rencana Mika Arumi ikut bersandiwara


"Benar Dini aku juga tidak bisa menjamin keselamatan Mika jika tiba-tiba Gino membunuh nya lagi"ujar Arumi cemas


"Arumi"ucap Dini mengengam tangan Arumi


"Maafkan aku ya selama ini menyakiti hati mu tapi aku janji tidak akan kembali pada suami mu aku meminta maaf pasti kamu sangat sakit selama ini"ujar Dini menatap Arumi


"Dini kamu ngak salah yg salah itu kisah cinta kalian tapi jangan khawatir aku memaafkan mu"ujar Arumi tersenyum


"Terimakasih juga baik pada Mika"ujar Dini tersenyum senang


"Iya Mika tidak hanya menantu ku tapi sudah ku anggap seperti anak ku sendiri"ujar Arumi tersenyum lalu kedua wanita itu berpelukan


"Gue mau ngomong serius sama Denis"ujar Mika duduk


"Ya udah mama tinggal sebentar ya ngobrol sama Arumi"ujar Dini mengecup kening Mika lalu mereka pergi Denis menutup pintunya


"Apa alasan kita berpisah"tanya Mika serius Denis duduk didekat Mika dengan menatap Mika membuat Mika keheranan Denis ingin mengengam jari Mika meski ragu ragu


"Gue harus cepat pulang karna kekasih gue mau cepat nikah sama gue"ujar Mika membuat Denis mengurung kan niat nya padahal Denis mau ngomong sama Mika soal Arumi yg ingin mereka melanjutkan pernikahan


"Nanti saya akan bicara sama ayah kamu"ujar Denis datar


"Ehh kenapa lho sedih"ujar Mika menggoda


"Takur ya pisah sama gue"ujar Mika terkekeh


"Apaan sih"ketus Denis berdiri


"Bagaimana kita buat lho seakan berselingkuh"ujar Mika memberi ide


"Yang punya kekasih itu kamu jadi kenapa ngak kamu aja yg selingkuh jika saya yg ada nama perusahaan saya akan tercemar padahal itu tidak benar ada nya"ucap Denis kesal Mika selalu menyusahkan nya

__ADS_1


"Jika cerai sih gampang cuman alasan jika Dini bertanya bagaimana"ucap Mika berfikir


"Mending kita bicara sama ayah kamu karna tugas kita sudah selesai"ucap Denis serius lalu melangkah pergi Mika kembali berbaring jadi dia mengantuk benaran tapi Mika harus mencari alasan tepat untuk bercerai dengan Denis


__ADS_2