Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 32


__ADS_3

Mika kepikiran soal Denis karna kemarin dia memukul Denis ya karna Mika sangat emosi Denis membantu Gilang makan nya Mika memukul nya setelah mengantar Niti dan Nikita ke bandara Mika melaju kan mobil nya ke rumah Denis untuk meminta maaf dan melihat keadaan Denis apa lagi Denis sempat di pukul Alex kemarin.Mika turun dari mobil nya satpam itu bertanya ya emang belum mengenal Mika jadi dia menelpon ke dalam rumah dapat izin Arumi satpam segera mengizinkan Mika masuk


"Ehh Mika ayo sini ikut sarapan"ujar Arumi tersenyum melihat Mika


"Gue udah sarapan mi"ujar Mika tersenyum dia melihat di meja makan hanya ada Arumi dan Adel


"Emm mi Denis udah berangkat kerja ya"tanya Mika penasaran


"Ohh kayak nya belum sih dia belum keluar dari kamar tadi mami tanya kata nya ke kantor tapi agak siang"jelas Arumi duduk dan melanjutkan sarapan nya


"Gue mau jenguk Denis ya Mi"ujar Mika tersenyum


"Ya lihat aja di lantai atas"ujar Arumi tersenyum Mika segera melangkah ke lantai atas membuka pelan pintu kamar Denis terlihat Denis tengah duduk di sofa dengan kepala menada ke atas memegang handuk kecil meletakkan di bagian pipi nya Mika mendekat dengan pelan duduk di samping Denis


"Lho ngak kerja"tanya Mika berusaha santai Denis menurun kan kaki nya dan beranjak


"Ehh lho marah sama gue"ujar Mika ikut berdiri Denis menoleh dengan wajah dingin


"Mending kamu ngak usah deh temuin aku dan soal kontrak kita nanti biar Andre yg urus"ujar Denis datar


"Oke gue minta maaf udah nonjok lho kemarin"ujar Mika cepat


"Ngak perlu"ujar Denis melangkah


"Gue udah minta maaf masak ngak lho maafin"ujar Mika memegang tangan Denis


"Udah aku maafin jadi kamu bisa pergi"ujar Denis serius


"Denis maafin gue ya"bujuk Mika


"Gue bantu obatin deh tapi please maafin gue"ujar Mika menarik tangan Denis meminta maaf


"Please maafin gue"ujar Mika lagi Denis menghembuskan nafasnya kasar dia kesal Mika memukul nya kemarin tapi melihat Mika memohon seperti itu membuat Denis tidak tegaan


"Iya aku maafin"ujar Denis pelan


"Nah gitu dong"ujar MIka tersenyum


"Ayo gue obatin luka nya"ujar Mika menarik tangan Denis kembali duduk


"Pukulan ini terasa ngilu"ujar Denis memegang tangan Mika di pipinya


"Ahh masak gue mukul ngak terlalu kuat"ujar Nika menyentuh pipi Denis dengan handuk kecil


"Bukan pukulan mu tapi pukulan Alex"ujar Denis meringis


"Ulu kasihan lho wajah tampan ini harus memar "ujar Mika tersenyum mengusap sudah bibir Denis yg terluka


"Sakit"keluh Denis memegang tangan Mika


"Ya ela itu aja sakit"cibir Mika


"Biar aku sendiri"ketus Denis mengambil handuknya


"Lho itu suka banget ngambek sih lho kan cowok masak gitu aja langsung ngambek"ujar Mika sebal


"Ya kamu udah tau ini sakit"kesal Denis


"Gue aja"ujar Mika memegang tengkuk Denis dan mengambil handuk itu lagi mengelap dengan lembut Mika menghentikan tangannya saat Denis mengankat tangannya menangkup wajah Mika


"Denis"ucap Mika serius memegang tangan Denis di wajahnya


"Please jangan mencintai gue karna gue ngak akan mampu membalas nya"ujar Mika serius perlahan Denis mendekat kan wajah nya


"Denis"ujar Mika lagi


"Kamu kepedean"teriak Denis di telinga Mika lalu mendorong pelan kepala Mika membuat Mika terlentang di sofa dan Denis melangkah


"Denis"teriak Mika sebal Denis hanya tersenyum kecil memang awal nya Denis mau mengecup kening Mika karna rasa itu tidak bisa Denis kendalikan tapi melihat Mika menolak membuat Denis mengubah rencana nya dia tidak akan membiarkan ras itu semakin tumbuh dengan besarnya


"Tunggu"ucap Adel melihat Mika akan masuk mobil karna emang Mika datang hanya ingin meminta maaf pada Denis


"Kenapa mau buat masalah"ujar Mika santai

__ADS_1


"Dengar ya gue ngak peduli apa yg akan lho lakukan dan Chika tapi kalian perlu ingat jika kalian sedikit saja membuat adik gue celaka lihat saja apa yg akan gue lakukan gue ngak akan tinggal diam"ujar Mika serius


"Maafin aku"ujar Adel mendekat


"Aku tau cara ku saat itu salah bersama Chika tapi sungguh aku mau minta maaf hampir membuat mu celaka"ujar Adel mengulur kan tangan nya tulus meminta maaf Mika menatap Adel serius


"Oke gue maafin"ucap Mika tersenyum memeluk Adel


"Tapi lho itu anak motor bukan sih"tanya Mika melipat tangannya di dadanya


"Bukan saat itu aku hanya ikut Chika saja untuk memberi mu pelajaran aku lagi membangun karir untuk jadi artis sih"ucap Adel tersenyum


"Kebetulan banget gue mau lihat bakat lho bagaimana lho ikut film gue aja karna kayak nya ada salah satu tokoh yg cocok untuk lho bagaimana"ujar Mika menawarkan


"Boleh di coba"ujar Adel tersenyum senang


"Ayo ikut gue ke lokasi syuting"ujar Mika tersenyum


"Sekarang"ucap Adel menyakinkan


"Iya lah masak nanti"ujar Mika lalu masuk mobil ini kesempatan Adel dia segera ikut Mika ke lokasi syuting


"Tapi kayaknya kamu ngak sejahat di bilang Chika deh kamu asik kayak nya"ujar Adel melirik Mika


"Lho percaya sama Chika"ujar Mika terkekeh


"Udah berapa lama kenal sama Chika"ujar Mika lagi


"Lumayan sih 2 tahun karna aku kan emang mau jadi artis ya jadi dia pernah ajak aku main film nya Sky entertainment"ujar Adel menjelaskan


"Lho ngak akan percaya jika gue bilang Chika ngak benar menganggap lho sahabat dia dekat sama lho karna dia tau lho adalah Adel Atmajaya dan adik dari Denis Atmajaya dan gue yakin dia mau dapatin Denis dari lho"ujar Mika santai


"Ngak lah kan yg jodohin mereka berdua itu aku"bantah Adel membuat Mika tertawa kecil


"Kan udah gue bilang lho ngak akan percaya jika soal itu sih terserah lho sih karna itu bukan urusan gue"ujar Mika mengankat bahu nya acuh


Di lokasi syuting


"Mika kok lho ajak dia sih"protes Ros melihat Mika datang mengajak Adel


"Gue yg CEO nya jadi lho ngak usah protes keputusan gue udah bulat"uja4 Mika melihat ketidak sukaan Ros


"Lho pikir gue bicara sebagai pengurus di sini tidak gue protes karna gue tidak bisa menerima orang yg pernah ingin membuat lho celaka bagaimana bisa gue menerima nya Mika"kesal Ros lalu kembali duduk


"Ayo lah lho kayak anak kecil saja emang apa yg perlu di khawatir kan gue baik baik saja lagian jika gue nanti celaka dan dia pelaku nya gampang kita minta tanggung jawab aja sama kakak nya Denis Atmajaya"ujar Mika tersenyum duduk di samping Ros


"Terserah lho deh gue pusing "ujar Ros acuh


"Itu aja ngambek lebay lho"ujar Mika menyilang kan kaki nya Ros sangat kesal sampai dia menendang kaki Mika


"Menyebalkan"ketus Ros membuat Mika tertawa lalu mengambil kertas di atas meja menyerah kan pada Adel


"Lho pelajarin dulu peran lho itu nanti jika siap beri tau gue biar kita mulai"ucap Mika


"Tentu aku tidak akan mengecewakan"ujar Adel tersenyum senang lalu duduk mulai mempelajari peran yg akan dia lakukan


###


Denis tidak bisa tidur dia sangat gelisah memikirkan Mika entah sejak kapan Denis bisa memikirkan wanita segila ini setelah Kanaya.Rasanya Denis belum bisa tidur jika belum menatap Mika atau dengar suara Mika rasa itu sangat menyiksa Denis dia berdiri menuju arah bawa membuat kopi Denis sangat gelisah bingung harus apa Denis membuat sendiri kopi nya lalu duduk menyeduh kopi nya Denis mengigat dari pertama kenal sama Mika sampai sekarang tapi kenapa Mika tidak mau Denis mencintai nya jika Mika terus nempel pada nya


"Hah harus bagaimana ini"gumam Denis menghembuskan nafasnya kasar


"Denis belum tidur"tanya Arumi mendekat karna tadi dia terbangun ingin minum


"Iya mi"ujar Denis menyeduh lagi kopi nya


"Tumben belum tidur kenapa"tanya Aruni duduk di samping Denis


"Ngak ada mi hanya malam ini aku belum bisa tidur"ujar Denis berbohong


"Jika gelisah ada yg mengganggu hati mu kamu sendiri tau harus apa"ujar Arumi tersenyum mengusap bahu Denis lalu mengambil air dan berlalu Denis hanya memandang mami nya


"Bagaimana mau mencegah jika rasa itu datang tiba-tiba"ujar Denis mengacak rambutnya dengan kesal

__ADS_1


###


Karna Mike yg minta Dini menginap di rumah Mika jadi lah Mika mengizinkan Dini menginap di rumah nya ya meski Mika malas menatap wajah Dini tapi Mika tidak akan menatap wajah Dini yg akan merubah mood nya Mika . Mereka lagi sarapan Mike menceritakan bagaimana dia di kantor bersama Dini dan Dini menanggapi nya dan juga memberi saran


"Jika Mika bagaimana"tanya Dini tersenyum


"Tidak penting untuk cerita dengan lho"ketus Mika dengan sinis Dini hanya diam melanjutkan makan nya


"Ahh mama Dini jangan kayak gitu Mika emang kayak gitu tapi sebenarnya dia itu rindu dengan mama"ucap Ros tersenyum


"Tidak kamu jangan berusaha mengatakan jika Mika sayang pada mama sebenarnya Mika ngak pernah sayang bahkan sangat membenci mama"ujar Dini sendu menatap Mika


"Kak jangan kayak gitu "ujar Mike memelas merasa kasian dengan Dini tapi ya emang gitu Mika


"Nona di depan ada tuan Gino Atmajaya"ujar Alex dengan pakaian rapi nya


"Mau apa dia"ujar Mika heran


"Ketemu sama nyonya Dini"ucap Alex lagi


"Mau apa lagi dia"ujar Dini beranjak menemui Gino


"Gue penasaran"ujar Mika mengikuti Dini tapi dia akan menguping pembicaraan Dini dan Gino


"Sayang"ujar Gino memeluk Dini


"Apa sih"ujar Dini melepaskan pelukannya


"Aku sangat merindukanmu"ujar Gino tersenyum


"Please Gino kita ini udah tua"ujar Dini memelas


"Hei ada apa dengan mu sekarang aku udah resmi cerai sama Arumi jadi kita akan menikah"ucap Gino tersenyum senang


"Tapi tetap keputusan ku pada perpisahan kita aku mau pokus pada anak-anak ku bukan lagi kebahagiaan ku yg terpenting anak-anak ku aku bahagia jika anak-anak ku bahagia"tegas Dini


"Tapi Dini"ujar Gino ingin mengengam tangan Dini


"Jangan temui aku lagi Gino aku mohon"ujar Dini


"Aku ngak mau lagi punya hubungan sama kamu"ujar Dini lalu melangkah masuk pintu nya dia tutup


"Gino dan Arumi resmi cerai pasti Denis sedih banget lihat orang tua nya pisah"gumam Mika yg lagi bersembunyi


####


Denis sudah mendapat kan berita jika Arumi dan Gino sudah resmi cerai para media juga meminta konfirmasi tapi Arumi engan bicara . Mereka menikmati sarapan dengan diam tapi Arumi tau itu berdampak pada anak-anak nya siapa yg tidak sedih melihat orang tua nya berpisah semua pasti merasa sedih akan hal itu begitu pun untuk Denis dan Adel


"Mami tidak memaksa kalian mau ikut papi"ujar Arumi memecah keheningan


"Jika aku sih akan tetap tinggal bersama mami ngak ada waktu mau membagi waktu untuk papi perusahaan yg aku pegang bukan perusahaan kecil"ujar Denis pelan


"Ya aku juga mi mau pokus pada karir ku tetap tinggal bersama mami karna aku yakin aku butuh bimbingan mami"ujar Adel tersenyum memeluk Arumi


"Apa pun itu aku akan selalu di samping mami"ujar Adel mengecup pipi Arumi


"Makasih sayang"ujar Arumi mengelus kepala Adel dengan tersenyum melihat itu Dneis hanya tersenyum kecil setidaknya mami nya tetap bahagia tanpa papi nya


Di kantor Atmajaya


"Gue turut sedih ya"ujar Mika mendekati Denis yg lagi duduk di kursi nya


"Ya"ujar Denis sinkat dia akan berusaha menghentikan hati nya dan berusaha menjaga jarak dengan Mika


"Dia pasti sangat sedih"gumam Mika lalu duduk di pegangan kursi Denis


"Kamu ini apa-apaan sih"kesal Denis


"Ya gue sebagai teman yang baik prihatin gitu gue akan menghibur lho"ujar Mika menyakinkan


"Aku ngak buguh itu semua"ujar Denis datar


"Hei gue serius"ujar Mika kesal memegang wajah Denis dan seketika Denis kembali merasakan jantungnya berdetak dengan cepat Denis memandang Mika dengan wajah datar dan jantung nya seperti habis berlari semakin lama tatapan mereka semakin cepat jantung Denis berdetak

__ADS_1


"Denis"ujar Mika menepuk pipi Denis pelan


"Ck mending kamu pergi deh"ujar Denis sebal dia berdiri membuka lemari kumpulan berkas nya untuk mengalihkan jantung nya tapi Mika malah mendekatinya membuat Denis benar sebal di buat nya Mik tidak tau apa jika jantung Denis akan meledak dan Mika sendiri bilang jika Denis harus menghentikan jika akan jatuh cinta pada Mika tapi dengan Mika terus menempel bagaimana bisa Denis melupakan Mika bahkan kian membesar rasa itu semakin Denis menjauhi Mika maka dia akan menyiksa dori, sendiri dan Mika akan semakin dekat pada nya


__ADS_2