Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 39


__ADS_3

Setelah dapat izin Denis segera menuju ruangan Mika di lantai atas masuk lift Denis sengaja membawakan Mika makan siang supaya Mika tidak makan di luar ,Mika juga lagi banyak pekerjaan apa lagi ada beberapa kasus yg lagi diliput dari Sky entertainment.Denis masuk dan Mika menatap nya mata mereka bertemu saling tersenyum satu sama lain Denis sangat senang melihat reaksi Mika


"Ada apa gue di kunjungi tuan Denis Atmajaya"ujar Mika tersenyum menatap Denis


"Aku bawakan makan siang"ujar Denis tersenyum lalu meletakkan makanannya


"Kebetulan banget gue udah lapar ngak sempat makan siang"ujar Mika menyingkirkan laptopnya lalu membuka makanan yg Denis bawa


"Gue coba ya"ujar Mika lalu menyuap kan nya dan mengunyah nya


"Emm enak banget mami ya yg masak"ujar Mika suka


"Aku yg masak gimana udah jadi suami idaman"ujar Denis tersenyum


"Ahh ngak percaya lho bisa masak seenak ini"ujar Mika tidak percaya


"Tanya aja sama mami orang aku masak nya pakai hati pasti enak"ujar Denis tersenyum senang melihat Mika senang dengan masakan nya


"Akk coba deh"ujar Mika menyuapi Denis


"Iya sih enak ngak nyangka masakan ku enak kayak gini"ujar Denis mengunyah nya


"Kenapa ngak makan nanti sakit jika telat makan"tanya Denis meneguk air botol


"Tadi habis rapat sih membahas masalah ini kasus pembunuhan berantai lihat"ujar Mika menunjuk kan di laptopnya


"Udah 3 wanita mati dengan wajah hancur ternyata kasus ini juga pernah terjadi 5 tahun lalu setiap korban di temukan pasti dengan wajah hancur tapi jika pria maka meninggal di sebabkan oleh racun"jelas Mika menunjuk berita itu lagi hangat nya


"Ohh iya aku pernah dengar berita ini iya sih tapi setelah Kanaya meninggal aku ngak dengar lagi kejadian ini dan sekarang kembali lagi"ujar Denis karna dulu juga pernah terjadi


"Jangan bahas Kanaya entar lho mewek lagi"ujar Mika menyuapkan kan lagi makanannya


"Kan ada kamu"ujar Denis tersenyum di cibir oleh Mika


"Gue yakin ya pelaku ini memiliki kasus jika dia berniat menyiksa korban sudah pasti memiliki dendam tapi masak iya dia memiliki dendam pada pria dan wanita yg masih muda"ujar Mika berfikir


"Pasti ada sebabnya kamu jangan terlalu mendalam menyelidiki nya bukan kah kamu ada bawahan jadi suruh mereka aja yg urus aku ngak mau kamu kenapa-kenapa"ujar Denis cemas


"Asal lho tau ya gue ini pernah belajar silat di negara Z jadi gue akan bisa membela diri"ujar Mika menyuapi Denis lagi


"Iya tapi hati hati karna dulu di duga pembunuh ini adalah psikopat dan sangat misterius belum ada yg tau siapa dia"ujar Denis


"Jika benar apa kematian Kanaya itu ada hubungannya sama pembunuhan ini"ujar Mika berfikir


"Engak sih karna setiap pelaku melakukan aksi nya jika perempuan wajah nya rusak jika pria sebelum dia meninggal dia pernah bersetubuh sedang kan Kanaya meninggal itu karna di bunuh oleh sahabat nya sendiri karna rasa iri nya"jelas Denis


"Lho kok enteng banget jelasin nya ngak kayak dulu"ujar Mika menatap Denis


"Ya aku tau Kanaya itu selalu jadi sejarah untuk ku selalu ada di hati ku kamu benar aku harus berusaha mencari kebahagiaan ku tidak terlalu terpuruk dengan masa lalu harus maju"ujar Denis tersenyum


"Gimana dengan ayah"tanya Denis lagi


"Alex belum menemukan keberadaan nya tidak ada informasi mengenai nya"ujar Mika menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Menurut ku ya ayah itu ngak ada di kota ini karna apa aku udah sebar anak buah ku tapi tidak menemukan keberadaan nya aku yakin dia ada di negara lain ada di suatu tempat"ujar Denis karna dia dapat informasi dari anak buah nya


"Gue berharap ayah baik baik saja karna gue harus pokos pada perusahaan dan Mike soal ayah nanti biar Alex yg mencari"ujar Mika mengusap wajahnya


"Jangan merasa sendiri aku akan menemani mu selalu"ujar Denis tersenyum menatap Mika


"Thanks"ujar Mika tersenyum membalas tatapan Denis saling memandang Denis mendekat kan wajahnya karna dia duduk di samping Mika pokus pada bibir Mika lalu mencium bibir Mika merasakan ciuman Denis Mika membuka celah bibirnya membalas ciuman Denis melingkar tangannya di bahu Denis dan Denis merengkuh tubuh Mika memeluk pinggang itu dengan erat tubuh Mika lebih tinggi karna Mika sudah duduk di pangkuan Denis lama mereka melakukan itu saling menikmati merasa Mika tidak menolak Denis mengecup leher Mika membuat Mika mengcengkram bahu Denis dan Denis kembali merasakan itu nafas Mika sudah tidak teratur

__ADS_1


"Gue takit kita kelewat"lirih Mika menatap Denis yg mendongak harus menatap nya


"Kenapa kamu mau melakukan ini pada ku apa kamu tidak merasa rugi"tanya Denis menatap wajah Mika


"Ini memang terlihat hina tapi gue suka saat bersama lho"ujar Mika memegang wajah Denis


"Lho sendiri kenapa mau melakukan nya lho sendiri yg bilang mau melakukan itu pada wanita yg lho cinta"tanya Mika serius


"Bagi ku kamu sudah spesial di hati ku"ujar Denis serius


"Lho tau kan gue ngak akan suka itu"ujar Mika ingin beranjak tapi Denis memeluk pinggang Mika


"Aku becanda serius amat"ujar Denis memaksa tersenyum Mika cemberut lalu memeluk leher Denis bersama Denis Mika merasa kehangatan dia suka saat bersama Denis


Farul berniat menemui Mike di rumah Dini bahkan Farul mengajak Vani untuk lebih serius lagi setelah bicara pada Alek akhirnya Alex mengizinkan Farul dan Vani masuk dengan pemeriksaan terlebih dahulu tidak lupa Alex memberi tau Mika jika ada yg menemui adik nya itu


"Ini Farul"ujar Dini tersenyum Dini juga memutuskan tidak ingin mengambil jadwal syuting mau istirahat pokus pada anak-anak nya


"Iya tan ini kakak saya kami ingin serius ingin Mike menerima lamaran ini kami tau meski ini belum waktunya tapi kakak saya ingin melamar Mike lebih dulu nanti soal pernikahan bisa di lanjutkan jika tuan Josep sudah ketemu"jelas Vani pada Dini


"Dulu saat tante bicara soal pasangan Mika dan Mike ayah nya bilang terserah mereka yg penting mereka bahagia jadi terserah Mike aja mau bagaimana"ujar Dini


"Mike mau kan nikah sama aku"ujar Farul menatap Mike dan Mike menganguk


"Nah jadi nanti terserah kalian saja"ujar Dini tersenyum ada suara langkah mendekat membuat semua menoleh ternyata Mika


"Cih orang tidak penting"ujar Mika sinis menatap Vani


"Kak ini kak Farul dia mau nikahin aku setelah ayah pulang"ujar Mike tersenyum


"Hubungan nya dengan manusia sampah ini apa ya"ujar Mika acuh tak acuh


"Kak Farul kakak nya kak Vani"jelas Mike


"lho mau nikah sama kakak nya musuh gue gila ya lho mau gue tonjok muka luka"ujar Mika kesal


"Ehh ngak usah campuri permusuhan kita"ujar Vani sinis


"Pikir dong ngak mau campuri bagaimana jika mereka nikah gue akan selalu melihat wajah bedebah lho itu menjengkelkan"ujar Mika geram


"Cih dia pikir gue sudih menatap wajahnya"ujar Vani melipat tangannya


"Sampai gue mati pun gue ngak akan biarin lho nikah sama dia"tegas Mika pada Mike


"Tapi kak"bantah Mike


"Tapi apa hah mau melawna gue"kesal Mika membuat Mike menunduk


"Lho ini emang egois ya ngak mikiran kebahagiaan adik lho sendiri"ujar Vani berdiri dia benar kesal saat bicara pada Mika


"Egois lho bilang yang ada lho yg egois udah deh mending pergi"kesal Mika mengusir


"Mika yg menikahi Mike itu kakak nya bukan dia"ujar Dini heran


"Tetep gue ngak suka mau dia kek mau siapa kek selagi ada hubungannya sama dia gue ngak akan restui"tegas Mika


"Gue ngak akan lupa apa yg lakukan pada gue"ujar Mika menatap Vani tajam


"Lho pikir ngak lupa sama kejadian itu karna lho kekasih gue meninggal"kesal Vani


"Apa lho bilang karna gue lho lupa siapa yg membunuh sahabat gue hah lho dan siapa yg ngeroyok gue sampai orang yg mau gue selamat kan meninggal itu lho dan lho itu ngak ada hati nya mau jadikan adik gue saudara ipar lho itu ngak akan terjadi"ujar Mika penuh amara

__ADS_1


"Sialan lho ngak usah sok egois"kesal Vani mengcengkram bahu Mika


"Jangan sentuh gue bedebah"kesal Mika membalas mencengkram mereka saling dorong membuat semua pusing


"Kak hentikan"ujar Mike pusing menarik Mike


"Buang waktu gue aja meladeni manusia ini"kesal Mika


"Udah kak pulang aja Mika ini memang sangat sombong"ujar Vani geram menarik tangan Farul


"Vani bentar"ucap Farul


"Kak udah lah kakak ngak akan dapat restu orang ini mending nanti jika tuan Josep pulang bicara sama Mika itu sia sia"ucap Vani lalu mereka pergi


####


Karna rasa penasaran Mika dengan kasus pembunuhan berdarah dingin itu dia mendapat informasi jika menemukan mayat wanita dan pria di kamar hotel korban sama meninggal seperti sebelumnya Mika langsung datang tapi dia sendiri dia penasaran siapa dalang ini semua Mika meminta izin pada polisi karna mereka bekerja sama jadi mereka mengizinkan Mika saat Mika masuk dia kaget keduanya tanpa busana sang wanita wajahnya hancur seperti terkena cairan panas dan pria membeku dengan mata melotot Mika melihat itu sedikit ngeri ini pertama kili dia melihat hal mengeri kan Mika segera mengambil foto


"Pak kejadian ini seperti nya baru terjadi karna darah nya masih segas terhadap wanita ini"jelas dokter forensik


"Ambil sidik jari yg ada di ruangan ini kita harus segera mendapat kan pelaku agar tidak ada korban lagi"ujar polisi


"Maaf pak jika saya mencela setiap kejadian pasti ada bau ini"ujar salah satu dari mereka


"Dan aroma bukan pada korban ini pasti ini bau pelaku nya"ujar nya Mika ikut menghirup udara seperti dia pernah mencium bau ini


"Dalam perkiraan pelaku wanita apa pria"tanya Mika memastikan


"Kami berharap para media juga bisa bekerja sama jika mendapat kan informasi ini"ujar nya


"Kami belum bisa memastikan nona karna setiap kejadian ada jejak sepatu olahraga kami tidak tau itu milik seorang pria apa wanita"jelas polisi itu


"Tapi kami menyakini jika pelaku sangat berbahaya terlihat dari kejam nya cara membunuh"jelas nya lagi


"Dari sekian banyak korban apa yg di jadikan pelaku untuk melakukan ini atau ada hal yg bisa menjadi data tarik pelaku untuk menculik korban dan membunuh nya"tanya Mika dengan menulis kan laporan


"Setiap identitas korban kami menemukan jika korban nya wanita wajahnya cantik jika pria memiliki tubuh tinggi putih dan badan nya kekar tapi jika sepasang begitu di temukan maka korban sepasang mantan kekasih"jelas polisi Mika menulis setiap laporan nya


"Maaf pak jika saya mencelah menurut saya mending setaip kasus ini jangan di umbar ke media karna apa pelaku bisa senang menjadi prioritas merasa di utamakan pembunuh berdarah dingin itu sama seperti gangguan jiwa pasti ada sebabnya yg pasti setiap mental kita terganggu pasti akan senang jika di perhatikan saya takut semakain kasus ini di tayangkan semakin pelaku suka melakukan ini semua"jelas Mika


"Perkataan nona ada benar nya juga"ujar nya


"Kami hanya meminta semua orang harus berhati-hati jangan pergi sendiri tidak lupa waspada"ujar polisi


"Pak saya permisi saya janji akan ikut meyelesaikan ini"ujar Mika pamit pergi


"Gue yakin kenal dengan aroma pelaku tapi di mana gue mencium parfum ini"gumam Mika mengingat tapi nihil dia tidak bisa mengigat nya bau seperti pelaku


Ros lagi duduk di kursi mengetik di laptopnya karna rasa lelah yg di alami Ros jadi dia berdiri membawa kopi Ros menepati ruangan Mika karna dia harus bekerja di sana Ros meneguk kopi nya untuk sekedar bersantai tidak sengaja di gedung sebrang ada yg mengintai Ros termenung lalu melihat ke bawah ada orang yg seperti mencurigakan Ros cur6ifa ada yg tidak beres di rumah juga begitu ada beberapa orang yg seperti mengintai rumahnya Ros segera mengirim pesan pada Mika untuk bertemu


Mika yg di hubungi Ros segera meluncur ke kantor nya tidak butuh lama Mika sudah sampai langsung masuk ke ruangannya


"Ada apa Ros"ujar Mika duduk di depan Ros


"Ada yg tidak beres selama lho ngak pulang ada yg mengintai rumah kita dan tadi ada yg mengintai kantor ini gue menduga jika lho di incar"jelas Ros cemas


"Hanya itu paling juga Tara atau Ethan ingin membunuh gue tapi sudah lah gue tau harus apa gue udah lama mengenal mereka jadi mereka tidak akan bisa menyentuh gue apa lho lupa gue ini bisa silat"ujar Mika santai


"Meski begitu lho harus waspada Mika jangan lengah"ujar Ros cemas


"Hanya itu buang waktu aja gue balik kantor ada kasus yg harus gue selesai kan"ujar Mika acuh lalu berlalu

__ADS_1


"Mika terlalu meremehkan"ujar Ros menghembuskan nafasnya kasar dia harus percaya pada Mika jika Mika bisa menjaga diri dengan baik


__ADS_2