
Keadaan Mika sebenernya masih lemah tapi Mika tau jika dia sadar maka Selin dan yg lain akan membunuh nya lagi jadi Mika harus mengambil resiko mengubur diri dan meminta Farul mengambil nya dari tanah setelah mendapat saran dokter berapa lama Mika harus menahan nafas Mika bisa melakukan nya banyak yg tidak memperhatikan perut Mika bahwa Mika sesekali bernafas karna Mika menahan nafasnya.Sebenarnya Mika bisa mendengar kan semua tapi tidak bisa membuka mata nya yg terasa berat di saat koma ,Mika tidak bisa memejamkan mata jika adik nya dalam bahaya jadi Mika harus tetap hidup dan bertahan demi adik nya itu
"Dok kalung gue mana"ujar Mika baru menyadari sesuatu jika kalung nya hilang
"Setelah operasi saya masih melihat ada nona kalung nya sebelum anda sadar juga masih kalung nya"ujar dokter
"Siapa yg mengambil nya"ujar Mika kesal
"Nona sebelum anda melakukan yg anda mau sebaiknya anda harus sembuh dulu ini masih sangat lemah detak jantung anda juga masih sangat lemah"ujar dokter
"Ini tubuh gue lho ngak usah ngatur deh gue yg rasain gimana"kesal Mika dia benar gelisah kehilangan kalung nya
"Kak Farul kita mau kemana"ujar Mike menatap Farul yg turun dari mobil
"Ketemu sama kak Mika kan"ujar Farul tersenyum
"Hah gimana"ujar Dini melongo
"Nanti aku jelasin ayo"ujar Farul merangkul bahu Mike dan Dini hanya mengikuti
"Jangan banyak ngatur ya gue bisa sendiri dasar dokter mau nya bikin gue susah aja"omel Mika dia selalu kesal jika sakit dokter banyak mengaturnya tidak boleh ini tidak boleh itu
"Kak Mika"ujar Mike menatap Mika lalu langsung memeluk kakak nya itu
"Aduh aduh gue balik koma lagi"ujar Mika menahan perut nya karna di tubruk Mike dengan keras
"Hiks hiks aku takut kak Mika benar pergi"ujar Mike menangis
"Hei anak tertua Josep Syk itu tidak selemah itu"ujar Mika mengelus kepala Mike
"Berhenti nangis jadi jelek"ujar Mika mengecup kening Mike
"Dok apa kakak saya akan baik baik saja"ujar Mike bertanya
"Iya nona kakak anda akan segera sembuh jika dia tidak ngeyel"ujar Dokter pelan dengan tersenyum
"Andai saja Farul biarin dia mati terkubur hidup-hidup"cibir Vani melipat tangannya di dada karna Farul mengajak ke rumah nya
"Ehh asal lho tau ya kakak lho itu cinta mati sama adik gue jadi jika gue ngak restui dia ngak akan bisa nikah sama adik gue meski ayah gue restui"ketus Mika
"Ya ela nikah tanpa lho aja dia bisa"cibir Vani
"Lama lama lho ngelunjak ya"kesal Mika
"Mati saja lebih baik"kesal Vani berlalu
"Menyebalkan semoga lho jatuh dari tangga"teriak Mika dengan kesal
"Kak henti kan"ujar Mike cemas memeriksa kepala kakak nya
"Ini akan sembuh"ujar Mika tersenyum
"Mike bantu gue jalan gue harus cepat sembuh"ujar Mika menurunkan kaki nya
"Mika sebenarnya apa yg terjadi"tanya Dini serius Mika menatap Dini serius
"Baik lah aku tidak akan bertanya"ujar Dini ingin melangkah
"Tunggu"ujar Mika serius
"Sebenarnya saat itu ada yg mengirim pesan jika dia menculik Mike karna rasa cemas gue langsung datang ternyata gue di keroyok"ujar Mika menceritakan semua nya
"Yg satu nya siapa"tanya Dini seperti Mika merahasiakan nya
"Gino Atmajaya"ujar Mika pelan Dini terkejut
"Maafkan dia"ujar Dini pelan tapi hati nya membara saat bertemu Gino dia akan menampar Gino
"Apa lho memaafkan nya"tanya Mika serius
"Kamu anak ku seorang ibu pasti tidak akan mengampuni orang yg membuat putri nya terluka"ujar Dini tersenyum kecil Mika mengalihkan pandangannya
"Ohh ya Farul gue dengar dari dokter jika mama Selly jadi tersangka karna dituduh"ucap Mika menatap Farul
"Iya"ujar Farul
__ADS_1
"Lho bebas kan dia"ujar Mika di angguki Farul dia mengerti tidak seharusnya Selly dipenjara
"Biar tante Farul karna Josep yg melaporkan itu tante akan membuat alasan pada Josep"ujar Dini pada Farul
"Tidak lho bantu gue jalan aja Mike ngak akan sanggup untuk itu masak gue mau di peluk sama Farul gue ngak sudih"ujar Mika cepat
"Baik lah aku pergi"ujar Farul dia akan melakukan sebisanya untuk membebaskan Selly meski tidak mudah
"Pelan Mike dada gue masih sakit"ujar Mika melingkar kan tangannya di bahu Mike
"Mike bisa tinggalkan gue sebentar sama mama"ujar Mika serius
"Tapi kak kan"ujar Mike ragu
"Ya ela orang mau bicara doang"kesal Mika
"Iya kak aku tinggal bentar aja ya"ujar Mike tersenyum lalu keluar dari kamar Mika merangkul Dini karna dia harus menstabilkan jalan nya
"Apa Gino ngomong sesuatu"ujar Dini memampa Mika
"Tidak"jawab Mika singkat
"Gue mau duduk"ujar Mika pelan lalu kembali duduk di kasur karna belum jauh
"Biar aku ambil minum"ujar Dini ingin melangkah
"Ma"ujar Mika mengengam tangan Dini
"Bisa duduk sebentar"ujar Mika lagi Dini hanya menurut duduk di samping Mika
"Maafkan aku"ujar Mika pelan
"Aku tau yg aku lakukan itu salah hanya bentuk kemarahan ku selama ini"ujar Mika menatap Dini
"Bisakah mama memperlakukan aku seperti mama memperlakukan Mike aku ingin menebus kesalahanku karna terus menyakiti mama"ujar Mika serius Dini sampai meneteskan air matanya memeluk Mika
"Kamu dan Mike itu sama putri mama"lirih Dini memeluk Mika dengan erat
"Maaf ma"ujar Mika membalas pelukan Dini dengan erat dia tidak ingin menyia-nyiakan kasih sayang orang yg memang tulus terhadap nya Mika tidak ingin menyesal
"Sekarang kamu harus banyak istirahat"ujar Dini tersenyum mencium kening Mika
"Mama akan bantu biar kamu cepat sembuh"ujar Dini mengelus kepala Mika sayang
Sebenarnya yg mengambil kalung Mika itu tidak lain Denis kenapa dia mengambil nya karna Denis masih penasaran siapa sebenarnya pembunuh dari Kanaya dan siapa dalang dari penyerang Mika kenapa Denis penasaran atas pelaku karna setelah di selidiki dan di tabir bubuk di lantai TKP banyak sekali jejak sepatu termasuk sepatu olahraga milik pembunuh berantai yg berarti ada sangkut-pautnya dengan kejadian selama ini dan Denis menyakini jika Mika dan Kanaya itu menyelidiki hal yg sama sehingga mereka di incar itu kenapa Denis mengambil kalung itu ingin masuk ke ruang rahasia itu sebenarnya Denis lah yg membuat ruangan itu karna Denis arsitek jadi dia tau bentuk sesungguhnya rumah Nana dulu.Denis menatap sketsa yg sudah dia gambar sebelumnya tidak mudah bagi Denis memahami itu membutuhkan waktu 3 hari soal kematian Mika Denis akan berusaha bersikap lebih tenang meski hati nya hancur berkeping-keping untuk kedua kali nya dia kehilangan wanita yg dia cintai
Setelah 3 hari menghadapi Josep akhirnya Farul berhasil membebaskan Selly karna tidak mudah untuk Farul karna ini kasus pembunuhan.Dalam 3 hari ini juga keadaan Mikak semakin membaik hanya saja bagian perut dan kepala harus di perhatikan di saat Mika nanti bereaksi karna dokter belum memastikan apa bagian kepala Mika mengalami cidera atau tidak sedang kan perut nya belum sepenuhnya kering
"Kenapa ya tiba tiba wanita galak ini menyebut nama Denis lalu terdiam"goda Dini karna mereka lagi membuat kue karna Mike yg minta jadi ketiga wanita cantik itu bekerja sama membuat nya
"Apa salah nya jika gue menyebut nama nya karna emang dia sangat suka sama kue"ujar Mika mengelak emang benar Mika ingin tau kabar Denis tepat nya memeluk Denis karna rasa rindu yg mengebu
"Kayak mencium bau kerinduan"ujar Dini tersenyum
"Lucu ngak sih ma nanti kak Mika nikah sama kak Denis dan mama nikah sama om Gino"ujar Mike membayangkan
"Siapa yg mau menikahi nya"ujar kedua nya bersama
"Kompak"ujar Mike tersenyum
"Mika kale mau nikah sama Denis mama kan udah tua ngak mikiran cinta tapi anak-anak"ujar Dini sesekali melirik adonan nya
"Cie kak Mika senyum nya sampai ke telinga"ujar Mike tertawa
"Lho berani ledekin gue habis lho"ancam Mika
"Lagian emang benar Mika Denis kurang apa sempurna untuk mu tampan dan mapan dan pria baik"ujar Dini tersenyum
"Gue ngak bilang nolak lho"ujar Mika santai membuat kedua nya menoleh
"Lalu"ujar keduanya
"Ya gimana ya kan gue cantik dan pintar pasti dia minder"ujar Mika dengan gaya sombongnya
"Ahh kak Mika sok cantik"ujar Mike mengerucut kan bibirnya
__ADS_1
"Tunggu"ujar Dini melihat kening Mika yg di perban
"Kayak ada nama Denis mikirin Denis ya"ujar Dini lalu tertawa Mika hanya menahan senyumnya menatap Dini tidak seburuk yg di bayangkan
"Mike"panggil Farul membuat mereka menoleh
"Mika"ucap Selly langsung memeluk Mika dengan erat
"Maafkan mama maaf"lirih Selly menangis
"Ini bukan kesalahan mama"ujar Mika tersenyum Selly benar takut jika benar Mika meninggal
"Yg terjadi perbuatan mereka yg tidak manusiawi"ujar Mika lagi lalu Selly menoleh pada Dini merasa seperti kedudukannya terancam Selly mengengam tangan Mika dengan erat
"Mika kamu tau kan mama hanya tinggal sendiri"ujar Selly serius Mika hanya tersenyum
"Ma tidak ada yg bisa mengubah jika aku lahir dari rahim Dini mama ngak usah cemas aku meninggalkan mama karna bagi ku memiliki mama Dini dan mama Selly adalah keberuntungan ku mama juga jangan khawatir sendiri karna sebentar lagi mama akan jadi bagian dari keluarga Sky jadi nyonya Josep Sky"ujar Mika tersenyum
"Tapi Dini"ujar Selly serius
"Selly dari dulu juga Josep selalu mencintai mu aku tidak pernah jadi peran istri nya aku selalu jadi peran ibu untuk Mika dan Mike hanya kamu peran istri untuk Josep"ujar Dini tersenyum
"Maaf Dini"ujar Selly memeluk Dini di balas Dini
"Sekarang kita akan melakukan balas dendam"ujar Mika memeluk kedua mama nya lalu menarik Mike keempat wanita itu berpelukan dengan tulus
Target pertama adalah Chika karna dari kelima pelaku hanya Chika yg paling lemah jadi mengurus Chika itu hal yg kecil untuk Mika rencana awal nya adalah Mika akan turun tangan sendiri dia akan membuat seolah-olah Mika gentayangan menuntut keadilan Mike di suruh Mika pulang bersama Dini ketempat Sky karna untuk menguatkan biar mereka tidak mengatakan Mike yg lagi mengerjai mereka
Selly membuka perban luka Mika menimbulkan luka di bagian pelipisnya dan juga kepala masih terlihat jelas luka nya Selly menguatkan diri lalu mulai makeup Mika seperti darah di sekitar wajahnya seperti kejadian saat itu
"Kak Mika apa perut nya aman"tanya Farul cemas nanti Mika kembali sakit
"Aman gue yg akan bertindak"ujar Mika serius dia mengunakan baju putih yg panjang lalu Mika melihat dari melalui video Farul di mana letak ruangannya karna Farul memasukkan drone untuk menyelidiki di saat sepi
"Oke gue tau harus gimana"ujar Mika lalu masuk ke gerbang karna memang Tara tidak memperkerjakan pelayan atau satpam karna takut rahasianya terbongkar .Farul memasang tali di tubuh Mika untuk menaikan Mika ke kamar Chika setelah aman Mika melepaskan tali lalu memberi kode pada Farul segera Farul kembali ke mobil memantau melalui kamera yg ada di mata Mika bukan di masukin Mika membeli alat seperti lensa mata bisa di pasang di mata dan itu akan bisa di hubungkan di laptop atau ponsel
Tok tok tok
Mika mengetuk jendela Chika berkali-kali sampai Chika benar bangun karna penasaran Chika membuka jendela tapi kosong karna Mika sudah menyelinap masuk Mika menahan perut nya yg tidak sengaja dia menyenggol perut nya Mika mengatur nafas nya, keadaan kamar Chika gelap karna hanya lampu tidur yg tersisa Chika kembali tidur lalu Mika mengambil pemukul golf melempar nya ke lantai menimbulkan suara
"Siapa sih"ucap Chika kesal menyalahkan lampu Mika menatap Chika dengan dingin membuat Chika kaget luar biasa
"K... kamu sudah mati"ujar Chika menarik selimut
"Chika ayo kita main pukul pukul"ujar Mika cekikikan
"Pergi kamu Mika kamu sudah ada di neraka"ujar Chika ketakutan Mika menarik selimut darah di kening Mika mulai menetes karna baru saja Mika memoleskan darah yg dia beli dari rumah sakit
"Chika gue kesakitan tolong"ujar Mika kesakitan terus mendekati Chika membuat Chika benar takut
"Ini alat yg lho pukul ke gue"ujar Mika mengambil alat itu Chika lari kesetanan karna takut Mika melihat seperti nya Chika lari ke kamar mama nya Mika bersembunyi
"Mama"teriak Chika mengedor pintu mama nya
"Ada apa Chika"ujar Tara bangun tidur
"A...a...aku aku lihat Mika gentayangan"ujar Chika berkeringat
"Ngaur kamu Mika sudah mati"ujar mama nya
"Iya ma aku lihat ayo"ujar Chika menarik mama nya ke kamar
"Mana Mika nya"ujar Tara melihat kamar itu melihat semua ruangan di kamar itu kosong
"Ngaur kamu ini mana Mika "ujar Tara lalu berlalu
"Tadi benar ada Mika"gumam Chika mengaruk kepalanya melihat aman Chika kembali ke kasur tapi Mika menepuk pundak Chika dengan darah terus mengalir
"Aghh pergi kamu Mika kamu sudah mati "teriak Chika ketakutan
"Gue ingin mengajak lho Chika menemani gue duduk di atas pohon"ujar Mika dengan wajah seram
"Aku ngak mau Mika maafkan aku sudah memukul mu maaf"teriak Chika lalu Mika mengayunkan tongkat itu membuat Chika pingsan di lantai karna takut
"Cih itu aja langsung pingsan"cibir Mika
__ADS_1
"Ihh bau apa ini"ujar Mika menutup hidungnya lalu melihat ke bawah dia tertawa
"Hahah dia kencing takut banget ya"ujar Mika tertawa melihat Chika sampai kencing karna takut Mika puas dia segera pergi untuk melanjutkan meneror Chika nanti