
Denis lagi meninjau tanah yg akan dia bangun perumahan komplek itu cukup besar jadi Denis harus turun tangan sendiri Denis datang bersama asisten nya Andre . Andre menjelaskan lokasi tanah nya yg akan mereka bangun jadi Denis menyimak dengan baik
"Andre meski kita akan membeli tanah di sini saya tidak mau ada masalah dan paksaan"ucap Denis serius
"Saya mengerti tuan"ujar Andre mengerti maksud tuan nya
"Kamu urus bila perlu periksa lebih teliti"ujar Denis lagi
"Iya tuan"ujar Andre
"Tuan apa kaki anda udah baikan"tanya Andre bertanya karna tadi Denis pincang
"Itu bukan urusan mu Andre urusan mu pada saya itu pekerjaan bukan diri saya "ujar Denis dingin lalu berlalu pergi Denis paling tidak suka jika urusan nya di campuri orang asing
Denis duduk di restoran menunggu pesanan makan siangnya dia memainkan ponselnya menerima email penting . Setelah pesanan nya datang Denis meletakan ponselnya melahap makan siang nya
"Bukan kah itu Mike"ujar Denis pelan melihat Mike yg lagi pesan makanan apa lagi dengan seorang pria Denis berdiri dan mendekati Mike
"Kamu jangan sembarangan jalan sama pria asing itu bisa merusak reputasi keluarga"bisik Denis membuat Mike menoleh dia jadi meneguk ludah kenapa Denis mudah sekali mengenali nya padahal Mike sudah menyamar sebaik mungkin tidak ada yg curiga
"Kenapa kamu bisa tau"ujar Mike tidak percaya
"Ayo makan dengan saya"ucap Denis menarik tangan Mike untuk makan bersama nya
"Denis aku ada pekerjaan"ujar Mike mengigit bibirnya takut
"Kenapa juga pakai kerja udah ngundurin diri aja "ujar Denis datar kembali makan
"Aku mau jadi wanita karir dan kantoran"lirih Mike takut
"Cepat makan kamu harus ingat jika orang sampai tau kamu itu istri saya apa lagi jalan sama cowok kamu yg ada kamu membuat semua nya kacau"ujar Denis serius mengira orang yg jalan sama Mike itu kekasih nya karna Mika pernah mengatakan itu
"Iya maafin aku"ujar Mike menunduk Denis menatap Mike serius masak iya Mike seperti itu tapi Denis tidak terlalu kenal sama Mike mungkin itu sikap nya Mike
"Kamu udah makan "tanya Denis serius
"Udah tadi aku sebelum mau beliin bos makan siang"ucap Mike dia cemas jika makanannya tidak datang ke bos nya
"Setelah makan saya antar kamu pulang kamu bukan nya temenin mami malah kelayapan"ujar Denis melirik jam nya lalu meninggalkan uang menarik Mike ke luar dari restoran itu
Denis menarik tangan Mike keluar dari mobil dengan langkah besar langsung masuk ke rumah kebetulan Mika lagi main ponselnya ingin membuka pintu mencari udara karna Arumi tengah membuat Mika penat dengan pelajaran nya Arumi yg melihat Denis langsung berlari kecil
"Denis"teriak Arumi membuat Mika yg akan keluar langsung bersembunyi di belakang pintu
"Kamu dengar yg saya katakan"ujar Denis pada Mike di belakang nya
"Mi udah pulang Mike ngak nemanin mami"ujar Denis menatap Arumi yg mendekat
"Mami tidak jadi pergi"ujar Arumi berfikir bagaimana bisa membohongi Denis
"Karna kamu mami tidak jadi pergi"ucap Denis menoleh pada Mike
"Iya maaf"ucap Mike bingung harus apa melihat situasi Mika dengan gerakan gesit menutup mata Denis dari belakang dan naik ke punggung Denis
"Hei apa apaan ini "kesal Denis berusaha lepas Mika memberi kode pada Mike untuk bersembunyi mengerti kode Mika adik nya segera bersembunyi di samping meja yg di tata patung
"Kamu ini siapa"ucap Denis memegang tangan Mika lalu berbalik hal asil Mika harus memeluk Denis dari depan tangan nya berada di bahu Denis
"Kamu ini apa apaan sih"kesal Denis melihat Mika melakukan itu
"Iseng aja"ujar Mika iseng Denis menatap Mika dia jadi curiga
"Kamu ini siapa cepat sekali ganti penampilan hanya butuh beberapa detik"ujar Denis penuh curiga
"Denis udah lah"ujar Arumi menengahi
"Tidak mi ada yg mencurigakan dari dia"ucap Denis curiga
"Ck lho itu bodoh atau gimana sih gue kan udah di rumah jadi dengan cepat ganti nya gue buang semua nya"ujar Mika santai Denis menurunkan Mika
"Saya tidak percaya"ujar Denis ngotot
"Kenapa turun sih gue kan masih kangen"ujar Mika naik lagi ke tubuh Denis dengan cara berhadapan
"Hei hei turun dari tubuh saya"kesal Denis berusaha lepas Mika dengan memeluk leher Denis menyatukan kening mereka
"Ayo lah latihan nih "ujar Mika sedikit lagi mencium Denis
"Stop"teriak Denis menurun kan Mika lalu dia lari ke luar rumah tidak mau tekena virus Mika yg sering berciuman sama kekasih nya
"Hoek hoek apaan wanita itu menjijikan banget"ujar Denis muntah dia menoleh masih melihat Mika dengan cepat Denis masuk mobil melarikan diri
"Huh benar kan"gumam Mika lega dia sudah menebak apa yg akan Denis lakukan jika Mika sedikit agresif itu juga dia mengerjai Denis
"Kakak aku benar takut jika Denis tau"ujar Mike keluar dari tempat persembunyiannya
"Bagaimana bisa bertemu dengan Denis"tanya Arumi heran karna jarak kantor Denis dan kantor Mike bekerja itu cukup jauh
"Aku ngak tau tante tadi saat aku beliin pesanan bos tiba tiba Denis nongol gitu aja"jelas Mike tidak tau juga kenapa harus ketemu dengan Denis
__ADS_1
"Padahal ngak ada yg tau penyamaran ku tapi Denis bisa mengenali nya"ujar Mike heran Arumi hanya tersenyum kecil
"Mungkin itu keahlian Denis"ujar Arumi santai
"Ya udah jika Mike ngak ada kerjaan tante bikin makanan buat Mike dan Mika"ujar Arumi tersenyum
"Boleh banget tan udah kangen sama kakak ku yg cantik"ujar Mike mencium pipi Mika memeluk Mika
"Yuk ke kamar aja"ujar Mika berjalan di samping Mike
"Tapi aku harus tanya sama teman ku yg beli makanan tadi sekalian mau izin"ujar Mike mengeluarkan ponselnya karna Denis tadi mengajak nya tanpa izin teman nya sudah pasti teman nya banyak bertanya nanti
####
Mika lagi telpon sama kekasih nya di depan rumah tepat nya di bangku taman karna udah lama juga Mika tidak telpon dengan kekasih nya semenjak Mika pergi, cowok Mika bernama Wilkan dulu nya Wilkan ini adalah hanya karyawan biasa tapi setelah mendapat motivasi dari Mika untuk maju bisnis sendiri jadi Wilkan memiliki perusahaan sendiri di bidang jual beli ke negri asing
"Sayang kapan pulang sih"ujar Wilkan di telpon
"Ya nanti pulang jika urusan gue udah selesai"ucap Mika sedikit pelan
"Rindu tau ngak beb atau gue aja ke sana"ucap nya
"Ya jangan urusan gue benar banyak apa lagi kan di sini ada keluarga gue tapi nanti gue akan kenalin sama mereka udah mau serius kan"ujar Mika sungguh dia tidak ingin pisah sama Wilkan mau serius hidup bersama Wilkan
"Iya nanti juga jika kamu pulang kita buat rencana baru"ujar Wilkan
"Udah dulu gue tutup telpon nya"ujar Mika lalu memutuskan telepon nya dia sedikit curiga dengan Wilkan karna Mika menelpon pakai nomor baru tapi tadi Mika mendengar suara perempuan saat di tanya Mika dia bilang adik nya
"Ngak gue lepasin lho"gumam Mika sesungguhnya Mika adalah type wanita keras jika punya nya dia tidak akan melepaskan nya
"Cih enak banget dia tidur gue kerjaan ahh siapa suruh tadi buat adik gue dalam masalah"gumam Mika saat masuk kamar menemukan Denis sudah terlelap Mika meletakkan ponsel lalu dia dengan pelan naik ke tubuh Denis menekan dada Denis dengan tangan nya
"Wih enak banget empuk nih dada"ujar Mika tersenyum menyeringai saat Denis membuka mata
"Apaan sih saya capek"ucap Denis malas belum merespon sepenuhnya Mika meletakkan jemari nya di rahang Denis
"Ehh kamu mau apa"ujar Denis kaget
"Mau malam pertama kali ya"ujar Mika
"Sialan nih cewek"ucap Denis mendorong Mika
"Ingat kita hanya nikah kontrak"ujar Denis dingin
"Ya jika gue mau di puasin bagaimana"ujar Mika menopang kepalanya dengan tangan
"Ayo kita mulai"ujar Mika memucung kan bibirnya
"Gue ini istir lho mau cium tau"ujar Mika menahan tangan Denis
"Ogah gue di cium sama kamu"kesal Denis kabur entah kenapa Denis ngeri sendiri membayang kan bibir Mika yg di jamah oleh pria tapi harus menempel di bibir sedangkan Mika tertawa puas
"Enak nya menguasai kasur sendiri"ujar Mika tertawa
"Sialan tuh cewek bukan nya aku menyiksa nya malah dia membuat aku tidur di sofa"kesal Denis melirik Mika berbaring di kasur karna capek Denis kembali memejamkan matanya di sofa
####
☀️☀️☀️
Arumi menghembuskan nafasnya kasar tidak menerima kabar dari suami nya mau sampai kapan seperti ini Arumi harus cepat membuat Mika menghentikan drama ini tapi Arumi bingung harus dari mana mulai nya dia harus menunggu rencana dari Josep soal menjelaskan pada Mika
"Mami cemas papi tidak pulang"tanya Denis yg lagi sarapan
"Iya Denis papi kamu di mana sekarang ini "ujar Arumi tidak nafsu makan
"Jangan khawatir mi nanti aku akan periksa papi di mana"ujar Denis serius
"Kamu pokus saja pada pekerjaan mu"ujar Arumi tersenyum
"Ya udah aku pergi dulu mi ada meeting mendadak"ujar Denis menghabis kan susu nya lalu berdiri
"Mi gue ikut Denis"ujar Mika lari kecil meski tidak mendapat kan izin dari Arumi
"Denis "panggil Mika berlari kecil
"Kenapa"ujar Denis tidak merubah mimik wajahnya datar
"Lho mau kerja"tanya Mika serius
"Tidak saya mau cari papi dulu pekerjaan nanti saya urus"ujar Denis serius
"Gue ikut biar cepat selesai"ujar Mika serius
"Ya udah ayo"ucap Denis karna dia juga tidak mampu mencari sendiri karna Denis tidak memakai anak buah nya untuk mencari informasi takut nanti ada membocorkan apa yg papi nya lakukan
"Kita cari dari kehilangan jejak mobil ayah kamu kemarin"tanya Mika melihat jalan kemarin
"Iya"ucap Denis singkat memperhatikan sekitar mencari mobil ayah nya
__ADS_1
"Apa lho yakin papi ada di sekitar sini jika dia menyimpang maksud gue pakai jalan lain bagaimana"ujar Mika kurang yakin
"Kita coba cari dulu"ucap Denis Masih pokus dengan sekitar komplek lalu mereka menemukan mobil Gino terparkir
"Itu mobil papi"ujar Denis lalu turun di ikuti Mika mereka mengintip dari jendela isi mobil itu
"Tapi Denis kemana papi hanya ada mobil nya"ujar Mika berfikir lalu jiwa detektif nya lagi bekerja
"Menurut pengalaman ya Denis jika orang selingkuh atau kasus seperti orang ternama kayak papi lho bisa aja dia parkir di tempat jauh dari tujuan nya"jelas mika serius
"Saya setuju apa yg kamu katakan tapi mencari rumah di rumah sebanyak ini bagaimana"gumam Denis berfikir
"Kita lihat aja setiap rumah pasti ada satpam paling tidak nama ini kan komplek perumahan elit pasti ada nama penghuni nya"ujar Mika
"Ya udah ayo"ujar Denis kembali masuk mobil mereka kembali menyusuri karna masih pagi para warga di sana terlihat beraktivitas ada satpam mencuci mobil ada penghuninya yg mengatar anak sekolah dan mereka melihat ada papan nama orang di sana lalu di ujung jalan mereka berhenti
"Rumah ini sepi tapi terlihat di huni lihat ada mobil ini juga sedikit jauh dari rumah yg lain"ujar Mika curiga lalu Denis dan Mika keluar
"Pak numpang tanya bapak ini ada keperluan apa"ujar seorang hansip yg tidak sengaja melihat Denis dan Mika takut mereka penjahat
"Gini pak kami ini kan pengantin baru ya mau cari rumah untuk di tempati jadi apa rumah ini kosong soal nya kami kayak menyukai rumah ini"ujar Mika berbohong
"Ohh rumah ini gimana ya neng rumah ini sih ada orang nya tapi penghuni nya anti sosial tidak ada yg tau penghuni nya "jelas nya
"Ohh gitu ya udah deh kami cari yg lain aja"ujar Mika menarik Denis masuk mobil
"Kita pulang"tanya Denis
"Idiot sekali sih kita tunggu lah pak hansip itu pergi baru kita masuk diam diam"kesal Mika kenapa standar otak Denis itu hanya sedikit berfikir nya Mika jadi kesal
"Apa kamu ini seorang pencuri kayak gampang aja masuk ke rumah orang"ujar Denis serius Mika tertawa
"Penasaran ya jangan nanti lho jatuh hati sama gue karna kehebatan gue"ujar Mika tertawa
"Idih jatuh cinta sama cewek kayak kamu"ujar Denis jijik
"Ngak akan"ketus Denis lagi
"Ya udah awas aja lho jatuh cinta sama gue karna ngak ada yg betah sama tatapan gue "ujar Mika santai
"Kepedean pak hansip nya udah pergi"ujar Denis keluar dari mobil di ikuti Mika
"Lewat dari mana gerbang nya tinggi banget"ujar Denis bingung Mika melihat sekeliling
"Dari samping aja siapa tau kan mereka ceroboh gitu ngak kunci pintu belakang"ujar Mika santai lalu mereka berjalan dari samping mencari jalan
"Tuh di kunci kamu sok tau"ujar Denis saat akan membuka tapi tidak bisa
"Hhmm penghuni nya makin mencurigakan"gumam Mika penasaran dengan penghuni nya
"Nah itu lihat kita manjat aja"tunjuk Mika pada samping rumah yg pagar nya tidak terlalu tinggi
"Manjat ngak salah jika kita terjatuh bagaimana"ujar Denis tidak yakin
"Udah ikutin gue aja ini ahli nya gue"ucap Mika sombong
"Makin curiga saya jika kamu itu benar pencuri"ucap Denis curiga
"Kebanyakan ngomong mana ada gue ini pencuri harta ayah gue banyak ngak ada kerjaan banget gue mau nyolong"kekeh Mika dia baru pertama di katakan maling.Mika menginjak pintu belakang naik ke pagar samping mencari tempat yg aman untuk melompat merasa aman Mika melompat di ikuti Denis manjat nya dengan keras dia melihat ke arah Mika karna merasa tidak seimbang badan Denis tidak seimbang
"Ehh hati hati"ujar Mika melotot saat tubuh Denis mengarah ke arah nya
Bruk
"Aww "keluh Mika saat dia di timpah tubuh Denis sedangkan Denis melotot kan mata nya karna bibir nya tidak sengaja menyentuh dada Mika
"Ehh lho itu mesum banget kagak boleh jamah tubuh gue tanpa gue yg mulai"kesal Mika menamplok wajah Denis
"Aduh ehh kamu ini kasar banget sih saya tidak sengaja lagian jika kasus seperti ini harus nya cowok yg memberi keaaman bukan nya cewek kayak nya kamu itu cewek jadi jadian"ujar Denis menatap Mika
"Apa lho mau "ujar Mika menarik kemeja Denis membuat Denis kembali jatuh ke tubuh Mika
"Jika suka boleh lho ulang"ujar Mika menarik sudut bibirnya Denis terdiam jantung nya berdetak hebat apa lagi saat merasakan jari Mika menyentuh rahang nya mata itu seakan membuat jantung Denis berirama
"Ehh apaan sih saya ngak minat sama tubuh kamu"ujar Denis tersadar lalu berdiri
"Ngak minat kok betah naik ke tubuh gue"ujar Miak santai
"Ck kamu itu selalu menyebalkan"ujar Denis sebal lalu mendahului Mika berjalan mencari jalan masuk
"Ehh mau kemana tuh ada pintu jendela"ujar Mika menunjuk jendela mereka dengan masuk dengan pelan agar tidak ketahuan saat Mika masuk sudah mendengar suara aneh Mika bukan lah wanita polos yg tidak mendengar de**han itu dan suara erotis Mika menoleh ke arah Denis yg celengak celinguk
"Sstt dengar kan itu"ujar Mika menarik pinggang Denis untuk mendengar nya
"Mas hentikan kita mau makan lho"suara itu memohon dengan sangat
"Sayang kamu yg duluan menggoda ku ayo lah hanya sekali"ujar nya dengan erangan .Mika mendongak saat mendengar detak jantung Denis yg berdetak cepat berarti suaminya normal karna telinga Mika tepat di dada Denis tadi nya
"Lho mau kemana"ujar Mika menarik tangan Denis
__ADS_1
"Saya hanya ingin memastikan jika telinga saya bermasalah"ujar Denis dingin lalu Denis berjalan mendekati suara itu dengan Mika dia sudah tau apa yg tengah terjadi tapi seru juga pikir Mika melihat reaksi Denis seperti apa, apa dia akan terdiam mengamuk atau tetap datar
"P..p...papi"ucap Denis tidak percaya melihat sosok papi nya yg tengah memegang pinggang wanita itu memasukinya begitu pun wanita itu bergelayut di leher Gino dengan mengigit bibir menerima sensasi yg Gino berikan pakaian mereka setengah telanjang mereka menyatu dengan sempurna