
Denis tidak datang ke pengadilan kemarin dia hanya menonton dari rumah Andre menyiapkan kamera untuk Denis melihat keputusan Denis delema sendiri Denis bukan kah pria pemabuk jika banyak masalah dan frutasi dia akan mabuk dan minuman tapi tidak Denis malah lebih suka menatap air yg tenang membuat Denis ikut tenang Denis bingung ingin bertidak apa pada Mika hukum membebaskan Mika Denis tau ini akan terjadi tapi apa kah hati Denis bisa merelakan semua nya apa kah pikiran Denis bisa berdamai dengan hati dan menemui Mika itu terasa tidak adil untuk Kanaya
"Kak kenapa memberi beban sendiri kak Mika itu wanita baik dia tidak mungkin membunuh kak Kanaya"ujar Adel duduk di samping kakak nya yg duduk di bangku depan nya kolam hari libur Denis tidak kerja
"Aku tau kakak cinta sama kak Mika "ujar Adel lagi lalu terdiam melihat ekspresi Denis
"Cinta jika tak di cintai bukan tidak ingin berjuang tapi sadar diri Mika tidak menyukai ku yg ingin ku lakukan bukan kebahagiaan ku tapi janji ku terhadap Kanaya berjanji akan memberi nya keadilan"ujar Denis datar Adel tau penderita kakak nya
"Mami akan mengunjungi kak Mika aku juga mau ikut jika kakak mau ayo kita sama-sama ke sana"ujar Adel memberi tau
"Tidak kalian saja"ujar Denis lalu kembali terdiam Adel hanya menatap Denis setelah itu dia berdiri dan segera pergi bersama Arumi
"Mika maafkan Denis ya memasukkan kamu ke penjara"ujar Arumi berada di rumah Mika
"Kesal banget lho mi gue di pukul di hajar lihat nih"kesal Mika menunjuk luka nya
"Iya mami tau tidak muda untuk mu tapi kamu harus ngertiin Denis dia melakukan itu karna janji nya pada Kanaya"ujar Arumi
"Iya kasihan kak Denis dia selalu gagal dalam cinta "ujar Adel prihatin dengan kakak nya
"Emang nya dia kenapa"tanya Mika penasaran
"Selama kamu di penjara dia sangat tersiksa makan tidak tidur tidak kerjaannya jika ngak kerja bengong padahal itu juga karna keputusan nya "ujar Arumi menatap Mika
"Iya kak aku heran siapa sebenarnya pembunuh kak Kanaya kenapa kak Denis tidak bisa menemukan nya"ujar Adel heran
"Mi gue ngak bisa lama karna gue dan Nana harus pergi"ujar Mika melihat Nana sudah siap
"Ya sudah hati hati"ujar Arumi tersenyum Mika dan Nana segera pergi Alec membantu Mike di kantor karna Mike tidak ngerti dan Mika bersama Nana akan melakukan penyelidikan mereka
"Gue jadi penasaran deh "ujar Mika menatap ke depan karna Nama yg menyetir
"Apa"ujar Nana heran dengan Mika
"Lihat Denis dulu deh gue merasa ngak tenang jika ngak melihat dia"ujar Mika kesal
"Kamu mencintai nya"ujar Nana tersenyum
"Engak ayo cepat"ujar Mika cepat mengarah kan jalan menuju rumah Denis.setelah sampai Mika mengendap lewat pintu belakang mencari keberadaan Denis sedang kan Nana menunggu di mobil
"Huh benar dia lamunin apa ya"ujar Mika melihat Denis masih duduk di depan kolam Mika ingin sekali memeluk Denis tapi ada jarak terbentang di antara mereka Mika segera kembali ke mobil
🚘🚘🚘
"Mika nanti kita ke rumah ku saja ya lihat apa yg terjadi"ujar Nana karna emang keluarga nya meninggal saat kematian Kanaya ada yg membunuh mereka sedang kan rumah tidak ada yg menepati Nana yakin tempat rahasia Kanaya masih tersimpan di sana
"Mika"panggil Nana tapi Mika malah bengong
"Mika"ujar Nana lagi menggoyang kan tubuh Mika
"Iya kenapa"ujar Mika kaget
"Kamu mikirin Denis ya"ujar Nana melirik Mika
"Entah lah gue ikut sedih melihat Denis"ujar Mika menatap ke depan
"Asal kamu tau ya Denis itu jika sudah mencintai tidak akan dia lepas dulu saat sama Kanaya dia sangat bahagia mencurahkan kasih sayangnya pada Kanaya tapi sayang itu tidak lama dan sekarang jika Denis mencintai mu maka tidak mudah dia mengambil keputusan antara cinta apa prinsip nya "jelas Nana
"Aghh gue pusing"kesal Mika mengaruk kepalanya yg tidak gatal
Setelah beberapa belas menit akhirnya Nana dan Mika sampai di tempat rumah Nana dulu tapi tempat itu sudah beda yg dulu rumah lantai dua berubah menjadi restoran mewah membuat Nana sangat terkejut akan hal itu
"Apa yg terjadi kenapa bisa seperti ini"ujar Nana keheranan
"Harus nya ini rumah ku malah jadi restoran"ujar Nana lagi
"Ya bagaimana kita mencari brangkas itu"ujar Mika melihat nya
__ADS_1
"Gini aku akan gampar peta nya"ujar Nana masuk ke mobil di ikuti Mika ,Nana mulai mengigat sketsa rumahnya 30 menit akhirnya dia selesai
"Di sini kamar Kanaya"tunjuk Nana dan mereka melihat restoran itu dan mereka segera turun masuk ke restoran itu mengikuti seharusnya kamar Kanaya malah berubah jadi ruang bos
"Bagaimana ini"ujar Nana kebinggungan
"Kalian sedang apa"tanya seorang wanita
"Ahh tidak kami ingin ketoilet jadi ke sasar"ujar Nana beralasan
"Toilet di sebelah sana"tunjuk nya Nana hanya meminta maaf dan pergi bersama Mika
"Gue ada ide bagaimana kita masuk nanti malam aja kita memeriksa nya"bisik Mika
"Ide bagus ayo"ujar Nana lalu pergi bersama Mika
Saat malam tiba Mika dan Nana segera menyelinap apa lagi restoran sudah tutup dengan keahlian Mika dalam menyelinap mereka bisa masuk sebelum itu mereka merusak semua cctv yg ada di sana dengan ciri khas Mika memakai baju kaos hitam dan celana hitam tidak lupa jaket nya Nana terus menoleh kebelakang siapa tau nanti ada orang
"Nana kita langsung saja"ujar Mika langsung menuju ruangan bos bersama Nana mereka melihat nya sangat berbeda dari kamar Kanaya
"Sangat beda aku ngak tau apa rahasia Kanaya"ujar Nana bingung
"Gue menyakini jika kalung ini kunci dari semua nya rahasia itu masih ada apa lagi ada orang yg mengicar kalung ini tugas kita adalah harus menemukan rahasia nya"ujar Mika melihat sekeliling
"Aku setuju tapi rahasiaya semacam brangkas kan"ujar Nana bertanya melihat beberapa brangkas di sana
"Kayak nya ngak"ujar Mika berfikir
"Ehh lihat ini"ujar Nana menemukan lantai di sudut ruangan itu ada nama Kanaya dan Denis
"Kayak nya ini tempat rahasia nya"ujar Nana melihat itu
"Lalu kalung ini"ujar Mika bingung mengeluarkan kalung dari leher nya sejak Kanaya memasang kan itu belum pernah Mika melepaskan nya
"Tapi lihat di antara nama mereka ini ada simbol love yg seperti kalung ini apa ini kuncinya"ujar Nana
"Mungkin ada pintu lain"ujar Mika melihat sekeliling dinding nya asli dari tanah seperti nya ruangan rahasia ada beberapa tangga mereka terus menelusuri sampai ke ruangan utama yg sangat kotor
"Sebenarnya ini tempat apa"gumam Mika keheranan melihat ruangan itu yg ternyata hanya tempat kumu mungkin sudah lama tidak di huni ada sofa dan kasur ada kamera dan juga meja dan beberapa foto Kanaya serta laptopnya
"Buka ini"ujar Nana membuka laptopnya semua nya foto Kanaya dan Denis yg terlihat sangat bahagia
"Sepertinya mereka saling mencintai"ujar Mika melihat itu
"Ya bener"ujar Nana tersenyum menutup laptopnya dan mengambil laptop satunya dan membuka nya tapi betapa terkejutnya mereka saat melihat foto banyak orang meninggal yg sangat mengeri kan
"Apaan ini"ujar Mika dan ada video Kanaya yg merekam kasus pembunuhan berantai mereka sangat penasaran akan hal itu
####di
Nana meringkuk di sudut kamar mereka sudah pulang sedang kan Mika duduk di kasur baru saja mereka melihat kejadian mengeri kan Kanaya menyelidiki kasus pembunuhan berantai dan itu sangat mengerikan yg membuat mereka kaget adalah pelaku nya mereka masih tidak menyangka pelaku nya siapa
"Mika dia sangat kejam kita harus bagaimana"ujar Nana sedikit ngeri
"Iya gue tau tapi kita harus tetap melakukan sesuatu Kanaya butuh keadilan "ujar Mika harus melakukan sesuatu
"Baik kita lapor polisi aja ya"ujar Nana cemas jika nanti pelaku melakukan sesuatu
"Ngak lihat jika dia ada beberapa orang dalam"ujar Mika berbaring mereka tidak mungkin melapor polisi karna apa pembunuh itu punya anak buah beberapa polisi beberapa pengacara serta orang penting itu akan mengantar nyawa mereka bukan nya menanggap nya malah mereka akan di bunuh akan hal ini pantas saja pembunuh itu tidak pernah terungkap
###
Denis jalan bersama Selin menemani Selin belanja emang biasa Denis melakukan itu pada Selin bahkan mereka makan bersama jalan bersama karna emang mood Denis sedikit tidak baik ya sudah Denis ikut meski pikiran nya selalu Mika
"Denis gimana bagus ngak"ujar Selin mencocokkan baju nya
"Iya bagus"ujar Denis singkat
__ADS_1
"Ambil aja jika suka kenapa kamu balikin"ujar Denis berjalan lagi melihat Selin meletakkan baju nya lagi
"Kurang suka"ujar Selin tersenyum terus berjalan pada saat mereka memilih tidak sengaja Denis ingin menabrak Mika yg berdiri tidak jauh dari teman nya yg lain Denis terpaku melihat Mika
"Mika"ujar Nana menyengol Mika untuk menoleh dia meneguk ludahnya dengan kasar takut
"Denis"ujar Mika tersenyum kecil lalu menatap Selin ,Mika berjalan mendekat
"Mika kamu mau apa"bisik Nana menahan tangan Mika
"Apa kabar"ujar Mika datar menatap Selin
"Baik"ujar Selin ramah Mika berdecih
"Ngomong-ngomong lho suka ya pakai sepatu olahraga"ujar Mika santai
"Tidak"ujar Selin tersenyum
"Kakak ngapain ayo sini"panggil Mike menoleh lalu tersenyum
"Ehh ada kak Denis juga ternyata sama pacar nya"ujar Mike tersenyum
"Pasti nya ngak dong kan cinta mati tuh sama Mika"ujar Ros lalu tertawa Mika menoleh memberi tatapan tajam
"Mau apa menyingkir"ujar Denis dengan datar
"Oke gue akan pergi dan menyingkir tapi gue butuh jawaban"ujar Mika serius
"Jika lho benar mencintai gue beri gue satu bukti jika lho ngak akan ninggalin gue"ujar Mika serius
"Cih kamu anggap saya tidak terluka atas apa yg kamu lakukan gimana bisa saya mencintai orang yg pernah hancurkan kebahagiaan saya"ujar Denis berdecih
"Ohh ya lho emang ngak mencintai gue"ujar Mika menarik jas Denis menatap mata Denis
"Kata kan jika lho tidak mencintai gue"ujar Mika dengan serius
"Apa sih mau mu"kesal Denis menepis tangan Mika
"Gue hanya ingin dengar karna gue benar tidak sama sekali membunuh Kanaya dan asal lho tau "ujar Mika lalu mengeluarkan kalung nya
"Kanaya yg berikan gue ngak tau alasan nya apa"ujar Mika melihat kan kalung yg dia keluarkan dari saku celananya
"Berikan pada ku"ujar Denis cepat Mika tertawa kecil
"Gue akan beri kan tapi gue mau dengar perasaan lho yg sesungguhnya lho mencintai gue apa tidak "ujar Mika santai
"Ya benar aku benar mencintai mu aku bodoh mencintai wanita licik seperti mu dan bodoh nya aku tidak bisa melupakan mu"ujar Denis dengan tegas Mika tertawa
"Dengar kan udah gue bilang dia itu cinta sama gue"ujar Mika tersenyum lalu memberikan kalung itu
"Gue suka perkataan cinta lho"ujar Mika lalu mencium pipi Denis dengan tersenyum
"Awas kamu"ujar Denis lalu berlalu Mika hanya tersenyum mengejek pada Selin
"Apa yg kamu lakukan Mika"ujar Nana tidak percaya
"Itu hanya palsu sesungguhnya gue ngak pernah melepaskan kalung pemberian Kanaya walau sedetik"ujar Mika tersenyum
"Terus kenapa kamu lakukan tadi di depan Selin lagi "ujar Nana penasaran
"Kanaya tidak sengaja melihat pembunuh itu dan menyelidiki nya yg tidak lain adalah Selin karna Selin tau Kanaya mencari bukti dia membunuh Kanaya seharusnya jika dia takut rahasia nya terbongkar harus membunuh Kanaya seperti korban nya yg lain tapi ini tidak dia melakukan seolah kecelakaan selama gue hidup ngak pernah tuh dengar persahabatan wanita dan pria dan gue yakin jika Selin yg membunuh Kanaya bukan karna takut rahasia nya terbongkar tapi karna dia mencintai Denis lho lihat tatapan dia tadi saat Denis mengatakan cinta dan gue mencium Denis itu membuat gue semakin yakin"ujar Mika dengan serius dia sengaja melakukan itu untuk mengetahui perasaan Selin
"Dan lho tau siapa yg mengirim foto pada Denis yg menuduh gue pembunuh nya itu adalah Selin gue yakin itu paling dia juga yg mengirim pesan suara Denis mencintai gue membuat gue bertengkar bersama Denis"ujar Mika lagi
"Mika kita berhenti saja ini sangat beresiko untuk kita"ujar Nana takut
"Nana gue ngak maksa jika lho mau mundur gue tidak melarang tapi gue tetap pada pendirian gue Denis terjebak oleh Selin gue ngak Mau Denis sampai kenapa-kenapa oleh psikopat itu dan gue akan tetap membantu Denis memberi keadilan pada Kanaya"jelas Mika ya benar rekaman Kanaya yg di lihat mereka adalah soal pembunuh berdarah dingin itu adalah Selin dia lah pelakunya Selin tidak sebaik yg di lihat
__ADS_1