Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 14


__ADS_3

Mika masuk cafe itu mencari wanita yg dia suruh menunggu nya setelah melihat wanita itu Mika duduk lalu meletakkan kacamata yg dia pakai Mika meletakkan amplop coklat itu dan memberikan pada wanita itu yg nampak kebingungan


"Ambil aja"ucap Mika santai


"Dan gue akan kasih lho pekerjaan"ujar Mika serius


"Lho gabung sama gue memberi pria itu pelajaran"ujar Mika lagi


"Maaf kak tapi aku takut pak Dandi memiliki kekuasaan"ucap nya takut


"Jangan khawatir"ujar Mika lalu dia melihat temannya Mika melambaikan tangan


"Siapa nih"tanya mereka berbondong-bondong mengelilingi Mika


"Orang yg ngak sengaja gue tolong"ujar Mika santai


"Wow udah bereaksi nih"ujar wanita itu semangat


"Nah jadi cafe ini milik Mora lho bisa kerja asal lho bantuin gue"ujar Mika lalu berbisik


"Sebenarnya kakak ini siapa sih berani mau ngejebak pak Dandi"ujar nya ragu teman Mika tertawa


"Lihat wajah nya dia itu biang kerok"celetuk Mora


"Sialan lho"kesal Mika menendang kaki Mora


"Etss lho jangan macam-macam gue udah jago"ujar Mora sombong


"Jadi siap bantu"tanya Mika lagi


"Iya kak aku akan bantuin terimakasih banyak bantuan aku nanti aku akan bayar uang nya"ujar nya tersenyum Mika mengusir wanita itu nanti malam mereka akan ketemu


"Kalian masih mau hidup sendiri"tanya Mika serius


"Ya bosen sama keluarga"ujar Mora di angguki mereka semua sebenarnya mereka juga bukan orang biasa hanya saja mereka tidak di perhatikan membuat mereka membentuk dunia sendiri dan mereka membangun cafe untuk kebutuhan mereka teman geng Mika terdiri 7 orang yg paling dekat tapi mereka punya teman geng motor yg banyak ya emang Mika ketua geng nya jadi menciptakan kedamaian di jalan membantai geng motor yg bikin ulah memang Mika suka membuat masalah


"Nanti malam gue kabari rencana nya"ujar Mika berdiri mereka semua memberi jempol dan Mika segera pulang


Mika dan Denis hanya saling pandang bersitatap mengigat apa yg mereka lakukan tadi pagi tapi Mika hanya biasa saja berbeda dengan Denis yg datar memakan kue buatan Arumi


"Waw enak nih"ujar Mika mengambil sepotong dan memakan nya


"Dari mana Mika"tanya Arumi menyediakan minuman dingin pada Denis


"Temu teman mi biasa "ujar Mika tersenyum


"Ehh gue udah putusin rencana kita buat Dini"ujar Mika duduk di samping Denis


"Jika kita menghancurkan karir nya gue yakin Josep Sky itu akan membantu nya seperti kemarin mending gue ikutin rencana lho"ujar Mika mengunyah kue nya


"Iya"ucap Denis datar


"Apa hanya itu doang"ujar Mika


"Setidaknya bilang waw itu bagus Mika kayak gitu kek"kesal Mika melihat reaksi Denis


"Waw itu bagus Mika"ujar Denis datar


"Apaan sih ngak lucu"kesal Mika melihat tingkah Denis


"Emang ada saya ngelucu"geram Denis menatap Mika kenapa Mika kembali menyebalkan


"Ehh kok lho malah sewot sih apa karna kejadian tadi pagi lho mau lebih tidak mau sebatas mencumbu"ujar Mika dengan kesal Denis sampai melirik mami nya


"Jaga ucapan mu"kesal Denis jadi marah lagi


"Udah kenapa kalian bertengkar"ujar Arumi mererai


"Mending Mika lanjut belajar sama mami"ujar Arumi


"Mami akan ajarkan hal yg penting yaitu memasak"ujar Arumi tersenyum

__ADS_1


"Apa masak"ucap Mika melotot


"Mami gue ini banyak uang jika nikah nanti tinggal bayar orang aja ngak perlu masak"ujar Mika membatah


"Mika sebagai istri kamu harus melayani makan suami dari hasil kerja kamu sendiri gimana mau melayani makan nya jika kamu ngak bisa masak"jelas Arumi


"Ngak mi gue ngak suka masak apaan itu mending mami suruh gue beneran genteng dari pada masak"ujar Mika sebal Arumi sampai menganga dengan Mika


"Mika masak itu pekerjaan wanita"ucap Arumi menjelaskan dengan sabar


"Gue ngak mau masak titik"ucap Mika lalu kabur ke lantai atas


"Anak itu"ujar Arumi mengeleng menatap punggung Mika


"Biarin aja mi kan anak orang juga"ucap Denis meneguk minuman nya


"Iya mami ngeri tapi kan ayah nya mau Mika bisa masak"ujar Arumi


"Mika cantik ya"ucap Arumi tersenyum menatap Demis


"Emang kenapa"ujar Denis santai Arumi mengengam tangan Denis


"Denis buka hati mu Kanaya jadi sejarah di hidung mu dia tetap di hati mu kamu butuh masa depan cari wanita yg tepat yg mencintai kamu dan kamu mencintai nya"ujar Arumi serius


"Mika adalah kesempatan mu karna dia istri mu ajak dia bicara batalin perpisahan itu"ucap Arunu lagi


"Mi aku ngak bisa aku masih mencintai Kanaya maafkan aku"ujar Denis pelan


"Ya udah mami ngak mau maksa kamu"ujar Arumi tersenyum mengelus tangan Denis lalu berlalu


"Kanaya hampa rasanya hidup tanpamu kenapa cinta begitu menyakit kan kenapa takdir kejam terhadap ku"gumam Denis pelan menahan rasa sesak di hati nya


####


🌙🌙🌙


Mika menjalankan aksinya dia menemui pria tadi dan meminta maaf bahkan Mika mengajak pria itu ke hotel tentu pria yg mata keranjang itu langsung menerima nya Mika tersenyum sinis check in dan menuju kamar hotel mereka masuk


"Sabar"ujar Mika mendekati nya lalu mendekat kan wajahnya pria itu memejamkan mata menerima ciuman Mika tapi Mika hanya mendekat kan wajahnya


"Aghh"pria itu langsung terjatuh lemas tubuh nya seketika mati rasa Mika tersenyum mematikan meniup jarum suntik nya


"Terlalu mudah"ucap Mika lalu menyeret tangan pria itu membawa nya ke kasur


"Siapa sebenarnya kamu mau apa kamu"ucap nya marah


"Tidak perlu mengigat nama cukup ingat wajah gue biar lho kapok berbuat bejad"ucap Mika menepuk wajah pria itu dan merogoh saku celananya mengambil ponselnya


"Kehancuran lho di mulai"ucap Mika membuka password ponsel itu dengan sidik jari Dandi


"Mau apa kamu lepas aku"ujar nya berusaha bergerak nyata nya tidak bisa karna Mika sudah menyuntikkan obat ke tubuh pria itu Mika tersenyum tipis melihat data perusahaan pria itu dan melihat kan nya pada nya Mika menjebolnya


"Hentikan apa yg kamu lakukan"triak nya Mika tersenyum tipis seperti iblis yg menakutkan wajah cantik itu begitu menyeramkan tubuh yg mulus itu berdiri tegap melihat kan kehancuran pria itu Mika tidak mengenal ampun


"Kamu lihat kan Denis Mika itu wanita seperti apa"ujar Chika menemani Denis di depan kamar hotel itu tadi Adel tidak sengaja mendengar Mika akan datang ke hotel itu makan nya dia menyuruh Chika mengajak Denis ke sana


"Emang kamu masih mau bersama wanita yg sering tidur sembarang pria"ucap Chika tersenyum licik Denis hanya menatap datar kamar itu


"Denis Mika emang kayak gitu dia kan tinggal di tempat yg bebas sudah tentu dia bukan wanita baik baik "ujar Chika terus menjelekkan Mika


"Selamat tinggal"ucap Mika tertawa melempar ponsel itu


"Wanita iblis "murka Dandi Mika hanya menoleh


"Pria seperti lho ngak pantas memiliki kekuasaan karna akan banyak orang yg akan lho tindas"ucap Mika santai melangkah dengan senyum puas itu lah Mika banyak perusahaan hancur karna dia di negara Z Mika sudah banyak yg mengenal nya karna hancur oleh Mika jika ada orang yg berbuat bejad


Saat Mika keluar dari kamar hotel itu tiba-tiba Denis memegang tangan Mika tentu Mika kaget dia menatap Denis serius dan bertanya-tanya kenapa Denis bisa tau dia ke hotel itu tanpa berkata Denis menyeret tangan Mika dengan langkah besar


"Bom akan meledak Mika"ucap Chika tertawa puas


"Apaan sih"kesal Mika menepis tangan Denis

__ADS_1


"Saya ngak mau ya bikin keributan di luar jadi ayo pulang sama saya"ujar Denis datar mengajak Mika masuk mobil


"Lho ngikutin gue"ucap Mika menatap ke depan Denis menyetir dengan datar


"Gue ngak suka ya lho ikut campur masalah gue"ujar Mika dengan kesal tapi Denis hanya diam membuat Mika benar kesal dia diam saja dan mengambil ponsel nya mengirim pesan pada teman nya mengurus semua nya


"Maksud kamu apa melakukan semua nya"ucap Denis saat mereka sampai di kamar mereka berhadapan


"Emang apa yg lho tau apa yg gue lakukan"tanya Mika balik


"Kamu jangan membuat saya marah kamu itu istri saya menangi keluarga ini jangan mengotori nama baik keluarga ini apa kata orang jika tau menantu keluarga ini tidur bersama pria lain"ujar Denis marah Mika memijit kepala nya pusing


"Terserah gue melakukan apa lagian kita hanya nikah kontrak ingat itu"ucap Mika tegas


"Ya kita nikah kontrak justru itu sekarang kamu menjadi istri saya dan menantu jaga sikap terhina mu Mika"ucap Mika tajam


"Tidak usah ikut campur pokos saja pada tujuan"ucap Mika datar


"Heh saya jadi jijik terhadap diri sendiri menerima ciuman kamu yg kotor itu"ujar Denis sinis


"Saya berfikir kamu berbeda dari Dini nyatanya kamu sama saja"ujar Denis sinis


"Lho menikmati nya"ujar Miak mencengkram baju Denis


"Gue ngak peduli apa yg lho pikirkan dan gue ngak peduli lho menilai gue seperti apa tapi lho jangan pernah samakan gue sama wanita tidak tau diri itu lho ngerti"ucap Mika tidak suka


"Nyata nya semua nya benar"ucap Denis menepis tangan Mika


"Udah lah lho ngak perlu tau semua nya lagian gue hanya sebentar di sini dan kita akan pisah"ucap Mika cuek atas apa yg Denis pikir kan


"Hah ya memang semua nya benar tapi saya minta kamu menjaga sikap mu"tajam Denis mengigat kan Mika tersenyum tipis


"Oke gue akan ikutin kata lho berusaha baik dan mempercepat rencana tapi gue ada syarat"ucap Mika


"Gue tau lho jijik kan gue ngak akan bersikap agresif terhadap lho lagi dan pokus pada tujuan kita tapi gue meminta ciuman terakhir kita"ucap Mika santai dia sangat tergoda dengan bibir Denis setiap melihat bibir itu secara alami sedikit memerah


"Cih kamu pikir saya mau kamu habis melakukan nya dan berciuman saya ngak akan sudih menyentuh bibir itu"ujar Denis sinis


"Tidak masalah tapi percayalah lho akan setiap hari merasakan ciuman gue karna gue ngak akan nyerah mendapatkan ciuman itu''ujar Mika santai


"Kamu benar benar sudah salah meminta hal aneh lagi"ucap Denai sinis


"Tidak masalah "ujar Mika santai ingin melangkah


"Tunggu"ucap Denis cepat


"Ini yg terakhir"tanya Denis menyakinkan


"Iya tentu"ucap Mika tersenyum dia tau Denis tidak mau di ganggu terus dengan keagresifan nya tapi Mika sangat ketagihan ciuman lembut Denis


"Ini yg terakhir jadi jangan ganggu saya dengan kenakalan kamu"ujar Denis mendekat Mika tersenyum


"Penuh kesan karna ini yg terakhir"ucap Mika meletakkan tangan nya di bahu Denis saat Denis memeluk pinggang nya


"Dan satu lagi kamu jangan dekat sama saya karna saya tidak suka"ujar Denis datar


"Iya gue ngerti"ucap Mika dan dia menginjak kaki Denis biar tidak ada jarak di antara mereka Denis sedikit mencondongkan kepalanya biar bisa menyentuh bibir Mika perlahan bibir mereka menyatu dengan lembut Denis mengerak kan bibirnya menjamah bibir Mika semakin lama Mika mengerak kan cengkeraman nya di bahu Denis membalas ciuman hangat itu lama mereka melakukan itu saling membalas ciuman sampai mereka berhenti mendengar sesuatu dari jendela Denis menoleh melihat drone di luar jendela Denis menatap Mika


"Ada yg mematai kita"ujar Mika santai mengusap bibir Denis yg basah lalu mencium sudut bibir Denis


"Tidur"ucap Mika menarik tangan Denis mereka berbaring di kasur menarik selimut Mika memeluk Denis bisa mereka dengar drone itu masuk Denis dengan sedikit mengerak kan tangannya menutupi wajah Mika dengan rambut


"Coba intip apa sudah pergi"bisik Denis pelan Mika mengintip drone itu semakin dekat ke arahnya Mika mengerak kan pelukannya dia bertanya mau apa drone itu tapi Mika merasakan aneh di kaki nya badannya terasa lemas dan ngantuk dan tertidur sama seperti Mika Denis merasa hal yg sama mereka tertidur dengan berpelukan setelah itu ada langkah masuk ke kamar mereka


"Aku yakin ini rencana Arumi karna dia tau Mika adalah anak Dini"gumam Gino dia sudah membius Mika dan Denis


"Aku harus cari bukti"ucap Gino lalu mengeledah isi kamar itu biar dia tau pernikahan itu konspirasi


"Sial sial sial tidak ada bukti apa apa"geram Gino mengumpat dia melirik Mika dan Denis yang terlelap dengan berpelukan


"Apa benar ya mereka menikah karna suka"guamm Gino berfikir setelah itu dia pergi Gino tidak tau karna kontrak itu di ucapan bukan di atas kertas jadi dia tidak akan mendapat kan bukti apa apa

__ADS_1


__ADS_2