
"Hei gue serius"ujar Mika kesal memegang wajah Denis dan seketika Denis kembali merasakan jantungnya berdetak dengan cepat Denis memandang Mika dengan wajah datar dan jantung nya seperti habis berlari semakin lama tatapan mereka semakin cepat jantung Denis berdetak
"Denis"ujar Mika menepuk pipi Denis pelan
"Ck mending kamu pergi deh"ujar Denis sebal dia berdiri membuka lemari kumpulan berkas nya untuk mengalihkan jantung nya tapi Mika malah mendekatinya membuat Denis benar sebal di buat nya Mika tidak tau apa jika jantung Denis akan meledak dan Mika sendiri bilang jika Denis harus menghentikan jika akan jatuh cinta pada Mika tapi dengan Mika terus menempel bagaimana bisa Denis melupakan Mika bahkan kian membesar rasa itu semakin Denis menjauhi Mika maka dia akan menyiksa diri, sendiri dan Mika akan semakin dekat pada nya
"Mau kamu apa sih"kesal Denis berbalik menghadap Mika
"Apa sih niat gue baik mau menghibur lho"ujar Mika menatap Denis
"Aku baik baik saja tidak usah khawatir lagian kamu lagi memantau film mu bukan , kamu jangan lalai harus benar menjalan sebuah pekerjaan bukan kelayapan"omel Denis dia benar kesal dengan Mika
"Oke,tapi kenapa lho ngomel"ujar Mika heran
"Tidak penting sekarang cepat pergi aku harus kerja"ujar Denis lagi lalu duduk
"Oke gue pergi"ucap Mika melangkah pergi
"Menyebalkan jika kayak gini yg ada aku ngak bisa melepaskan rasa ini"kesal Denis mengacak rambutnya Mika emang keterlaluan membuat dia jatuh cinta tapi tidak ingin bertanggung jawab malah menyuruh Denis melupakan rasa itu bagaimana mau melupakan jika dia terus menempel pada Denis
###
Karna Gilang sudah melamar Niti jadi keduanya sepakat segera melakukan pernikahan mereka akan mengadakan acara beberapa minggu lagi dan mengudang teman dan saudara Niti dan Gilang datang ke negara X untuk mengudang teman mereka
Denis datang sendiri ke rumah Gilang yg terdengar banyak suara Denis perlahan masuk yg ternyata sudah banyak orang di sana tentu ada Mika dan teman nya yg lain
"Tumben telat ayo ke sini"ujar Gilang tersenyum
"Ada pekerjaan"ujar Denis santai lalu duduk
"Jika tau lho datang kita barang aja"ujar Mika santai
"Sayang mau mengudang mereka semua"tanya Gilang pada Niti
"Iya tapi kayaknya kita melakukan pernikahan di negara Z aja karna mama dan papa mau nya di sana"jelas Niti karna emang mereka belum menyiapkan semua nya
"Oke jadi kami mau kalian semua ikut serta dalam menyiapkan pernikahan kami ya anggap itu semua hadia untuk kami"ujar Gilang tersenyum
"Ya kami sih ikut aja tapi kan kami lagi membuat film mana bisa di tinggal"ujar Ros memberi tau
"Kan ada Alex"ujar Niti cemberut
"Ya benar paling kita 2 minggu gue yakin Alex bisa menangani nya "ujar Mika santai
"Iya deh nanti gue beri tau Alex"ujar Ros tersenyum
"Dan lho bisa kan Denis"tanya Gilang
"Gimana ya aku banyak pekerjaan"ujar Denis karna emang jadwal nya tidak lah sedikit
"Ya ela ini pernikahan sahabat lho masak lho ngak mau sempatin waktu "ujar Gilang sebal
"Aku usahakan deh nanti nya"ujar Denis
"Awas lho ngak datang"ujar Gilang serius
"Dia pasti datang nanti hue bungkus dia"ujar Mika tertawa kecil
"Apaan sih emang aku apaan"ketus Denis kesal
"Jadi nanti kalian berangkat bareng ya"ujar Niti tersenyum
"Iya nanti kami berangkat dua hari lagi"ujar Mika
"Sepakat ya"ujar Gilang tersenyum Denis mengigat jadwal nya sangat banyak seperti nya dia harus lembur untuk pekerjaan nya ke depan
###
Demi menghadiri pernikahan Gilang, Denis lembur selama 2 hari ini dia mengarahkan semua nya dengan Andre.Denis menarik kopernya melihat ada Mika yg duduk seperti menunggu nya ada juga Ros dan Mike
"Kak mau ikut tapi bos ku ngak izinin"ucap Mike cemberut
"Pokus aja dengan pekerjaan nanti gue bilang sama Niti"ujar Mika berdiri
"Ayo tuan Denis "ujar Ros ikut berdiri
"Gue berangkat ya hati hati"ujar Mika tersenyum memeluk Mike dan mengikuti Denis yg memakai pesawat Denis untuk mereka berangkat ke negara Z
"Sudah siap tuan Denis"ujar Pilot menyapa Denis
"Ya"ucap Denis singkat lalu mengambil tempatnya Mika ikut duduk di samping Denis
"Wajahnya capek ya karna harus lembur"ujar Mika meletakkan tangannya di bahu Denis
__ADS_1
"Jangan ganggu aku mau istirahat"ucap Denis lalu berlalu ke tempat istirahat
"Ikut dong di tempat sultan"kekeh Mika mengejar Denis
"Kerjaannya nempel terus sama aku"gumam Denis jengah dengan Mika
"Enak juga ya ikut sultan"ucap Mika tersenyum berbaring di sebelah Denis
"Ngak usah norak"ujar Denis dia ingin memanfaatkan perjalanan nya untuk istirahat biar nanti di negara Z dia bisa terlihat segar
"Gimana mami"tanya Mika serius
"Baik"ujar Denis pelan
"Maaf ya karna mama gue hubungan keluarga lho jadi ngak baik"ujar Mika menatap Denis
"Kamu menyadari mama mu"ujar Denis terkekeh
"Tidak juga sih cuman ya gue ngak bisa membantah takdir jika gue lahir di rahim wanita itu"kesal Mika
"Itu bukan kesalahan Dini ya emang papi ngak bisa mencintai mami lagian mami udah menerima aku hanya ingin pokus dengan keluarga ku dan pekerjaan"ujar Denis menatap Mika
"Gue temenin istirahat ya lho terlihat capek"goda Mika mendekat langsung saja Denis mendorong kepala Mika
"Mesum"ketus Denis lalu memejamkan matanya Mika hanya tersenyum lalu berlalu untuk menemani Ros
Negara Z
"Denis sekalian aja nginap rumah tante gue"ujar Mika saat mereka sampai
"Tidak usah aku nginap di hotel aja"ucap Denis menolak ya emang semakin lama rasa nya semakin besar
"Udah ngak usah ngak enak kayak gitu ayo"ujar Mika menarik tangan Denis menuju mobil yg sudah menunggu nya
"Kita hanya berdua Ros ngak di ajak"tanya Denis melihat Ros masih menunggu di bandara
"Iya nanti ada yg jemput dia"ucap Mika ya emang bakal ada yg menjemput Ros keluarga nya
"Lho pernah ngak ke sini"tanya Mika menatap Denis
"Pernah sih beberapa kali menghadiri pertemuan penting"ujar Denis menatap Mika yg nampak senang
"Lho nanti gue ajak keliling"ucap Mika tersenyum Denis hanya tersenyum kecil senang melihat Mika sangat bahagia
"Wow bawa suami nih"ujar Jesi tertawa
"Bukan tan"ucap Mika tersenyum
"Ya tau lah masak iya seorang Denis Atmajaya harus berjodoh sama cewek kayak kamu"ujar Jesi tertawa
"Tante kenal sama saya"ujar Denis heran membuat Jesi tertawa
"Tentu kenal wajah mu tidak asing bagi tante"ujar Jesi tersenyum
"Ayo silakan masuk"ujar Jesi senang mempersilahkan Denis masuk
"Tan kami akan kama tinggal di sini"ujar Mika berjalan gontai
"Hanya Densi yg boleh kamu tidak boleh"ucap Jesi
"Apaan sih tante ini masak gue yg keponakan ngak boleh mau gue demo nih rumah"ketus Mika dengan kesal
"Mana bisa tante membiarkan kamu tinggal di sini"ujar Jesi
"Apa kamu tau Denis Mika ini sering banget buat tante bolak balik dari kantor polisi ke rumah sakit dia sangat nakal"ujar Jesi sebal
"Ya ela ngak iklas banget sih tante membantu"ujar Mika kesal.
"Membantu itu jika sekali dua kali lah ini kamu ngak ada hitungan membuat ulah nya dan harus tante yg urus"ujar Jesi sebal
"Nyesel deh gue nginap di sini di ceramahin mulu"ujar Mika jengah Jesi segera mencubit lengan Mika dengan keras
"Keluar sana jika tidak mau"ketus Jesi
"Dengan senang hati"ucap Mika tertawa lalu lari ke lantai atas
"Aduh anak itu membuat kepala tante pusing"ujar Jess mengeleng
"Denis kamu bisa istirahat di kamar atas tante mau buat makan malam dulu"ujar Jesi senyum
"Makasih tan maaf merepotkan"ujar Denis sopan lalu menuju lantai atas Denis melihat setiap lengkuk rumah Jesi yg penuh foto Mika beraneka ragam dari Mika umur 5 tahun perkembangan Mika juga ada bahkan ada foto Mika saat di penjara dan juga di rumah sakit
"Kenapa takjub ya"ujar Mika tersenyum menatap Denis
__ADS_1
"Ayo gue tunjukkin kamar lho yg ada lho nyasar dan masuk ke kamar gue enak banget lho nanti ngintip gue"ujar Mika tersenyum Denis menoleh ke arah Mika
"Kamu anak motor"tanya Denis menatap Mika
"Ya gitu deh gue suka banget sama motor gue juara terus saat ada perlombaan balap motor tapi ayah ngak suka "ujar Mika menjelaskan
"Keren sih melihat mu pakai jaket ini"ujar Denis kagum melihat Mika di situ aura Mika terlihat menggoda apa lagi dengan jaket nya Mika emang sangat cantik dan manis
"Pujian itu udah biasa gue dengar"ujar Mika santai
"Sombong"decih Denis melihat wajah Mika yg songong
"Sombong jika ada isi nya mah ngak papa dari pada sombong tapi kosong"ujar Mika santai
"Tetap aja sombong"ujar Denis santai
"Baik lah karna lho tamu gue terima hinaan lho"Mika membuka sebuah kamar
"Sebenar nya kamu itu cantik jika kayak gini"ujar Denis lalu menarik ikat rambut Mika membiarkan rambut Mika terurai lalu Denis menyelip kan rambut nya
"Aku suka"ujar Denis tersenyum lalu masuk ke kamar nya dan menutup pintu
"Dasar Denis"ucap Mika tersenyum lalu berlalu ke kamar nya untuk beristirahat juga
###
Hari ini pertama mereka mengunjungi sebuah gedung yg acara mereka adakan acara nya mereka melihat semua Gilang emang sengaja membuat semua iri lihat saja dia terus memeluk Niti dia tidak tau jika teman nya yg lain tidak membawa pasangan.Nikita mengobrol dengan Ros sesekali Mika bercanda dengan ucapan mereka Niti ada di samping Gilang yg mengobrol bersama Denis
"Kenapa ngak suruh orang tua kamu aja yg ngurus kayak gini"tanya Denis heran kenapa Gilang harus repot
"Gue mau nikah itu acara nya sesuai permintaan gue sama istri gue jadi gue bilang sama mereka biar kami yg hendel"ucap Gilang tersenyum
"Gimana sayang gedung resepsi nya"tanya Gilang mencium tangan Niti
"Bagus besar lagi aku nurut Gilang aja"ujar Niti tersenyum
"Sayang aku juga mau kamu yg pilih"ucap Gilang mengusap tangan Niti dan melirik Denis yg berjalan jalan
"Sayang tanya tanya sama pengurus nya aku mau jenguk Denis"ujar Gilang lalu melangkah mendekati Denis
"Gue lihat ada sesuatu yg lho pikirin"ucap Gilang bersender di dinding putih Denis memasukkan tangannya di saku celana menghembuskan nafasnya kasar
"Aku ngak tau kenapa bisa jatuh cinta sama Mika"ujar Denis menatap Mika dari kejauhan
"What"ucap Gilang menganga
"Kayaknya gue harus rukiyah lho deh suka sama cewek kayak Mika ya ampun Denis"ucap Gilang tidak percaya
"Ahh kamu jangan ledek aku deh"kesal Denis menatap Gilang
"Gue bukan ngeledek Denis tapi ini Mika lho masak iya lho suka sama cewek kayak Mika"ujar Gilang
"Sebelum terlambat lho harus move bro seperti lho bisa melupakan Kanaya"ujar Gilang memegang bahu Denis
"Aku udah coba tapi semakin aku berusaha jauh aku seperti merasakan mengeleng
"Sembarangan kamu bilang"ujar Denis
"Tapi bagus juga sih jika lho jatuh cinta lagi ini kesempatan untuk lho bahagia "ujar Gilang menyemangati
"Ngak semudah itu Mika melarang aku jatuh cinta pada nya entah apa alasannya"ucap Denis lemas
"Ya Eea mana kata kata lho dulu jika tidak ingin berjuang jangan mengenal cinta cih basi lho"ujar Gilang sinis
"Sialan"kesal Denis memukul kepala Gilang membuat Gilang menyengir
"Semangat dong ini demi kebahagiaan lho juga"ujar Gilang lalai memeluk Denis
"Makasih"ucap Denis tersenyum menepuk pundak Gilang mereka emang sangat akur seperti kakak adik
"Gimana sayang suka tempat nya"tanta Gilang melihat Niti
"Iya kita di sini aja melakukan resepsi nya"ucap Niti senang
"Oke mbak kami ambil dia yg bayar semua nya"ujar Gilang menunjuk Denis
"Aku"ucap Denis
"Kamu yg nikah Kenapa aku yg bayar"ujar Denis lagi
"Ya ela gue ini sahabat lho kasih hadia kek jangan pelit banget"ujar Gilang sebal
"Iya iya aku bayar"ucap Denis kesal lalu mengikuti perempuan itu untuk melakukan pembayaran Gilang hanya tersenyum melihat Denis dia tau Denis lagi pusing menata hati nya tapi ya mau gimana jika hati Denis memilih Mika apa boleh buat
__ADS_1