Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 20


__ADS_3

"Berani nya lho menampar sahabat gue"bentak Mika menampar Wilkan


"Gue akan membunuh lho"teriak Mika sudah sangat marah mencekik Wilkan


"Mika aku mohon jangan sakiti Wilkan Mika aku sangat mencintai nya tolong Mika"ucap Widya memeluk kaki Mika dengan menangis Mika terdiam mendengar itu pengakuan cinta dari sahabat nya untuk kekasih nya


"Lepas"ujar Mika melangkah membelakangi Widya


"Keterlaluan sekali lho Widya tega mengkhianati persahabatan kita"ucap Ros menggebu menjambak rambut Widya


"Lepas kamu menyakiti nya"ujar Wilkan mendorong Ros lalu memeluk Widya


"Sejak kapan kalian menjalin hubungan"tanya Mika mengepalkan tangannya


"Maafkan aku Mika aku yg bersalah 3 bulan lalu Wilkan menemui ku mengatakan cinta aku tidak bisa menolak karna aku mencintai nya saat pertama aku bertemu dengan nya maafkan aku Mika sejak itu kami menjalin hubungan dan sering tidur bersama"jelas Widya dengan menangis rasanya Mika ingin berteriak dan mengamuk


"Sialan lho emang harus di beri pelajaran"ucap Nikita ingin menghajar tapi melihat Mika membuat Nikita menghentikan aksinya


"Jadi ini alasan lho Wilkan memberi penghinaan terhadap gue kemarin karna lho udah mencintai wanita lain"ujar Mika pelan


"Ngak seperti itu juga Mika aku mencintaimu tapi Widya tempat aku pulang tempat aku berlabu memberi aku segalanya kamu juga tidak bisa menjaga penampilan memiliki ayah miskin jadi aku akan mempertahankan Widya aku akan menikahi nya kamu jangan menghalangi aku"ujar Wilkan memeluk Widya


"Tidak jangan ngomong kayak gitu"ujar Widya menangkup wajah Wilkan


"Kamu harus menikah dengan Mika yg kita lakukan salah"ucap Widya mengeleng Mika memberi kode pada teman teman nya meraka menarik Wilkan


"Dengar gue ngak butuh belas kasih dari lho"ujar Mika mengcengkram dagu Widya


"Lho bukan sahabat gue lho hanya wanita hina yg tidak sengaja gue kenal gue sangat sangat benci lihat wajah ini gue sangat jijik menatap wajah ini jangan tunjukkan wajah ini di depan gue atau gue benar akan membunuh lho"ucap Mika menghempas kan dagu Widya


"Dan lho Wilkan gue emang mencintai lho tapi gue ngak bisa berada di tempat orang yg ngak bisa menghargai gua lho pikir gue akan memohon belas kasih cinta dari lho cih"ucap Mika sinis


"Jika bukan karna dia gue udah menghancurkan lho"teriak Mika menunjuk Widya


"Ayo kita pergi"ujar Mika melangkah pergi


"Sangat cocok pengkhianatan sama pengkhianatan"ucap Ros mendorong kepala Widya di ikuti yg lain mereka mengikuti Mika , Widya menangis di pelukan Wilkan dia tidak menyangka akan jadi seperti ini


"Mika tunggu"ucap Niti meraih tangan Mika


"Kalian marah marah sama Widya dan Wilkan emang ada apa sih"tanya Niti seketika dia mendapat kan tatapan tajam dari Mika Ros dan Nikita


"Dasar lho bodoh"ujar Nikita menampol kepala Niti


"Aww ihh Nikita sakit tau"ujar Niti cemberut mengelus kepalanya


"Pantas aja lho cuman diam ternyata ngak paham yg terjadi"ujar Ros mengeleng dengan tingkah Niti


"Udah yuk temani gue lagi patah hati"ujar Mika lalu berlalu


Kali ini Mika lampiaskan perasaannya pada alkohol Mika tidak biasa mabuk tapi mereka sering habiskan di tempat itu bersama teman temannya Mika sangat terluka atas pengkhianatan Widya bukan kehilangan Wilkan karna menurut Mika jika Wilkan meninggalkan nya ya terserah dia akan move on dan mencari yg lain tapi sahabat Mika sendiri yg berkhianat Mika mana bisa mencari teman yg lain


"Padahal ya gue sudah mencintai Wilkan tapi dia tega sekali berselingkuh dengan sahabat gue"racau Mika mulai mabuk


"Gue benci mereka berdua"teriak Mika frutasi


"Ya ela baru beberapa gelas udah tele aja nih anak"ucap Ros mengeleng


"Emang keterlaluan banget Widya tega dia mengkhianati kita semua"ujar Nikita geram dengan Widya


"Rasanya gue mau membunuh mereka"ujar Mika berdiri dengan sempoyongan


"Antar Mika pulang yuk"ucap Ros berdiri bersama temannya


Setelah mengantar Nikita dan Niti Ros mengantat Mika pulang karna tadi mereka berangkat menggunakan satu mobil Mika sudah sangat mabuk tidak sadar meracau segala hal membuat Ros pusing Ros menekan bel Apartemen Selly tidak lama Selly keluar


"Aduh ma gue pusing sama kelakuan anak mama ini mana berat lagi"ujar Ros kewalahan sahabat Mika emang memanggil Selly dengan sebutan mama karna emang mereka sangat dekat

__ADS_1


"Mika kok sampai mabuk Ros ada apa"tanya Selly heran dia segera memampa Mika


"Nanti dia akan cerita ma gue pulang dulu udah malam"ujar Ros lalu menutup pintu karna udah makan Ros harus buru buru pulang


"Kamu kenapa Mika"ucap Selly membaringkan Mika yg sudah tertidur Selly mengambil handuk basah lalu mengompres tubuh Mika


###


☀️☀️☀️


"Gue rindu bibir seksi ini"ucap Mika memegang wajah Denis


"Apaan sih "tepis Denis,Mika dengan gesit menahan Denis yg akan pergi


"Ehh tunggu gue ngak akan nyerah sebelum mendapatkan ciuman panas"kekeh Mika


"Terserah"ujar Denis melangkah Mika berdirir di depan Denis lalu memegang tengkuk Denis berusaha mencium Denis


"Nih anak kenapa sih"ucap Selly memegang tangan Mika yg memegang tengkuknya ingin mencium nya ternyata Mika hanya bermimpi minta cium sama Denis


"Kemari gue rindu bibir lho"ujar Mika dengan mata terpejam memucung kan bibirnya ingin mencium Selly


Bugh


"Aww"pekik Mika membuka mata menahan bibirnya yg di pukul Selly


"Ngak ada pria lain apa yg mau mencium mu sampai kamu mau mencium mama"ujar Selly tidak percaya


"Aghh ternyata hanya mimpi"ucap Mika frutasi Selly hanya mengeleng pelan


"Ahh mama hiks hiks anak lho patah hati"ujar Mika menangis bombai memeluk perut Selly


"Kenapa hah "ucap Selly mengelus kepala Mika yg menangis kecil


"Wilkan sialan itu tega sekali mengkhianati gue ma sama Widya lagi"geram Mika memukul kasur


"Ya ampun kasihan sekali anak gadis mama gagal nikah"ujar Selly tersenyum mencubit pipi Mika


"Mana ada mama ketawa mama hanya geli masak iya seorang Mika bisa patah hati emang ada ya yg berani"kekeh Selly menatap Mika


"Benaran ma lagi patah hati"ucap Mika memeluk Selly lagi


"Jangan datang lagi cinta karna aku bisa gila"ucap Mika bernyanyi Selly semakin terkekeh membuat Mika semakin kesal


####


Denis tidak sengaja melihat surat cerai nya sudah 3 bulan berlalu dan mereka resmi bercerai ada yg mengusik hati Denis yg tidak mampu Denis ungkapkan Denis tidak bisa pokus bekerja karna Mika.Denis menyimpan surat itu lalu dia pergi berusaha menemui Mike di kantor tempat Mike bekerja


"Udah istirahat"tanya Denis datar Mike menoleh dan tersenyum


"Udah kenapa kak"tanya Mike penasaran tidak biasanya Denis menemuinya


"Ngak papa mau ajak kamu makan aja"ujar Denis datar


"Ya udah aku beresin dulu"ucap Mika merapikan meja nya dan mengambil tas nya mereka berjalan pelan


"Emm Mike"ucap Denis pelan membuat Mika yg berjalan di samping nya menoleh


"Ada kabar mengenai Mika"tanya Denis pelan


"Kak Denis rindu ya"ujar Mike menggoda


"Tidak"ucap Denis dingin


"Oke oke"ucap Mike dia lupa jika di depan nya ini Denis yg menakutkan


"Jika kabar kak Mika sih ngak ada kak karna biasanya emang kayak gini kak Mika jika merindukan aku dia akan telpon sangat susah menghubungi nya aku aja ya kak jika rindu sama dia harus beri tau tante Jesi dulu nanti biar tante Jesi nemuin kak Mika karna kak Mika orang yg sangat sibuk''jelas Mike lalu masuk mobil Denis segera Denis melaju kan mobil nya

__ADS_1


"Emang kamu jarang telponan sama dia"tanya Denis lagi


"Ngak pernah kak emang kayak gitu kak Mika itu emang kayak gitu susah di hubungi"ujar Mike


"Kak Denis kok tumben sekali ajak aku makan tanya soal kak Mika lagi jika ngak rindu lalu apa"ujar Mike cengengesan


"Bosen aja biasa aja lagi ngak ada kerjaan"ucap Denis padahal di kantor lagi banyak pekerjaan nya


"Jika kak Denis rindu datang aja ke negara Z kak"ucap Mike tersenyum


"Sudah saya katakan jika saya tidak rindu"ucap Denis datar Mike hanya meneguk ludahnya takut dengan Denis dia menyesal menerima ajakan Denis tadi yg nyatanya membuat dia ketakutan


Setelah makan Denis mengantarkan Mike lagi ke kantor nya meski hanya sedikit info tentang Mika yg Denis ketahui tapi Denis tidak ingin memaksa Mike dia harus pokus pada pekerjaan nya sebelum nya, Denis membuka kan pintu buat Mike


"Mike terimakasih buat hari ini"ucap Denis datar Mike hanya tersenyum kecil


"Sebenarnya kak jika rindu juga ngak papa kak Mika emang orang yg membuat kita selalu merindu"ujar Mike


"Ehh hanya becanda"ujar Mike takut melihat ekspresi Denis


"Kamu telat kembali nya Mike"sentak Farul menatap Denis tajam Denis menoleh


"Emang nya kenapa jika telat"ucap Denis dingin mengcengkram kemeja Farul


"Dia karyawan saya telat sedikit saya tidak suka jika ada karyawan saya telat"ucap Farul memegang tangan Denis saling menatap tajam


"Pak saya belum telat"ujar Mike membela diri


"Jam saya kamu telat tiga detik yg benar itu jam saya"tegas Farul menoleh Mike melotot kan mata nya yg benar saja emang setiap jam orang itu berbeda ada yg 5 menit atau pun detik nya tapi masak iya Mika harus tepat di jam Farul


"Kamu itu memancing emosi saya kamu tidak tau siapa saya"ujar Denis datar memang keduanya memiliki masalah Faful yg emang kasae terhadap wanita tidak sengaja di kagumi Kanaya karna gagal nya tapi Farul malah mendorong nya sampai terluka membuat keduanya jadi musuh


"Saya tau tuan Denis Atmajaya tapi saya tidak pernah kenal takut sama sekali"ucap Farul tidak takut


"Kak Denis udah kak"ujar Mike menarik Denis yg nampak kesal begitu pun Farul


"Saya harus balik kantor lain kali kamu ngundurin diri aja bekerja di perusahaan kecil ini tidak bermakna untuk hidup mu"ucap Denis pada Mike


"Apa kamu bilang perusahaan kecil"ujar Farul emosi ingin memukul Denis


"Pak udah pak"ucap Mike memeluk Farul untuk menjauh Denis hanya menatap Farul sinis lalu masuk mobil dan pergi


"Kamu ngapain meluk saya jika kamu meluk dia"kesal Farul tapi dia deg degan di peluk oleh Mika hanya saja rasa cemburu mengusik hati nya


"Saya tidak bermaksud pak hanya mau halangin bapak untuk ribut sama kak Denis"ujar Mike menjelaskan


"Kakak"ucap Farul makin kesal dia tidak rela Mike memanggil siapa pun dengan sebutan kakak karna bagi Farul kata kakak itu spesial hanya untuk dirinya


"Pak Farul ini habis makan sambal apa marah mulu perasaan kak Vani ngak kayak gini juga"ujar Mike pelan tapi mampu di dengar oleh Farul


"Maka kamu selesaikan pekerjaan dan kamu harus lembur"ujar Farul lalu pergi


"Ya ampun pak Farul itu galak amat"ujar Mike ngeri sendiri


"Tidak tau kah kamu jika aku cemburu"kesal Farul lalu duduk di kursinya Farul tersenyum lalu mengirim pesan pada Vani Farul segera mengganti penampilan nya menjadi Farel karna dengan jadi Farel Farul bisa leluasan dekat dengan Mike jika Mike bisa menyamar kenapa Farul tidak bisa


"Hai Rel dari mana baru balik"ujar Mike tersenyum melihat Farrel


"Udah dari tadi kali cuman ke toilet aja"ujar Farel lalu duduk karna meja nya dan meja Mike bersebelahan


"Aku lihat tadi tuan Denis mengajak mu makan siang"tanya Farel menyelidik


"Iya dia nanya nanya soal kak Mika nanti aku akan kenalin ketemu sama kak Mika tapi dia ngak tau kapan ke sini nya"ucap Mike tersenyum


"Lanjut kerja dari pada nanti kita di omel pak Farul kejam itu"celetuk Mike pokus pada komputer nya Farul tidak menyangka Mike menganggap nya kejam


"Perhatian semua nya karna pak Farul ada urusan jadi saya yg akan gantikan pak Farul sementara waktu"ujar Vani memberi pengumuman

__ADS_1


"Emang pak Farul kemana bu karna tadi aku baru lihat dia"ujar Mike heran


"Ada urusan mendadak"ujar Vani tersenyum lalu menuju ruangannya Mike hanya manggut-manggut mengerti


__ADS_2