
Mika di bawa Denis pulang ke rumah karna dia tidak mengerti kenapa Mika sampai pingsan Dini dan Gino juga mengikuti Denis awal nya Arumi heran dengan kedatangan Dini tapi melihat Mika membuat Arumi mengerti pasti telah terjadi sesuatu Arumi menghubungi Josep karna Mika pingsan.Dini sangat panik yg terjadi pada Mika dia cemas jika Mika kenapa -napa Dini mengelus kepala Mika jika di benar khawatir Mike menjelaskan pada mama nya jika kakak nya sering seperti itu jika kelewat emosi tapi Dini cemas karna Gino menampar nya
"Ada apa dengan Mika"ujar Josep masuk melihat Mika yg terbaring
"Kakak sangat marah ayah dia tadi juga menemui ku mengatakan jika mama adalah mama kandung kami tapi aku kan udah tau dan kakak marah karna dia merasa di bohongi dia menemui mama Dini tapi dia malah pingsan"jelas Mike pada ayahnya
"Udah lah Dini jangan kayak gitu"ucap Josep santai melihat Dini menangis
"Harusnya kamu mengambil hati Mika bukan malah kayak gini kamu tau anak kamu satu ini sangat keras kepala lihat aku yamin kamu tidak dapat cinta nya seperti kamu dapat kan dari Mike"ujar Josep santai
"Apa kamu hanya santai tenang seperti ini"ujar Dini berdiri Josep hanya mengangkat bahu nya acuh
"Aku ngak peduli mau Mika membenci aku mau membunuh ku tapi sekarang buat dia sadar Josep"geram Dini melihat Josep biasa saja
"Ya ela Dini orang hanya pingsan"ujar Josep santai
"Lihat dia Josep"geram Dini menarik Josep untuk melihat wajah Mika yg merah serta ada membiru karna kebentur meja
"Ehh kamu ngapain mukul anak saya"kesal Josep mencengkram baju Denis
"Bukan aku"ujar Denis cepat
"Dia yg menampar anak mu"kesal Dini menunjuk Gino
"Tuan Gino Atmajaya anak saya memang bandel sangat bandel tapi selama 24 tahun dia hidup saya tidak pernah memukul nya sama sekali jangan anda pikir saya takut pada anda saya bisa memotong tangan anda berani mengangkat tangan anda pada anak saya"tegas Josep menatap Gino tajam
"Dia yg kurang ajar berani berteriak seperti itu pada Dini"kesal Gino
"Ehh kamu yg membuat dia membenci Dini karna kamu yg dulu memaksa Dini untuk pergi"tegas Josep kesal ingin menonjok Gino
"Ayah udah ayah"ujar Mike menenangkan
"Lihat pipi kakak mu merah kayak gitu"kesal Josep mengelus pipi Mika
"Apa kita ngak panggil dokter Josep aku cemas"ucap Dini cemas menyentuh bahu Josep biar Josep menoleh
"Apa kamu sangat merindukan belaian mantan suami mu"kesal Gino
"Cukup Gino"tegas Dini
"Dia itu anak ku kamu bukan nya nerima nya malah memukul nya dan Josep itu ayah nya "ucap Dini hilang kesabaran
"Semua nya gara gara kamu"ujar Dini kesal
"Mama jangan marah terus ya, kak Mika akan baik baik saja"ujar Mike mengelus bahu Dini menenangkan
"Ngapain kalian di sini"ucap Mika tersadar
"Mika kamu tidak apa apa"ucap Dini meraih tangan Mika
"Pergi lho bukan ibu gue"teriak Mika mendorong Dini
"Ehh kamu mau kembali ke dalam perut nya atau ke kembali jadi gen ayah"ujar Josep menamplok kepala Mika
"Gue ngak terima ayah dia ninggalin kami sampai harus punya ibu tiri kejam seperti Tara apa dia tau saat gue di pukul saat ayah pergi bagaimana gue dan Mike menderita karna dia tinggal kan lebih memilih pria ini"kesal Mika mengeluarkan emosi nya
"Kak semua nya bukan kesalahan mama kenapa kakak nyalahin mama kayak gitu "ujar Mike menatap Mika
"Ya ya bukan kesalahan nya tapi kesalahan dia kan "teriak Mika menunjuk Gino
"Cukup Mika"sentak Josep
"Ngak mau"tantang Mika emosi Josep menahan amarahnya
"Ingat ya tuan Josep Sky anda hanya memiliki satu anak yaitu Mike Josep Sky"ucap Mika penuh amarahnya
"Terserah pada mu Mika kamu tidak bisa mengubah jika Dini adalah ibu kandung mu"ujar Josep sudah tau berdebat dengan Mika hanya akan membuat dia naik darah
"Ya pergi saja gue ngak butuh kalian semua"ujar Mika marah membuang wajahnya tidak ingin menatap keluarga nya
"Arumi titip Mika"ucap Josep serius
"Nanti saja kakak mu butuh waktu"ujar Josep melihat Mike ingin berbicara
"Kakak aku berharap kakak bisa memaafkan mama dia baik kak"ujar Mike mengigit bibirnya takut pada Mika tapi Mika tidak bicara lagi
"Ayo biarkan Mika merenung"ujar Josep mengajak Dini dan Mike keluar
"Jaga Mika"ucap Arumi pada Denis lalu ikut keluar bersama Gino
"Udah lihat kan watak Mika seperti apa"ujar josep pada Dini mereka menuju keluar
"Josep apa yg harus aku lakukan biar Mika bisa menerima ku"ujar Dini memelas menatap Josep
"Dini ini bukan urusan soal ayah dan cinta aku bisa bantu apa lagi soal pekerjaan tapi ini soal hubungan anak dan ibu hanya kamu dan Mika yg bisa"ucap Josep serius
__ADS_1
"Dini itu kenapa aku menyuruhmu melepaskan Gino hubungan kalian itu tidak wajar aku tidak memaksa mu hanya saja Mika paling benci pada orang pengkhianat"ucap Josep menjelaskan
"Ehh kamu jangan ikut campur soal hubungan kami"ucap Gino tajam pada Josep
"Keputusan ada di tangan mu Dini orang yg mencintai mu tau apa yg akan membuat mu bahagia bukan memisahkan kebahagiaan kamu membentuk kebahagiaan tersendiri itu bukan cinta tapi obsesi"ucap Josep tersenyum lalu berlalu
"Mama ayo pulang"ujar Mike tersenyum lalu melangkah bersama Dini
"Gue mau cerai dan gue mau balik ke negara Z sesak gue ada di sini"ucap Mika tanpa menatap Denis yg duduk di dekat nya
"Tapi tugas kita belum selesai kamu harus selesai kan dulu apa tujuan kita di jodohkan"ucap Denis serius
"Gue mau secepatnya pergi tega mereka melakukan ini semua"geram Mika menatap Denis
"Sepertinya saya ngerti kenapa kita di jodohkan"ucap Denis serius
"Saya akan memakai kamu untuk tujuan kita tercapai"ujar Denis lagi
"Maksud lho"ucap Mika serius
"Dari kamu pingsan sampai pertengkaran tadi saya bisa lihat di mata Dini cinta nya begitu besar pada mu mungkin itu kenapa ayah menikah kan kita supaya kamu bisa bilang pada Dini untuk melepas kan papi"ujar Denis
"Saya yakin dia sangat menyayangi kamu"ujar Denis serius
"Tapi gue sangat membenci nya"ujar Mika frutasi dengan masalah nya
"Apa kamu merindu kan nya marah pada nya supaya dia lebih memperhatikan mu sesungguhnya kamu merindu kan nya"ujar denis santai
"Heh ngak lihat di mata gue penuh kebencian"kesal Mika bisa bisa nya Denis mengatakan itu
"Pokus pada tujuan kita"ujar Denis serius
"Baik lah"ujar Mika tersenyum merentang kan tangan ingin memeluk Denis
"Ngak ada kemarin apa yg terjadi kamu mencium saya tapi malah saya yg di pukul mami padahal kamu yg maksa"ujar Denis berdiri
"Ya udah tapi jangan kangen lho saat gue tinggal nanti"ujar Mika tersenyum
"Sakit sekali tamparan nya"ujar Mika baru merasakan wajahnya terasa sakit
"Biar saya obati karna itu juga papi saya yg memukul"ujar Denis berdiri mengambil kotak obat Mika bersender di kepala ranjang melihat Denis mengambil kompres dan menyentuh pipi Mika yg merah Denis menatap mata Mika yg menatap nya
"Woi ngapain bengong"ujar Mika mengagetkan Denis yg dalam menatap nya
"Saya ngerti saya juga punya orang yg di cinta"ucap Denis pelan
"Kanaya itu ya"ujar Mika meringis
"Iya"ucap Denis meniup pipi Mika
"Lupakan saja"ujar Denis lagi
"Rencana kita selanjutnya apa"tanya Denis mengompres pipi Mika
"Gue sih mau karirnya Dini hancur dulu"ujar Mika serius
"Apa tidak kamu tukar saja maksud saya kamu buat perjanjian pada Dini jika dia mau bersama kamu dia harus memilih antara papi atau kamu"ujar Denis
"Enak saja ngak ngak gue ngak sudih nerima dia"ucap Mika cepat emang cara itu simpel tapi Mika tidak mau jika dia harus menerima Dini
"Terserah kamu saja"ucap Denis santai kembali mencuri pandang Mika yg memikirkan rencana nya
###
🌙🌙🌙
Belum hilang kekesalan Mika atas apa yg terjadi hari ini malah di tambah dengan kekesalan nya Chika ikut makan malam bersama nya dan dia terus terusan membangga kan dirinya jika sukses menjadi model tidak lupa Adel ikut serta Arumi yg sangat baik itu hanya memuji Chika hanya Mika yg biasa saja
"Lihat prestasi sudah kelihatan lah kamu apa prestasi nya Mika"tanya Gino yg memang tidak suka dengan Mika
"Gampang saja pi prestasi gue adalah menaklukkan Denis di ranjang opss sorry ke ceplosan ada orang asing jadi tau deh"ujar Mika santai
"Jangan aneh aneh"bisik Denis geram dengan Mika
"Nanti ya sayang setelah makan jika mau minta akan gue puasain"ujar Mika mengusap rahang Denis
"Apaan sih"kesal Denis
"Mika benar benar sengaja pasti membuat aku merasa panas"guman Chika geram
"Mau gue suapin sayang"ujar Mika tersenyum
"Tidak usah"ujar Denis cepat
"Gimana kabar Ethan "tanya Arumi basa basi
__ADS_1
"Baik tan kak Ethan bekerja dengan baik dan dia juga akan ikut ayah menjalankan film layar lebar nya ayah akan memberikan jabatan kak Ethan produser filmnya"jelas Chika tersenyum
"Waw keren ya"ucap Mika santai
"Tapi masih keren gue nanti gue beri kejutan deh"ujar Mika tersenyum
"Emang kamu kerja apa"tanya Gino serius
"CEO "ucap Mika
"Maksud nya Istri CEO tampan"ucap Mika menoel hidung Denis dan tertawa Arumi menggeleng pelan kelakuan Mika dia tau lagi memanasi Chika sikap Chika membuat semua orang tau jika dia menyukai Denis
"Ya benar sayang beri aku kecupan"ucap Denis berfikir akan menggoda Mika
Cup
"Mau lagi"ucap Mika mencium bibir Denis sekilas membuat Denis kelagapan dia mau menggoda Mika malah dia yg jadi gugup Mika ini tidak ada rasa malu
"Ehh kenapa kamu malu"ujar Mika tersenyum ingin mencium Denis lagi membuat Denis waspada
"Udah cukup udah cukup"ujar Denis meneguk air putih Mika hanya tersenyum
"Lho ngak tau sehebat apa drama gue"bisik Mika menyeringai
"Ya saya lupa jika kamu anak dari artis terkenal Dini"bisik Denis lagi
"Jangan buat gue kesal menyebutkan nama Dini kurang ajar itu"kesal Mika
"Jaga ucapan mu Mika"ujar Gino membuat Mika benar kesal
"Lihat saja Dini akan memilih gue dan dia akan ninggalin lho"ujar Mika santai lalu berlalu
"Aku selesai"ucap Denis lalu mengejar Mika
"Jangan marah mas Mika masih kesal"ujar Arumi tapi Gino terlanjur marah dia meninggalkan Arumi
"Hhmm seperti nya om Gino benci sama Mika aku bisa memerlukan nya nanti"batin Chika tersenyum kecil
"Kita lanjut makan aja "ujar Adel mereka melanjutkan makan nya
"Apa ya rencana kita"ucap Mika berfikir mereka berbaring di taman dengan berlawan hanya wajah mereka bersebelahan tubuh mereka
Seperti ini anggap aja Denis dan Mika dengan suasana malam
"Saya sih masih oke pada rencana kamu harus memanfaatkan hubungan ini"ujar Denis menatap langit
"Itu berat buat gue lihat aja papi lho nyebelin banget"ucap Mika kesal
"Tidak apa jangan di pikirin"ujar Denis menoleh ke arah Mika
"Jika kita membongkar hubungan mereka yg ada akan berdampak pada perusahaan"ujar Mika bingung lalu menoleh ke samping bibir Denis menyentuh sedikit kening Mika mata mereka bertemu Mika memegang kepala Denis lalu mencium bibir Denis dengan lama mereka lakukan di sana mereka tidak sadar banyak mata menatap mereka
"Aku berharap Mika bisa memberi warna pada kehidupan Denis"gumam Arumi melihat di atas balkon
"Awas Mika"gumam Chika mengepalkan tangannya
Mika tersenyum mengusap bibir Denis yg basah Denis hanya menatap mata Mika yg tersenyum pada nya entah lah Denis bingung dengan tingkah Mika yg agresif terhadap nya tapi mampu membuat jantung Denis berirama
"Apa kamu menyukai saya"tanya Denis serius
"Tidak"ucap Mika santai
"Lalu kenapa kamu suka sekali mencium saya apa kamu sering mencium pria"tanya Denis serius tanpa merubah mimik wajahnya
"Gue tinggal di tempat yg bebas tapi bukan berarti gue sembarangan gue berciuman ya jika dengan kekasih gue aja"ujar Mika menatap Denis
"Lalu saya"ujar Denis penasaran
"Jika kekasih gue cium kenapa suami gue abaikan lagian hanya sebatas berciuman"ucap Mika mencium sudut bibir Denis
"Saya duluan"ujar Denis menghindar Mika terkekeh pelan
"Kita belum selesai Denis"ujar Mika tersenyum memejamkan matanya mengelus kepala Denis
"Sampai kapan udah malam"ujar Denis ingin mengangkat tangannya menyentuh kepala Mika tapi dia urungkan
"Kita butuh ketenangan biar mendapatkan ide"ucap Mika tanpa membuka matanya Denis menghembuskan nafasnya kasar membuat Mika membuka matanya
"Lho menggoda gue ya menghembuskan nafas kayak gitu"ujar Mika serius
"Tidak"ucap Denis cepat memang Denis tidak bermaksud seperti itu
"Asal kamu tau ya saya tidak suka terlalu dekat kayak gini tapi kamu selalu nempel"ketus Denis beranjak lalu meninggalkan Mika padahal tadi Denis ingin rileks saja tapi Mika membuat nya kesal mengatakan hal seperti itu baper sekali Denis ini
__ADS_1