Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 23


__ADS_3

"Apa mama Selly tau ya hubungan papi sama Dini karna dulu dia itu bekerja di perusahaan Sky entertainment"bisik Mika pada Denis


"Jika itu benar mungkin tapi bukan kah hubungan mereka sangat rahasia jika mama mu tau hubungan itu tentu dia cukup dekat dengan papi maupun Dini"bisik Denis di benarkan oleh Mika dia jadi penasaran sejauh apa Selly mengenal Dini dan Gino Mika kira Selly tidak punya hubungan dengan Dini tapi Mika jadi penasaran kebenaran nya


"Kenapa berbisik"tanya Selly curiga Mika hanya cengesan lalu memeluk leher Denis


"Emang suka ma"ujar Mika tersenyum menatap Denis memberi kode


"Ya ngak gitu juga kamu bisa membunuh ku"ujar Denis merapat kan gigi agar Selly tidak mendengar


"Apa kamu tau Denis kalian berdua itu cocok kamu pria pertama yg Mika kenal kan ya meski Mika pacaran mama ngak pernah ketemu langsung paling menyapa di ponsel dan melihat di ponsel pacar nya Mika"ujar Selly tersenyum


"Kami hanya teman ma ngak lebih"ujar Mika meneguk jus nya


"Ya tan jangan berharap lebih"ucap Denis lahap memakan kue nya


"Kamu suka Denis"tanya Selly menatap Denis


"Aku suka sejenis kue tan mami sering buat kan"ucap Denis malu karna kebanyakan dia menghabiskan kue nya


"Aku balik dulu"ujar Denis meneguk minumannya


"Ya udah hati hati"ujar Mika santai


"Tan aku balik"ujar Denis pamit lalu dia pergi Mika tidak mengantar Denis ke depan dia malah mengeluarkan ponselnya


"Seperti nya Denis pria baik sopan lagi tidak lupa dia tampan banget"ujar Selly menyenggol bahu Mika


"Jika mama suka gue bisa jodohin mama sama dia"celetuk Mika santai


"Mama kan perawan tua hahaha"ujar Mika tertawa membuat Selly kesal Mika selalu meledeknya


"Dari pada kamu gagal nikah"kesal Selly


"Gue mau pokus dulu ma sama pekerjaan gua dan Denis itu tidak saling akur lagian gue ngak suka Denis terlalu lelet berfikir sedang kan gue mau punya pasangan yg sepemikiran sama gue"ujar Mika santai


"Hati hati cinta bisa datang tiba-tiba"ujar Selly tersenyum lalu membereskan kue nya


"Gue ngak akan tertarik sama Denis meski dia tampan tapi gue ngak akan jatuh cinta sama cowok kayak Denis yg lembek"teriak Mika supaya Selly mendengar nya


"Kita lihat nanti"ujar Selly santai dia tidak tau takdir tapi Selly akan selalu mendukung kebahagiaan Mika


####


🌙🌙🌙


Arumi menunggu Gino pulang semenjak Dini memutuskan hubungan mereka Gino jadi merajalela dia menyakiti Arumi memukul dalam segi apapun dia akan menyakiti Arumi dan Arumi hanya mampu menahan sakit dia bertahan demi anak anak nya.Gino jadi kelayapan di usia yg menua harusnya dia menghabiskan waktunya bersama keluarga tapi karna sakit hati di putus kan Dini Gino tambah menjadi jadi


"Mas ayo makan aku udah butkan makan malam"ujar Arumi tersenyum melihat Gino pulang


"Makan saja sendiri"ketus Gino berlalu Arumi tidak menyerah membuat suaminya jatuh cinta dia mengejar Gino


"Mas"panggil Arumi


"Ada apa sih"bentak Gino marah


"Setidaknya makan dulu nanti mas sakit"ujar Arumi lembut


"Kamu menyingkir karna aku muak melihat wajah mu"ujar Gino marah


"Mas apa kurang aku pada mu sampai kamu sangat membenciku "ujar Arumi bertanya untuk kesekian kali nya bertanya kekurangan nya sebagai istri sampai Gino tidak bisa berbuat baik pada nya


"Masih juga bertanya"ujar Gino menarik rambut Arumi


"Karna aku tidak sedikit pun mencintai mu seumur hidup dan sepanjang hidup aku hanya mencintai Dini kamu mengerti"ujar Gino mendorong Arumi sampai terjatuh


"Ini tidak adil"teriak Arumi kehabisan kesabaran


"26 tahun aku menjadi istri mu hanya ada kekerasan yg kamu berikan pada ku tidak bisa kah kamu baik pada ku hanya sekedar sandiwara hah "teriak Arumi tidak bisa menahan amarahnya selama ini dia cukup bersabar


"Aku hanya baik hanya karna orang tua kita sekarang mereka tidak ada lagi jadi buat apa aku baik pada mu lakukan kamu mau apa hah"ujar Gino memegang dagu Arumi


"Lepas sudah cukup semua ini"ujar Arumi mendorong Gino kesal


"Berani kamu pada ku"ujar Gino lalu memegang tangan Arumi


Plak plak plak plak


"Mas hentikan"teriak Arumi di tampar habis habisan Gino melempar Arumi ke kasur lalu di dibatas perut Arumi memegang tangan Arumi


Plak plak plak plak


"Mas hentikan"ujar Arumi menjerit di pukul oleh Gino tanpa perasaan dia hanya mampu berteriak di pukul suaminya


###

__ADS_1


☀️☀️☀️


Denis bersiap akan ke kantor mengancing kan kemejanya mengenakan dasi nya Denis memakai jam tangan dan jas nya sangat sempurna Denis duduk di kasur memakai sepatu penampilan nya tidak di ragu kan dengan kulit putih wajah yg tegas serta tubuh yg kekar Denis mengambil tas kerja nya lau menuju meja makan tapi kosong


"Tumben mami ngak buat sarapan"gumam Denis heran


"Bi bibik"panggil Denis pada pembantu


"Iya den kenapa"ujar nya lari kecil


"Mami tidak buat sarapan"tanya Denis memang untuk masak hanya Arumi yg masak dia tidak membiarkan pembantu memasak


"Apa mami sakit"gumam Denis meletakkan tas nya lalu menuju kamar mami nya Denis tanpa mengetuk langsung masuk karna rasa cemas


Ckelk


"Mami ada apa mi kenapa wajah mami lebam"tanya Denis melihat Arumi berbaring wajahnya lembam ada juga bengkak


"Mami ngak papa Denis"ujar Arumi pelan Denis menoleh melihat Gino baru keluar dari ruang ganti dengan santai Denis berjalan pelan ke arah papi nya


"Papi apa kan mami"tanya Denis mengepalkan tangannya


"Papi hanya memukul nya"ujar Gino santai menuju meja rias


"Apa maksud papi"teriak Denis mencekram baju papi nya


"Dia sudah berani pada papi jadi papi hanya memberi nya pelajaran"ujar Gino menepis tangan Denis


"Lihat wajah mami pi sampai kayak gitu apa papi pikir mami hanya pemuas nafsu papi aja papi pikir mami tidak ada perasaan memukul nya kayak itu dia itu istri papi"ujar Denis menahan amarahnya Arumi hanya memejamkan mata biarkan Denis meluapkan amarahnya jika di halangin maka Denis akan marah tanpa ada batas


"Jika iya kenapa hah "ujar Gino marah


"Dia hanya memenuhi kebutuhan papi ngak lebih dia pantas mendapatkan itu semua"ujar Gino menunjuk Arumi


Bugh


"Papi keterlaluan"teriak Denis memukul papi nya


"Udah cukup ya papi lakukan papi selalu menyakiti mami tanpa perasaan"teriak Denis marah


"Dasar anak tidak tau diri"ujar Gino


Bugh bugh


"Denis henti kan"ujar Arumi menarik tangan Denis yg sangat marah


"Kamu itu tidak ada apa apa Denis tanpa perusahaan yg papi beri kan"ujar Gino dengan angkuh


"Cukup"ujar Arumi mempertegas


"Aku capek mas menyikapi sikap mu capek mas mau keputusan ku kan baik jika seperti itu aku minta kita pisah karna bagian perusahaan properti itu milik keluarga ku maka aku akan ambil"ujar Arumi tegas memang benar bisnis Atmajaya itu terdiri dari tambang emas dan bagian properti karna Gino menikah dengan Arumi makan nya bisnis properti keluarga Arumi di berikan pada Gino


"Baik jika begitu aku akan urus perpisahan kita"ujar Gino sinis Denis setuju itu dia mengajak mami nya pergi karna Dennis tidak ingin mami nya menderita lagi


"Aku janji akan menjaga mami"ujar Dneis mengengam tangan mami nya membuat Arumi meneteskan air mata nya haru pada Denis


"Woi pada ngapain"ujar Mika tiba-tiba datang dia ingin menjenguk Denis tapi Mika terdiam melihat Arumi dan Denis yg sedikit memar di wajahnya


"Kamu ngapain"ujar Denis datar


"Aduh wajah tampan kekaguman gue terluka"ujar Mika menangkup wajah Denis


"Apaan sih"ketus Denis menepis tangan Mika


"Ayo mi"ajak Denis menuju mobil


"Ikut dong"ujar Mika dan langsung masuk mobil


"Kalian mau kemana"tanya Mika duduk di kursi belakang


"Mika kami mau pergi mungkin salah satu rumah properti yg Denis jalani akan kami tempati"ujar Arumi


"Makan waktu mi gimana sementara waktu mami dan Dene,is tinggal di rumah gue aja"ujar Mika tersenyum


"Ngak"ucap Denis melaju kan mobilnya


"Ngak usah gengsi kayak gitu dong kita kan teman "ujar Mika memajukan wajahnya ke arah Denis


"Minggir"ujar Denis mendorong kepala Mika


"Denis benar kata Mika rumah yg akan kita tempati juga belum siap kan jadi kita tinggal di rumah Mika aja dulu nanti baru kamu siap kan rumah nya"ujar Arumi memegang tangan Denis


"Ita mi"ucap Denis melaju kan mobilnya pikiran Denis sangat kacau saat ini yg penting Denis harus menjaga mami nya dengan baik saat ini Denis tidak peduli yg lain


"Ma ada tamu"panggil Mika masuk ke rumah nya

__ADS_1


"Lho kemana sih pagi-pagi kelayapan"ujar Ros mendekat dan menyapa Denis dan Arumi


"Apa penting gue kasih tau"ujar Mika acuh


"Dasar lho menyebalkan"kesal Ros


"Ya tuhan kenapa engkau tempat kan gue di tempat orang datar dan menyebalkan"ujar Ros frutasi


"Lebay lho"ujar Mika sinis lalu tersenyum melihat Selly


"Ma Denis datang bawa mami nya buat melamar mama"goda Mika cengesan


"Hah"Selly menganga


"Becanda pengen ya di lamar"ujar Mika lalu tertawa membuat dia dapat pukulan dari Selly


"Dasar anak tidak ada sopan santun"ucap Selly kesal lalu mendekati Denis dan Arumi


"Kamu kayak"ujar Arumi mengingat Selly


"Apa kita pernah ketemu"ujar Arumi pada Selly


"Tidak saya tinggal di negara Z baru balik ke sini sama Mika"ujar Selly gugup dia takut Arumi mengenali nya sebagai mantan pacar Josep


"Mami mari gue bantu kompres"ujar Mika membawa mangkuk berisi air dan handuk kecil


"Biar aku"ujar Denis mengambil ahil


"Ehh yg ambil itu gue jadi biar gue aja"ucap Mika mengambil nya lagi


"Dia siapa"tanya Denis


"Mami lho"jawab Mika


"Udah tau masih ngeyel"ketus Denis lalu mengajak mami nya duduk


"Kenapa mami ngak bilang sama aku jika kayak gini"ujar Denis mulai menyentuh wajah mami nya yg menyalahkan dirinya sendiri kenapa sampai Denis tidak tau ada kekerasan terhadap mami nya


"Denis mami tidak ingin membuat kamu semakin banyak pikiran mami bisa mengatasi ini semua tapi kesabaran mami sudah habis"ujar Arumi pelan


"Benar mi yg mami lakukan benar kita tidak bisa hidup bersama orang yg tidak bisa menghargai kita"ujar Mika serius Mika bisa menebak apa yg terjadi


"Mami jangan khawatir biar aku nanti urus semua nya"ujar Denis datar


"Wajah mu juga terluka mami bisa sendiri, minta di obati sama Mika luka kamu"ujar Arumi mengambil ahli handuk di tangan Denis


"Aku ini seorang pria mi ini hanya luka kecil"ujar Denis berdiri


"Mami sementara di sini aja aku pergi dulu ada urusan"ujar Denis lalu berlalu


"Denis tunggu"ujar Arumi tapi Denis tetap melangkah pergi Arumi menghembuskan nafasnya pelan


"Mami di pukul papi ya"tanya Mika sudah di samping Arumi


"Ya mami pikir gampang meraih cinta papi nyata nya mami gagal selama ini udah cukup semua nya bahkan semenjak Dini memutuskan hubungan sama papi dia semakin kasar pada mami"jelas Arumi Mika segera memeluk Arumi


"Mi jangan kata kan dengan mama Selly jika gue anak ayah"bisik Mika meski bingung Arumi akan penuhi tapi Arumi mengingat sesuatu


"Kamu mantan pacar nya Josep"ujar Arumi menatap Selly


"T.... tidak"ujar Selly gugup


"Mungkin mami salah lihat karna saat mami masuk ke ruangan Josep mami lihat foto mirip wanita ini saat muda"jelas Arumi baru ingat


"Mungkin mirip"tepis Selly lalu berdiri


"Mika mama buat kan minum dulu"ujar Selly lalu pergi


"Berarti selama ini Dini masih menjalin hubungan sama Gino "gumam Selly menebak dia segera membuat minuman


"Keterlaluan sekali papi memukul mami"kesal Mika dia benar hilang kesabaran mendengar cerita Arumi


"Selama ini mami bertahan karna cinta dan anak anak tapi mami menyerah tidak bisa mendapatkan cinta suami mami"ujar Arumi meneteskan air nya


"Udah mi air mata mami terlalu berharga untuk orang seperti Gino sialan itu"kesal Mika mengusap air mata Arumi


"Hah ya kamu benar mami harus pokos untuk kebahagiaan anak anak mami"ujar Arumi menghembuskan nafas nya kasar


"Mi panggil dokter aja ya gue takut nanti makin parah wajah mami bengkak kayak gini"ujar Mika cemas


"Terimakasih Mika tapi benar mami baik baik saja hanya butuh istirahat"ujar Arumi tersenyum menatap Mika


"Ya udah mami istirahat di kamar mama Selly aja karna kamar ini udah di pakai semua"ujar Mika membantu Arumi ke kamar Selly


"Terimakasih banyak Mika"ujar Arumi tersenyum mengelus kepala Mika ternyata Mika sangat perhatian Arumi senang lihat Mika seperti itu tidak seburuk yg di pikirkan

__ADS_1


__ADS_2