
Mika di rawat di rumah sakit polisi segera menghubungi keluarga Mika memberi tau . Keadaan Mika baik baik saja dia hanya di beri obat bius obat tidur itu kenapa dia belum sadar polisi menceritakan penemuan para jasad termasuk pada Denis dan kabar yg menimpa Nana karna Nana tidak punya saudara lagi Denis menghormati Nana terakhir kali nya akhirnya Denis yg mengurus pemakaman Nana
Dini mengengam tangan Mika dengan perasaan cemas memikirkan Mika anak nya ini tidak tau saja jika Mika keluar rumah hati Dini selalu di landa kegelisahan dan rasa cemas .Dini memejam kan mata nya karna belum istirahat Mike dan yg lain menghadiri pemakaman Nana
"Lho ngapain gengam tangan gue"lirih Mika pelan Dini menatap Mika dengan tersenyum
"Syukur nak kamu sudah sadar"ujar Dini mencium tangan Mika
"Lepas gue ngak sudih dekat lho"ujar Mika kesal lalu dia teringat
"Nana"ujar Mika tersadar
"Pagi ini Nana di makamkan "ujar Dini menjelaskan
"Tidak"ujar Mika duduk segera melepaskan infus nya
"Mika tunggu"ujar Dini tapi Mika sudah lari
Mika lari memasuki TPU itu Dini menemani Mika dari jauh Mika melihat orang sudah sepi dengan pakaian hitam Mika mempercepat lari nya dan menerobos mendapatkan nama Nana di papan nisan itu
"Nana"triak Mika langsung lemas Mika mencakar tanah gundukan itu
"Mika tenang"ujar Dini menenangkan Mika
"Lihat dia"triak Mika menunjuk makam itu
"Iya mama tau mama tau tapi kamu tenang Nana sudah tenang"ujar dini menjelaskan
"Tidak ini tidak mungkin"ujar Mika mengeleng
"Na bangun"ujar Mika mencakar tanah itu lagi Dini segera memeluk Mika
"Kamu sabar Mika ini udah takdir"ujar Dini pelan mengelus kepala Mika untuk pertama kali nya Mika membalas pelukan Dini menangis sesenggukan
"Emang ku akui Mika jika soal sahabat sangat mengutamakan sahabat nya"ujar Vani yg ikut hadir dalam pemakaman itu
"Kak Mika hanya butuh waktu"ujar Fatur mengusap bahu Mike yg ikut menangis.Mika menyadari sesuatu dia melirik ke samping makam ada nama Kanaya lalu Mika menatap ada Selin
"Ini semua gara gara lho dasar wanita biadap wanita licik "teriak Mika mencekik Selin
"Mika apa yg kamu lakukan"ujar Denis mererai
"Gue akan membunuh lho membunuh yg udah membunuh orang tidak bersalah membunuh Nana membunuh Kanaya membunuh semua orang"triak Mika tidak menghentikan cekikikan nya dia sudah sangat emosi Denis menarik tangan Mika
"Hentikan Mika jangan menyalahkan Selin seharusnya kamu kemana kamu hah sampai kamu di temukan bersama Nana"ujar Denis jadi kesal dengan tingkah Mika
"Karna dia"teriak Mika frutasi
"Kak udah ayo kita pulang Nana udah tenang"ujar Mike memohon pada kakaknya lalu memeluk Mika dengan erat
"Nana, karna gue semua nya dia udah ngak mau melanjutkan ini semua"lirih Mika memeluk Mike dia jadi menyesal padahal Nana udah mengingat kan ingin berhenti tapi karna keras kepala Mika semua nya terjadi
Mika melamun di kamar nya mengingat semua yg terjadi polisi meminta penjelasan tapi Mika tidak merespon dia hanya menunjuk kan wajah datar nya karna di minta polisi membantu bicara pada Mika jadi Denis berusaha bicara pada Mika
"Mika polisi ingin bertanya kamu jawab apa yg mereka tanya kenapa kamu jadi kayak gini"ujar Denis seketika Mika menatap Denis
"Lho mau tau pembunuh Kanaya lho mau tau semua melakukan ini semua dan lho mau tau siapa pembunuh berantai itu tidak lain adalah sahabat lho sendiri Selin"ujar Mika berdiri
"Jaga ucapan mu Mika Selin itu ngak mungkin melakukan itu semua kamu ini malah ngaur dan menuduh nya"ujar Denis kesal lagi
"Gue benar semua nya"teriak Mika
"Kalian mau bukti oke"ujar Mika
"Ikut gue"ujar Mika dengan geram lalu berlalu bersama polisi dan Denis menuju restoran ingin masuk ke ruangan rahasia Kanaya tapi Mika tercengang saat sampai restoran itu sudah jadi abu habis terbakar
__ADS_1
"Denis kenapa di sini"ujar Selin melihat kedatangan Mika dan yg lain Selin tau Mika akan datang menunjuk kan bukti nya tapi Selin lebih cerdik dia membakar restoran nya agar Mika tidak bisa mengenal tempat itu meski tempat itu masih ada tapi sudah kebakar dia tidak bisa menemukan ruangan itu
"Ngak tau nih Mika yg ajak"ujar Denis keheranan
"Restoran ku habis kebakar semalam karna kelalaian karyawan ku"ujar Selin sedih
"Sabar ya"ujar Denis menyemangati sedang kan Mika hanya tengah menatap Selin penuh amara
''Nona Mika di mana bukti nya"tanya polisi
"Bukti apa"tanya Selin seakan mengejek Mika
"Mungkin gue yg sudah gila pak"ujar Mika menahan amarahnya
"Otak gue udah pecah"ujar Mika pelan penuh kelirihan lalu ada sebuah mobil berhenti lalu keluar lah Josep mendekat
"Permisi pak"ujar Josep dengan wajah tegas nya melihat ayah nya Mika berlinang air mata seakan mengaduh pada ayah nya betapa Mika sangat kacau sekarang Ini Josep mendekat lalu memeluk Mika
"Gue sangat keras kepala"lirih Mika menangis sesenggukan
"Baru sadar"kekeh Josep mencium kepala Mika
"Ayah jahat "lirih Mika memukul punggung Josep dengan kasar Dini berniat menghubungi Jesi tau tentang Jesi dari Mike jadi Dini menghubungi Jesi mengatakan yg terjadi dari pertama Mika masuk penjara awal nya Josep santai menanggapi nya karna Josep berada di negara Z tapi saat Dini menelpon Mika hilang Josep langsung meluncur merasa cemas dengan Mika saat datang langsung menanyakan Mika awal nya mereka terkejut tapi mereka tetap memberi tau keberadaan Mika
"Sstt putri tertua Josep ngak kayak gini dia tangguh dan kuat"ujar Josep mengusap air mata Mika
"Pak saya mohon jangan pertanyaan kan lagi masalah ini pada anak saya dia butuh waktu nanti setelah merasa Mika sudah membaik dia akan saya tanya kan dan beri tau bapak"ujar Josep
"Kami pulang"ujar Josep lagi meski merasa kurang puas polisi melepaskan Mika karna memang Mika terlihat sangat kacau dan Selin hanya tersenyum puas rencananya berjalan dengan lancar
🚘🚘🚘
Perjalanan pulang Mika hanya menatap jendela keluar seperti nya Mika menyadari jika Selin bukan orang biasa Selin ngak bisa di remeh kan dan Selin sangat berbahaya Josep sekali melirik Mika yg bengong
"Mika menghadapi musuh tidak hanya dengan kekuatan tapi otak "ujar Josep pokus menyetir
"Ayo ikut ayah"ujar Josep lalu keluar dari mobil di ikuti Mika mereka duduk di bangku taman
"Sebenarnya apa yg terjadi"tanya Josep serius
"Apa lho percaya"ujar Mika acuh
"Kamu lupa aku ini ayah mu"ujar Josep santai
"Seorang ayah selalu mendukung anak-anak nya dengan percaya pada anak nya"ujar Josep lagi Mika menghembuskan nafasnya kasar lalu menceritakan awal dia di jebloskan Denis ke penjara sampai ketemu sama Nana dan kejadian kemarin dan juga soal ruangan rahasia itu
"Nana udah mengigat kan gue jika itu sangat berbahaya tapi gue tetap kekeh ingin menyeret Selin ke penjara karna bukti yg ada gue terlalu egois keras kepala dan sombong meremehkan kekuatan Selin "ujar Mika menatap kedepan
"Mika benar kata Nana kamu jangan ikut campur masalah ini biar kan yg lalu berlalu kamu pokus pada kehidupan mu "ujar Josep mengerti masalah nya
"Gue cemas pada Denis ayah kalian ngak ngerti jika Denis terjebak wanita ini bagaimana"ujar Mika cepat
"Denis bukan pria sembarangan Mika udah banyak yg di lalui dia akan baik baik saja bukti tidak di temukan karna Selin menutupi nya"ujar Josep
"Kamu ngak boleh lagi ikut campur masalah itu"ujar Josep serius Mika menganguk dan memeluk ayah nya dengan erat
Setelah bicara dengan ayah nya Mika sedikit lega Josep juga menceritakan kenapa dia bisa tiba-tiba hilang Mika mengerti jika itu semua ulah Tara tapi Mika senang Jika Josep akan segera menceraikan Tara.Setelah sampai rumah Mika senang melihat Selly ada di rumah Selly di paksa Jesi untuk ikut meski Selly engan ikut masih tegas pada pendirian nya
"Mama Selly"ujar Mika tersenyum lebar memeluk Selly
"Lepas"ujar Selly mendorong Mika
"Saat aku melihat mu rasanya aku ingin membunuh mu jika aku punya senjata aku langsung membunuh mu karna tidak suka pada mu"ujar Selly masih geram pada Mika
"Selly jaga kata kata mu bicara pada anak ku"ujar Josep datar
__ADS_1
"Kenapa ngak suka"cibir Selly sebal
"Ngak papa yah gue ke kamar dulu"ujar Mika lalu berlalu
"Kamu keterlaluan Selly"ujar Josep kesal
"Aku tidak pernah suka dengan kamu dan anak anak mu apa lagi Mika aku akan membunuh nya"ujar Selly lalu pergi Josep hanya menghembuskan nafasnya kasar
"Udah Josep paling Selly becanda"ujar Dini menenangkan Josep
"Makasih sudah jaga anak-anak" ucap Josep tersenyum Dini hanya memberi senyuman nya
"Jangan khawatir mereka anak-anak ku maka aku akan menjaga mereka sepenuh hati ku"ujar Dini tersenyum
Satu minggu sejak kejadian itu keadaan mulai membaik Mika juga mengikuti kata kata ayah nya tidak ingin ikut campur lagi masalah itu bukan takut tapi takut nanti akan ada korban lagi Mika tidak mau ada korban karna dia lagi Mika tidak ingin itu terjadi lagi dia lebih pokus pada perusahaan nya karna ayah nya juga sudah kembali setelah satu hari kedatangan ayah nya Josep mengajak Mika ke perusahaan nya mengatakan sangat bangga pada Mika karna bisa menggantikan nya apa lagi bisa menghendel perusahaan nya tentu itu mengundang rasa benci Ethan semakin besar, soal Selly juga dia menginap di apartemen sebenarnya Selly ingin pulang ke negara Z cuman Jesi bilang tetap di sana nanti saat Jesi menyuruh nya pulang maka Selly akan pulang Selly hanya menghargai kebaikan Jesi pada nya
Mika lagi jalan bersama Alex dan Ros mencari inspirasi tentang proyek mereka lagi Mika ngotot ingin membuat film lagi meski Ros mengatakan baru beberapa bulan film mereka selesai dan harus istirahat tapi Mika ngotot ingin membuat lagi untuk mengalihkan pikirannya dari Denis karna sejak kejadian itu Mika jadi kepikiran sama Denis sepi tanpa Denis jadi karna itu Mika menyibukkan diri
"Enak duduk di sini cari inspirasi"ucap Mika duduk di bangku depan nya danau Mika ingat tempat ini Denis pernah mengajak nya
"Inspirasi apaan harus nya otak kita itu istirahat"ujar Ros
"Banyak bacod lho"ujar Mika kesal dari tadi Ros selalu ngerocos hal yg membuat Mika kesal
"Salah lagi salah lagi"ujar Ros jengah
"Beliin gue minum sana"ucap Mika sebal
"Iya gue beliin"ujar Ros berdiri dan pergi
"Lex temanin sana biar cepat"ujar Mika
"Baik nona"ujar Alec lalu melangkah mengikuti Ros
"Bagus nya bikin film apa ya"gumam Mika menatap ke depan
"Wih udah baik nih"ujar Selin tiba-tiba datang Mika menoleh tidak ada rasa takut sama sekali sama Selin malah amara tengah Mika pendam untuk Selin bisa kapan saja bisa meledak
"Gimana udah kenal sama aku Mika"ujar Selin tersenyum tapi Mika acuh saja karna jika dia meladeni Selin yg ada dia akan ribut
"Eh aku bicara pada mu"ujar Selin mencengkram dagu Mika
"Lepasin gue"ujar Mika menepis tangan Selin
"Dengar kamu jauh- jauh dari kehidupan Denis karna Denis hanya milik ku dan satu lagi jangan ikut campur masalah ku yg ada aku akan memberi mu pelajaran"ancam Selin
"Jika gue ngak mau lho mau apa"tantang Mika kebiasaan nya Selin menatap Mika tajam menjambak Mika
"Aku akan membuat kamu tau lagi berhadapan dengan siapa"ujar Selin lalu mendorong Mika seketika Mika menatap Selin berusaha menebak Selin mau nya apa
"Selin"panggil Denis dari jauh berlari mendekat
"Denis aku tadi menghampiri Mika tapi dia marah ingin mendorong ku tapi aku menahannya tapi dia malah terjatuh"ujar Selin sedih Mika segera berdiri
"Mika cukup memperlakukan Selin kayak gitu mau sampai kapan kamu menuduh Selin hal yg tidak tidak"ujar Denis datar
"Lho tau jika gue bertindak apa ada nya"ucap Mika santai
"Aku benar kecewa sama kamu ya Mika tega kamu berbuat seperti ini hentikan kamu nyakitin Selin dia ngak salah"ujar Denis sudah muak lalu merangkul Selin pergi dari sana
"Denis"panggil Mika
"Berhenti aku berharap kita tidak saling mengenal lupakan soal cinta ku pada mu karna aku akan mengubah rasa cinta ku jadi benci"ujar Denis datar lalu melanjutkan langkahnya Mika terdiam menatap Denis ada rasa perih di hati nya
"Lho mewek"ujar Ros melihat Mika
__ADS_1
"Hah ngak"ujar Mika tidak semangat lalu duduk mengambil minuman kaleng yg ada pada Ros dan membukanya meneguk nya
"Kenapa ya hati gue sakit banget Denis bilang kayak gitu apa lagi dia merangkul Selin apa gue benar cinta sama Denis aghh perih banget kenapa hubungan gue sama Denis jadi kacau kayak gini"batin Mika frutasi meneguk terus minuman nya dia jadi tidak pokus apa tujuan nya datang ke sana tadi dia jadi kepikiran Denis lagi