
Gilang menghentikan mobilnya karna lampu merah sambil menunggu mobil jalan Gilang menyalah kan musik di mobilnya melihat ponselnya yg dia pasang foto Niti mereka di paksa berpisah bukan karna tidak di restui orang tua melainkan tidak di restui sahabat aneh bukan itu lah Mika bisa melakukan apa saja yg dia mau Gilang meletakkan ponselnya lagi dan tidak sengaja melihat sosok gadis yg duduk memakan coklat di pinggir jalan Gilang menoleh sekali lagi dan benar yg di lihat itu Niti benar nyata
Pin pin
Karna mobil terus memaksa maju jadi Gilang melanjutkan mobil nya mencari tempat parkir yg pas setelah itu Gilang keluar dari mobil Gilang mengintip sudah lama dia tidak ketemu Niti dan sangat merindukan nya rasanya Gilang akan menculik nya tapi pertanyaannya kenapa Niti ada di sini sendiri lagi negara itu terasa asing bagi nya
"Dek mau uang"ucap Gilang menyapa seseorang yg lewat
"Mau om"ujar nya menatap Gilang
"Lihat gadis itu"ujar Gilang menunjuk Niti
"Tanya dia kenapa di sini dan dengan siapa"ujar Gilang lalu mengeluarkan uang nya anak itu segera mendekati Niti tapi tidak lama ada Nikita yg mendekat mengagal kan rencana Gilang
"Siapa"tanya Nikita pada anak itu melihat itu anak itu segera kabur
"Balik ke hotel yuk"ajak Nikita berjalan Niti mengikuti saja Nikita lagi ada urusan keluarga jadi Niti mau ikut melihat Mika jadi lah mereka sama sama meluncur dan mereka baru sampai
"Niti ingat Mika tadi berpesan jangan keluar hotel karna gue harus urus masalah gue "ucap Nikita melirik jam nya
"Emang aku anak kecil aku tau harus apa"ucap niti santai Nikita mencibir
"Awas lho bikik kami susah"ujar Nikita naik taksi
"Harus ikut nih mumpung Mika tidak ada"ujar Gilang tersenyum mengikuti mereka
"Niti gue pergi dulu ya"ujar Nikita buru buru
"Iya tapi besok kita ketemu Mika kan"tanya Niti di iyakan Nikita
"Iya tapi nanti Mika masih sibuk"ujar Nikita lalu pamit pergi
"Ini kesempatan gue"ujar Gilang menyelinap karna ada bel jadi Niti membuka pintu tapi Gilang membekap mulut Niti memberi nya obat bius Gilang melihat sekitar sepi dia segera mengajak Niti masuk
"Aman"ucap Gilang senang membaringkan Niti
"Lihat dia kayak orang tua saja "gerutu Gilang melihat alat pelacak di ponsel Niti, Mika emang menjaga teman teman nya dengan baik Mika tipe orang yg mementingkan persahabatan
"Semakin lama kamu semakin cantik sayang"ujar Gilang membelai wajah Niti
"Akhirnya kita ketemu apa kamu tau aku sangat merindukanmu"ucap Gilang mencium kening Niti dengan lembut
"Sial padahal ngak niat tapi melihat bibir ini gue banar tersiksa"gumam Gilang mengumpat segera Gilang mencium bibir Niti yg sudah dia rindukan karna emang masih rasa rindu Gilang semakin intim dia malah mencumbui Niti penuh kerinduan Gilang sudah hilang akal dia menyentuh Niti lagi tanpa seizin Niti
"Dia sama saja"gumam Gilang menahan tubuhnya dia mengatur nafasnya tubuhnya sudah basah dari keringat tapi Gilang belum mau memisahkan tubuh mereka karna dia belum mencapai setelah melakukan sendiri akhirnya Gilang menyembur kan cairan nya Gilang bertekun menatap Niti
"Maafkan aku sayang"bisik Gilang mencium lagi bibir Niti masih rindu dengan wanita yg dia cintai
###
Hari ini Mika terlihat santai dia meninjau tempat lokasi syuting dia sendiri yg memeriksa nya dan Denis juga menyempatkan ikut hadir ya emang mau lihat lebih detail soal film nya Mika.Denis memasukkan tangannya di saku celana menatap Mika yg serius melihat monitor hasil dari artis yg syuting tapi tiba-tiba Mika mengankat tangan membuat Ros menghentikan akting artis nya
"Kita ini menjalan kan film layar lebar bukan film biasa usahakan dengan baik akting nya gue kurang puas"ujar Mika datar
"Mika jangan resah "ujar Ros protes
"Sutradara nya gue jadi jika gue bilang kurang puas ya harus di ulang"kesal Mika,Ros hanya diam ambil aman nya jadi lah mereka mengulang lagi
"Gimana sih stop"ucap Mika berdiri
"Denis ayo "panggil Mika serius Denis mendekat
"Seperti ini emosional nya harus masuk ke jalan cerita"ujar Mika membuat Denis menghadap nya Mika mengubah mimik wajahnya mengambil peran wanita tegas
"Kita harus putus aku ngak bisa seperti ini aku mau melanjutkan pendidikan ku jika kamu tidak setuju dan mencintai ku kamu tunggu aku"ujar Mika menatap Denis
"Ya di jawab Denis "kesal Mika melihat Denis hanya diam
"Ehh emang aku baca jalan cerita nya"ujar Denis kesal Mika sangat berani marah pada nya di depan banyak orang
"Jadi jalan cerita nya kita itu sepasang kekasih dan gue akan melanjutkan pendidikan tapi lho nolak karna ngak mau pisah karna sangat mencintai gue apa lho ngerti"ujar Mika dengan sebal
"Oke"ujar Denis mengerti
"Sayang aku ngak mau pisah sama kamu aku sangat mencintai mu"ucap Denis menatap mata Mika
"Sungguh"ujar Mika serius dia terbawa suasana
"Iya sayang jangan tinggalkan aku"ujar Denis mendekat mencium tangan Mika
"Hhm hhm"dehem Ros membuat Mika kelagapan
"Nah seperti itu harus seakan itu nyata itu yg gue mau"ujar Mika memalingkan wajahnya
"Gimana"ujar Denis bertanya
__ADS_1
"Kayak nya lho pantas deh jadi artis sangat berbakat"puji Mika tersenyum
"Iya sih aku pernah di ajarkan oleh Kanaya dia kan seorang model dia juga pernah main film tapi cuman figuran"jelas Denis
"Benarkah "ujar Mika duduk Denis duduk di sebelah Mika
"Aku merasa ya mereka itu kurang siap kelihatan dari wajah mereka tertekan mungkin tertekan memiliki bos kayak kamu"ujar Denis santai
"Wah sialan lho ngeledek gue"kesal Mika memukul bahu Denis
"Emang kenyataan nya"ujar Denis mengankat bahunya lalu Denis pokus pada akting artis nya lagi tapi tangan kedua nya tidak sengaja bersentuh Denis menatap bersama Mika mata mereka kembali bertemu dengan lama
"Mika"ucap Niti memeluk leher Mika membuat Mika kaget
"Duh mulai lagi kan "gumam Denis menyentuh dadanya yg terasa akan meledak
"Kok ke sini"ujar Mika tersenyum menatap Niti
"Mau lihat sosok sutradara hebat dan termuda"kekeh Niti tersenyum
"Bisa aja"ujar Mika tersenyum
"Ohh Denis kenalin ini Nikita dan ini Niti"ujar Mika mengenal kan Denis berdiri menatap Niti seperti menilai Niti
"Niti"ujar Niti menjabat tangan Denis
"Gilang udah cerita ya"ucap Mika menatap Denis
"Ahh iya"ucap Denis melepaskan tangannya
"Gilang"ulang Niti heran
"Saya sahabat nya Gilang"ucap Denis
"Ohh pantas tampan nya sama hehe"ujar Niti cengesan
"Aku merasa heran deh Gilang sang raja wanita kok malah tergila gila sama Niti hanya heran aja gitu"ujar Denis masih bertanya membuat Gilang cinta mati itu di mana perasaan Denis Niti wanita biasa aja padahal Gilang pernah menjalin hubungan sama wanita yg paling cantik bahkan ada yg paling cantik dari Mika
"Ahh masak sih"ujar Niti malu malu
"Awas lho berani nemuin dia gue hajar"kesal Mika
"Ros lihat Mika "ujar Niti memeluk Ros mengaduh
"Udah lah emang benar Gilang ngak pantas dan lho lupakan saja"ujar Ros tersenyum
"Kami masih beberapa hari di sini "ujar Nikita
"Ya sayang banget gue lagi banyak pekerjaan ngak bisa ajak kalian jalan"ucap Mika menyesal
"Gua ajak Mike aja mau"ujar Mika memberi saran
"Ngak usah lah kami di sini aja lihatay film nya "ucap Nikita
"Mika aku balik kantor ya"ujar Denis melirik jam nya dia sangat sibuk
"Baik tapi Denis nanti malam ikut kami ya "ucap Mika tersenyum
"Nanti gue kasih kabar oke"ujar Mika lagi
"Baik lah"ujar Denis setuju lalu pamit pergi
"Denis ganteng banget aduh meleleh hati gue"ujar Nikita terpesona
"Hati hati itu milik Mika seorang"goda Ros cekikikan
"Sialan lho"kesal Mika menendang kaki Ros mereka kembali pokus pada pekerjaan Niti dan Nikita hanya ikut menonton
Denis menatap Gilang yg senyum terus menerus meski Denis mengusir nya karna banyak pekerjaan tapi Gilang tetap di sana seakan dia menunjuk kan pada Denis jika dia sangat bahagia Denis jadi penasaran apa yg membuat Gilang seperti itu
"Kamu kenapa sih aneh banget di usir ngak mau pergi"kesal Denis menatap Gilang
"Ahh rasanya Niti itu sama saja masih kayak sempit gitu gue makin mencintai nya"ujar Gilang tersenyum membayangkan hal semalam
"Apa, jangan bilang semalam kamu ya ampun Gilang"ujar Denis tidak percaya
"Kenapa sih "ujar Gilang sebal
"Ya habis nya kamu gila ya "ujar Denis tidak habis pikir
"Persetan dengan nyawa gue jika gue udah kepincut sama dia mau gimana lagi gua sangay rindu sampai ngak bisa menahan nya tidak melakukan nya"ucap Gilang santai
"Kamu benar gila ya jika Niti hamil gimana"ujar Denis pusing
"Ya tinggal nikahin aja gampang kan"ujar Gilang santai
__ADS_1
"Terserah lah kamu itu selalu ngak mau dengarin aku"ujar Denis pusing pokus ke laptop nya lagi
###
🌙🌙🌙
Denis menuju rumah Mika karna di sana di adakan makan malam bersama teman Mika jadi Denis akan pergi karna di undang oleh Mika sekalian merilekskan diri jadi Denis ikut saja tapi dia tidak mengajak Gila yg ada Gilang akan mengacaukan nya
"Selamat datang"ujar Mika tersenyum menyambut Denis aneh nya lagi ada acara Mika hanya memakai baju kaos putih dan celana panjang emang aneh atau dia salah kostum di sana juga ada Dini dan Mike
"Kok malah aku sendiri pria nya"ujar Denis berjalan mendekati semua
"Jangan seperti itu meski datar dia pria"ujar Roa melihat kan Alex yg hanya duduk tenang dengan wajah datar
"Ayo duduk Denis kita makan"ujar Dini mengajak dengan antusias
"Waw ternyata masakan mama Dini tidak kalah enak dengan masakan meme Selly enak"puji Niti semangat
"Menyebalkan"kesal Niti duduk mereka mulai makan
"Jika boleh tau lho itu bisnis apa sih"tanya Nikita iseng pada Denis
"Properti dan tambang emas"ujar Denis singkat
"What"ujar Nikita kaget
"Waw milyader banget udah tampan mapan idaman nih"ujar Nikita semangat
"Biasa aja"ujar Mika menyuap kan nasi nya
"Jika Gilang emang apa sih bisnisnya"tanya Ros kini dia penasaran
"Gilang itu memiliki dua bisnis pertama bisnis keluarga perhotelan dan bisnisnya sendiri yaitu pemilik club malam ya emang cocok sih untuk nya karna emang dia suka main wanita"ujar Denis menjelaskan
"Emang Gilang kayak gitu ya"tanya Niti dengan wajah polos Denis bingung bereksi
"Kamu percaya Gilang mencintai mu"tanya Denis serius dan Niti menganguk
"Jika begitu kenapa ragu dia akan datang untuk menculik mu di saat dia terdesak"ujar Denis santai
"Dia ngak akan berani jika dia berani gue akan menghabisi nya"ujar Mika dengan kesal
"Aku yg akan membantu nya"celetuk Denis
"Apa lho bilang "kesal Mika
"Emang kenapa sih Gilang itu cinta sama Niti masak kamu mau halangin teman sendiri bahagia"ujar Denis heran dengan Mika
"Ye akhirnya ada juga yg belain cinta kami"seru Niti kegirangan
"Kali ini gue ngak setuju ya masak Niti harus nikah sama pria seperti Gilang kami ngak rela"ketus Mika menatap Denis
"Ya betul itu tuan Denis sama gue juga ngak setuju"ujar Ros
"Terserah kalian sih"ujar Denis santai
"Kak Denis emang idaman deh apa lagi bisa melawan kak Mika"ujar Mike tersenyum
"Emang kenapa"ujar Denis datar
"Ihh kak Denis mah merusak suasana"ujar Mike cemberut
"Gue hajar lho buat adik gue sedih"ujar Mika sudah akan menonjok Denis
"Kamu berani menonjok ku"ujar Denis serius
"Ya berani lah"seru Mika
"Ngak akan berhasil"ujar Denis meremehkan
"Kasihan Denis akan jadi tahu bulat di hajar Mika"ujar Nikita cekikikan
Setelah makan mereka lanjut dengan membakar ayam ya emang Ros yg biasa jadi koki jadi dia yg membakar ayam nya Alex hanya diam di samping Ros yg lain lagi beryanyi ada juga yg main ponsel
"Sambil dansa bersama gue "ujar Mika menatap Denis yg memainkan ponselnya
"Boleh"ujar Denis berdiri dan mengulurkan tangannya Mika segera menyambut nya kini Dini yg menyetel lagu romantis Mika dan Denis mulai berdansa dengan Denis memegang pinggang Mika tangan satu nya mengengam tangan Mika mereka terus melakukan pergerakan dansa
"Oke juga gue pikir lho ngak bisa dansa"ujar Mika tersenyum menatap mata Denis
"Jangan remehkan aku"ujar Denis tersenyum tipis Mika mulai melakukan pergerakan memutar sampai Denis memeluk nya dari belakang mereka bergerak ke kanan-kiri Denis sangat gugup jantung nya berdetak dengan cepat apa lagi Mika menoleh ke arahnya membuat hidung Mika menyentuh dagu Denis sungguh Denis sangat berdebar tidak karuan Mika berbalik lagi menyelesaikan tarian mereka sampai Mika menubruk bidang dada Denis tangan Mika berada di dada Denis bisa Mika rasakan jika jantung Denis berdetak dengan cepat dengan menantang Mika menatap mata Denis yg kian gugup menatap mata Mika
"Kamu cantik"ujar Denis pelan mengusap pipi Mika
"Pertemanan kita di larang memiliki rasa suka"ujar Mika pelan menyadarkan Denis
__ADS_1
"Siapa juga yg suka sama kamu aku hanya bilang kamu cantik"ujar Denis berusaha menetralkan detak jantungnya Mika hanya tersenyum tipis Mika tau jika Denis berbohong karna Mika bisa merasakan jika tadi Denis berdebar tapi Mika tidak ingin membahas itu karna bagi Mika mengeluarkan Tara dan keluarga nya dari keluarga Sky itu yg terpenting Mika tidak ingin memiliki hubungan dengan Denis atau dengan siapapun jalan Mika masih panjang