Cinta Untuk Sang CEO

Cinta Untuk Sang CEO
Part 13


__ADS_3

Di hari libur Denis memang biasa bangun sesuka hatinya karna memang tidak ada hari istirahat bagi Denis selain hari libur ,Mika sudah tau kebiasaan Denis karna sudah dia lewati menjadi istri Denis jadi tau kebiasaan Denis.Mika melirik Denis tersenyum tipis Mika mendekat kearah Denis duduk


"Andai gue ketemu lho lebih dulu gue akan kepikat tapi sayang cinta gue hanya untuk Wilkan"gumam Mika tersenyum mengelus kepala Denis yg terlelap


"Gue ngak cinta sama lho tapi bibir ini gue suka lho itu tpye pria bodoh kaku dalam berciuman dan idiot dalam berhubungan"kekeh Mika tersenyum lalu mencium lembut sudut bibir Denis dan beranjak pergi


"Mika mau kemana"tanya Arumi melihat Mika


"Lari pagi"ujar Mika santai menyiapkan botol air yg akan dia bawah sekalian mencari inspirasi


"Mika apa hubungan kamu sama Denis akan serius"tanya Arumi pelan


"Ngak mungkin mi gue ini udah punya kekasih setelah ini gue balik ke negara Z dan kekasih gue mau melamar gue kenalin sama keluarga gue juga mencintai nya hubungan gue dan Denis itu hanya teman"jelas Mika santai


"Ya padahal mami berharap hidup Denis ada warna karna hanya dengan mu dia bisa sedekat itu"ujar Arumi kecewa Mika yg ingin melangkah penasaran


"Emm mami kenal sama Kanaya"tanya Mika penasaran dengan sosok itu


"Kenapa apa Denis cerita"tanya Arumi penasaran


"Ngak sih cuman dengar aja waktu papi dan Denis bertengkar papi menyebut kan nama Kanaya dan Denis sangat marah"jelas Mika meneguk air putih


"Kanaya itu cinta pertama Denis mereka sudah menjalin hubungan saat kelas 7 ya baru awal awal tapi hubungan keduanya tetap terjalin bagus sampai saat Denis lulus kuliah mau menikah dengan Kanaya tapi sayang Kanaya meninggal karna kecelakaan"jelas Arumi bersedih


"Pantas sih Denis kayak ngak mau cerita "ucap Mika mengerti apa yg Denis rasa


"Makan nya semenjak itu Denis tidak mau merasakan jatuh cinta menutup hati nya dia juga tidak mengizinkan perempuan mana pun dekat dengan nya atau masuk ke hati nya"ujar Arumi tersenyum mengelus kepala Mika


"Mami berharap kamu bisa memberi Denis cinta dan kebahagiaan"ujar Arumi tersenyum


"Gue ini orang yg galak"celetuk Mika


"Ehh tapi mi emang mami ngak sedih gitu yg di lakukan papi bersama Dini kenapa mami ngak melarang papi"tanya Mika penasaran


"Istri mana yg betah melihat suaminya bersama wanita lain hubungan papi sama Dini itu terjalin sebelum kami menikah di saat kami menikah juga papi udah jelasin jika dia mencintai wanita lain sejak punya Denis mami berusaha menjelaskan pada nya jika untuk melepaskan wanita itu tapi dia tidak mau dia bilang berhenti mencintai Dini di saat dia telah tiada mami berusaha memisahkan mereka bahkan mami pernah bicara pada Dini memaksa nya pergi tapi dia tidak mau karna mereka saling mencintai mami udah lelah dengan cara sendiri sampai mami tau jika Dini itu tidak sejahat yg di pikir jadi mami berusaha meminta bantu Josep menikah kan anak nya yg tidak lain anak Dini menikah dengan Denis dan memisahkan mereka"jelas Arumi dia pernah ingin menyerah tapi Arumi bangkit kembali melihat ada harapan


"Gue malas dengar nama wanita tidak tau diri itu"ujar Mika melangkah lalu menoleh


"Gue janji akan membuat Dini melepaskan papi"ujar Mika tersenyum lalu berlalu Arumi tersenyum tipis Mika itu baik hanya saja emang dia tpye wanita keras kepala dan pembangkang


Mika lari pagi dengan headset di telinganya membayangkan masalah yg dia hadapi membuat kecepatan lari Mika makin bertambah emosi nya benar naik jika mengigat Dini.Setelah lari hampir 40 menit Mika berhenti karna ada telpon Mika tersenyum lebar


"Mama Selly"gumam Mika lalu meneguk minuman dan duduk mengatur kaki nya


"Halo perawan tua"kekeh Mika


"Mika kamu lagi ngapain kenapa tidak ada kabar untung mama minta nomor kamu sama Jesi jika engak mungkin mama akan naik darah memikirkan kamu"ujar nya mulai mengomel


"Ingat lho belum nikah jika marah terus nanti cepat tua"ujar Mika lalu tertawa


"Mika"kesal nya


"Ma jangan khawatir di sini gue ada kerjaan tapi bentar lagi selesai kok gue akan segera pulang"ujar Mika tersenyum Mika sangat menyayangi Selly sudah mengganggap Selly seperti ibu kandung nya


"Ya udah jaga kesehatan mu ingat cepat pulang mama sangat merindukan mu sayang mama sepi tanpa mu rasanya mama mau mati "ujar Selly tersenyum


"Jangan mati dong ma kan belum nikah"ujar Mika lalu tertawa mematikan telepon nya sebelum dia di omeli dari Selly ya Selly mantan pacar ayah nya dulu saat pertama Mika tinggal bersama tante nya sosok itu lah yg mendekati nya butuh waktu satu tahun Selly dekat sama Mika selama ini Selly merawat Mika seperti anak nya sendiri Selly tidak tau jika Mika anak Josep karna Jesi mengatakan jika Mika anak angkat nya makan nya Selly sangat menyayangi Mika selama ini Selly di sembunyikan oleh Jesy karna Selly yg minta menjauh dari Josep


" Jika ayah ketemu sama mama Selly bagaimana reaksi ayah jika ketemu sama mama Selly"gumam Mika meneguk lagi airnya

__ADS_1


"Tunggu apa maksud tante tidak mengizinkan gue bilang sama mama Selly jika gue anak ayah karna dia tau gue anak Dini dan mama Selly pasti sangat benci sama gue ahhh Dini itu selalu mengacaukan kehidupan gue"kesal Mika frutasi dia menghirup udara segar memandang ke depan rencana apa yg harus dia lakukan lama termenung Mika tidak sengaja melihat pemandangan seorang pria berusia 35 tahun tengah melakukan pelecehan terhadap seorang wanita di parkiran Mika memperhatikan dari jauh pria itu seperti mengancam terlihat dari bahasa tubuh nya Mika menyeringai lalu mendekati ke arah sana


"Ingat hutang kamu itu berapa jadi kamu harus mau tidur bersama saya"bentak nya


"M..maaf pak tapi saya tidak mau saya akan bayar"ujar nya ketakutan


"Kamu itu wanita miskin tidak bisa apa apa mana bisa membayar hutang kamu yg 5 juta itu lebih baik kamu jual tubuh mu pada saya"ujar nya memegang rambut wanita itu dan berusaha mencium nya wanita itu ketakutan dengan menangis


Bugh


"Waw seperti nya pukulan gue terlalu kuat sampai tangan gue terasa kram"ujar Mika meniup tangannya karna dia memukul pria kurang ajar itu


"Siapa kamu beraninya memukul saya"ujar nya berdiri menahan hidung yg berdarah


"Ck ck ck jangan meremehkan wanita pak meski dia miskin tapi bukan berarti semua lemah itu karna anda belum bertemu orang seperti gue"ujar Mika santai


"Berapa hutang mu"tanya Mika pada wanita itu


"5 juta"ujar nya pelan Mika tersenyum sinis


" Pukul 2 siang nanti lho pergi ke jalan C tunggu di cafe J"ujar Mika mengeluarkan ponsel nya dan memfoto wajah pria itu


"Gue akan memberi lho pekerjaan pergi sana"ujar Mika pada wanita itu segera wanita itu pergi


"Dan lho nikmati kebahagiaan lho hari ini karna esok hari kehancuran lho bapak Dandi Kabil"ucap Mika membaca profil pria itu lalu berlalu pergi


Mika pulang dari lari pagi nya dengan tubuh berkeringat Mika meletakkan botol minuman yg dia bawa tadi ke dapur melirik jam sudah tentu Denis belum bangun Mika bergegas ke kamar untuk membersihkan tubuhnya saat masuk kamar Mika mendapat kan Chika berbaring di sebelah Denis dengan posisi duduk bersender di ranjang dada serta tangan berada di kepala Denis mengelus kepala Denis yg masih terlelap dengan damai Chika memberi senyuman nakal nya tapi Mika hanya biasa saja mengambil handuk dan tersenyum sinis


"Denis itu pria sempurna hanya pantas untuk ku"ujar Chika tersenyum sinis Mika terkikik


"Lho ngak pandai membangun kan Denis nya"ujar Mika santai lalu mendekati Denis


"Bangun yuk mandi bareng"ujar Mika tersenyum Denis bingung masih belum sempurna sadar dia duduk menatap Mika dan menoleh melihat kode Mika


"Chika kamu ngapain"ucap Denis serius


"Tidak hanya tadi melihat Mika"ucap Chika tersenyum


"Ayo kita mandi"ucap Mika menarik tangan Denis dengan paksa masuk ke kamar mandi Chika mengumpat kesal baru saja ingin menikmati kebersamaan dengan Denis


"Mika kamu tau kan saya harus istirahat saya masih mau tidur"ujar Denis pelan memang masih ngantuk


"Chika tadi ikut lho baring saat lho tidur"ujar Mika santai


"Lalu kamu cemburu ya "ujar Denis memajukan wajahnya curiga


"Ngak lah hanya tidak ingin lho nyesel"ujar Mika santai melepaskan baju nya


"Ehh Mika kamu mau ngapain"ujar Denis panik melihat Mika hanya menggunakan tenktop nya


"Mandi lah"ujar Mika menyeringai


"S...saya akan keluar"ucap Denis cepat ingin kabur tapi Mika mengejar nya


"Kita mandi bareng"ucap Mika tersenyum Denis baru membuka pintu kamar mandi tapi Mika sudah menariknya membuat Denis terjatuh


"Ayo kenapa bandel sih"ujar Mika tertawa geli mencengkram kaos Denis yg terjatuh di depan kamar mandi menarik nya masuk lagi


"M...Mika henti kan nanti saya di pukul mami lagi"ujar Denis berdebar dia bukan takut hanya saja gugup jika Mika terlalu agresif

__ADS_1


"Hei gue ini istri lho salah apa jika hanya melihat tubuh gue"ujar Mika santai Denis menghembuskan nafas nya kasar mengontrol detak jantung nya dia tidak bisa kalah dengan Mika dan di kerjain Mika terus-menerus


"Dengar ya Mika saya ini anti cewek dan saya tidak suka terlalu dekat dengan wanita meski itu kamu"tegas Denis berdiri


"Dasar lho cupu ngak asik lho"ujar Mika kesal


"Dari pada kamu mesum"ucap Denis tidak kalah kesal


"Ala lho sok munafik emang benar ngak mau sama tubuh gue yg mulus ini"ujar Mika menantang


"Kayak nya kamu menantang saya ya Mika"ujar Denis mentap Mika


"Tentu saja"ujar Mika tersenyum


"Meski saya tidak punya pengalaman tapi saya ini lelaki dan jiwa perkasa"ucap Denis tegas Mika tertawa geli


"Tapi lho cupu sih"ucap Mika tertawa


"Ohh nantangin"kesal Denis lalu menarik pingang Mika meski jantung Denis berdetak cepat


"Mau lihat jika saya perkasa"ujar Denis dengan wajah datar


"Bukti kan kekuatan lho bro"ejek Mika menepuk bahu Denis seakan memang menantang Denis tanpa di duga Denis menyudut kan Mika dan mencium bibir Mika dengan beringas Mika melayani Denis karna bagi nya Denis adalah tantangan untuk diri nya Denis kembali ke leher Mika meninggalkan jejak bibir, Mika memeluk kepala Denis kaki nya lemas karna ulah Denis tapi Denis kali ini tidak mengampuni Mika Dia menahan pinggang Mika menjamah bagian dada Mika


"S... stop Denis gue bisa kebablasan"lirih Mika menahan kepala Denis tubuh nya sangat munafik menginginkan lebih tapi Mika sadar pernikahan mereka akan ada masa nya berpisah jadi dia tidak ingin rugi di sini hanya karna kesenangan nya tapi Denis terlalu kesal pada Mika yg menjahili nya terus menerus Mika sudah melorot di lantai karna lemas karna ulah Denis tapi pria itu terlalu emosi mencium tubuh Mika dengan beringas Mika meski menyuruh Denis berhenti tapi tubuhnya menerima bahkan sesekali bibirnya melengkuh


"S...s.sialan lho"triak Mika gemetar mengcengkram rambut Denis dia lemas karna sudah melewati sesuatu Denis menatap Mika yg masih di atas tubuh Mika


"Jadi ingat saya benar tidak suka kamu permainan kan soal hubungan ini"ucap Denis datar menyeka bibirnya lalu beranjak pergi


"Buset dia perkasa woi"celetuk Mika dengan pelan dia menyentuh bagian bawahnya yg basah karna sentuhan Denis tapi Mika bersyukur Denis tidak merengut kehormatan nya yg ada dia sendiri yg rugi sejenak Mika membiarkan tubuhnya terbaring karna lemas


"Kanaya maafkan aku"gumam Denis menatap foto Kanaya di ruang kerja nya


"Habis nya dia membuat aku kesal aku tau aku salah berbuat seperti itu pada nya tanpa ada perasaan tapi aku terlalu marah pada nya dia tidak mengerti"ujar Denis mencium foto Kanaya lalu memeluk nya


####


"Huh udah mau ambil kehormatan gue kemana tuh suami"gumam Mika sudah rapi tidak melihat kehadiran Denis melihat sekitar rumah


"Mika"ucap Arumi menatap Mika serius


"Iya kenapa"ujar Mika heran dengan tatapan Arumi


"Ikut mami"ujar Arumi lalu melangkah ke kamar nya Mika ikut saja


"Apa yg kalian lakukan Mika"ujar Arumi saat sampai di kamar


"Kalian ingat ini hanya nikah kontrak ngak lebih"ujar Arumi menyentuh leher Mika


"Kenapa sih"ujar Mika heran lalu melihat kaca ,mata nya hampir keluar emang tadi dia tidak sempat menatap kaca tidak menyadari tanda di leher nya tidak hanya satu tapi 5 dan itu sangat jelas terlihat


"Tidak kami ngerti kok mi ini hanya kesenangan semata"ujar Mika tersenyum tipis


"Tapi mi kemana Denis"tanya Mika


"Paling ruang kerja nya"ucap Arumi


"Ya udah ,ohh ya mi gue keluar sebentar ya ada urusan soal nya ngak lama hanya sebentar"ujar Mika serius

__ADS_1


"Pulang cepat mami ada pelajaran untuk mu"ucap Arumi tersenyum Mika menganguk dan berlalu pergi karna dia akan ketemu sama perempuan yg dia temuin pagi tadi Mika orang yg tepat janji


__ADS_2