Cinta Yang Tersampaikan

Cinta Yang Tersampaikan
Chapter 2


__ADS_3

Melani


***


Aku melihat Angga sedang memperhatikan wanita yang berada di dekat


pohon jambu itu. Apa mungkin dia tertarik dengan wanita itu? Kenapa di sini


terasa seperti ada cubitan yang menyerangku. Aku menundukkan kepala ku, apa


yang sebenarnya aku rasakan ini, aku belum pernah merasakan ini.


***


“Nah kita sampai di perpustakaan,” kataku.


“Angga…apa kamu bisa menemaniku ke dalam?” pintanya sambil menundukkan


kepala.


Mm…dia ini kenapa!? Apa aku harus menemaninya sampai ia selesai


urusan di perpustakaan, tapi aku merasa tidak enak meninggalkan anak baru


begitu saja.


“Baiklah akan ku temani sampai kau selesai,” kataku sambil


memejamkan mata.


“Terima kasih!” katanya dengan wajah tersenyum.


Sudah lama aku tak berkunjung ke perpustakaan, setelah liburan


panjang. Ternyata tidak ada perubahan tata letak disini, aku ingat saat aku ke


sini bersama Rehan untuk mencari buku yang menarik untuk di baca, tapi yang ku


temukan adalah buku tentang cinta. Aku berfikir kenapa sekolah menyimpan buku


seperti itu di perpustakaan, judul dari buku itu adalah Aku Cinta Kamu.


Entah mengapa aku mengambil buku itu untuk ku baca, tapi saat aku


baca isi cerita buku itu ternyata lumayan menarik. Buku yang berisi tentang


seorang perempuan yang mencintai seorang pria, akan tetapi si perempuan tak


berani menyatakan cinta nya ke si pria. Sayangnya aku tak membaca buku itu


sampai selesai dan ku kembalikan lagi ke perpustakaan.

__ADS_1


“Ah…buku apa ini?” ucap Melani sambil menarik buku dari rak.


Itukan! Buku yang di ambil Melani adalah buku Aku Cinta Kamu.


“Emm…Angga menurutmu buku ini bagus atau tidak?” tanyanya sambil


menunjukan buku itu kepadaku.


“A–aku tidak tau, aku belum pernah membacanya, jadi aku tak bisa


menyimpulkan buku itu bagus atau tidak,” kataku dengan berbohong.


“Baiklah, aku pilih buku ini saja,” katanya dengan tersenyum.


“Udah hanya itu? Jadi aku mengantarmu ke sini hanya untuk


mengambil satu buku saja?” tanya ku dengan bingung.


“Iyaa, terima kasih yaa Angga,” Melani dengan wajah senyum


manisnya.


Pada akhirnya aku hanya mengantarkan dia ke perpustakaan untuk


satu buah buku saja. Aku kira dia akan membaca di perpustakaan atau memilih


milih buku dahulu, hanya sekali liat buku itu langsung tertarik untuk membaca


melanjutkan kegiatan sampai jam 21:00.


Rumah Angga


***


Akhirnya aku bisa rebahan di dalam kamar, tentang wanita tadi yang


berada di bawah pohon jambu lebat, siapa ya namanya? Aku jadi ingin kenalan


dengannya, tapi bagaimana caranya aku tau namanya? Apa besok dia akan berada di


bawah pohon itu lagi?


“Angga makan malam sudah siap, ayo turun dan makan bersama,”


teriak ibuku.


“Iyaa bu aku datang,” jawabku sambil beranjak dari kasur.


Lebih baik aku makan dulu sebelum melanjutkan kegiatan. Jika


tidak, mungkin aku akan kecapean dan pingsan, yang ada itu merepotkan orang

__ADS_1


lain.


***


Rumah Melani


***


Tadi itu di sekolah aku kenapa, saat Angga melihat wanita yang


berada di bawah pohon jambu dengan tatapan penasaran seperti itu, hatiku terasa


sakit. Aku tak paham mengenai ini, Kenapa aku memikirkan hal ini.


Malam ini aku hanya rebahan di kasur besar ku ini.


“Nona apa anda membutuhkan sesuatu?” kata pelayanku kepadaku.


“Tidak, aku sedang tak butuh apa-apa,” jawabku sambil tiduran


melihat langit-langit.


Apa jangan-jangan aku ini, ja–ja–tuh...cin…HAAA mana mungkin.


Sejak kematian ibu, hati ku terasa hampa, ayah selalu sibuk dengan pekerjaan


nya dan jarang sekali pulang ke rumah, selalu saja dia ada rapat sana sini. Apa


dia tidak bisa mengerti perasaan putri nya yaa.


**


“Umm…pipi mu memerah, apa kau sedang sakit?” sahut Angga kepadaku


saat tadi di sekolah.


**


Kenapa aku tiba-tiba aku memikirkan kata-katanya tadi saat di


sekolah?! Saat aku berjalan berdua dengan nya menuju perpustakaan, jantungku


berdebar dengan cepat dan saat Angga berkata seperti itu kepada ku, kenapa aku


sangat senang?! Ahh…aku bingung.


Lebih baik aku langsung tidur, mungkin dengan tidur aku akan lebih


baikan, kuharap.


***

__ADS_1


__ADS_2