
“Okee, nanti malam kita langsung ketemuan di pinggir jalan raya
alun-alun,” ujarku.
“Kalau begitu aku duluan pulang ya, jangan lupa nanti malam, dah,”
ujarku sambil aku pergi meninggalkan Safira.
“Oiya, namaku Angga ingat itu.”
Aku berhasil mengajaknya jalan-jalan malam, kurasa ini pilihan
yang tepat untuk mengisi waktu kosongku, aku juga jarang sekali jalan-jalan
santai. Kuharap malam ini menjadi panggung untuk ku.
Nanti malam aku akan pergi berdua bersama Safira, ini moment untuk
ku tau tentang nya. Aku seperti sangat antusias menunggu tibanya nanti malam,
baju apa yang bagus yaa untuk jalan-jalan nanti? Hadeuh, aku tak pandai dalam
style, baiklah kalau begitu pakai yang kusuka saja.
Waktu yang ku tempuh untuk sampai alun-alun sekitar 15 menit jika
menggunakan sepeda, atau aku pinjam motor ayah ya? Tapi, apa aku akan di
izinkan olehnya? Tapi kalau aku naik sepeda, aku tak bisa mengantar Safira
pulang nanti, jika aku membawa motor kemungkinan aku akan mengantarnya pulang
dan aku bisa tau dimana lokasi rumah nya.
Sebelum berangkat ke alun-alun aku akan makan terlebih dahulu,
hari ini ibu masak apa ya? Semoga ayam kecap kesukaan ku. Ayam kecap adalah
makanan yang super lezat, rasa manis dari kecap dan gurih dari daging ayamnya,
sungguh perpaduan rasa yang luar biasa. Tapi jika di cium-cium bau masakan ibu
ini seperti hanya telur dadar yang di campur garam saja, aku harap ibu membeli
ayam dan membuat ayam kecap kesukaanku.
Aku pun langsung beranjak dari kasur dan pergi ke ruang makan
untuk melihat makanan, saat aku melewati pintu masuk rumah, ayah ku tiba di
rumah sehabis pulang kerja.
“Ayah pulang!”
“Tumben ayah cepat sekali pulang nya.”
Ayah ku tumben sekali pulang cepat biasanya dia pulang agak larut,
baguslah kalau begitu aku bisa makan bersama dan langsung menanyakan soal aku
akan meminjam motor untuk pergi ke alun-alun kota.
“Ayah hari ini pulang cepat, karena ayah sudah menyelesaikan tugas
ayah lebih awal,” kata ayahku.
“Baguslah.”
Kemudian aku pergi ke ruang makan dan melihat ibuku sedang
menyiapkan makan malam nya, dia menyiapkan makanan sembari bernyanyi dengan
santai, suara ibu memang enak di dengar bila sedang bernyanyi, apa mungkin
karena aku anak ibu, aku juga bisa bernyanyi ya? Mungkin itu akan terlihat menjijikkan
bila yang bernyanyi itu aku.
“Ibu, makan malam hari ini apa?” tanyaku.
“Kita akan makan oncom goreng dan sayur kangkung,” jawab ibuku.
“Wah oncom dan sayur kangkung!” sahut ayahku saat tiba di ruang
makan.
Mereka berdua ini selalu saja.
“Oiya Angga kamu tidak ada jadwal latihan kan malam ini? Mau bantu
ibu membuat kue tidak?” tanya ibuku.
Ibu akan membuat kue? Kenapa harus membuat kue malam-malam, kenapa
tidak esok saja. Malam adalah waktu dimana kesempatan untuk kita bermalas
malasan, tapi ibu sangat rajin ingin membuat kue. Tapi aku sudah ada janji akan
__ADS_1
pergi ke alun-alun kota malam ini. Aku pun menyanggah ajakan ibu.
“Tapi malam ini aku sudah ada janji akan pergi ke alun-alun kota,”
Sanggah ku.
“Bagaimana kalau kamu Riska bantu ibu untuk membuat kue?”
“Aku ada tugas banyak bu besok.”
“Ya udah kalau begitu biar ayah yang membantu ibu membuat kue,
bagaimana?” sahut ayahku.
“Baiklah ayah akan bantu ibu untuk
membuat kue.”
Hmm mereka berdua ini, selalu saja
kompak dalam hal apapun. Mungkin ini saatnya aku bilang kepada ayah akan
meminjam motor untuk pergi ke alun-alun, situasinya pun disini sangat lumayan
bagus, jika di lihat, hati ayah sepertinya sedang dalam keadaan bagus.
“Ayah aku akan membawa motor ke alun-alun,”
ucapku.
“Tumben sekali kamu membawa motor, Angga,”
sahut ibuku.
“Memangnya jika menggunakan sepeda
kenapa?” tanya ayahku.
“Tidak apa-apa cuman aku hanya ingin
lebih cepat sampai sana,”
“Iyaa tidak apa-apa kau malam ini
membawa motor,” ucap ayahku.
Semudah itu izin ingin membawa motor
keluar? Baguslah jika aku sudah di izinkan. Tapi jikalau aku mempunyai motor
sendiri akan lebih fleksibel, ke sekolah aku bisa menggunakan motor, kemana-mana
bisa menggunakan motor. Aku harap, ada sebuah keajaiban aku memiliki uang yang
Safira
***
Se-enaknya saja dia main mengajak ku
keluar malam ke alun-alun, sepertinya cuaca malam ini akan lumayan dingin, jadi
aku akan memakai baju yang lumayan tebal agar hangat. Aku membuka lemari bajuku
dan memilih baju mana yang akan aku pakai, karena hanya bertemu seekor kecoa
tidak perlu formal banget lah.
Dari luar kamar terdengar langkah kaki
mendekat, seorang lalu mengetuk pintu kamarku.
“Safira…makan malam sudah siap.”
“Iyaa bu, aku akan datang kesana.”
Ternyata orang yang datang dan mengetuk
pintu kamar adalah ibuku, dia adalah seorang pemilik Café Laboon, Café yang
cukup terkenal dan memiliki 25 cabang di Indonesia. Aku sangat bangga mempunyai
ibu sepertinya.
Lebih baik aku makan malam dahulu
sebelum pergi ke alun-alun, biarkan saja dia menunggu lama disana aku tak
peduli. Aku turun ke lantai bawah untuk makan malam.
“Safira…sini duduk makan bersama dengan
ibu.”
“Iyaa bu.”
Aku pun duduk di depan ibuku, aku lihat
hidangan malam ini adalah ayam kecap dengan menggunakan kecap teriyaki. Ayam kecap
teriyaki adalah makanan kesukaan ku sejak aku masih taman kanak-kanak. Dengan
__ADS_1
perpaduan gurih daging dan manis asin kecapnya menjadikan rasa yang luar biasa
enak.
Karena nanti sehabis makan malam aku
ingin pergi keluar, aku ingin minta izin kepada ibuku.
“Ibu nanti
sehabis makan malam aku ingin keluar,”
kataku.
“Keluar ke mana sayang?”
“Aku ingin pergi ke alun-alun kota,
karena aku sudah janji dengan salah satu orang di sekolah ku untuk pergi
bersama ke alun-alun malam ini,”
“Akhirnya kau punya teman juga,” kata
ibuku dengan wajah senyum.
“Ibu,” ucapku dengan wajah sedikit
cemberut.
Kenapa ibu harus bilang seperti itu, aku
jadi malu ketika ibu berkata seperti itu.
“Oiya jangan lupa sebelum berangkat kau
mandi dulu, jangan sampai teman mu mencium bau badan yang tidak enak dari tubuh
mu,” ejek ibuku
“Ibu jahat sekali.”
Makan malam seperti biasanya, aku dan
juga ibu sangat menyukai makan malam bersama. Kami juga mengajak orang rumah
lain seperti pembantu kami. Kami makan bertiga walaupun makanan nya tidak mewah,
tetapi tetap kebersamaan lah yang membuatku nyaman jika berada di rumah.
Perutku sudah terisi sekarang, kemudian
aku akan mandi terlebih dahulu sebelum berangkat. Karena tidak lucu bila saat
jalan berdua seperti itu ada bau yang kurang enak, cuman bikin malu saja. aku
mandinya lama atau sebentar yaa, kasihan juga bila dia nanti menunggu sangat
lama. Tapi, berendam di bath sebentar tidak masalah lah.
Yang aku suka berendam di bath adalah
bisa me-relax kan seluruh tubuhku, aku sambil memikirkan kejadian sepulang
sekolah tadi, kenapa bocah itu tiba-tiba mengajak ku untuk pergi jalan malam di
alun-alun. Apa karena aku ini orang nya penyendiri, jarang bergaul, makanya dia
mengajak ku? Aku masih tidak tau, dari pada memikirkannya lebih baik aku cepat
berendamnya dan memakai baju kemudian berangkat, aku jadi tidak tega bila dia
menunggu lama.
Setelah selesai mandi aku pergi ke kamar
untuk memilih baju yang akan ku pakai jalan-jalan keluar rumah. Aku berfikir
kalau hanya untuk jalan-jalan malam santai, lebih baik memakai yang sederhana
saja, tapi karena suhu malam ini lumayan dingin, jadi aku akan mengenakan
celana Panjang dan juga jaket yang lumayan tebal.
Aku melihat baju yang cocok untuk malam
ini, baju yang tidak terlalu mencolok.
Yapp ini dia kurasa pakai ini saja,
sekarang tinggal siap-siap dan berangkat ke alun-alun menggunakan taksi. Aku
berjalan menuju pintu keluar rumah dan melihat ibuku yang ada di ruang tengah
kemudian aku pamit kepadanya.
“Ibu aku berangkat dulu.”
“Iyaa nak, kamu naik apa?” tanya ibuku.
“Aku akan naik taksi saja,” jawabku.
__ADS_1
“Baiklah.”
***