Cinta Yang Tersampaikan

Cinta Yang Tersampaikan
Chapter 6


__ADS_3


“Okee, nanti malam kita langsung ketemuan di pinggir jalan raya


alun-alun,” ujarku.


“Kalau begitu aku duluan pulang ya, jangan lupa nanti malam, dah,”


ujarku sambil aku pergi meninggalkan Safira.


“Oiya, namaku Angga ingat itu.”


Aku berhasil mengajaknya jalan-jalan malam, kurasa ini pilihan


yang tepat untuk mengisi waktu kosongku, aku juga jarang sekali jalan-jalan


santai. Kuharap malam ini menjadi panggung untuk ku.



Nanti malam aku akan pergi berdua bersama Safira, ini moment untuk


ku tau tentang nya. Aku seperti sangat antusias menunggu tibanya nanti malam,


baju apa yang bagus yaa untuk jalan-jalan nanti? Hadeuh, aku tak pandai dalam


style, baiklah kalau begitu pakai yang kusuka saja.


Waktu yang ku tempuh untuk sampai alun-alun sekitar 15 menit jika


menggunakan sepeda, atau aku pinjam motor ayah ya? Tapi, apa aku akan di


izinkan olehnya? Tapi kalau aku naik sepeda, aku tak bisa mengantar Safira


pulang nanti, jika aku membawa motor kemungkinan aku akan mengantarnya pulang


dan aku bisa tau dimana lokasi rumah nya.


Sebelum berangkat ke alun-alun aku akan makan terlebih dahulu,


hari ini ibu masak apa ya? Semoga ayam kecap kesukaan ku. Ayam kecap adalah


makanan yang super lezat, rasa manis dari kecap dan gurih dari daging ayamnya,


sungguh perpaduan rasa yang luar biasa. Tapi jika di cium-cium bau masakan ibu


ini seperti hanya telur dadar yang di campur garam saja, aku harap ibu membeli


ayam dan membuat ayam kecap kesukaanku.


Aku pun langsung beranjak dari kasur dan pergi ke ruang makan


untuk melihat makanan, saat aku melewati pintu masuk rumah, ayah ku tiba di


rumah sehabis pulang kerja.


“Ayah pulang!”


“Tumben ayah cepat sekali pulang nya.”


Ayah ku tumben sekali pulang cepat biasanya dia pulang agak larut,


baguslah kalau begitu aku bisa makan bersama dan langsung menanyakan soal aku


akan meminjam motor untuk pergi ke alun-alun kota.


“Ayah hari ini pulang cepat, karena ayah sudah menyelesaikan tugas


ayah lebih awal,” kata ayahku.


“Baguslah.”


Kemudian aku pergi ke ruang makan dan melihat ibuku sedang


menyiapkan makan malam nya, dia menyiapkan makanan sembari bernyanyi dengan


santai, suara ibu memang enak di dengar bila sedang bernyanyi, apa mungkin


karena aku anak ibu, aku juga bisa bernyanyi ya? Mungkin itu akan terlihat menjijikkan


bila yang bernyanyi itu aku.


“Ibu, makan malam hari ini apa?” tanyaku.


“Kita akan makan oncom goreng dan sayur kangkung,” jawab ibuku.


“Wah oncom dan sayur kangkung!” sahut ayahku saat tiba di ruang


makan.


Mereka berdua ini selalu saja.


“Oiya Angga kamu tidak ada jadwal latihan kan malam ini? Mau bantu


ibu membuat kue tidak?” tanya ibuku.


Ibu akan membuat kue? Kenapa harus membuat kue malam-malam, kenapa


tidak esok saja. Malam adalah waktu dimana kesempatan untuk kita bermalas


malasan, tapi ibu sangat rajin ingin membuat kue. Tapi aku sudah ada janji akan

__ADS_1


pergi ke alun-alun kota malam ini. Aku pun menyanggah ajakan ibu.


“Tapi malam ini aku sudah ada janji akan pergi ke alun-alun kota,”


Sanggah ku.


“Bagaimana kalau kamu Riska bantu ibu untuk membuat kue?”


“Aku ada tugas banyak bu besok.”


“Ya udah kalau begitu biar ayah yang membantu ibu membuat kue,


bagaimana?” sahut ayahku.


“Baiklah ayah akan bantu ibu untuk


membuat kue.”


Hmm mereka berdua ini, selalu saja


kompak dalam hal apapun. Mungkin ini saatnya aku bilang kepada ayah akan


meminjam motor untuk pergi ke alun-alun, situasinya pun disini sangat lumayan


bagus, jika di lihat, hati ayah sepertinya sedang dalam keadaan bagus.


“Ayah aku akan membawa motor ke alun-alun,”


ucapku.


“Tumben sekali kamu membawa motor, Angga,”


sahut ibuku.


“Memangnya jika menggunakan sepeda


kenapa?” tanya ayahku.


“Tidak apa-apa cuman aku hanya ingin


lebih cepat sampai sana,”


“Iyaa tidak apa-apa kau malam ini


membawa motor,” ucap ayahku.


Semudah itu izin ingin membawa motor


keluar? Baguslah jika aku sudah di izinkan. Tapi jikalau aku mempunyai motor


sendiri akan lebih fleksibel, ke sekolah aku bisa menggunakan motor, kemana-mana


bisa menggunakan motor. Aku harap, ada sebuah keajaiban aku memiliki uang yang


Safira


***


Se-enaknya saja dia main mengajak ku


keluar malam ke alun-alun, sepertinya cuaca malam ini akan lumayan dingin, jadi


aku akan memakai baju yang lumayan tebal agar hangat. Aku membuka lemari bajuku


dan memilih baju mana yang akan aku pakai, karena hanya bertemu seekor kecoa


tidak perlu formal banget lah.


Dari luar kamar terdengar langkah kaki


mendekat, seorang lalu mengetuk pintu kamarku.


“Safira…makan malam sudah siap.”


“Iyaa bu, aku akan datang kesana.”


Ternyata orang yang datang dan mengetuk


pintu kamar adalah ibuku, dia adalah seorang pemilik Café Laboon, Café yang


cukup terkenal dan memiliki 25 cabang di Indonesia. Aku sangat bangga mempunyai


ibu sepertinya.


Lebih baik aku makan malam dahulu


sebelum pergi ke alun-alun, biarkan saja dia menunggu lama disana aku tak


peduli. Aku turun ke lantai bawah untuk makan malam.


“Safira…sini duduk makan bersama dengan


ibu.”


“Iyaa bu.”


Aku pun duduk di depan ibuku, aku lihat


hidangan malam ini adalah ayam kecap dengan menggunakan kecap teriyaki. Ayam kecap


teriyaki adalah makanan kesukaan ku sejak aku masih taman kanak-kanak. Dengan

__ADS_1


perpaduan gurih daging dan manis asin kecapnya menjadikan rasa yang luar biasa


enak.


Karena nanti sehabis makan malam aku


ingin pergi keluar, aku ingin minta izin kepada ibuku.


“Ibu nanti


sehabis makan malam aku ingin keluar,”


kataku.


“Keluar ke mana sayang?”


“Aku ingin pergi ke alun-alun kota,


karena aku sudah janji dengan salah satu orang di sekolah ku untuk pergi


bersama ke alun-alun malam ini,”


“Akhirnya kau punya teman juga,” kata


ibuku dengan wajah senyum.


“Ibu,” ucapku dengan wajah sedikit


cemberut.


Kenapa ibu harus bilang seperti itu, aku


jadi malu ketika ibu berkata seperti itu.


“Oiya jangan lupa sebelum berangkat kau


mandi dulu, jangan sampai teman mu mencium bau badan yang tidak enak dari tubuh


mu,” ejek ibuku


“Ibu jahat sekali.”


Makan malam seperti biasanya, aku dan


juga ibu sangat menyukai makan malam bersama. Kami juga mengajak orang rumah


lain seperti pembantu kami. Kami makan bertiga walaupun makanan nya tidak mewah,


tetapi tetap kebersamaan lah yang membuatku nyaman jika berada di rumah.


Perutku sudah terisi sekarang, kemudian


aku akan mandi terlebih dahulu sebelum berangkat. Karena tidak lucu bila saat


jalan berdua seperti itu ada bau yang kurang enak, cuman bikin malu saja. aku


mandinya lama atau sebentar yaa, kasihan juga bila dia nanti menunggu sangat


lama. Tapi, berendam di bath sebentar tidak masalah lah.


Yang aku suka berendam di bath adalah


bisa me-relax kan seluruh tubuhku, aku sambil memikirkan kejadian sepulang


sekolah tadi, kenapa bocah itu tiba-tiba mengajak ku untuk pergi jalan malam di


alun-alun. Apa karena aku ini orang nya penyendiri, jarang bergaul, makanya dia


mengajak ku? Aku masih tidak tau, dari pada memikirkannya lebih baik aku cepat


berendamnya dan memakai baju kemudian berangkat, aku jadi tidak tega bila dia


menunggu lama.


Setelah selesai mandi aku pergi ke kamar


untuk memilih baju yang akan ku pakai jalan-jalan keluar rumah. Aku berfikir


kalau hanya untuk jalan-jalan malam santai, lebih baik memakai yang sederhana


saja, tapi karena suhu malam ini lumayan dingin, jadi aku akan mengenakan


celana Panjang dan juga jaket yang lumayan tebal.


Aku melihat baju yang cocok untuk malam


ini, baju yang tidak terlalu mencolok.


Yapp ini dia kurasa pakai ini saja,


sekarang tinggal siap-siap dan berangkat ke alun-alun menggunakan taksi. Aku


berjalan menuju pintu keluar rumah dan melihat ibuku yang ada di ruang tengah


kemudian aku pamit kepadanya.


“Ibu aku berangkat dulu.”


“Iyaa nak, kamu naik apa?” tanya ibuku.


“Aku akan naik taksi saja,” jawabku.

__ADS_1


“Baiklah.”


***


__ADS_2