
Sialan aku di kerjain oleh perempuan
itu, untung ada Rehan sang penyelamat. Bukannya aku tidak sanggup untuk
membayar, namun aku lebih suka untuk menabungnya dari pada untuk jajan di
kantin yang harga makanannya udah gak ngotak. Setelah urusanku dan juga Rehan
selesai di kantin, lalu kami pergi Kembali ke kelas, karena jam pelajaran
pertama akan segera mulai, aku tak mau telat lagi.
Jam pelajaran pertama hari ini adalah
matematika, pelajaran yang biasanya paling di benci oleh para siswa sekolah.
Namun bagiku MTK bukanlah pelajaran yang mengerikan, yaa memang suka keliru
jika sedang mengerjakan soal-soal MTK.
Dan pada saat pelajaran MTK berlangsung,
Melani di panggil ke depan untuk mengerjakan soal yang ada di papan tulis dan
dijawabnya di papan tulis pula. Saat Melani maju ia tampak bingung dengan soal
yang ada di depan. Sepertinya dia tidak tau cara mengatasi problem soal nya.
“Melani kamu bisa menjawab nya?” tanya
guruku.
“Saya masih bingung pak dengan soal ini,”
jawab Melani dengan malunya.
“Disini siapa yang mau membantu Melani
menjawab soal di depan?” ujar guruku kepada seluruh siswa di kelas.
Guru ku meminta kepada para murid untuk
membantu Melani menjawab soal, namun para murid juga bingung dengan model soal
yang ada di papan tulis, tidak ada satupun yang mau mengangkat tangan dan maju
membantu Melani. Akhirnya aku mengangkat tangan dan maju ke depan untuk
membantu Melani yang kesulitan. Aku pun menjawab soal yang ada di papan tulis.
“Sudah pak,” ujarku yang telah selesai.
“Jawaban nya benar,” jawab guruku.
“Melani kamu bisa belajar soal-soal
rumit ke Angga, dia adalah salah satu murid beasiswa bidang akademi,” ucap
guruku.
“Iyaa pak terima kasih, terima kasih
juga Angga,” kata Melani.
“Iyaa.”
“Silahkan kalian berdua bisa duduk kembali.”
Aku dan Melani pun Kembali ke tempat
duduk kami masing-masing, aku bisa memahami model soal yang di beri guru kepada
kami, itu adalah soal yang hanya di ubah pecahan nya saja. Dengan mengingat
konsep dari materinya, aku bisa mengubah caranya menggunakan caraku sendiri.
Waktu Jam Istirahat
***
Waktu yang selalu di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, aku
membawa bekal yang di siapkan oleh ibuku. Hari ini aku di buatkan nasi goreng
dengan telor, memang tidak terlihat mewah namun masakan ibuku adalah terbaik
dari yang terbaik, karena ia membuatnya dengan cinta dan kasih sayang.
Rehan dan kawanku yang lainnya seperti biasa mereka membeli
makanan di kantin, memangnya mereka sekolah di beri uang berapa yaa? Oiya hari
ini aku sudah berjanji kepada Melani akan makan bersama nya menggunakan bekal
makan siangku.
“Em…Melani kamu jadi tidak makan siang bersama denganku?” tanyaku
sambil melihat Melani yang sedang bermain pensil.
“Kamu serius ingin memberi sebagian makan siangmu?” tanya balik
__ADS_1
Melani sambil berputar arah menghadap kepadaku.
“Kamu tidak membawa bekal makan siangkan? Jadi makan dari bekal
makan siangku saja, kemarin juga begitu kan saat aku tidak membawa makan siang
lalu kamu menawarkan makan siangmu,” jawabku.
“Baiklah, terima kasih yaa Angga,” ucapnya dengan wajahnya yang
memerah.
“Melani wajahmu memerah,” kataku karena melihatnya memerah.
“…,” Melani yang terdiam.
“Aku bercanda, nih sendok nya.”
Aku dan Melani akhirnya makan bersama lagi akan tetapi sekarang
bergantian karena kemarin dia sudah memberi makan siangnya, lalu sekarang gantian
aku yang memberi makan siangku. Dia makan sambil membaca buku yang kemarin ia
ambil di perpustakaan yang berjudul Aku Cinta Kamu.
“Melani apa kamu suka dengan buku itu?” tanyaku penasaran.
“Iyaa, aku sangat suka cerita di dalam buku ini.”
“Ohh begitu.”
“Apa kamu mau membaca nya juga?” tanyanya.
“Hmm…mungkin lain waktu aku juga akan baca,” jawabku.
Padahal buku itu adalah buku pertama yang aku temukan, dan aku
sudah membacanya walaupun belum sepenuhnya aku baca, mungkin hanya setengah
cerita kemudian aku tidak lanjut membacanya dan menaruh kembali ke
perpustakaan.
Oiya besok ada pelajaran olahraga, biasanya pelajaran olahraga ada
3 kelas dalam satu waktu, jadi mungkin kita akan olahraga bareng dengan kelas
lain, tapi kelas mana aku belum tau, karena ini sudah masuk tahun ajaran baru
pasti berubah. Melani kan murid baru disini apa dia sudah punya seragam
“Melani, kamu sudah punya seragam olahraga? Soalnya besok ada mata
pelajaran olahraga,” tanyaku.
“Hmm…sepertinya sudah karena yang mengurus semua keperluan
sekolahku adalah pelayanku, jadi aku biasanya tinggal pakai saja,” jawabnya.
Anak orang kaya mudah sekali hidupnya, hanya tinggal duduk saja.
“Oiya Angga, makasih yaa makanan nya,” ujarnya dengan wajah senyum
manis.
***
Akhirnya waktu pulang, malam ini aku tak ada kegiatan latihan jadi
aku bisa bebas malam ini. Ngapain yaa enaknya malam ini, keluar malam? Tapi aku
ajak siapa yaa, Rehan? Mungkin dia belajar untuk persiapan kompetisi
pemrograman. Aku tak mau mengganggu nya.
“Angga aku duluan yaa,” sahut Rehan yang pergi pulang duluan.
“Iyaa hati-hati.”
Aku juga siap-siap saja untuk pulang, aku keluar kelas lalu
melewati lorong sekolah. Aku menoleh kan kepalaku ke arah jendela dan melihat
ada Safira yang sedang berdiri diam di bawah pohon jambu, dia sebenarnya sedang
apa di bawah pohon jambu. Jadi aku putuskan untuk menghampirinya dan bertanya
kepadanya, berharap dia tidak cuek lagi.
“Safira kau sedang apa disini?” tanyaku yang menghampiri nya.
Dia pun menoleh dan berbalik arah menghadapku dan ia berkata,
“Apa itu sesuatu yang penting untuk mu?” tanya nya dengan wajah
yang judes.
“Tidak, aku hanya ingin tau saja.”
“Aku hanya melihat pohon jambu ini saja.”
__ADS_1
“Kau pasti sedang berbohong.”
“Cih, aku disini untuk mencari ketenangan.”
“Ketenangan?”
Ketenangan apa yang dia maksud aku tak paham sama sekali,
ketenangan dengan melihat pohon jambu? Sungguh aneh. Pasti ada sesuatu dia
terus berdiri sendiri disini dan tak ada yang menemani nya, apa ada sesuatu
terhadap nya?
“Aku selalu sendiri, bahkan aku tak punya teman sama sekali, itu
karena dulu saat SMP aku pernah tidak sengaja mendorong temanku dari lantai 2,
karena kami sedang bercanda, sejak kejadian itulah aku jadi di jauhi sampai
lulus SMP, dan sekarang aku takut untuk bergaul lagi,”
“Aku selalu ke bawah pohon ini untuk mencari ketenangan hati ku
yang sedang sendiri, aku memandangi pohon jambu yang lebat ini, dan berharap
dunia ini membaik untuk ku,” lanjut katanya.
“Lebih baik sekarang kamu memberanikan diri untuk bergaul dengan
teman baru mu, kau sudah menghabisi 1 tahun pertama di SMA tanpa teman, jika
aku menjadi mu aku akan mencoba untuk bergaul dengan yang lain,” ujarku
kepadanya.
“Bicara memang mudah.”
“Oiya malam ini kamu ada acara?” tanyaku.
“Tidak ada memang nya kenapa?”
“Kamu mau tidak nanti malam kita pergi ke alun – alun kota?”
“Kenapa harus mengajak ku? Apa kau tidak punya teman.”
“Temanku semuanya ada acara masing-masing, jadi bagaimana?”
“Hmm…baiklah-baiklah.”
“Okee, nanti malam kita langsung ketemuan di pinggir jalan raya
alun-alun,” ujarku.
“Kalau begitu aku duluan pulang ya, jangan lupa nanti malam, dah,”
ujarku sambil aku pergi meninggalkan Safira.
“Oiya, namaku Angga ingat itu.”
Aku berhasil mengajaknya jalan-jalan malam, kurasa ini pilihan
yang tepat untuk mengisi waktu kosongku, aku juga jarang sekali jalan-jalan
santai. Kuharap malam ini menjadi panggung untuk ku.
Melani
***
Aku sangat bahagia hari ini karena dapat
makan bersama dengan Angga lagi, aku mengambil kaca yang ada di dalam tasku,
aku melihat wajah ku yang memerah karena rasa malu tadi. Besok pelajaran
olahraga, apa aku sudah punya seragamnya yaa?
“Jeni, apa seragam olahraga ku besok
sudah siap untuk di pakai, soalnya besok aku ada pelajaran olahraga,” kataku
kepada pelayanku.
Oiya Jeni adalah nama pelayan pribadiku,
dia sudah bekerja di rumahku sejak aku masih SMP kelas 1, jika aku ada
keperluan apa-apa aku bisa memanggil Jeni untuk memenuhi keperluanku.
“Sudah nona, semua perlengkapan sudah
saya siapkan, anda tinggal memakai nya saja,” katanya.
“Baguslah kalau begitu.”
Kira-kira malam ini Angga ada acara atau
tidak yaa?
***
__ADS_1