
Baby Aretha kini sudah menginjak usia tiga bulan, dia mulai aktif berceloteh membuat semua orang gemas kepada bayi cantik dan lucu ini. Sampai saat ini Yura masih mengurus anaknya sendiri tanpa bantuan baby sitter, karena dia memang tidak mau. Yura bilang cukup dirinya saja yang tidak mendapat kasih sayang seorang ibu jangan sampai anaknya merasa kekurangan kasih sayang seperti dirinya.
Revan sangat bahagia dengan sikap Yura, meskipun usianya masih sangat muda tapi dia mampu berpikir dengan dewasa. Revan selalu ikut andil dalam mengurus baby Ar, dia tidak tega melihat istrinya kelelahan. Untung saja mereka tinggal di rumah utama, jadi Yura tidak sendirian dan ada yang membantunya seperti mamah Rita dan juga Bira yang membimbingnya bagaimana mengurus bayi.
Pagi ini seperti biasa bis molor itu belum bangun, karena hampir semalaman baby Ar mengajaknya mengobrol, hingga kini ia merasa sangat ngantuk. Revan memberikan ciuman kembut di kening Yura.
"Bis kecil ini pasti sangat kelelahan " gumamnya, baru saja Revan akan beranjak dari tempat tidurnya baby Ar terdengar menangis meminta jatah susu paginya. Revan pun langsung mengambil anaknya dan menggendongnya serta membuatkan susu untuk bayi mungil itu. Revan yang sudah siap dengan setelan kerjanya langsung membawa anaknya ke ruang makan, karena merasa kasihan kepada istrinya yang kelelahan.
"Aduh bayi cantik pagi-pagi udah bangun, sini sama tante Bira gendong" ucap Bira pada Revan
"Biar aku saja Bira, kau sedang sarapan ?" tanya Revan
"Bira udah kok sarapannya, sini Arethanya A Revan biar Bira yang gendong, A Revan sarapan aja dulu" Revan pun memberikan bayinya pada Bira . Bira dengan senang menerimanya, karena dia selalu gemas dengan bayi cantik ini.
"Ya ampun, Aretha kamu ini lucu banget sihh tante Bira jadi mau punya anak perempuan, pasti lucu deh ya mas kalo Reby punya adik perempuan " ucap Bira
"Anakmu baru berusia sepuluh bulan dan kau ingin punya anak lagi ?" tanya Regan
"Ya engga sekarang atuh nanti aja" ucap Bira
"Nanti saja jika mentalku sudah kuat, aku masih merasa trauma melihatmu melahirkan " ucap Regan
"Aretha adalah adiknya Reby, jadi kau bisa menunda mencetak anak dulu Bira " timpal Revan
"Kegiatan mencetaknya tidak bisa di tunda, harus setiap hari " tegas Regan, Revan hanya berdecak
"Dasar tidak mau malu, setiap hari meminta jatah pada istrinya " ucap Revan, untung saja di sana tidak ada mamah Rita dan papa Anton karena mereka sedang keluar kota. Jadi percakapan unfaedah mereka tidak ada yang mendengarkan.
"Jangan bilang kau jarang mendapat jatah ?" Regan mengangkat alis dengan bertanya sangat menyebalkan di telinga Revan karena dia memang jarang mendapat jatah dari Yura. Karena Yura sering kali kelelahan dan Revan merasa tidak tega.
__ADS_1
Regan langsung tergelak melihat ekspersi Revan, "jangan katakan itu benar Revan ?" ledek Regan
"Itu benar, aku menyayangi istriku jadi aku tidak mau dia kelelahan, aku ini pria lembut dan penyayang bukan pria pemaksa sepertimu " balas Revan
"Aku tidak pernah memaksa istriku, dia selalu suka rela melakukannya, iya kan sayang" ucap Regan sambil mencium pipi Bira.
"Dasar pamer " kesal Revan
"Jangan ngomongin adegan delapan belas tahun ke atas atuh di sini teh ada anak perawan yang jomblo " ucap Salsa, mendengar itu semua orang jadi tertawa.
"Cepat menikahlah dengan asisten si kanebo itu, kasihan jika terlalu lama nanti bisa karatan " ledek Revan.
Dari atas tangga, Yura terlihat lari dan panik Revan yang melihatnya langsng menghampiri.
"Mas Revan....." teriaknya
"Ada apa Yura ?" tanya Revan yang ikut panik melihat istrinya
"Hilang ?" tanya Revan
"Iya, padahal tadi Yura tidurin di pinggi Yura, takut jatoh dan masuk ke kolong tempat tidur tapi Yura cari tetap ga ada " ucap Yura dengan sedih dengan air mata sudah kemana-mana.
"Hey Tayo, anakmu ada di sini " ucap Regan yang sedang memangku Aretha. Yura yang terkejut pun langsung menghampiri Regan.
"Kok Aretha sama kak Regan, kalo mau pinjem anak itu bilang dulu, Yura panik tahu " ucap Yura pada Regan
"Hey bis kecil dan kakak iparku yang pendek, suamimu yang sudah menculik anakmu bukan aku " kesal Regan
"Hey, Aretha lihatlah ibumu sangat menyebalkan " ucap Regan pada bayi itu, Bira dan Salsa hanya tertawa melihat Regan dan Yura .
__ADS_1
"Jangan di ajarin yang buruk, terus ajarin Aretha manggil Yura bunda , Yura ga mau di panggil ibu soalnya Yura belum ibu-ibu " ucapnya
Revan dan Regan langsung tergelak mendengar ucapan bis kecilnya itu, "Astaga Revan...." si kanebo langsung tertawa mendengarnya.
Sedang Revan hanya menahan gemas kepada istrinya. Yura langsung mengerucutkan bibir kesal karena di tertawakan dua bersaudara itu.
"Kok malah ketawa sihh, emang salah kalo Aretha manggil Yura bunda " ucap Yura
"Tidak sayang tapi itu sangat lucu " ucap Revan
Yura yang kesal pun langsung merajuk " coba aja ketawa lagi, ga ada jatah buat si jhon buat sebulan ke depan " ancam Yura. Revan yang mendengarnya langsung panik jangan tambah sebulan lagi.Seminggu ini saja dia belum menyentuh Yura si jhon sudah sangat merana. Revan tidak bisa membayangkan jika sampai sebulan si jhon tidak mendapat jatah di pastikan senjata Revan akan karatan . Oh tidak bisa, Revan tidak terima.
Revan langsung saja menggendong Yura ke kamarnya " Regan titip anakku....." ucap Revan sambil membawa Yura ke kamarnya.
"Dasar gila, lihatlah Aretha kelakuan ayah bundamu sangat menyebalkan, dia menitipkanmu padaku hanya karena si jhon " Regan geleng-geleng kepala.
Sedangkan Bira hanya tertawa saja, dan Aretha jangan di tanya dia jadi ingin menikah sekarang juga.
Setelah di kamar Revan pun menurunkan istrinya di kasur. " Mas Revan kenapa malah gendong Yura, bukannya gendong Aretha " kesal Yura, karena suaminya tiba-tiba membawanya ke kamar dan meninggalkan bayi mereka.
"Biarkan saja dulu, Aretha bermain dengan om dan tante nya dulu " ucap Revan
"Tapi...."
"Biar saja, kita bermain dulu sebentar " ucap Revan sambil tersenyum dan mencium kening Yura
"Ihhh, bisa-bisanya kepikiran itu "
"Salah kamu sendiri bis kecil, pagi-pagi sudah menggodaku " Setelah mengucapkan itu Revan langsung mencium bibir Yura yang sangat manis untuk Revan. Revan terus menciumi Yura dengan sangat lembut tanganya melepaskan pakaian kerja yang sudah Revan pakai dengan sangat rapi tadi, namun dia tidak peduli, saat ini Revan sangat meridukan Yura. Tangannya pun kini tidak tinggal diam dan bermain di aset Yura yang menjadi kesukaannya , hingga tangan dan bibir Revan bermain di sana, dan terdengar suara erangan dari Yura, hingga satu tarikan saja semua pakaian Yura sudah terlepas.
__ADS_1
Dan akhirnya pergulatan panas antara Yura dan Revan pun terjadi pagi itu.
Maaf telat up, karena keyboardnya rusak 😥jadi ini ngetiknya pakai hp jadi lama 😪