
"Hai Revan... ?" sapa seorang gadis cantik kepada Revan
"Omg..." ucap Yura
Namun Revan sama sekali tidak menjawabnya dan kembali fokus kepada Yura.
"Revan aku bicara denganmu, kenapa kau malah diam saja " ucap Sinta. Perempuan yang menyapa Revan adalah Sintia mantan calon istri Revan dulu.
"Bicara saja tidak ada yang melarangmu " jawab Revan datar, hingga membua Siena kesal dirinya seperti tidak di anggap oleh Revan.
"Dasar cacing kremi " gumam Yura namun masih terdengar jelas di telinga Sintia.
"Apa kau bilang tadi ?" tanya Sintia sambil menatap Yura tidak suka pada Yura.
"Cacing kremi " jawab Yura santai
"Apa...!!!" kesal Sintia
"Jangan berteriak pada istriku Sintia, karena aku tidak menyukaimya. Tidak boleh ada seorang pun yang membentak atau menyakiti istriku " ucap Revan dan langsung mengajak Yura pergi untuk mencari tempat duduk.
"Yura ga suka sama dia " ucap Yura sambil mengerucutkan bibirnya hingga Revan tersenyum, melihat istrinya yang cemberut.
"Aku juga tidak menyukainya " jawab Revan.
"Mas Revan jangan sampe macem-macem sama sama dia ya Yura ga rela, suami Yura yang ganteng di goda sam cacing kremi kaya dia "ucap Yura hingga Revan tertawa
"Tidak akan pernah, cukup satu macam saja denganmu, kau adalah segalanya dalam hidupku Yura dan aku sangat mencintaimu tidak mungkin aku bisa berpaling dari istri secantik dan sebaik dirimu" ucap Revan sambil membelai sayang Yura. Sintia menatap Yura dan Revan tidak suka.
"Ihhh suami Yura kok manis banget sihh..."ucap Yura tertawa, hingga Revan pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Harusnya kau menjadi miliku Revan, aku sangat mencintaimu. Aku sangat menyesal sudah meninggalkanmu " gumam Sintia.
Meninggalkan Revan adalah penyesalan yang sangat besar dalam hidup Sintia. Karena Sintia baru menyadari kalau tidak ada pria sebaik Revan. Pria yang sangat lembut dan perhatian padanya. Namun kini kelembutan dan perhatiannya tertuju untuk wanita lain, Sintia tidak rela.
Dulu menurut Sintia Revan terlalu posesif hingga ia tidak merasa bebas saat berhubungan dengan Revan. Hingga ia berselingkuh dan pergi di saat pernikahan sudah di tentukan. Sintia berpikir akan mudah mendapatkan maaf dari Revan karena yang Sintia rasakan cinta Revan begitu besar padanya.
Namun Sintia salah, Revan sama sekali tidak mau memaafkannya dan parahnya dia menikah dengan gadis yang masih sangat muda. Ya walaupun gadis itu terlihat sangat cantik. Tapi Sintia tidak rela apalagi saat Revan menatap Yura dengan penuh cinta, sungguh dadanya terasa sangat panas saat melihat kemesraan mereka berdua.
"Mas, Yura mau ke toilet dulu, anterin yuk Yura ga tau dimana toiletnya "ajak Yura, Revan pu mengangguk. Mereka berdua pun beranjak dari tempat duduk mereka dan pergi dari sana .
Revan menunggu di luar dengan jarak agak jauh dari Yura, sambil menunggunya Revan memainkan ponselnya.
"Revan..." panggil Sintia yang ternyata mengikutinya
Revan berdecak tidak suka melihat Sintia di sana yang ternyata mengikutinya.
"Mau apa kau, pergilah " ucap Revan yang takut Yura nanti salah paham jika melihatnya sedang berdua bersama Sintia.
"Tidak..." tegas Revan tanpa memandang Sintia dan Revan malah terlihat asik dengan ponselnya, karena menurut Revan melihat ponsel lebih menyenangkam di bandingkan melihat Sintia.
"Revan aku masih sangat mencintaimu " ucap Sintia tiba-tiba, hingga Revan terdiam sejenak kemudian tidak memperdulikan Sintia lagi.
"Revan, aku ingin kita seperti dulu lagi. Kita bersama menjalin cinta " ucap Sintia tidak tahu malu.
"Aku sudah menikah Sintia, sebagai wanita baik-baik kau tidak pantas mengucapkan hal itu. Dan asal kau tahu aku sangat mencintai istriku, hatiku sudah di penuhi oleh namanya tidak ada yang lain " ucap Revan dengan tegas.
"Tidak,itu hanya pelarian saja, aku tahu bagaimana kau sangat mencintaiku Revan.Tidak mungkin cinta itu hilang dalam sekejap kau pasti hanya marah dan kecewa padaku iya kan?" ucap Siena
"Tapi kenyataannya memang begitu, aku sangat mencintai istriku kau hanya masa lalu dan Yura adalah masa depanku dan hidupku "ucap Revan
__ADS_1
"Revan...." lirihnya
"Pergilah...." usir Revan
"Tidak " jawab Sintia yang malah memeluk Revan dan sialnya Yura malah melihatnya. Hingga Revan terkejut dan langsung mendorong Sintia.
"Mas Revan...." panggil Yura
"Yura...." panggil Revan
"Kamu jangan salah paham sayang, aku tidak ada apa-apa dengannya. Dia tadi tiba-tiba memelukku" ucap Revan takut Yura salah paham.
Namun Sintia malah tersenyum berharap Yura salah paham dan bertengkar dengar Revan. Tapi sepertinya keinginan Sintia agar Yura salah paham tidak terwujud.
"Hey tukang pecel, jangan berani ganggu suami Yura ya, kalau berani nyentuh suami Yura lagi awas aja..." kesal Yura sambil memperlihatkan tangannya yang terkepal ke depan wajah Sintia
"Hey anak kecil, Revan dan aku saling mencintai asal kau tahu itu " ucap Sintia
"Dulu woy dulu, sadar dong...." jawab Yura
"Sampai sekarang kami masih saling mencintai "balas Sintia tidak mau kalah.
"Astaga, nih orang minum obat tidur kebanyakan kayanya. Sampe belum sadar kalo dia udah bangun" ucap Yura
"Tanya saja pada Revan " ucap Sintia
"Mas Revan, mas Revan cintanya cuma sama Yura kan ?" ucap Yura dengan manja dan sambil memeluk Revan, hingga Revan menjadi gemas dengan tingkah istrinya .
"Tentu sayang, aku sangat mencintaimu " ucap Revan sambil mencium kening istrinya dengan lembut, Sintia yang melihat kemesraan mereka di hadapannya merasa meradang. Jika tidak ada Revan di sana Sintia mungkin sudah menarik kasar Yura.
__ADS_1
Like dan komen dong biar semangat up nya 😊🙏