Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 46


__ADS_3

Karena kebaikan mamah Rita, Alya dan ayahnya kini bekerja di sana. Ayahnya bekerja sebagai tukang kebun dan Alya sebagai asistent rumah tangga. Tentu saja itu membuat Alya dan ayahnya merasa sangat senang, karena mereka bahkan di ijinkan tinggal di sana.


Karena kebetulan saat ini mereka berdua tengah kesulitan keuangan, usahanya yang sepi belum lagi rumah kontrakan yang mereka tempati pun belum di bayar. Kejadian ini sungguh membawa berkah tersendiri untuk mereka berdua. Namun sayangnya Alya menginginkan hal lebih dari itu. Alya sangat ingin menjadi bagian dari keluarga mereka. Tidak apa-apa walau menjadi yang kedua, yang terpenting Alya bisa memiliki salah satu putra keluarga Maheswara itu.


Malam ini Alya sedang menyiapkan makan malam , dan ia melihat Revan dan Regan yang sangat tampan. Melihat kedua pria tampan itu membuat Alya sangat betah memandangi wajah mereka berdua. Dan tentu saja Bira dan Yura menyadari jika Alya tengah memperhatikan Regan dan Revan sedari tadi. Pandangannya tidak mau berpaling dan terlihat terus mencari perhatian mereka berdua. Namun sayangnya Revan dan Regan sama sekali tidak peduli, mereka fokus pada laptopnya masing-masing dari pada menengok Alya sang asistent rumah tangga yang baru bekerja di sana.


Posisi mereka saat ini memang ada di ruang keluarga yang ruangan besar itu di satukan dengan ruang makan, sehingga mereka berdua terlihat oleh Alya yang sedang menata piring di meja makan.


"Ini cuma perasaan Yura atau gimana ya, Yura liatin dari tadi Alya liatin terus mas Revan yang ganteng dehh...."ucap Yura


"Iya, Bira juga perhatiin Alya juga liatin terus mas suami Bira... " jawab Bira, mereka berdua berbicara agak berbisik karena takut terdengar oleh Alya. Kebetulan di ruangan itu hanya ada kedua pasangan kakak beradik itu, karena mamah Rita masih berada di kamar bersama papa Anton berserta kedua cucunya.


Sudah menjadi kebiasaan mamah Rita dan papa Anton untuk bermain dengan kedua cucunya di kamar mereka. Mereka berdua sangat bahagia, kedua cucunya seakan pengobat rasa lelah setelah bekerja seharian.


Reby dan Aretha pun sangat dekat, mereka bayi yang sangat menggemaskan. Reby saat ini sudah bisa berjalan dan Aretha sedang aktif-aktifnya belajar berdiri karena sepertinya Aretha ingin segera bisa berjalan seperti Reby. Hingga membuatnya terus bersemangat ingin belajar berdiri, kelucuan cucu-cucunya menjadi hiburan tersendiri untuk mamah Rita dan papa Anton.


"Biarkan saja dia Yura, suamimu ini memang tampan hingga banyak wanita yang terkagum-kagum pada suamimu ini.... " ucap Revan sambil masih fokus pada pekerjaannya.


"Aaarrgghhh.... " Revan menjerit merasa sakit, karena capitan kepiting dari si Tayo membuat pahanya terasa panas.

__ADS_1


"Kenapa kau mencubitku tayo....?" tanya Revan mengusap-usap pahanya yang terasa sakit.


"Jangan coba-coba buat genit, kalau Yura jadi janda bakal banyak cowok yang ngantri buat suami baru Yura.... " jawab Yura dengan kesal.


"Enak saja memangnya siapa yang mau membuatmu jadi janda, aku tidak rela tayo bis kecilku di miliki orang lain... " ucap Revan dengan menggebu-gebu takut istri kecilnya yang imut menjadi milik orang lain.


Demi apa pun Revan tidak rela, "makanya jangan macem-macem.... " kesal Yura mendelik


"Apa salahku Tayo....?" tanya Revan


"Pikir aja sendiri... " ucap Yura merasa kesal


"Untuk apa melirik wanita lain, jika di hadapanku istriku lah yang paling sempurna segalanya" jawaban Regan membuat hati Bira berbunga-bunga.


"Bira jadi malu dengernya, terhura deh jadinya...mas suami emang yang paling keren" ucap Bira sambil mengecup pipi Regan. Sehingga Regan tersenyum bahagia dan membalas mencium pipi Bira.


"Mas Revan.... "panggil Yura


"Apa sayang.... " jawab Revan sambil tersenyum manis semanis gula di campur susu, manisnya benar-benar kelewatan hingga membuat Yura meleleh duluan.

__ADS_1


"Yura juga pengin di cium kaya ratu ubur-ubur" rengeknya. Revan tersenyim senang melihat bis kecilnya manja lagi padanya, sakit akibat capitannya barusan terasa hilang begitu saja karena melihat wajah istrinya yang tersenyum manis.


"Tentu sayang kemarilah.... "Revan menarik pinggang ramping Yura dan menciumnya.


"Jadi pengen bikin dede..... " ucap Yura tersenyum manja pada Revan


"Nanti kita makan dulu... "jawab Revan


"Dasar bis mesum.... "ledek Regan Bira dan Revan pun tertawa bersama


"Andai aku yang berada di sana...."lirih Alya


*


*


*


Dukung terus novel ini ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2