Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 12


__ADS_3

Pagi ini Yura bangun lebih pagi dari biasanya, Yura sudah mandi dan berdandan dengan riasan tipis. Dia ingin menyiapkan keperluan Revan sebelum bekerja, Yura ingin mencontoh Bira yang walau mempunyai bayi dia selalu kelihatan cantik dan selalu menyiapkan keperluan anak dan suaminya sendiri. Yura ingin cekatan seperti Bira.


Revan belum bangun dari tidurnya, mungkin karena dia habis begadang dengan putrinya yang selalu mengajak ngobrol setiap malam. Ya entah kenapa putrinya itu selalu terbangun di tengah malam hanya untuk mengobrol dengan papa nya. Mungkin bayi itu bahagia dan merindukan papa nya karena siang hari dia tidak sempat bertemu .


"Mas Revan ayo bangun " namun posisi Yura membangunkan suaminya sangat aneh, dia malah ikut tidur di samping Revan dan memeluknya sengaja bersandar di dada bidang suaminya.


Revan pun membuka matanya dan melihat kelakuan istrinya. Hari ini istrinya sudah sangat wangi, apa dia sedang menggodanya. " Ayo bangun mas Revan cepetan sambil terus mengeratkan pelukannya " hingga Revan tertawa melihat tingkah aneh istrinya.


"Kau ingin membangunkanku atau mengajakku tertidur lagi bis kecil ?" tanya Revan


"Bangun, mas Revan mesti kerja harus semangat kerjanya demi anak dan istri " jawab Yura


"Lalu kenapa kau malah semakin erat memeluku hemm?"


"Soalnya nyaman banget, di sini anget " ucapnya sambil terus menguyel-uyel di sana.


"Gadis kecil ini pagi-pagi sudah menggodaku" gumam Revan dalam hati.


"Tapi caramu membangunkanku itu sangat aneh Yura, kau malah membangunkan sesuatu yang lain di tubuhku jika caramu membangunkanku seperti ini "


"Bangunin apa ?" tanya Yura polos, sambil wajahnya melihat ke arah Revan. Hingga wajah cantiknya terlihat menggemaskan.


"Sesuatu yang kau suka pastinya " ucap Revan tertawa, hingga Yura merasakan sesuatu yang lain kini tengah bangun . "Ihh dasar ya punya suami aneh, di suruh bangun malah gitu " ucapnya sambil mengerucutkan bibir.


"Salahmu sendiri bis kecil, kau sudah menggodaku pagi-pagi begini " hingga Revan kini sudah mengungkung Yura dan mulai mencium bibirnya. Dan olahraga pagi pun terjadi pagi itu.


Yura yang sudah mandi pun kini mandi lagi gara-gara suaminya yang menerkamnya pagi-pagi.


"Gara-gara mas Revan Yura mandi dua kali " ucapnya sambil menyisir rambutnya.


"Benarkah ? jika setiap hari kau seperti itu maka aku pastikan kau akan mandi berkali-kali " jawab Revan, Yura hanya mencebikan bibir.


"Mas Revan, Yura hari ini mau beli keperluan Yura sama Aretha boleh ya ?" tanyanya


"Tidak boleh sayang, aku tidak mengijinkannya" jawab Revan


"Perginya rame-rame kok, sama Timmy sama Salsa juga terus asisten pelit itu juga ikut buat nemenin Yura" jawab Yura

__ADS_1


"Yura, aku takut kamu kenapa-kenapa sayang. Cukup sekali aku melakukan kesalahan hingga terjadi sesuatu yang tidak di inginkan " ucap Revan sambil membelai lembut wajah istrinya.


"Baiklah, biar aku saja yang mengantarmu hari ini " tawar Revan karena tidak tega melihat wajah istrinya yang terlihat sedih.


"Beneran ? " tanya Yura bahagia


"Iya,anggap saja itu hadiah karena kau juga sudah memberiku hadiah pagi ini " jawab Revan tersenyum.


"Asikkk, kalo gitu tiap pagi juga boleh biar Yura di ajak belanja" ucapnya tersenyum riang


Revan tersenyum melihat tingkah istrinya " aku seperti sedang menjaga dua anak " gumamnya


"Bilang pada mereka, kalau kau tidak jadi pergi bersama mereka, tapi bersamaku " ucap Revan


"Ga usah, orang Yura belum ngasih kabar mereka kok " jawabnya enteng


"Apa....ahh dasar bis kecil ini memang sangat aneh, aku kira mereka sudah janjian ternyata masih rencana " Revan geleng-geleng kepala.


Setelah selesai sarapan dan bersiap Revan dan Yura pergi berbelanja kebutuhan mereka, Aretha tidak di bawa karena masih sangat kecil untuk di bawa jalan-jalan mamah Rita melarangnya jadi Aretha di titipkan kepada mamah Rita di rumah.


"Ayo sayang tancap gas....." ucap Yura, kini mereka sudah berada di dalam mobil.


Selama perjalanan Yura terus saja berbicara sepertinya hari ini dia sangat senang. Padahal Revan hanya mengantarnya berbelanja, namun bis kecil ini sudah terlihat sangat bahagia.


Kini mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan, dengan semangat Yura mengambil trolly dan mulai mengambil barang-barang yang ia butuhkan Revan mengambil alih trollynya dan mengikuti kemana pun Yura melangkah.


Setelah membeli kebutuhannya kini Yura mengisi trolly yang kedua dengan berbagai macam jenis snack dan jajanan lainnya. "Istriku memang masih kecil dia suka sekali jajan " gumam Revan.


"Yura aku mau lihat dulu ke sebelah sana ya " ucap Revan


"Iya, mas " jawab Yura


"Saat sedang asikk memilih-milih makanan, Yura mendengar suara seseorang yang tidak asing seseorang yang sangat dia kenal.


"Sayang, aku nanti anterin aku beli baju sama tas baru ya " ucap seorang gadis


"Tentu saja, apa pun mau mu " ucap seorang pria, karena penasaran Yura pun menengok dan mencoba melihat . Ternyata benar dugaannya dia Kiara, sepertinya dia sedang berkencan dengan seorang pria seumuran Revan.

__ADS_1


"Cihh si imoy ternyata seneng sama yang udah mateng kaya gue " gumam Yura, saat Yura sedang mengintip Kiara melihatnya.


"Hey....hey siapa ini ?"


Karena ketahuan Yura pun langsung keluar "Gue Yura, ingetan lo buruk banget beberapa bulan ga ketemu udah lupa "


"Karena lo orang yang ga penting yang mesti gue inget " jawab Kiara


"Oh baguslah, gue juga ga mau di inget -inget sama lo, gue takut, takut di gelantungin lo kan imoy " jawab Yura sambil tertawa


"Maksud lo apa ?" tanya Kiara


"Lo kan imoy panggilan lucu dari mony*t " jawab Yura lagi sambil tertawa. Pria di samping Kiara hanya tersenyum, senyum kagum pada Yura.


"Beb, liatin dia ngeledekin aku" ucap Kiara manja


"Dihh, manja " ucap Yura


"Sudah lah sayang, mungkin dia hanya bercanda padamu " jawab pria itu


"Isshhh, kamu ini ya " Kiara merajuk pada pria itu.


"Si imoy manja banget, geli gue liatnya " gumam Yura, Yura pun melanjutkan belanjanya


"Hei Yura, gue belum selesai ngomong ya "


"Ya tinggal ngomong aja apa susahnya " jawab Yura sambil memilih belanjaan yang akan dia beli.


"Bebbb....." manja Kiara lagi


"Ehhh buset gue pengen ulek tuh mulutnya yang manja-manja nyeremin " gumam Yura


"Jangan ngeliatin dia terus dong beb, dia itu udah punya suami udah punya anak juga "kesal Kiara yang dari tadi Kiara perhatikan kalau kekasihnya terus menatap Yura dengan intens.


"Gue emang udah nikah udah punya anak juga, tapi pesona gue lebih dari seorang gadis kaya lo..." ledek Yura sengaja membuat Kiara kesal.


"Yuraaa......!!! teriak Kiara

__ADS_1


"Apa neng imoy......" ucap Yura santai


Maafkan baru up ya 😊🙏


__ADS_2