Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 47


__ADS_3

Acara makan malam pun di mulai, kini mereka semua tengah makan malam bersama di sana. Alya ingin sekali bergabung dengan mereka, sepertinya kebaikan mamah Rita membuatnya sedikiti lupa diri.


Ayahnya yang merasa tidak enak karena anaknya terus berdiri tidak jauh dari meja makan pun langsung menarik Alya ke belakang. Tapi Alya sedikit memberontak, karena Alya juga tidak mau orang lain melihatnya terlihat tidak baik


"Kamu itu lagi ngapain di sana, malu lah orang mereka mau pada makan. Harusnya kamu menjauh, untung aja mereka tadi mereka ga ada yang ngeliat kamu" ucap ayahnya Alya, di nasihati seperti itu oleh ayahnya bukan malah membuat Alya merasa kesal.


"Justru Alya pengin mereka ngeliat Alya ayah, Alya juga pengin makan di sana sama mereka" jawabnya tidak tahu malu. Ayahnya merasa kesal mendengar jawaban anaknya


"Mereka sudah sangat baik, jangan buat ayah malu. Kita harus tahu diri Alya ga boleh kamu begitu" Alya terdiam sejenak meskipun masih kesal namun akhirnya ia menuruti perkataan ayahnya dari pada ayahnya terus menceramahinya.


Kini Alya berkumpul dengan para pelayan lainnya, yang sedang makan malam juga. Pelayan di rumah ini lumayan banyak mereka mempunyai tugas masing-masing. Hanya untuk masak mereka mempercayainya pada ibu Kulsum Ua nya Sabira.


"Keluarga ini kayanya bahagia banget ya..." ucap Alya tiba-tiba


"Iya, keluarga ini sangat bahagia, karena mereka semua orang baik... "jawab Ua Kulsum


"Iya beruntung banget nona Bira sama nona Yura ya bisa nikah sama tuan Revan dan tuan Regan.. "


"Rejeki mereka memang bagus, mereka berdua itu cantik dan juga baik...." timpal pelayan yang lainnya.


"Yang cantik sama baik banyak, tapi sayang ga banyak orang seberuntung mereka "jawab Alya.


"Iya atuh nasib orang mah beda-beda...." sambung Ua Kulsum.


"Alya mau sama salah satu dari mereka, ga apa-apa jadi yang kedua juga " ucapnya santai, hingga semua para pelayan terdiam dan menatap aneh pada Alya.


"Alya.... "tegur pak Budi

__ADS_1


"Becanda ayah.... "jawabnya sambil tersenyum, namun Ua Kulsum sepertinya jadi kurang menyukai Alya. Dia tidak suka jika ada yang mengganggu hubungan Bira dan juga Yura yang sudah seperti anaknya sendiri. Jika itu sampai terjadi maka ia tidak akan tinggal diam.


*


*


Di dalam kamar


"Mas Revan.... " panggil Yura yang kini sedang ada dalam pelukan hangat suaminya Revan.


"Apa sayang.... " jawab Revan sambil memainkan rambut Yura yang lembut


"Yura ga suka sama Alya, dia ngeliatin mas Revan terus Yura ga rela suami Yura yang ganteng di liatin sama dia" ucapnya merajuk sambil mengelus-elus dada bidang Revan. Mendengar Yura bicara seperti itu Revan malah tertawa.


"Kenapa malah ketawa sihh, nyebelin banget... " ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.


"Beneran.... " Yura terbangun dan mencium Revan


"Hey Tayo kau menggodaku... " tanya Revan


"Iya, Yura sekarang mau jadi istri agresif supaya mas Revan ga kecantol sama yang lain, kalo perlu Yura besok mau beli baju yang kaya saringan biar mas Revan tergoda dan kesengsem sama Yura... " ucapnya.


"Baiklah aku setuju kalau itu, kau pasti akan terlihat sangat seksi. Ahh aku jadi tidak sabar ingin melihatmu memakai lingrie " ucap Revan.


"Ya, udah kalo gitu sekarang Yura pake kebetulan Yura dulu pernah di beliin sama mamah" ucap Yura sambil terbangun dan beranjak dari kasurnya dan menuju ruang ganti baju.


"Dasar si Tayo ada-ada saja, tanpa dia memakai itu pun di sudah sangat menggoda "gumam Revan sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit Yura keluar dari ruang ganti baju, yang pertama Revan lihat adalah kaki jenjangnya, kemudian Yura keluar dan terlihat ia memakai lingrie berwarna merah yang mana warna merah itu terlihat sangat kontras dengan kulit putih dan mulus Yura.


Lingrie yang di pakai terlihat transfaran, apalagi tubuh bagian atasnya terlihat sangat menggoda bagian bawahnya kaki jenjangnya terekspos hingga paha membuat Revan menelan ludahnya melihat keseksian tubuh Yura.


"Yura seksi kan.....?" ucapnya di buat serak-serak manja membuat Revan jadi ingin tertawa terbahak, namun Revan menahannya karena takut merusak mood istrinya dan kehilangan jatah si jhon untuk berendam di lembah Yura.


"Kamu seksi sekali sayang, ayo kemarilah... " ucap Revan tidak sabar ingin segera mengeksekusi Yura yang terlihat seksi dan menggemaskan.


"Oke sayang I'm coming..... " jawab Yura sambil berjalan sok elegan seperti model, membuat Revan semakin ingin tertawa melihat istrinya yang menggemaskan itu.


Yura berjalan bak model menghampiri Revan, berjalan sambil berlenggak lenggok, sayangnya beberapa langkah lagi saat ia akan sampai ke kasurnya. Yura tidak sengaja menginjak mainan Aretha yang membuatnya terpeleset hingga jatuh terjengkang.


"Brugghh..... "


Yura terjatuh dengan posisi memalukan, membuatnya harus menahan malu di hadapan sang suami. Tadinya ia ingin terlihat seperti perempuan dewasa yang bergelora dan menggoda. Namun sekarang ia malah terlihat sangat konyol dan memalukan dasar memang menyebalkan.


Tawa Revan yang sudah ia tahan dari tadi pun pecah juga. Revan tertawa terbahak-bahak melihat Yura terjatuh terjengkang, karena mainan yang Yura injak adalah mainan mobil-mobilan kecil, lebih tepatnya itu mainan Reby karena kedua anak itu tadi sempat main di kamar Yura.


Astaga jurus wanita penggodanya pun hancur seketika. Revan tidak bisa menghentikan tawanya hingga air matanya keluar.


"Mas Revaaannnn....... "


*


*


*

__ADS_1


Likenya sumbangin dong 😚😚😚


__ADS_2