
"Putri anda nyonya...." ucap suster itu
"Ada apa dengan putriku ?" tanya Sandra dengan tubuh bergetar, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan olehnya.
"Putri anda mengalami apne nyonya, maksud saya putri anda tadi sempat berhenti nafasnya " ucap Suster itu lagi, Sandra langsung menutup mulutnya merasa terkejut dengan kabar itu. Begitu pun dengan Kenzie yang merasa sangat terkejut dengan ucapan suster barusan.
"Lalu sekarang bagaimana keadaan putriku suster " tanya Sandra lagi, semoga Kiara sekarang tidak seperti yang ia pikirkan ,tidak itu tidak boleh terjadi pikir Sandra.
"Sekarang putri anda sudah bernafas lagi nyonya, hanya saja nafasnya sangat lemah silahkan anda masuk untuk melihat keadaannya" ucap suster itu
Sandra bergegas untuk masuk ke ruangan dimana Kiara berada di ikuti oleh Kenzie. Semua suster dan dokter langsung berbalik ke arah Sandra dan melihatnya dengan wajah simpati.
"Nyonya, keadaan putri anda sangat lemah, kami sudah berusaha yang terbaik untuknya. Banyak-banyak berdoalah nyonya, terus ajaklah komunikasi putri anda, saya yakin nona Kiara bisa mendengarnya nyonya. Yakinkah padanya jika banyak orang yang menyayanginya dan peduli padanya.
"Jadi, apa yang harus aku lakukan dokter "tanya Sandra lemah.
"Ajaklah selalu nona Kiara bicara serta berikan semangat dan terus yakinkan jika hidupnya sangatlah berharga untuk semua orang yang menyayanginya" jawab dokter
"Selamatkan putriku dokter " ucap Sandra sambil menangis.
"Kita semua sudah berusaha yang terbaik nyonya, kini itu semua tergantung takdir Tuhan dan juga diri nona Kiara sendiri. Karena jika nona Kiara punya tekad untuk sembuh, kemungkinan nona Kiara bisa pulih kembali. Sandra mengangguk mengerti.
Wanita itu langsung menghampiri putrinya sambil menangis tersedu-sedu, meratapi keadaan putrinya yang sangat menyedihkan dan terbaring lemah di sana.
"Kiara sayang... bangunlah nak. Bangun dan lihat mamah. Apa kamu tidak sayang pada mamah Kia, mamah ingin kamu sembuh sayang mamah ingin kita berkumpul lagi di rumah seperti biasanya " Sandra menjeda ucapannya karena tidak kuat menahan tangisnya.
"Kiara....beri mamah kesempatan untuk memberimu yang terbaik nak. Karena selama ini mamah telah lalai menjagamu, mamah telah salah mendidikmu. Mamahlah yang salah tentang semua hal yang menimpamu sayang. Jadi berikan mamah kesempatan untuk memperbaiki semuanya Kia..... " Sandra sudah tidak kuat menahan tangisnya. Di depan pintu Hendra menitikan air mata, melihat putrinya yang tidak berdaya juga melihat penyesalan istrinya yang sangat dalam.
Perasaan Hendra pun kini tengah berkecamuk dengan penuh penyesalan atas semua yang terjadi. Begitu pun dengan Kenzie, dia merasa sangat menyesal atas perbuatannya kepada Kiara. Karena dialah penyebab Kiara kecelakaan.
__ADS_1
"Tuhan, selamatkanlah Kiara.... " gumam Kenzie dalam hati.
*
*
*
Di kediaman Maheswara
Revan baru saja mengajak Yura pulang ke rumah utama. Sebenarnya kondisi Yura belum baik benar, tapi Yura memaksa untuk pulang. Kejadian kecelakaan beberapa bulan lalu membuat Yura menjadi trauma dengan rumah sakit. Begitu pun dengan keadaannya yang sekarang, Yura masih trauma dengan penculikan dirinya kemarin dengan Kiara. Apalagi bayangan Kiara terpental saat tertabrak selalu membayangi Yura setiap waktu.
Revan langsung membawa Yura ke kamarnya untuk istirahat tanpa menemui siapa pun dulu. Karena Yura juga sedang tidak ingin melihat siapa pun. Entah lah Revan juga belum mengerti dengan keadaan Yura. Revan takut jika Yura mengalami trauma dengan kejadian itu. Karena Yura tidak banyak bicara dan terus diam.
Di dalam hati dan pikiran Yura , Yura tengah menyalahkan dirinya sendiri saat ini. Selalu berpikir tentang seandainya....
Seadainya ia tidak pernah bertemu dengan Kenzie, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Seandainya Kiara tidak berusaha menyelamatkannya, mungkin kecelakaan itu tidak akan menimpa Kiara hingga Kiara terluka parah.
Terbukti dari semenjak kecelakaan itu Yura tidak mau lepas dari pelukan Revan. Tubuh kecil itu terus menempel dan enggan menjauh dari suaminya dan secara tidak langsung meminta untuk terus di lindungi olehnya.
Revan lah pelindung Yura, untuk itu dia sangat menggantungkan hidupnya pada Revan.
"Yura sayang, jangan menangis kamu tidak bersalah, dan kecelakaan itu bukan salahmu sayang " ucap Revan menenangkan, namun ucapan sepertinya itu tidak membuat Yura lebih baik . Terbukti kini Yura masih saja menagis di pelukan Revan.
Revan langsung membelai rambut Yura dengan sayang , dan memberi ciuman di sana. Berharap tindakannya saat ini bisa memberi ketenangan hati Yura.
"Tidurlah sayang aku akan menjaga dan melindungimu kamu tidak usaha takut" ucap Revan lagi dan memeluk tubuh kecil itu dengan erat.
*
__ADS_1
*
*
Di kamar Regan, Bira baru saja menidurkan Reby dan langsung menghampiri suaminya yang sedang tidur di ranjang king size nya. Mata Revan terpejam tangannya ia gunakan untuk menutup keningnya. Suaminya kini pasti tengah merasa sangat lelah, karena seharian ini ia di sibukan dengan mengurus penculikan Yura dan juga Kiara.
Regan ingin Kenzie di hukum dengan sangat berat, namun sepertinya itu bukanlah hal yang mudah karena Kenzie bukanlah orang yang mudah untuk di kalahkan.
Tadinya Bira masih ingin memeluk suaminya namun melihat suaminya terlelap ia menjadi tidak tega. Bira pun membaringkan tubuhnya di samping Regan. Namun baru saja ia menutup mata, tubuh kecilnya di tarik oleh suaminya Regan.
Bira terkejut karena Bira pikir suaminya itu tengah tidur. " Mas suami belum tidur...? " tanya Bira
"Sudah, tapi barusan aku bermimpi kau minta di peluk olehku "jawab Regan membuka matanya dan kini sedang memandang wajah cantik istrinya. Mendengar ucapan suaminya Bira mencebikan bibir.
Cup
Satu kecupan pun mendarat di bibir mungil istrinya kemudian Regan memeluk Bira dengan erat. Melihat keadaan Yura dan Kiara membuat Regan ketakutan jika kejadian itu menimpa pada Bira.
"Bira, selalu menurutlah dengan ucapanku karena aku banyak melarangmu semata-mata karena aku ingin menjadi menjagamu, aku takut kejadian ini menimpa padamu. Kecelakaan beberapa bulan lalu saja membuatku sangat trauma Bira .Hingga sekarang bayanganmu terbaring lemah dengan penuh luka masih saja membayangiku" ucap Regan
"Kejadian itu adalah mimpi buruk untukku Bira, jadi jagalah dirimu untukku sayang. Karena kau lebih berharga dari apapun di dunia ini, kau adalah hidupku dan cintaku. Aku sangat mencintaimu sayang " ucap Regan sambil membelai lembut pipi Bira.
Bira tersenyum dan kemudian mengecup bibir Regan sekilas, kecupan penuh sayang. "Bira juga cinta banget sama mas suami, Bira bakalan nurut semua kata mas suami. I love you mas Gagan " ucap Bira sambil tersenyum. Membuat Revan tertawa dan mereka pun saling berpelukan, saling menghangatkan malam dingin dan mempererat cinta mereka berdua.
*
*
*
__ADS_1
Kalo dukungan likenya bertambah mimin bakal rajin up 😘 karena like kalian adalah semangat buat mimin, jangan kendor dong .Kasih mimin semangat supaya bisa terus berkarya ❤❤❤