
Setelah mengetahui keadaan Kiara kian parah, Kenzie selalu datang diam-diam melihatnya. Karena pihak keluarga selalu melarang Kenzie berdekatan dengan Kiara. Takut kejadian yang sama terulang lagi, yaitu Kenzie berpura-pura berbuat baik untuk berbuat jahat pada Kiara.
Nyatanya Kenzie benar-benar menyesali perbuatannya dan menyadari cintanya sangay dalam pada Kiara. Semakin hari cintanya semakin tumbuh pada gadis yang telah ia sakiti dengan begitu dalam.
Saat semua orang tidak ada, Kenzie diam-diam menemui Kiara untuk melihat keadaannya. Apalagi malam ini terasa begitu sepi karena guyuran hujan yang lebat membuat suasana rumah sakit tampak mencekam. Sandra malam ini tidur di rumah atas saran Hendra karena kesehatan istrinya yang kurang baik akhir-akhir ini karena memikirkan putrinya yang terbaring lemah. Kiara di percayakan kepaada dokter dan suster di rumah sakit untuk malam ini saja. Kesempatan itu tentu tidak di sia-sia kan oleh Kenzie untuk menyusup ke ruangan Kiara di rawat karena dia sudah tidak sabar untuk melihat keadaan gadis yang ia cuntai.
Perlahan Kenzie melangkahkan kakinya memasuki ruangan sepi nan dingin itu hanya terdengar bunyi alat yang ada di sana yang terhubung ke tubuh Kiara.
Kenzie duduk di samping Kiara, dia terus menatap tubuh kecil tidak berdaya itu wajahnya terlihat pucat. Kenzie mencoba memegan tangannya yang terasa dingin itu dan menempelkannya ke pipinya yang hangat. Perasaan Kenzie kini bercampur aduk sedih marah dan kecewa kepada diri sendiri. Penyesalan yang begitu dalam menghantuinya setiap hari.
"Kia bangunlah sayang.... sudah cukup kau menyiksaku seperti ini, jangan tambah lagi hatiku sudah tidak kuat " Kenzie menjeda ucapannya karena dadanya kini terasa sesak.
"Sudah cukup sampai di sini saja kau menghukumku sayang sudah cukup.... bangunlah dan lihat aku, kau boleh menyiksaku semaumu tapi jangan menyiksaku dengan cara seperti ini sayang aku sudah tidak sanggup. Hingga tanpa terasa cairan hangat meleleh di wajah Kenzie. Seorang Kenzie yang di kenal orang manusia tidak berperasaan dan tidak peduli dengan siapapun, kini menangis di samping gadis kecil yang rapuh. Sungguh tidak akan ada yang percaya dengan yang terjadi sekarang ini.
Agak lama Kenzie terdiam, tangan Kiara masih dalam genggamannya. Saat pikiran Kenzie terasa kosong, terasa pergerakan kecil di tangan Kiara. Kenzie terperanjat kaget karena merasakan gerakan yang semakin sini semakin terasa. Kenzie menatap wajah Kiara dan terlihat matanya mulai sedikit mengerjap dan terlihat mencoba membuka matanya.
Perasaan Kenzie sangat bahagia saat ini melihat Kiara membuka matanya.
"Kiara.... " panggil Kenzie
"Air....." ucapnya lemah
"Kau ingin minum tunggu sebentar " ucap Kenzie beranjak berdiri dan mengambil air minum di sana dan memberikannya kepada Kiara dan memberinya minum. Tak lupa Kenzie langsung memanggil dokter. Karena dari yang Kenzie tahu pasien yang baru sadar dari koma harus cepat di tangani dokter.
Dokter pun segera datang, untung saja mereka semua berjaga dekat dengan kamar Kiara atas perintah Revan, sehingga memudahkan Kenzie memanggil mereka. Dokter pun dengan sigap langsung memeriksa Kiara.
"Syukurlah nona Kiara sudah sadar dan keadaannya mulai membaik" ucap dokter itu memberi tahu Kenzie.
"Syukur lah, terima kasih Tuhan kau mendengar semua doaku" Kenzie sangat bersyukur keadaan lega menghampirinya saat ini. Dia melihat Kiara sedang terdiam dengan pandangan kosong.
__ADS_1
Setelah selesai memeriksa Kiara dokter dan suster pun keluar dan Kenzie pun meminta untuk menjaga Kiara. Dokter pun mengizinkannya, dan akan memberi tahu orang tua Kiara besok pagi karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Apalagi Sandra sedang tidak baik-baik saja sekarang, kondisinya sedang tidak sehat.
*
*
*
Kenzie menatap Kiara dengan penuh cinta dan kerinduan. Namun Kiara seperti enggan menatap Kenzie.
"Kiara... " panggil Kenzie
Kiara hanya diam saja tidak menyautnya dan tidak mempedulikan Kenzie di sana.
"Kiara.... " panggil Kenzie lagi
"Sayang aku sangat mencintaimu mana mungkin aku menyakitimu " sanggah Kenzie yang langsung menghampiri Kiara dan duduk di samping nya dan memegang tangan Kiara.
Kiara ingin sekali menarik tangannya yang sedang di pegang Kenzie tapi tubuhnya sangat lemas dan tidak bertenaga hingga ia hanya mampu berdiam diri saja dengan air mata menetes di pipinya.
"Kamu ga pernah cinta sama aku Ken, bahkan aku di sini juga karena kamu....jangan sakitin aku lagi aku takut " sepertinya kejadian kemarin menorehkan luka luar dan dalam bagi Kiara.
Kenzie dengan mudahnya mengungkapkan cinta pada Yura, lalu membuatnya terluka dengan mendorong Kiara hingga tertabrak mobil dan membuatnya koma.
Siapa yang akan percaya dengan pria sekejam itu, setelah menyakiti dan melukainya dengan sangat dalam sekarang dengan mudahnya mengucapkan kata cinta.
"Apa yang sedang kau rencanakan lagi Ken...? " tanya Kiara dengan sangat lemah
"Aku berencana akan menikah denganmu.. " ucap Kenzie serius, Kiara tertawa hambar sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Jangan menolakku Kiara, aku sangat mencintaimu "
"Kau hanya memperalatku untuk mendapatkan Yura, jangan pernah mengganggunya lagi Ken aku mohon... " ucap Kiara sambil menangis membuat hati Kenzie semakin teriris saja melihat air mata itu. Betapa dalam luka yang telah ia tancapkan di hati Kiara.
Penyesalan teramat besar menghampiri Kenzie lagi. Betapa beratnya hukuman yang harus ia jalani.
"Kiara.... "panggil Kenzie dengan mengusap air mata di pipi Kiara.
"Sayang maafkan aku... maaf.... maaf sayang.... maaf " Kenzie mengeluarkan air mata penyesalannya di hadapan Kiara. Kini kedua orang itu sama-sama sama merasakan hati yang sangat terluka.
Dalam diamnya merasakan hati yang amat sangat sakit, Kenzie membelai lembut wajah Kiara namun Kiara berpaling dan tidak mau melihat wajah Kenzie.
Kenzie menarik lembut pipi Kiara dan kemudian mencium kening gadis yang di cintainya.
"Jangan menangis sayang, aku akan membayar semua rasa sakitmu selama ini dengan cintaku dan seluruh hidupku " ucap Kenzie setelah itu ia membenamkan bibirnya di bibir Kiara ia menciumnya dengan lembut dan penuh kerinduan. Kiara ingin sekali memberontak tapi apa daya ia tidak punya tenaga dan hanya bisa diam dan merasakan ciuman dari Kenzie.
Sesungguhnya Kiara juga merindukan Kenzie rasa cintanya masih ada di hatinya karena tidak mudah menghapus nama seseorang begitu saja di hatinya. Apalagi nama Kenzie begitu lekat di hatinya sejak dari dulu.
Namun rasa sakit kali ini lebih dominan Kiara rasakan. Entahlah Kiara bingung dengan perasaannya sekarang, Kenzie enggan melepaskan tautan bibirnya itu dan terus mencium Kiara dengan lembut.
"Aku harus bagaimana Ken..... " gumam Kiara dalam hati.
*
*
*
Maaf atas keterlambatannya ya karena mimin juga harus nulis dua novel yang lainnya 😊🙏
__ADS_1