
"Itu.... " Kiara terlihat bingung harus menjawab apa, dia sendiri masih gamang dengan hatinya. Melihat putrinya merasa bingung atau mungkin ia merasa tidak nyaman akan jawaban yang akan ia lontarkan. Akhirnya Hendra memutuskan untuk memberi waktu untuk mereka berdua bicara dari hati ke hati.
"Baiklah, sebaiknya kita keluar dulu sekarang dan berikan mereka waktu untuk bicara... " ucap Hendra.
"Tapi pah.... " Sandra menjeda Hendra mengangkat tanganya mengisyaratkan Sandra untuk diam.
"Berikan kebebasan untuk putri kita Sandra, dia punya hak untuk bahagia " potong Hendra, Hendra tahu kemarahan di hati Sandra belum lenyap untuk Kenzie dan Hendra mengerti itu. Tapi sebagai ayah Hendra juga tidak mau mengabaikan kebahagiaannya anaknya dan memberikan kesempatan pada putrinya untuk menjawab pertanyaan Kenzie sesuai keinginan hatinya.
"Ayo kita semua keluar.... " ajak Hendra, mereka pun semua beranjak pergi dan menunggu di luar memberikan Kiara kesempatan untuk berbicara dengan Kenzie...
"Moy kalo si chiki macem-macem teriak ya... " ucap Yura
"Yura.... " ucap Revan
"Iya...iya sayangku mas Revan... " Revan tersenyum dan mengacak-acak rambut Yura karena gemas melihat tingkah istrinya yang seperti seorang petinju saja jika kesal pada seseorang.
Setelah semua orang keluar kini tinggal Kiara dan Kenzie yang berada di ruangan itu. Kedua orang itu kini saling menatap, jika Kenzie menatap Kiara dengan penuh cinta maka Kiara menatap Kenzie dengan kecanggungan. Perasaannya masih tidak karuan antara bahagia dan tidak percaya. Kiara tidak mau patah hati untuk kedua kalinya.
"Kiara.... " panggil Kenzie
"Kenapa...? " jawab Kiara
"Bagaimana dengan permintaanku tadi, mau kah kau menjadi istriku? " tanya Kenzie mendekati Yura dan kini dia berada di sisinya Kiara.
"A-aku tidak tahu, aku bingung " jawab Kiara terbata karena merasa gugup. Padahal hubungan Kiara dan Kenzie sudah sangat jauh, dan Kiara sangat menyesali itu. Namun sekarang saat berdekatan dengan Kenzie detak jantungnya menjadi tidak normal. Ada debaran di hatinya untuk Kenzie tapi entahlah...
"Kiara aku sangat mencintaimu " tangan Kenzie mengulur ke arah Kiara dan mengusap wajahnya yang masih pucat itu. Terasa dingin di tangan Kenzie, tapi tangan Kenzie terasa hangat di pipi Kiara.
"Aku....." Kiara menunduk
__ADS_1
"Aku tahu kau masib mencintaiku kan? "ucap Kenzie sambil tersenyum dan senyumannya itu membuat Kenzie terlihat sangat tampan. Astaga Kiara seperti merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya pada Kenzie. Tapi dia tidak mau dengan mudah mengakuinya. Biar Kenzie dihukum sebentar untuk menunggu cintanya, sambil benar-benar memastikan bagaimana sebenarnya perasaan Kenzie padanya. Tidak ada salahnya bukan sedikit menguji kesabarannya bukan?
"Jangan percaya diri, c-cintaku sudah luntur padamu" jawab Kiara dengan wajah memerah dan tentu saja itu membuat Kenzie gemas padanya. Gadis kecil ini ternyata sedang mencoba jual mahal padanya. Baiklah sebagai pria dewasa ia mengerti jika kini sebenarnya Kiara tengah merajuk padanya. Kenzie pun tersenyum melihat tingkah Kiara yang malu-malu imoy itu.
"Astaga...." Kenzie jadi tertawa mengingat panggilan Yura kepada Kiara adalah imoy, sebuah julukan untuk makhluk penyuka pisang. Bagaimana gadis secantik ini di beri julukan itu.
Kiara merasa heran kenapa Kenzie malah tertawa .
"Kok ketawa sihh.. "Kiara berdecak sebal wajahnya memberenggut, tapi itu malah membuat Kenzie menjadi semakin gemas padanya.
"Moy.... " panggil Kenzie, Kiara langsung membulatkan matanya karena Kenzie ikut-ikutan memanggilnya Imoy seperti anak-anak pokemon.
"Jangan panggil aku kaya gitu ihhh.... " Kenzie semakin tertawa.
"Udah dehh jangan ketawa terus dasar chiki... " kesal Kiara namun tawa Kenzie malah semakin pecah saja. Kiara pun menepuk bahu Kenzie karena kesal.
"Baiklah... baiklah aku minta maaf " ucap kenzie setelah berhenti tertawa. Kenzie pun langsung melihat ke arah pintu.
Cup....
Kenzie langsung mengecup bibir Kiara dan Kiara pun sangat terkejut. Kiara langsung memundurkan kepalanya.
"Dasar tukang bohong...." kesal Kiara.
"Aku merindukanmu sayang.... " ucap Kenzie dengan penuh damba. Sebenarnya Kiara pun sangat merindukan Kenzie tapi hatinya masih malu untuk mengakuinya.
Kenzie tersenyum melihat wajah Kiara yang tengah malu, Kenzie pun langsung mencium bibir Kiara .Ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Kenzie sudah tidak bisa menahan kerinduannya kepada gadis kecil ini.
Ciuman sangat lembut dan penuh cinta Kenzie tanamkan di bibir Kiara yang lembut. Kiara pun terbuay dengan kelembutan ciuman Kenzie yang juga sangat ia rindukan.
__ADS_1
Hingga kedua orang itu terhanyut dalam keriduan cinta yang sempat terjeda.
*
*
Di luar Yura dan Revan sedang menunggu di sana, takut Kenzie macam-macam pada Kiara, sedangkan Hendra dan Sandra mereka berdua ke kantin dulu untuk sarapan. Jika sampai Kenzie macam-macam pada adiknya si Imoy, Yura sudah menyiapkan tendangan mautnya. Kali ini Yura tidak akan kalah karena ada Revan di belakangnya. Begitulah yang ada dalam pikiran si Tayo.
"Mereka lagi ngapain sihh.... ?" Yura terlihat bete sedangkan Revan sedang mengotak-atik ponselnya sambil mengerjakan pekerjaannya.
"Mana aku tahu ?" jawab Revan.
"Ckk, Yura liat aja ahh.... " ucapnya sambil mengintip di celah pintu. Yura membulatkan mata terkejut melihat apa yang sedang di lakukan mereka berdua. Mereka berdua tengah berciuman di dalam sana.
"Astoge si imoy.... " ucap Yura sambil menutup mulutnya shock melihat kelakuan adiknya.
"Kenapa ?" Tanya Revan penasaran, Revan pikir Yura tidak kan mengintip mereka tapi Revan salah istrinya itu malah mengintip adiknya.
"Si Imoy lagi di patuk - patuk sama si Chiki " ucap Yura berdecak, sedangkan Revan geleng-geleng kepala melihat kelakuan istrinya.
"Mas Revan.... " panggil Yura
"Apa...."jawab Revan yang fokus lagi pada ponselnya.
"Yura juga mau di cium..... " ucapnya memelas
"Apa... dasar si Tayo... "
*
__ADS_1
*
Like nya dong biar mimin semangat up 😘😘