
Mimin mau minta like dan komen serta poin dan vote juga sebagai dukungan novel ini ya 😊🙏💕
Happy Reading
🍉🍐🍉🍐🍉🍐🍉🍐🍉
Revan dan Yura memutuskan untuk pulang duluan dari pesta itu, karena bertemu dengan cacing kremi yang membuat mood Yura hancur. Begitu pun dengan Revan yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Kenzie pada Yura, yang selalu membuat Revan ingin mencongkel mata Kenzie yang tatapannya penuh damba kepada Yura.
Revan tidak suka istri kecilnya yang cantik di pandangi pria lain. Bis kecil itu hanya miliknya dan hanya dia yang boleh menatapnya tidak boleh ada pria lain yang menatapnya. Apalagi sampai menyukainya, maka dia harus berhadapan dulu dengan Revan.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil untuk pulang . "Mas Revan...." panggil Yura
"Ada apa ?" jawab Revan
"Yura udah dandan cantik gini malah langsung pulang, ga seru dehh " ucapnya lesu
"Lalu kau mau kemana ?" tanya Revan sambil memandang istrinya sekilas karena dia sedang menyetir mobil.
"Yura mau jalan-jalan, kita makan-makan dulu yuk. Kita pacaran mumpung Aretha ada yang jagain hehe" ucapnya sambil senyum malu. Revan jadi tidak tega untuk menolak ajakan istri kecilnya ini. Apalagi keseharian Yura hanya di habiskan di rumah mengurus bayi mereka. Kasihan sekali bis ini pikir Revan.
"Tentu, kita mau kemana ?" tanya Revan
"Kita kulineran, Yura laper banget ?"ucapnya
"Bukan kah tadi kau sudah makan di sana ?" tanya Revan karena tadi Yura mengambil beberapa kue dan juga makanan di pesta itu. Bahkan makanan Revan pun di habiskan oleh Yura. Dan sekarang Yura bilang kalau dia lapar. Benar-benar bis kecil ini.
__ADS_1
"Itu mah bukan makan, itu cemilan mas Revan yang ganteng " ucap Yura
"Lalu sekarang kau ingin makan apa ?" tanya Revan
"Emmmm, Yura pengen makan seblak yang pedes" jawabnya tersenyum senang
"Maksudmu makanan yang ada kaki ayamnya itu ?" tanya Revan
"Iya, boleh ya " ucap Yura dengan merengek
"Astaga istriku ingin makan kaki ayam katanya " gumam Revan dalam hati.
Melihat suaminya hanya diam saja, Yura pun bertanya kepada Revan. "Kok mas Revan diem aja sih, gak mau ya. Padahal Yura mau makan itu lohh, kalo nanti mas Revan ngasih Yura seblak nanti mas Revan Yura kasih hadiah, mas Revan boleh minta apa aja sama Yura " ucapan Yura membuat Revan bertraveling, boleh minta apa saja katanya." Aku ingin kau memanjakan si jhon Yura " gumam Revan dalam hati.
"Baiklah, dimana tempatnya tapi kamu harus berjanji dulu kalau kamu akan memberikan apapun yang aku mau " ucap Revan
"Sebentar lagi kita akan bersenang-senang jhon" gumam Revan dalam hati sambil tersenyum.
*
*
Mereka pun sampai di tempat yang menjual aneka makanan pedas kesukaan Yura. Semua jenis makanan pedas ada di sana, Yura bahagia sekali berada di tempat itu hingga ia memesan banyak menu di sana.
Hanya di bawa ke tempat seperti ini saja Bis kecil itu sangat bahagia. Hingga Revan selalu merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan istrinya. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaanya selama ini.
__ADS_1
"Yura apa kau merasa bahagia ?" tanya Revan
"Iya, Yura seneng banget makan ini, seblak kan makanan kesukaan Yura " jawabnya sambil asik memakan makanan berkuah pedas itu jangan lupakan kaki ayamnya, Yura memesan dengan porsi banyak. Dan dia sendiri yang memakannya karena Revan merasa geli jika harus makan kaki ayam itu.
"Maksudku ? apa kau bahagia menikah denganku ?" tanya Revan memastikan.
"Kok nanya nya gitu, Yura seneng banget mas Revan jadi suami Yura dan Yura juga cinta banget sama mas Revan" ucap Yura sunguh-sungguh. Revan sangat bahagia mendengarnya.
"Boleh tahu kenapa kamu bahagia menikah denganku?" tanya Revan lagi
"Ya karena mas Revan itu paket sempurna " jawab Yura polos
"Paket sempurna bagaimana maksudmu ?" tanya Revan
"Mas Revan itu udah ganteng, baik, kaya lagi gak sempurna gimana coba. Body mas Revan juga bikin Yura woowwww pokoknya, perlakuan mas Revan sama Yura bikin Yura meleleh setiap hari. Bikin Yura klepek-klepek pokoknya. Makanya Yura gak rela kalo ada perempuan lain yang suka sama mas Revan" ucap Yura.
"Benarkah ? "
"Iya, mas Revan tahu gak ,mas Revan itu penyelamat hidup Yura. Mas Revan udah ngeluarin Yura dari sarang buaya. Yang paling bikin Yura seneng itu Yura ga perlu kuliah sama kerja yang bikin Yura pusing. Karena mas Revan itu kaya uangnya banyak, Yura gak perlu kerja juga uangnya udah banyak di mas Revan, dan tinggal minta aja asik banget kan " jawabnya jujur
"Kamu orang yang sangat jujur Tayo " ucap Revan tersenyum sambil mencoba makanan berkuah pedas itu dengan level sedang tentunya karena Revan tidak terlalu kuat makan pedas .
"Maka dari itu Yura mau ngasih hadiah sama mas Revan malem ini " ucapnya dengan sungguh-sungguh.
"Benarkah apa hadiahnya ?" tanya Revan penasaran.
__ADS_1
"Nanti pas aye-aye biar Yura yang di atas soalnya Yura banyak tenaga udah makan banyak malam ini " ucapnya santai, hingga membuat Revan tersedak dengan ucapan istrinya yang bar-bar. Untung saja tempat itu tidak ramai pengunjung karena sudah malam.
"Astagfurulloh.....si Tayo memang makhluk ajaib" ucap Revan geleng-geleng kepala.