
Perasaan Kiara kini tengah campur aduk, antara memaafkan atau melupakan. Kedua perasaan itu kini mendominasi hatinya. Namun karena kondisinya yang masih lemah membuatnya tidak bisa berpikir. Akhirnya malam ini ia terlelap dengan Kenzie duduk di sampingnya dan menjaganya. Hati Kiara terasa hangat tapi sisi satu hatinya terasa sakit.
Melihat Kiara tertidur Kenzie pun tersenyum dan mencium kening Kiara dengan sayang. Kemudian karena merasa lelah Kenzie pun tertidur di sana.
Saat pagi menjelang seluruh keluarga di beritahu jika Kiara tengah sadar. Betapa bahagianya hati mereka, mendengar kabar baik itu. Jantungnya yang terasa sakit dan di di remas, kini terasa lega seolah ada kehidupan baru yang sedang menunggu.
Mendengar kabar Kiara sadar Sandra dan Hendra bergegas datang. Begitu pun Yura dan Revan mereka berdua datang mengunjungi rumah sakit pagi itu. Mereka semua sangat bahagia, karena badai telah pergi dan pelangi datang menghampiri mereka memberi kebahagiaan. Awan kelam kini telah berganti menjadi cahaya mentari yang cerah. Duka. telah berubah menjadi bahagia.
Saat semua orang datang Kenzie masih ada di ruangan itu tapi mereka tidak mempedulikannya. Yang menjadi tujuan mereka saat ini adalah Kiara. Kebahagiaannya adalah yang utama.
"Sayang kamu sadar, mamah seneng banget Kia " ucap Sandra dengan mencium kening putrinya begitu pun dengan Hendra yang membelai lembut kepala anaknya.
"Imoy.... jangan sakit lagi. Gue sedih moy liat lo kaya gitu, gue ga tega " ucap Yura yang menangis bahagia melihay adiknya sadar.
"Dasar memang kakak ga punya akhlak berhenti manggil gue Imoy Tayo... " Kiara mencebikan bibirnya namun dalam hatinya Kiara merasa bahagia. Semua orang tertawa melihat interaksi Yura dan Kiara. Walau belum lama ini mereka dekat, tapi kasih sayang di antara mereka sangatlah kuat.
"Aku senang kau sudah sadar Kiara... " ucap Revan, Kiara pun tersenyum. Kemudian pandangan matanya menuju ke arah Kenzie, semua orang di sana pun kemudian melihat Kenzie.
__ADS_1
"Ada yang ingin kau katakan Kenzie ?" tanya Revan.
Kenzie yang menunduk pun mulai mengangkat kepalanya dan melihat ke arah mereka semua. Kenzie menarik nafasnya dalam-dalam seolah sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi mereka semua.
"Banyak sekali yang ingin aku katakan Revan, terutama padamu Kiara " ucap Kenzie sambil menatap Kiara dengan penuh maaf dan cinta.
"Aku ingin meminta maaf pada kalian semua, terutama padamu Kiara dan kau Yura. Semua musibah ini terjadi karena aku, karena obsesi bodohku pada Yura " ucap Kenzie, Yura langsung memalingkan wajahnya, namun Revan menggelengkan kepalanya kepada Yura.
"Aku tahu jika maafku tidak akan pernah cukup, untuk menebus semua kesalahanku. Tapi.... aku hanya ingin kalian tahu jika aku benar-benar menyesali semuanya. Jadi aku mohon maafkan aku" ucap Kenzie sangat tulus sambil menundudukan kepalanya. Melihat kesungguhan Kenzie Hendra pun bicara, dia juga tidak mau memperpanjang masalah ini. Kesembuhan Kiara adalah yang terpenting untuk Hendra.
"Kami semua memaafkanmu Kenzie, belajar lah dari kesalahanmu saat ini. Aku tahu karena aku juga pernah melakukan kesalahan besar. Dan sebuah kesempatan berubah itu sangat aku inginkan saat itu. Jadi pribadilah yang lebih baik untuk sekarang dan nanti " ucap Hendra.
"Terima kasih.... " ucap Kenzie
"Baiklah mulai sekarang, jalani lagi kehidupanmu seperti biasanya. Keluarlah dari jurang penyesalan, karena itu akan membuat hidupmu akan semakin terpuruk.
"Ada yang ingin aku katakan kepada kalian... "ucap Kenzie
__ADS_1
"Ada apa? " tanya Sandra.
"Aku ingin menikah dengan Kiara...." ucapnya mantap
"Apa....!!! " Semua orang terkejut mendengarnya, benarkah yang orang ini katakan. Jika ia ingin menikah dengan Kiara. Bahkan Kiara saja terkejut mendengarnya. Benarkah jika Kenzie ingin menikah dengannya .Kata-kata yang selalu ingin ia dengar dari dulu.
Tapi saat ini Kiara masih bingung dengan perasaannya, apakah cintanya akan ia pertahankan atau tidak. Sandra langsung akan menjawab permintaan Kenzie untuk menikahi Kiara, tapi. di. hentikan oleh Hendra.
"Untuk hal itu, sebaiknya kau bicarakan saja dengan Kiara saja. Perasaannya adalah miliknya kami tidak akan ikut campur "jawab Hendra sambil melihat ke arah Kiara...
"Kiara apa jawabanmu? apa kau mau menikah denganku....? " tanya Kenzie pada Kiara yang terlihat bingung.
"Itu.... "
*
*
__ADS_1
*
Terus dukung novel ini Yura ya 😘😘