Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 14


__ADS_3

*Buat semua readers mimin minta dukungannya ya, biar mimin semangat up 😊🙏💕💕


🍁🍁🍁🍁🍁*


Malam ini seorang gadis cantik masih betah berada dalam pelukan lelaki yang tidak halal untuknya. Kiara masih betah bermanja-manja pada tubuh kekasihnya.


"Sayang boleh aku bertanya padamu ? ucap pria itu


"Boleh dong, kamu mau nanya apa sama aku "ucap Kiara sambil terus mengelus dada bidang kekasihnya.


"Siapa gadis yang beradu mulut denganmu tadi ?"


"Oh, dia Yura saudara seayah sama aku. Kenapa kamu nanyain gadis nyebelin itu ?" tanya Kiara


"Tidak apa-apa, aku hanya bertanya saja karena sepertinya kalian tidak saling menyukai " ucapnya


"Jelas aku emang ga suka sama dia, gara-gara Yura sekarang papa jadi sering marah sama aku juga sama mamah, pokoknya aku ga suka sama dia "kesal Kiara


"Kamu bilang tadi dia sudah menikah ?" tanyanya lagi masih penasaran.


"Iya, udah punya anak juga, cowok yang tadi manggil dia tuh suaminya "jawab Kiara


"Sepertinya aku mengenalnya ?"


"Pengusaha kaya kamu pasti kenal lah sama dia, dia kan Revan Maheswara " ucap Kiara


"Ah iya, aku baru ingat kedua bersaudara itu mereka cukup berpengaruh di dunia bisnis " jawabnya.


"Tapi kamu juga hebat menurut aku, kamu kaya dan juga sangat tampan " puji Kiara


"Tentu, aku tidak kalah hebat dari mereka " ucapnya bangga.


*


*


Di kediaman Maheswara


*


*


Yura dan Revan baru pulang berbelanja, Yura melihat anaknya sedang bermain dengan Bira dan Reby dengan Aretha di pangkuan Bira sedangkan Reby duduk di samping Bira sambil terus tersenyum melihat ke arah Aretha.

__ADS_1


"Ya ampun anak bunda, maaf ya bunda lama perginya" ucap Yura kepada anaknya, bayi mungil itu tersenyum melihat ke arah ibunya.


"Iya, bundanya asik pacaran sama papanya, Ar di tinggalin di rumah " ucap Bira menirukan suara anak kecil hingga Yura tertawa.


"Ayo sini bunda gendong " ajaknya


"Sebaiknya kamu mandi dulu yang bersih baru gendong Aretha soalnya kamu baru abis dari luar " ucap Bira mengingatkan.


" Oh iya, takut ada virus si imoy nempel " ucapnya sambil berlari ke atas untuk mandi sambil sebelumnya ia meninggalkan ciuman di pipi anaknya.


Yura pun langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selesai mandi dia dengan cepat memakai pakaiannya. Sedangkan Revan sedang berkutat dengan laptopnya, karena hari ini dia tidak masuk ke kantor otomatis pekerjaannya menumpuk sekarang.


"Mas, Yura ke bawah dulu ya mau ngajak main Aretha " pamitnya pada Revan


"Iya sayang..." jawab Revan


Revan sedang berpikir tentang pria yang bersama dengan Kiara di pusat perbelanjaan tadi . Sepertinya Revan sudah pernah melihat pria itu. Revan pun mulai mencari tahu siapa pria itu dengan menelusuri seluruh pengusaha muda yang sukses dari beberapa group perusahaan.


Hingga tak terasa waktu telah menujukan pukul sembilan malam. Revan melihat ke arah ranjangnya namun dia melihat istri dan anaknya belum masuk ke kamar. "Sedang apa bis kecil itu bukannya tidur " gumam Revan. Akhirnya Revan pun menyusul anak dan istrinya ke bawah. Ternyata dia sedang asik mengobrol dengan mamah Rita dan juga Bira dan juga bayi kecilnya masih berceloteh ria hingga membuat Revan tersenyum


"Yura...." panggil Revan


"Iya mas" jawab Yura


"Tapi Yura belum ngantuk...."


"Tapi aku sudah mengantuk...." ucap Revan


"Cepat tidur sana bis kecil, bayi besarmu sedang menunggu " ledek Regan


"Iya, iya mas Revan tidurnya mau di kelonin sama Yura ?" tanyanya


"Tentu saja, aku tidak bisa tidur jika tidak berada di dekatmu " jawab Revan


"Ihhh, Yura jadi melayang-layang dengernya. Oke dehh mas Yura tidur sekarang " ucap Yura hingga membuat Revan tersenyum melihat istri kecilnya.


"Aretha malam ini tidurnya sama mamah ya Revan " ucap mamah Rita yang masih betah bersama cucu perempuannya.


"Iya mah " jawab Revan


"Nanti kalo nangis gimana ?"tanya Yura


"Siapkan saja susu dan perlengkapan yang lainnya sayang " jawab mamah Rita

__ADS_1


"Oke deh mah, Yura ambil dulu " ucapnya riang sambil berlari ke kamar


"Kau tidak perlu lari Yura, tidak akan ada yang mengejarmu berhati-hatilah bekas operasi mu belum sembuh benar " ucap Revan yang memperingatkan istrinya.


"Iya mas Yura lupa "jawabnya.


Setelah Yura ke kamar Revan ikut bergabung dengan yang lainnya dan duduk bersebrangan dengan Regan.


"Regan, kau kenal Kenzie Pratama dari Pratama Group ?" tanya Revan


"Tidak terlalu mengenalnya hanya sedikit tahu tentangnya, kenapa ?" tanya Regan balik


"Tidak, tapi tadi saat aku sedang ada di pusat perbelanjaan aku melihatnya bersama dengan saudara Yura " ucap Revan.


Regan langsung tersenyum meledek " sedang apa bocah ingusan dengan pria itu, apa dia sedang menjadi sugar baby nya ? tanya Regan


"Entahlah..." jawan Revan mengangkat bahunya


"Sudah bisa di pastikan kalau hidup saudara perempuan istrimu itu benar-benar kacau, mau jadi apa anak itu " ucap Regan


"Gadis itu sangat nakal pergaulannya pun sangat bebas entah apa yang di lakukan ibunya setiap hari, membiarakan anak perempuannya keluyuran bersama pria dewasa " timpal Revan.


"Seorang remaja yang terjerumus ke dalam hal yang sangat buruk itu ada ikut andil orang tua " ucap mamah Rita, Bira hanya menyimak saja obrolan mereka karena jujur saja Bira tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"Maksud mama ?" tanya Revan


"Maksud mamah, setiap orang tua ikut andil dalam mengurus anaknya. Jika didikan awalnya sudah salah maka akhirnya akan menjadi sangat salah. Kiara terlalu di manja orang tuanya, seperti yang kita tahu Sandra dan Hendra terlalu menyanjungnya dan selalu percaya padanya, serta apa yang di inginkan olehnya selalu di turuti. Hingga keadaan ekonomi mereka yang berubah membuat Kiara tidak bisa menerimanya dan berbuat apa pun asal dia bisa mendapatakn keinginannya " ucap mamah Rita


Regan dan Revan mengangguk mengerti. "Tanamkanlah kebaikan pada anak-anak kita. Dan untuk kalian berdua jadilah kepala keluarga yang bertanggung jawab untuk anak dan istri kalian, jaga dan didik mereka baik-baik, kalian mengerti " nasihat mamah Rita.


"Iya mah " ucap Revan dan Regan bersamaan


Setelah percakapan itu Yura datang dengan perlengakapan Aretha, untuk tidur di kamar mamah Rita.


"Ayo mas Revan, tadi katanya tidurnya mau di kelonin Yura " ucapnya polos, hingga membuat mamah Rita tertawa melihat menatu kecilnya itu


"Cepatlah tidur bayi besar saatnya minum susu " ledek Regan.


"Jangan ledekin A Revan, mas Regan juga tiap hari minta jatah susu " ucap Bira tak kalah polos. Hingga tawa mamah Rita pecah mendengar ucapan kedua menantunya.


"Oh astaga, kenapa para menantuku sangat polos " ucap mamah Rita di sela-sela tawanya, sedangkan Regan dan Revan hanya menutup wajahnya sambil geleng-geleng kepala .


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2