
Sebelumnya cuma mau ingetin jangan lupa like dan poinnya ya di tunggu 😊💚💛💜
"Timmy....." ucap Yura dan Bira bersamaan
"Kenapa dengan anak itu ?" tanya Regan
"Tadi Timmy di dorong sama cewek dedemit itu sampe berdarah " ucap Yura panik
"Iya terus gimana sekarang keadaanya darahnya tadi banyak banget ?" ucap Bira khawatir
"Kita ke rumah sakit ya " ajak Yura
"Tidak sayang, kita pulang dulu kasihan Aretha, lagi pula di sana kita tidak bisa berbuat apa-apa kita tunggu kabarnya di rumah setelah itu kita ke rumah sakit melihatnya " usul Revan
"Aku setuju, kasihan Reby dia juga pasti lelah sayang, nanti kita cari tahu kabarnya aku akan meminta Bagas ke rumah sakit untuk melihat keadaannya " ucap Regan
Bira dan Yura pun melihat anak-anak mereka dan merasa kasihan anak-anaknya pasti lelah dan menyetujui usul suami mereka. Toh di sana juga mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sambil menunggu kabar Yura dan Bira pulang sambil mengistirahatkan anak-anak mereka.
Setelah sampai di rumah Regan dan Revan langsung mengurung istri dan anaknya di dalam kamar agar mereka istirahat.
__ADS_1
Di dalam kamar Yura langsung membersihkan tubuhnya dan Revan langsung mengurus putri kecilnya dengan mengganti pakaian dan juga diapersnya kemudian memberikannya susu agar bayi kecil itu tertidur. Dan benar saja bayi cantik itu langsung tertidur setelah di beri susu dan di ganti pakaiannya.
"Aku merasa seperti sedang mengurus dua anak saja" ucap Revan geleng-geleng kepala. Setelah selesai mengurus Aretha, Revan melihat Yura sudah selesai mandi dan menyuruhnya untuk mendekat.
"Yura kemarilah " ucap Revan.
"Mas Revan pasti mau ngasih siraman rohani lagi, alamat ga di ijinin lagi keluar ini mah " gumam Yura dalam hati.
Yura pun kemudian menghampiri suaminya " kenapa mas ?" tanyanya dengan wajah gugup
Melihat wajah istrinya yang terlihat gugup Revan langsung tersenyum " duduklah aku akan mengobati lukamu " ucap Revan, Yura pun langsung tersenyum" Bodo banget gue mas Revan yang ganteng dan caem ga mungkin dia marahin gue " gumam Yura dalam hati.
Revan mengeluarkan kotak p3k nya dan mulai mengobati wajah istrinya yang lebam.
"Yura cuman ngebela Timmy sama kak Bira aja, perempuan itu kasar banget ya ampun Yura kesel banget pokoknya ngomongnya itu pedesnya ngalahin seblak level " ucap Yura, Revan mengobati luka di wajah Yura sambil mendengarkan celotehan istrinya yang bercerita tentang perkelahiannya tadi
"Istriku ini sangat hebat, lain kali jika kau ingin bergulat ajaklah suamimu ini, suamimu tidak akan menolaknya "ucap Revan tersenyum
"Ihhh, kalo gulat sama mas Revan beda lagi ceritanya, jangan ngomongin itu Yura jadi malu " ucapnya sambil menutup wajahnya dengan malu membuat Revan gemas dan langsung memeluknya.
__ADS_1
"Istri kecilku yang bar-bar " ucap Revan sambil membelai rambut Yura dengan sayang.
"Nanti masih boleh mainkan, Yura ga di kurung" ucap Yura sambil menguyel-uyel kepalanya di dada Revan
"Kau sedang membujuku Tayo ?" tanya Revan tersenyum
"Iya, biar di ijinin main lagi " ucap Yura sambil terus mengeratkan pelukannya kepada Revan.
"Aku ingin sekali menjitak kepala anak ini " gumam Revan dalam hati karena gemas kepada istrinya yang nakal dan bar-bar. Sudah dua kali Revan harus menangani perkelahian istrinya itu. Revan tidak mau melihat wajah cantik istrinya menjadi lebam seperti sekarang.
Saat sedang memeluk Yura Revan melihat ada panggilan di ponselnya dan melihat itu panggilan dari Bagas , Revan pun langsung mengangkatnya.
"Iya Bagas bagaimana ?" tanya Revan
"................"
"Apa.....!!!" ucap Revan terkejut, setelah beberapa saat bicara dengan Bagas Revan pun menutup teleponnya.
"Kenapa mas ? tanya Yura penasaran melihat ekspresi suaminya yang terkejut.
__ADS_1
"Yura, Anggi keguguran dan sekarang dia sedang di kuret untuk mengeluarkan janinnya karena janinnya tidak bisa di selamatkan " ucap Revan
"Ah ya ampun...." Yura menutup mulutnya karena terkejut dengan kabar sahabatnya.