
Akhirnya sore itu Yura pulang di jemput oleh Revan, Yura ingin sekali menginap di rumahnya sesekali. Tapi Revan tidak pernah mau di ajak dengan alasan tidak pernah bisa tidur nyenyak di tempat lain. Padahal menurut Yura tidur dimana pun sama saja sama-sama memejamkan mata dan bermimpi.
Tapi Yura juga tidak mau memaksa kasihan juga suaminya jika tidak bisa tidur,apalagi dia sudah lelah bekerja seharian . Lagi pula Yura bisa bermain kapan saja jika dia mau ke rumahnya Revan tidak pernah melarangnya.
Di mobil Aretha tertidur dengan nyenyaknya, mungkin bayi kecil itu merasa kelelahan setelah seharian bermain, apa lagi sekarang Aretha sudah sangat aktif, dia sudah mulai belajar berdiri dan tidak mau diam.
"Aretha tidurnya nyenyak sekali....." ucap Revan tersenyum ke arah anaknya yang cantik.
"Iya, dia kecapean ga mau diem banget" jawab Yura sambil membelai rambutnya.
"Kau pasti sangat lelah kan sayang? "
"Bangeettt..... Yura cape tapi Yura juga seneng kok" jawabnya tersenyum
"Si Tayo sudah dewasa rupanya sekarang... " Revan tertawa melihat istrinya. Dia masih ingat bagaimana dulu pertama kali ia melihat Yura. Yura hanya seorang gadis pelajar yang di jodohkan dengannya namun terlihat tanpa beban.
"Bukan dewasa tapi udah punya anak" Revan pun tertawa melihat Yura. Demi apa pun Revan merasa sangat bahagia sekarang.Mempunyai istri dan anak yang cantik dan juga lucu. Dua orang yang ia cintai dengan segenap hatinya dalam hidupnya sangat menggemaskan.
*
*
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di rumah, Revan langsung menggendong Aretha sedang Yura ia membawa barang bawaannya yaitu perlengkapan Aretha dan dirinya.
Saat menuju kamar Yura dan melihat ada tamu di sana, Revan dan Yura pun menghampiri mereka karena akan terlihat tidak sopan jika mereka berlalu begitu saja tanpa menyapa.
"Siapa mah...? " tanya Revan yang melihat ada seorang pria berumur sekitar lima puluh tahunan, dan juga senang gadis muda.
"Kenalkan dia pak Budi dan ini putrinya Alya" ucap mamah Rita. Revan dan Yura pun tersenyum melihat ke arah mereka. Namun gadis yang bernama Alya itu tampak terpesona melihat Revan yang tampan.
"Mereka orang yang tadi menolong mamah Revan, tadi mamah hampir saja di rampok. Untung ada mereka yang menolong mamah" Revan dan Yura terkejut mendengarnya
"Ya Tuhan mamah tidak apa-apakan? " tanya Revan khawatir
"Hanya kebetulan nyonya, kebetulan kami sedang berjualan di sana dan mendengar nyonya meminta tolong..."jawab Alya, kemudian saya dan ayah mencoba membantu sebisanya.
"Tetap saja, aku harus berterima kasih pada kalian" ucap mamah Rita.
"Kenapa mamah bisa berada di tempat itu dan bertemu penjahat? "tanya Yura.
"Mobil mamah mogok sayang, dan mamah ga berangkat bareng supir tadi "
"Jikan nanti mamah kemana-mana, mamah tidak boleh sendiri ya mah, Revan khawatir " ucap Revan
__ADS_1
"Iya, mamah sekarang juga jadi takut" jawab mamah Rita
"Ya sudah kami ke kamar dulu, ayo sayang. .. " pamit Revan dan langsung merangkul Yura.
Melihat Alya dan pak Budi yang sepertinya penasaran dengan Revan dan Yura, mamah Rita pun menerangkan jika Revan dan Yura adalah anak dan menantunya. Alya dan pak Budi menganguk.
"Masih ada anak saya dan menantu saya yang lainnya, ada Regan dan juga Bira mereka juga sudah punya anak. Tapi Regan dan Bira sepertinya sedang pergi keluar" ucap mamah Rita.
Mendengar mamah Rita membicarakannya putra-putranya membuat Alya menjadi tertarik. Karena selain mereka kaya anak-anaknya pun sangat tampan. Itu karena Alya melihat foto keluarga di ruang tamu mereka yang memperlihatkan wajah mereka yang terpampang jelas. Memperlihatkan wajah Regan dan Revan yang sangat tampan. Namun sayang sekali mereka sudah beristri.
"Hanya mengagumi mereka sepertinya tidak masalah.... " gumam Alya
*
*
*
Sebelum tamat aku kasih konflik sedikit ya 😆
Mimin penasaran mau liat gimana reaksi si Tayo dan ratu ubur-ubur kalo ada yang kagum sama suami mereka 😁
__ADS_1