
Jantung Revan terasa di remas, tubuhnya bergetar hebat melihat istrinya diculik oleh Kenzie. Manusia jahat itu benar-benar licik, ternyata selama ini dia menghentikan pengintaiannya kepada Yura bukan karena ia menyerah, tapi agar membuat Revan lengah.
Revan benar-benar merasa sangat menyesal akibat kebodohannya yang lalai kepada Kenzie. Ternyata orang jahat itu sudah merencanakan semuanya dengan matang, dan berpura-pura menyesal dan meminta maaf pada Kiara adalah bagian dari rencananya. Sungguh licik dan di luar dugaan Revan.
Untung saja Revan tidak sepenuhnya percaya dan mengintai mereka dari jauh. Dan penyesalan itu masih menghinggapinya, kenapa dia tidak memantaunya dari dekat saja. Niat hati hanya ingin tahu rencana Kenzie. Tapi malah Kenzie merencanakan hal di luar dugaan Revan.
Menyesal sudah tidak berguna, yang penting sekarang adalah Revan menyelamatkan istri dan adik iparnya. Revan segera menghubungi Regan dan memberi tahu lokasinya, agar Regan membawa bantuan.
Mendapat kabar Yura di culik sontak saja membuat Regan sangat terkejut. Regan langsung memberi tahu Bagas agar mengumpulkan orang-orangnya dan meminta mereka untuk segera menuju ke lokasi dimana Revan berada.
Merasa di ikuti Kenzie pun langsung menelepon orang-orang yang sudah dia perintahkan sebelumnya untuk menghalangi Revan. Untuk rencananya ini Kenzie memang sudah mempersiapkannya dengan sangat matang. Dia tidak mau gagal membawa Yura.
Yura dan Kiara merasa ketakutan karena tiba-tiba Kenzie membawa mereka. Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan oleh Kenzie.
"Kenzie, kamu mau bawa kita kemana? " tanya Yura
"Membawamu ke tempat yang indah sayang... "jawab Kenzie tersenyum jahat.
Yura menggelengkan kepalanya tidak percaya, bagaimana bisa Kenzie mempunyai obsesi yang tinggi terhadapnya. Dan itu membuat Yura sangat takut, takut jika Kenzie berbuat macam-macam padanya. Hingga air mata meleleh di pipinya, Yura sudah berpikiran yang tidak-tidak tentang dirinya.
"Mas Revan.... " gumamnya dalam hati
Sedangkan Kiara merasa sangat bersalah kepada Yura dan Revan. Karena dirinya lah kini Yura dalam bahaya.
"Yura maafin aku.... " ucap Kiara yang kini juga menangis di dalam mobil itu.
"Sudahlah kalian jangan menangis, aku akan mengajak kalian untuk bersenang-senang seharusnya kalian bahagia untuk itu " ucap Kenzie santai yang merasa bahagia karena ia bisa membawa gadis yang ia inginkan.
__ADS_1
"Kenzie, lepasin Yura. Kamu bisa lakuin apa yang kamu mau sama aku. Tapi jangan sama Yura aku mohon..." ucap Kiara dengan memelas.
"Aku tidak mau... aku sudah cukup bersabar selama ini untuk mendapatkanya. Dan hari ini adalah hari yang aku tunggu. Jadi jangan harap aku akan melepaskan kalian....!!! "ucap Kenzie dengan marah hingga membuat mereka berdua ketakutan.
Revan kehilangan jejak mobil Kenzie karena. kendaraan di jalan cukup padat, apa lagi mobil-mobil anak buah Kenzie sengaja Menghalanginya. Membuat Revan sangat geram.
"Brengsek....!!! " ucap Revan
"Tuan, kenapa anda tidak melacak ponsel nona Yura... " ucap supir itu.
"Kau benar, cepat lacak...!!! " karena kini Revan sedang menyetir mobil dan sedang fokus mencari mobil yang sudah membawa Yura dan Kiara.
"Sudah kau temukan....?" Tanya Revan
"Sudah tuan...."jawabnya
"Beri tahu Regan dan Bagas segera....!!! "
"Baik tuan.... "
Regan dan Bagas yang sudah mendapat lokasi Yura segera bergerak dan menyuruh semua anak buahnya untuk menyabotase jalan untuk menghentikan Kenzie dan anak buahnya.
Jalan yang di tempuhi Kenzie ternyata jalan menuju keluar kota, dan semakin sini jalanan semakin sepi. Yura memperhatikan jalan yang dia telusuri, dan melihat pintu mobil yang tidak terkunci. Jalanan sudah mulai sepi, hanya pepohonan saja yang ia lihat di kiri dan kanan jalan.
Kenzie akan membawanya kemana juga Yura tidak tahu, Yura dan Kiara lebih banyak diam karena takut Kenzie akan marah jika mereka terus bertanya.
Yura melihat ke arah Kiara dan memberi kode ke arah pintu mobil yang tidak terkunci. Kiara mengerti dan mulai memantau jalan. Takut-takut jika mereka melompat di belakang mereka ada kendaraan yang akan membahayakan mereka jika mereka melompat nanti.
__ADS_1
Posisi mereka lumayan menguntungkan, karena hanya Yura dan Kiara yang duduk di bagian belakang mobil. Sedangkan Kenzie dan anak buahnya di depan.
Yura terus melihat ke arah belakang, dan berharap ada mobil Revan di belakangnya. Karena jalanan sudah mulai sepi. Kenzie melihat Yura yang terus melihat ke belakang.
"Anak buahku sudah mencegah suamimu untuk mengejarku, jadi jangan berharap jika suamimu akan menolongmu Yura. Pasrah lah Yura, lepaskan suamimu dan datanglah ke pelukanku. Aku akan memberikan apapun yang kau mau. Kecuali kembali pada suamimu"
"Kenapa sangat terobsesi padaku Kenzie, masih banyak di luaran sana gadis cantik yang bisa kau dapatkan dengan mudah" ucap Yura memberanikan diri.
"Karena kau sangat cantik dan menarik tentunya, ketidak tertarikanmulah yang membuatku semakin ingin memilikimu Yura....Dan aku sangat bersyukur karena sebentar lagi keinginanku untum memilikimu akan terwujud " jawan Kenzie sambil tertawa jahat.
"Dasar gila....." ucap Kiara.
"Aku memang sudah gila gadis bodoh, benar kau gadis yang sangat bodoh. Kiara.... Kiara kau sangat bodoh. Tapi aku sangat berterima kasih padamu, karena berkat kau aku bisa Membawa Yura... gadis impianku... " jawab Kenzie.
"Jangan bawa-bawa Yura, kau bisa melakukan apapun padaku tapi tidak pada Yura... " ucap Kiara yang hatinya kini di rundungi rasa bersalah kepada saudarinya dan sudah membuatnya dalam bahaya.
"Kau tenang saja, setelah aku puas dengan saudari cantikmu aku akan datang padamu, bukankah kau sangat merindukanku Kiara. Kau juga pasti merindukan sentuhanku kan.... " Ucap Kenzie tertawa. Kiara berdecih mendengar ucapan Kenzie, dia merutuki dirinya sendiri karena sudah sangat mencintai laki-laki yang sangat jahat.
Di jalan Bagas dan Regan berhasil melumpuhkan sebagian anak buah Kenzie. Tapi ternyata Kenzie sudah menyiapkan anak buah yang banyak. Dan mereka menghadang Revan d tiap jalan yang Revan tempuh. Hingga Revan kehilangan jejak mobil yang Membawa Yura dan Kiara.
Semakijn khawatir saja Revan, apalagi mengetahui mobil yang di tumpangi Yura menuju luar kota.
"Yura.... tunggu aku sayang, aku akan menyelamatkanmu dari manusia licik itu.
Di mobil, Yura dan Kiara mulai terus memantau keadaan. Agar mereka selamat saat melompat, dan menunggu laju mobilnya tidak terlalu kencang dan memantau kendaraan di belakang mobil yang mereka tumpangi.
Saat yang di tunggu-tunggu pun datang, karena waktu sudah menuju sore jalanan yang di lewati mereka pu mulai sepi. Yura memberi kode kepada Kiara dengan menggeser tubuhnya ke dekat pintu mobil. Kiara yang melihat kode itu pun, mengikuti gerakan Yura dengan perlahan dan melakukannya tanpa sepengetahuan Kenzie.
__ADS_1
Yura memberi aba-aba dan.....
Kasih dukungan buat novel ini ya dengan like komen serta poin dan vote, supaya novelnya bisa up terus ❤❤❤❤