Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 15


__ADS_3

Hari ini Yura, Salsa Bira dan juga Anggi janjian akan bertemu di sebuah restoran untuk berkumpul. Namun Yura dan Bira sangat susah sekali mendapat ijin dari suami mereka. Sejak kecelakaan itu Revan dan Regan sangat ketat menjaga istri mereka. Namun Bira dan Yura merasa terkekang dengan sikap suaminya. Itu terlalu berlebihan menurut Yura dan juga Bira. Karena mereka juga butuh kebebasan, apalagi mereka masih muda mereka masih ingin bersenang-senang.


"Mas Revan, Yura mau main boleh ya. Yura ga sendiri kok ada kak Bira Salsa sama Timmy juga " rengek Yura untuk ke sekian kalinya.


"Tidak...." jawab Revan tegas


"Mas Revan ga sayang sama Yura, tiap hari Yura di kurung di rumah Yura bosen" kesal Yura


"Yura aku melarangmu karena aku menyayangimu aku takut dan khawatir terjadi sesuatu lagi padamu tolong mengertilah " ucap Revan, Yura hanya diam saja tidak menyautnya lagi. Yura pikir percuma saja jika terus merengek pun Revan tidak akan mengijinkannya. Melihat istrinya hanya diam dan tidak bicara lagi Revan menjadi serba salah.


Di satu sisi Revan tidak tega merenggut kebebasan Yura namun di sisi lain Revan tidak mau ceroboh lagi cukup sekali kejadian seperti kemarin. Meskipun semua itu takdir Tuhan tapi tetap saja Revan juga harus tetap berhati-hati dalam menjaga istrinya.


Yura pun naik lagi ke kasurnya dan tidur di samping Aretha dan terdengar isakan kecil dari bibirnya membuat Revan semakin tidak tega saja dan menghampiri Yura dan memeluknya dari belakang.


"Sayang...." panggil Revan, namun Yura hanya diam saja.


Revan pun membalikan tubuhnya, namun sepertinya bis kecil itu marah dan menolaknya. Revan pun tersenyum melihat istri kecilnya sedang merajuk.


"Baiklah, kau marah padaku ?" tanya Revan lagi, masih tidak ada jawaban dari bis kecil itu. Revan membalikan tubuh Yura dengan sedikit paksaan, hingga tubuh kecil itu melihat ke arahnya sekarang. Ada teteaan air mata di pipinya yang mulus itu. Revan mengusap air mata Yura, posisi mereka kini berhadapan. Melihat suaminya tersenyum Yura malah semakin kesal saja. "Hey bis kecil jangan marah padaku " ucap Revan membujuk Yura sambil mengelus rambutnya dengan lembut.


"Biarin, Yura mau marah sama mas Revan " jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil.


"Sabarlah Revan istrimu ini masih kecil " ucap Revan kepada dirinya sendiri.


"Kau tahu aku khawatir padamu ?" tanya Revan, Yura hanya mengangguk saja.


"Lalu, kenapa kau masih bersikeras untuk pergi "tanya Revan lagi


"Yura udah kaya anak ayam aja, di kandangin terus kan bosen " ucapnya merajuk lagi,hingga membuat Revan gemas ingin menerkamnya sekarang juga.


"Baiklah, kau boleh pergi tapi ada syaratnya " ucap Revan


"Syaratnya apa ?" tanyanya dengan riang


"Aku akan mengantarmu sendiri kesana dan juga tidak lebih dari dua jam aku akan menjemputmu lagi "ucap Revan


"Bentar bangeeett...."


"Ya sudah kalau tidak mau " ucap Revan lagi

__ADS_1


"Mauuuu......" Revan pun tersenyum melihat istrinya bahagia.


"Mana hadiahku ?" pinta Revan


"Hadiah apa, uang aja Yura minta sama mas Revan "


"Aku tidak butuh uang "


"Terus ?" tanya Yura penasaran


"Cium saja tidak apa-apa " Yura tersenyum dan langsung mengecup seluruh wajah Revan.


"Udah...."


"Bukan begitu Tayo, ciumnya di sini tapi harus lama" ucap Revan sambil menunjuk bibirnya.


"Isshhh, itu mah bukan cium tapi ciuman gimana siih.."


"Ayo cepat aku menunggumu Tayo " ucap Revan tidak sabar. Yura pun langsung menempelkan bibirnya kepada bibir Revan dan memberi ******n lembut di sana. Hingga Revan gemas dan langsung membalas ciuman Yura dengan lebih panas dari itu. Hingga ciuman itu pun berlangsung lama sampai mereka puas.


*


*


"Mas suami Bira boleh pergi ya...." rengeknya


"Tidak...."


"Dasar Bira mah punya suami teh pelit galak judes juga " ucap Bira kesal


"Hey ratu ubur-ubur aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu, bukan pelit " jawab Regan


"Tauu ahhh...." Bira pun kesal merajuk pada Regan, suamimya ini sangat keras kepala. Sangat susah mendapat ijin darinya.


"Bira pasangkan dasiku cepat " perintah Regan


"Ga mau, pasang aja sendiri" ucapnya sambil membereskan tempat tidurnya.


"Ah ternyata istriku sudah tidak mencintaiku lagi" ucap Regan

__ADS_1


"Biarin orang suaminya juga ga sayang sama istrinya, istrinya di kurung terus di rumah udah kaya anak itik aja, kesel tahu Bira "


"Wuaaahhh ratu ubur-ubur benar-benar marah sepertinya" gumam Regan, sekarang Regan melihat Bira sedang menonton tv tapi melihat wajahnya terlihat sangat kesal. Regan pun mendekati istrinya dan memeluknya.


"Aku khawatir padamu Bira "ucap Regan sambil mengecup kening istrinya dengan sayang. Namun Bira hanya diam saja, Regan melihat Bira memalingkan wajahnya dan menitikan air mata . " Apa aku sudah keterlaluan padanya" ucap Regan dalam hati Regan merasa bersalah karena selalu mengurung istrinya di rumah sedangkan setiap hari dia sibuk bekerja.


Regan membalikan tubuh Bira dan menghapus air mata istrinya. "Kamu ingin pergi ?" tanya Regan lembut


"Baiklah tapi aku yang akan mengantarmu, dan aku juga yang akan menjemputmu" ucap Regan


Bira pun langsung tersenyum senang dan langsung memeluk suaminya dengan erat hingga Regan merasa senang. Gemas melihat istrinya yang sangat cantik Regan langsung mencium lembut bibir istrinya yah selalu menjadi candu untuknya. Setelah puas mencium istrinya Regan pun baru melepaskannya dan mengusap bibir istrinya yang menjadi sedikikit bengkak karena ulahnya barusan.


"Sekarang, pasangkan dasiku " ucap Regan sambil memberikan dasi pada Bira dan Bira pun langsung mengambilnya dan memasangakannya.


"Setelah dua jam aku akan menjemputmu " Bira lansung mengencangkan dasi Regan hingga Regan terbatuk.


Uhuk Uhuk Uhuk


"Oh astaga, kau sangat menyebalkan " ucap Regan namun Bira hanya tertawa.


Setelah mendapat ijin dari para suami mereka, di sini lah mereka berkumpul


"Tumben ratu ubur-ubur sama si Tayo di ijinin keluar" tanya Anggi


"Iya soalnya yang nganter suami kita sendiri, kalo engga jangan harap " jawab Yura


"Ini juga di waktu cuma boleh dua jam katanya" timpal Bira.


"Terus Sasako, suami kamu ngijinin ?" tanya Anggi


"Ngijinin lah dia mah, cuman katanya jangan sampe ketemuan sama A Bagas selama Sasa jadi istrinya soalnya jatuhnya bakal jadi fitnah terus takut jadi skandal lagi yang berimbas sama perusahaan hello kitty unyu itu " jawab Salsa


"Emang bener, jangan dulu ketemuan takutnya di ikutin neng syaiton buat goda-goda kamu " ucap Yura


"Ya engga atuh Sasa juga tahu batasan, lagian hello kitty itu selalu nyuruh orang buat ngikutin kemana Sasa pergi, tuhh orangnya "jawab Sasa sambil menunjuk seorang pria dengan setelan jas rapi yang terus memandang ke arah mereka.


"Wuaahhhh....." ucap Anggi Yura dan Bira bersamaan.


"Wahh....waahhh rupanya ada kumpulan para istri-istri muda yah di sini " tiba- tiba ada seorang gadis sedang berdiri di sana menghampiri mereka.

__ADS_1


"Baru aja di omongin, neng syaitonnya langsung datang " ucap Anggi


__ADS_2