Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 43


__ADS_3

Sebulan sudah Kiara di rawat di rumah sakit, Dan selama itu pula Kenzie selalu menemaninya. Hari ini hari dimana Kiara akan pulang dari rumah sakit. Semua keluarga sudah menunggu di rumah. Karena Kiara hanya di jemput oleh Kenzie. Seluruh keluarga kini sudah percaya kepada Kenzie karena melihat betapa besar cinta dan kesungguhannya untuk Kiara.


Rencana pernikahan pun akan sudah mereka susun bersama. Revan Yura dan Aretha pun sudah ada di kediaman Hendra. Bayi kecil itu kini sudah mulai tidak mau diam dan sudah mulai belajar berdiri dan juga suka sekali berceloteh lucu membuat semua orang menjadi gemas.


Dia terus mengajak kakeknya bermain dengan memberikan semua mainanya kepadanya kemudian mengambilnya lagi sambil tertawa sungguh sangat lucu. Saat mereka semua sedang tertawa dengan kelucuan Aretha, terdengar suara mobil di depan rumah.


"Itu pasti mobil Kenzie? "ucap Sandra


"Iya, Kiara sudah sampai sepertinya... " timpal Hendra. Dan benar saja mereka berdua baru saja masuk ke dalam rumah. Semua orang sangat bahagia melihat Kiara sembuh.


"Kia.... " panggil Sandra sambil menghampiri putrinya dan langsung memeluknya.


"Mamah kangen banget sama kamu, syukurlah akhirnya kamu pulang juga " ucap Sandra dan memberikan ciuman di keningnya Kiara.


"Kia sayang...." Hendra merentangkan tangannya dan memeluk Kiara dengan sayang.


"Papa senang sekali kita semua bisa berkumpul lagi" ucap Hendra


"Iya pah... Kia juga seneng banget bisa kumpul lagi sama kalian semua " ucap Kiara.


"Tante Imooyyy kok Aretha gak di peluk cihhh.... " ucap Yura sambil menggendong anaknya. Kiara langsung tersenyum melihat bayi lucu dan cantik itu.


"Ya ampuunnn, keponakan tante yang cantik" ucap Kiara sambil menggendong Aretha.


"Ehh.. tapi jngan panggil tante dong... aku kan belum tante-tante" ucap Kiara.

__ADS_1


"Emangnya mau di panggil apa? "tanya Yura


"Panggil Aunty Kia aja ya sayang" ucap Kiara sambil terus mencium Aretha dengan gemas.


"Aunty Imoy aja biar imut..." timpal Yura semua orang tertawa karena mereka tahu apa artinya imoy imut menurut versi si tayo itu. Dan Kiara hanya mencebikan bibirnya.


"Ayo-ayo kita duduk dulu " ajak Hendra. Demi apa Hendra merasa sangat bahagia sekarang. Bisa berkumpul dengan anak-anaknya dan juga menantu serta cucunya. Semuanya hidup rukun dan bahagia terasa sempurna sekali hidupnya.


Kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga dan berdampingan dengan pasangan masing-masing dan Aretha masih betah di pangkuan Auntynya.


Namun pandangan Aretha beralih ke Kenzie, bayi mungil itu terus menatapnya dan kemudian tersenyum.


"Anak si tayo demen sama yang bening-bening ya, liat cowok ganteng langsung senyum-senyum" ucap Kiara.


"Bukannya semua anak emang suka sama chiki ya... "ucap Yura.


"Kau baru tahu... jika istriku yang tidak pintar ini sangat menyebalkan ?" ucap Revan


"Kok mas Revan ga belain aku sihh, nanti malam si jhon libur pokoknya" ucap Yura memanyunkan bibirnya.


"Enak saja, tidak ada libur mau pun cuti untuk Si jhon" ucap Revan tidak terima si jhon yang berharga harus libur malam ini.


"Siapa Jhon....?" tanya Sandra


"Oh si Jhon itu emmmmppt..... " Revan langsung membungkam mulut istrinya yang tidak berfilter itu. Jangan sampai merela tahu jika si jhon itu adalah benda pusaka milik Revan tempat asal muasal Aretha.

__ADS_1


"Si jhon itu game.... iya game, kita berdua selalu bermain setiap hari dan permainan itu sangat seru iya kan sayang... " ucap Revan sambil menginjak kaki Yura dan berharap si tayo mengerti dan tidak meneruskan ucapannya yang tidak berfaedah itu.


Untung saja otak Yura sedang berjalan dengan baik hingga iya mengerti maksud kode dari suami tercintanya.


"Iya itu game, dan gamenya asik banget pokoknya " ucap Yura, melihat istrinya mengerti Revan bisa bernafas dengan lega.


"Permainan sejenis apa sihh aku juga mau main sama Kenzie... ?" tanya Yura.


"Main kuda-kudaan, nanti aja mainnya kalo udah nikah biar seru...." ucap Yura santai sambil tersenyum ke arah suami tampannya.


"Astaga...apa ada lakban di sekitar sini. Aku ingin sekali membungkam mulut kecilnya itu" gumam Revan.


Mendengar ucapan Yura tentu saja semua orang mengerti dan langsung berdehem, karena merasa canggung gara-gara si tayo ini.


"Saringan mulut lo dimana sihh...? " tanya Kiara


"Ga ada, ga kebagian pas lagi di cetak...." jawab Yura.


"Astaga istriku sangat luar biasa... " gumam Revan geleng-geleng kepala.


*


*


*

__ADS_1


Maaf ya kalau slow update, aku mau beresin dulu satu-satu novel aku 😊🙏


__ADS_2