Cinta Yura

Cinta Yura
Bab 30


__ADS_3

Mendengar nama Yura di sebut oleh Kenzie, Hendra benar-benar geram. Ternyata orang yang ada di depannya itu bukanlah orang baik-baik. Dia dengan gamblang menyatakan menginginkan Yura putrinya yang telah menikah setelah merusak putrinya yang lain yaitu Kiara. Benar - benar manusia tidak punya hati.


"Maaf tuan Kenzie sepertinya kau salah orang jika kau ingin melakukan kerja sama denganku, aku tidak akan pernah menyerahkan putriku padamu camkan itu" ucap Hendra penuh penekanan.


Kenzie tertawa sinis "bahkan aku bisa menghancurkan perusahaanmu sekarang juga tuan Hendra jika kau tidak mengabulkan keinginanku" jawab Kenzie.


"Lakukanlah jika itu bisa membuatmu untuk mengurungkan niatmu memiliki putriku Yura, setidaknya punya hati sedikit saja. Kau sudah merusak putriku Kiara dan kini kau datang meminta putriku Yura dimana otakmu itu....!!! " Hendra semakin tidak bisa menahan amarahnya.


Cukup sekali Hendra menjadi ayah yang buruk untuk Yura, dia tidak ingin mengulanginya lagi. Hendra akan melindungi Yura bagaimana pun caranya dan untuk Kiara Hendra akan pikirkan nanti. Kenapa putrinya bisa menjadi seorang wanita yang tidak bisa menjaga harga diri dan maratabatnya. Kenapa Hendra menjadi seorang ayah yang gagal. Dia telah gagal mendidik putrinya dengan benar.


Tubuh Hendra terasa lemas mengetahui Kiara seperti itu. Di tambah lagi obsesi Kenzie kepada Yura, untuk Yura Hendra tidak terlalu khawatir karena ada Revan yang akan selalu menjaganya. Revan akan ada di garda terdepan jika sesuatu akan mencoba mengusik Yura.


Tapi Kiara, bagaimana kehidupannya selanjutnya Kiara telah hancur. "Tuhan cobaan apalagi ini. kenyataan pahit ada di depanku saat ini"


"Kau salah besar tuan Hendra, bukan aku yang mendatangi Kiara namun gadis ingusan itu yang menghampiriku. Aku sudah puas bermain-main dengannya, dan aku tidak membutuhkannya lagi. Sudah cukup bicara tentang gadis bodoh itu. Karena kedatanganku kemari adalah untuk Yura "tegas Kenzie.


"Pergilah dari sini...!!!! tapi jangan pernah usik kedua putriku. Terserah kau mau melakukan apa aku tidak peduli " ucap Hendra sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia benar-benar shock dengan ucapan Kenzie.


"Baiklah itu pilihanmu tuan, aku permisi "ucap Kenzie dengan sopan namun pandangan matanya sangat tajam pada Hendra.


Setelah Kenzie pergi Hendra langsung terduduk lemas sambil memikirkan kedua putrinya. Hendra langsung teringat dengan Revan dan langsung menghubunginya.


*


*


Revan tengah berkutat dengan pekerjaannya yang sangat banyak, ia di kejutkan dengan bunyi ponselnya dan melihat panggilan yang ternyata dari mertuanya, tumben sekali pikir Revan. Karena takut ada hal penting, makanya Revan mengangkat panggilan dari mertuanya itu.


"Hallo, ada apa? "tanya Revan langsung


Revan terkejut mendengar apa yang sudah di katakan oleh papa mertuanya itu. Jika Kenzie sangat menginginkan Yura. Berani-beraninya orang itu menyukai istri kecilnya yang cantik dan lucu.


Revan tidak akan tinggal diam, coba saja kalau dia sampai berani mendekati Yura. Revan akan membuat perhitungan dengannya. Setelah bicara panjang lebar dengan mertuanya. Revan mengakhiri panggilannya.


"Bis kecil, harusnya aku mengurungmu di rumah seharian dan memastikanmu agar tidak kemana-mana" gumam Revan.


Perasaan Revan menjadi tidak tenang, hingga ia menelepon istrinya di rumah. tak lama panggilan pin tersambung


tut

__ADS_1


tut


tut


"Hallo mas kenapa? tumben nelepon Yura kangen ya" ucap Yura


"Yura kamu sedang apa sayang? " tanya Revan


"Yura lagi beli susu Aretha mas...."jawab Yura


"Apa....!!! kamu dimana sekarang Yura? " tanya Revan khawatir


"Di mini market deket komplek kok mas, soalnya Yura kemarin lupa beli susunya Aretha "ucap Yura


"Itu karena kau terlalu sibuk membeli boneka teman-temanmu dasar bis kecil kapan kau pintar "kesal Revan.


"Kok mas Revan jadi marah sih sama Yura, Yura sedih Yura kan lupa dan kalo lupa itu ga inget. Lagian sebentar lagi Yura juga pulang kok "ucap Yura.


Revan merasa bersalah karena kesal kepada Yura,tapi Revan begitu juga karena khawatir pada Yura.


"Baiklah aku akan menjemputmu sekarang " ucap Revan.


"Ga mau, mas Revannya marah sama Yura "jawab Yura.


"Iya jemputnya pake helikopter biar keren ya... "ucap Yura hingga Revan tertawa.


"Iya, aku akan membawa tank sekalian karena kita akan berperang setelah ini" ucap Revan tersenyum.


*


*


*


Di mini market Yura masih betah membeli susu dan dan mencari jajanan makanan ringan kesukaannya. Karena tadi waktu Revan menelepon Yura baru saja sampai.


Saat Yura sedang memilih jajanan kesukaannya dia di kagetkan oleh tepukan tangan di pundaknya.


"Nona Yura....? "tanyanya,Yura pun langsung berbalik menoleh ke arah orang yang menepuknya.

__ADS_1


"Iya, kok tahu? "tanya Yura.


"Ah aku tersinggung kau tidak mengingatku nona" ucap pria tampan yang ada di depannya sambil tersenyum manis kepada Yura.


Dia adalah Kenzie, ya Kenzie tahu keberadaan Yura karena dia menyuruh orang untuk mengawasi gerak-gerik Yura dan secara kebetulan Yura sedang berada di mini market dekat kompleknya hingga orang suruhan Kenzie langsung memberi tahunya dimana keberadaan Yura. Hingga setelah dari perusahaan Hendra ia langsung menuju ke tempat Yura berada. Kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat Kenzie berada.


"Orang ga inget kok maksa "ucap si Tayo, hingga Kenzie menggaruk kepaalanya yang tidak gatal. Karena ternyata Yura tidak bisa dengan mudah ia dekati. Bahkan terpesona kepadanya saja sepertinya tidak.


"Aku tidak memaksa nona cantik, maafkan aku. Aku yang pernah bertemu denganmu di pusat perbelanjaan dan juga di pesta bersama Kiara "ucap Kenzie.


"Oh kamu pacarnya si imoy ya? "tanya Yura sambil tertawa.


"Kami hanya berteman nona..."ralat Kenzie.


"Aihhh.... teman kok lengket banget, teman tapi mesra mah iya kayanya "ucap Yura sambil asik memilih jajanan kesukaannya dan juga makanan. untuk Aretha karena bayinya sudah mulai makan makanan pendamping.


"Tidak seperti itu konsepnya nona " balas Kenzie namun sepertinya Yura sama sekali tidak peduli.


Kenzie menatap Yura dengan sangat intens, perempuan mungil yang ada di hadapannya sangat menarik. Penampilannya sederhana tapi terlihat sangat cantik rambutnya di cepol keatas memperlihatkan leher jenjangnya dan juga celana pendek dan kaos oblong yang di pakainya semua terlihat sangat lucu. Hingga Kenzie sangat betah berlama-lama memandangi Yura.


Yura yang merasa terus di pandang merasa risih dan bicara pada Kenzie.


"Hey mas.....?"


"Kenzie.... " jawan Kenzie


"Iya pokoknya mas itulah ya, jangan ngeliatin aku terus kaya gitu, aku ga suka kalo ada orang yang liatin terus, bawaannya suka pengen nyolok matanya terus aku kasih ke tukang cilok "ucap Yura dengan kesal.


Melihat Yura kesal Kenzie malah tersenyum, sungguh sangat cantik perempuan ini jika sedang marah pikirnya.


"Maaf tapi karena wajah nona yang sangat cantik membuatku sangat betah melihat wajahmu "ucap Kenzie jujur.


"Sayangnya aku ga suka, dan jangan liatin aku kaya gitu" Yura langsung berbalik meninggalkan Kenzie tapi dia berbalik lagi seperti melupakan sesuatu.


"Oh ya nama kamu lucu sama kaya nama Chiki..."ucap Yura sambil pergi meninggalkan Kenzie dengan tertawa.


"Apa....!!! Chiki katanya....? " ucap Kenzie dengan raut wajah yang sulit di gambarkan.


*

__ADS_1


*


Like....like.... like biar mimin semangat up ya 😘😘


__ADS_2