
Setelah keluar dari rumah sakit Yura pulang ke rumah utama, agar ada yang membantunya mengurus bayi. Karena Yura masih belum paham untuk mengurus anaknya, dia masih butuh banyak bimbingan. Bukan maksud manja tapi perempuan seusia Yura masih perlu banyak bimbingan.
Yura dan Revan sengaja menyatukan kamar mereka dengan kamar baby Ar, Revan juga menyediakan baby sitter untuk membantu Yura merawat bayinya. Yura sempat menolak namun Revan memaksa, Revan tidak mau Yura kelelahan apalagi belum lama ini Yura baru saja melakukan operasi caesar dan juga habis kecelakaan. Kondisi tubuhnya belum normal.
Mamah Rita tidak selalu ada di rumah begitu pun juga pelayan di rumah juga sudah mempunyai tugas masing-masing. Jadi Revan mendatangkan seorang baby sitter untuk membantunya. Pagi ini baby sitter yang Revan minta dari yayasan pun tiba.
Pagi ini Yura sedang sibuk membuat susu untuk anaknya, namun anaknya masih saja menangis. Apa yang salah dengannya. Revan yang baru selesai mengganti baju pun, melihat istrinya kesusahan untuk menenangkan bayinya. Revan pun langsung menghampiri Yura.
"Sayang, kenapa Ar menangis ? tanya Revan
"Yura ga tau, padahal Yura udah kasih susu tapi Ar nya kaya ga mau malah nangis terus " jawab Yura sambil menggendong anaknya yang menangis.
"Coba lihat susu nya " ucap Revan, Yura pun memberikan susu yang dia buat barusan. Revan pun langsung mengambil dan meminumnya. Yura terkejut kenapa Revan malah meminum susu anaknya.
"Kok susu nya di minum sih ? ga susu ibunya sekarang susu formula anaknya juga mas minum, jatah Aretha habis dong " kesal Yura, Revan hanya tersenyum saja menanggapi istrinya yang kurang pintar ini.
"Aku hanya mencobanya sayang, ternyata takarannya memang kurang pas, jadi tidak ada rasanya " jawab Revan santai
"Oh gitu ya...." ucap Yura
"Iya,sebentar ya aku akan membuatkannya lagi " ucap Revan tersenyum. Yura sangat beruntung mendapatkan suami yang penyayang seperti Revan, yang selalu sabar dengan semua kesalahan Yura. Tak pernah sekalipun Revan memarahinya, karena Revan juga mengerti perempuan seusia istrinya harusnya masih bersenang-senang dengan temannya. Tapi Yura memilih untuk mengurus anak dan menjadi istri yang seutuhnya untuk Revan. Dan Revan bangga akan hal itu, bahkan hal itu juga yang membuat Revan semakin mencintai Yura.
Setelah selesai membuatkan susu untuk Aretha, Revan pun memangku anaknya dan memberikan susunya dengan penuh kasih sayang. Hingga bayi kecil itu berhenti menangis saat di pangku oleh Revan.
"Wahh, mas hebat ya Ar langsung berhenti nangis " ucap Yura kagum pada suaminya
"Bersikaplah tenang sayang saat Ar menangis, berikan susu dengan takaran yang benar juga gendonglah dia dengan posisi yang membuatnya nyaman, kamu mengerti" ucap Revan sambil mencium sayang kening istrinya.
Sungguh Yura terlihat sangat lucu di mata Revan, gadis kecil ini sekarang sudah mempunyai anak. Rambutnya di cepol ke atas dengan daster lucu yang sangat pas di tubuhnya membuatnya terlihat sangat cantik, padahal wajahnya tanpa memakai riasan sama sekali.
__ADS_1
"Jangan terlalu lelah, jaga kesehatanmu hari ini baby sitter datang jadi akan ada yang membantumu mengurus Ar " Yura pun menganngguk paham
"Baby sitternya masih muda ga ?" tanya Yura, dia takut baby sitternya menjadi pelakor seperti cerita di film juga novel-novel yang sering dia baca.
"Aku tidak tahu, memangnya kenapa? " tanya Revan
"Yura takut baby sitternya jadi pelakor " ucapnya serius. Mendengar itu Revan hanya tertawa terbahak-bahak, istrinya ini sangat lucu rupanya.
"Sayang kamu terlalu banyak menonton film, cintaku hanya untukmu tidak ada yang lain " ucap Revan menenangkan istrinya, jadi ini rupanya yang membuat dia tidak mau menggunakan jasa baby sitter pikir Revan sama seperti adik iparnya.
"Ihh...kenyataannya juga ada, kan kemaren sempet viral "ucapnya tambah serius
"Berarti cinta laki-laki itu tidak tulus kepada istrinya, aku mencintaimu sepenuh hatiku dan segenap jiwaku Yura, kecelakaan kemarin saja hampir membuat aku gila, itu karena aku takut kehilanganmu sayang jadi untuk apa aku berselingkuh kalau aku punya istri yang sangat cantik dan aku cintai ada di sisi ku " ucap Revan
Yura pun merasakan cinta Revan begitu besar padanya, tidak mungkin suaminya selingkuh pikir Yura. "Awas aja kalo sampe berani selingkuh " ucapan istri kecil Revan seperti sedang mengancam. Membuat Revan gemas saja.
tok
tok
tok
"Maaf neng Yura bilangin sama mas Revan baby sitternya udah datang " ucap ua Kulsum memberi tahu.
"Oh iya,maaf tolong mintain tunggu sebentar ya bu, aku sama mas Revan nanti ke bawah " jawab Yura
"Iya neng " jawab Ua kulsum
Setelah memberitahukan kalau baby sitternya sudah datang, ua Kulsum pun mengerjakan tugasnya lagi.
__ADS_1
"Mas Revan, baby sitternya udah datang katanya"
"Ya sudah kita kesana " ajak Revan
"Ini Aretha bawa aja ya, kasian di tinggal di kamar sendiri " ucap Yura
"Iya bawa saja sayang " jawab Revan sambil berjalan ke bawah menggendong Aretha.
Revan dan Yura berjalan berdampingan, benar-benar keluarga harmonis.
Di ruang tamu sudah ada seorang gadis cantik dengan menggunakan seragan khas baby sitter sedang menunggu seseorang yang akan mempekerjakannya.
Melihat Revan dan Yura datang gadis itu pun langsung berdiri sambil tersenyum ke arah Revan dan juga Yura.
"Selamat pagi tuan dan nyonya"
"Pagi...." jawab Revan dan Yura bersamaan
"Ya ampun suami gue minta di sunat ternyata, nyari baby sitter bohay bener cantik pula " gumam Yura dalam hati. Yura langsung menatap Revan dengan tatapan menyelidik.
Revan merasa ada yang aneh dengan tatapan istrinya "Kenapa si Tayo melihatku seperti itu " gumam Revan dalam hati.
"Ya Tuhan dia adalah pria yang sangat tampan yang pernah aku temui " gumam baby sitter itu dalam hati.
"Perkenalkan nama saya Susi " ucapya tersenyum
"Omg namanya juga Susi " gumam Yura
"Iya baiklah Susi, tugasmu di sini adalah untuk membantu istriku menjaga anak kami , aku tidak ingin istriku kelelahan jadi tolong bantu dia menjaga anak kami dan jagalah putriku dengan baik, aku tidak menerima kesalahan apapun jika itu menyangkut istri dan anakku " ucap Revan tegas, membuat Susi agak takut sepertinya.
__ADS_1
"Kayanya dia cinta banget sama istri dan anaknya" gumam Susi
"Sayang aku berangkat dulu, hati-hati ya jaga dirimu" ucap Revan sambil mencium Yura di depan baby sitternya. Revan mengerti apa yang istrinya pikirkan untuk itu dia akan membuktikan di hadapan semua orang kalau hanya Yura lah yang di cintanya.